Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 7


__ADS_3

sebelum sekretaris itu keluar wanita itu sudah duluan masuk, dan memebuat mita terkejut. wanita itu langsung mendekat ke arah david.


"hai david" sapa wanita itu sambil mendekat ingin memeluk david.


david yang merasa risih langsung hanya pasrah dan cepat-cepat melepaskan tangan wanita itu.


"liora!!" nada david terkejut. Ada urusan apa kamu kesini maaf saya sedang sibuk" ketus david.


David emang tidak terlalu menyukai liora karena sikap nya yang terlalu terobsesi nya kepada dirinya. dia bahkan pernah mencoba utnuk mendekat kan liora dan bella namun dia tidak terlalu sayang sama bella. itu yang membuat david enggan menjalin hubungan yang lebih dengan liora. namun liora tetap saja berusaha mendekatinya.


"kamu kenapa sih david ketus banget sama aku?" aku jauh-jauh kesini cuma untuk menemui kamu. lanjut liora kesal agak memajukan mulutnya.


"tapi aku lagi sibuk liora" jawab david yang terus saja menatap laptopnya.


"nanti makan siang diluar ya sama aku" pinta liora


"tidak bisa, aku sudah janji untuk makan dirumah sama mama" jawab david dingin.


"kalau gitu aku mau ikut bolehkan?" lanjut liora.


david tidak bisa menolak, dia tau liora sangat keras kepala dia tidak akan pergi kalau katanya tidak segera di iyakan. keluarga liora dan david sudah saling mengenal nya 2 tahun belakang.

__ADS_1


"oke baiklah, tapi kamu tunggu diluar saja aku masih ada meeting dengan klien. kata david menahan sabar. sebenarnya dia sangan malas mengajak liora kerumahnya.


jam istirahat makan siang pun datang, ternyata liora sudah menunggu di parkiran padahal david berharap liora melupakan janjinya. disepanjang jalan liora tidak henti nya  berbicara dan menggoda david itu membuat david merasa risih.


sampa dirumah keluarga david, ibuk sonya kaget melihat david membawa liora, tapi karena sudah saling mengenal ibuk sonya menyambut liora dengan ramah.


"nak liora" tumben ikut david kemari? tanya ibuk sonya.


"hay tante" aku kangen banget sama tante" jawab liora "aku baik tante, tante sehat?" tanya liora.


Saat menuju meja makan, liora melihat marsya yang sedang menata makanan yg sudah dimasak oleh bik sumi di meja.


"ini sapa tante?" tanta liora menunjuk ke marsya. Pembantu baru ya tante?" lanjut liora.


"owh, aku kira pembantu baru tante, jawab liora sombong sambil melirik marsya.


marsya yang mendengar liora bicara seperti itu sangat membuat hati nya sedih tapi dia tahan, dia merasa dia emang pantas disebut pembantu karena sudah diberi tumpangan dirumah ini. david yang mendengar liora berbicara seperti itu merasa sangat tidak suka, dia langsung mempersilahkan liora dan yang lain makan supaya mulut nya tidak banyak bicara. tak lupa juga dia mengajak marsya untuk makan bersama mereka.


"marsya, kamu mau kemana? mari makan bersama kita" ajak david.


"saya masih kenyang pak david, saya mau kebelakang saja melihat bik minah" lanjut marsya.

__ADS_1


"iya marsya, kamu langsung saja makan sama kita" abis itu kamu juga harus minum obat kan?" kata ibuk sonya.


kalau ibuk sonya yang berkata, marsya tidak bisa menolak ajakan nya. marsya langsung mengambil kursi di sebelah liora.


liora yang mendengar david dan ibuk sonya sangat baik dengan marsya merasa tidak senang, dia merasa takut kalau marsya akan suka sama david dan begitu sebaliknya.


"gak.. gak mungkin david menyukai gadis seperti dia, cantik masih cantik gue, miskin, trus gak modis. David gak mungkin akan suka sama dia" batin liora.


setelah selesai makan liora dan david kembali ke kantor. marsya yang melihat mereka begitu dekat berdua merasa hati nya sangat sakit, apa mungkin marsya sudah ada hati dengan david?.


pada malam harinya bella pergi menghampiri marsya ke kamar nya, dia melihat marsya baru selesai sholat.


"bella, ada apa sayang?" tanya marsya.


"tante, temenin aku dikamar ya? aku mau tante temanin aku tidur" jawab bella.


"iya, sebentar ya sayang" marsya sambil membereskan mukenah nya.


marsya menidurkan bella dengan menceritakan sebuah dongeng, ternyata david dari tadi yang baru pulang dari kantor memperhatikan mereka dari luar, david memperhatikan dari celah pintu yang tidak tertutup rapat. tidak terasa air mata mengalir dari mata david perasaan nya antara terharu dan bahagia karena bella merasa dapat perhatian dari seorang ibu. setelah puas melihat pemandangan itu david memutuskan untuk ke kamar istirahat.


Keesokan pagi nya, marsya yang merasa sudah mulai sehat dan segar meminta izin pamit kepada ibuk sonya untuk pulang ke kosan nya. ternyata david mendengar hal itu dan langsung cepat-cepat turun kebawah.

__ADS_1


 


 


__ADS_2