Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 43


__ADS_3

"Ha..hal..hallo pak!!" ucap mang kosim ditelpon panik.


"Ada apa mang?!! perasaan david mulai tidak enak mendengar suara mang kosim.


"Ibuk pak, ibuk" ucap mang kosim.


"Ada apa dengan ibuk???!!! katakan!!! ucap david membentak.


"Ibuk diculik orang pak, dan ibuk sonya pingsan!" ucap mang kosim.


"Apa?!!!!!!!!! astaghfirullah!!!!!!!! sekarang kamu bawa dulu ibuk kerumah sakit, saya akan mencari istri saya" david berbicara sambil berlari menuju parkiran. Setelah menutup telpon dari supir nya, david langsung menelpon rayhan, untuk meminta bantuan.


"Hallo ray, kamu dimana? marsya diculik!!" ucap david cepat tanpa berfikir apa-apa lagi.


"Apa??!! aku akan menyusul kamu dav" ucap rayhan dengan wajah panik, dan langsung membubarkan meeting nya tiba-tiba dan berlari menuju parkiran. dan rayhan sambil mengemudi langsung menghubungi para team nya untuk mencari marsya.


Rayhan sudah sampai dirumah sakit tempat diaman ibuk sonya dirawat, karena david memberitahu kalau dia akan menuju kerumah sakit milik nya.


"Dav, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa marsya sampai diculik?" tanya rayhan.


"Aku juga tidak tahu ray, tiba-tiba mang kosim telpon aku mengabarkan kalau marsya di bawa paksa oleh beberapa orang tidak dikenal.


"apa jangan-jangan ini ada hubungan nya dengan liora??" rayhan tiba-tiba teringat dengan liora yang masih bereliaran.


"Pokok nya kita harus menemukan marsya ray, aku tidak tahu jika memang liora yang melakukan ini, aku takut keselamatan marsya dan calon anakku ray" ucap david semakin mencemaskan marsya dan menangis.


"kamu tenang dulu dav, aku sudah mengirim orang suruhan aku untuk melacak keberadaan marsya, kita berdoa saja" ucap rayhan menenangkan david.


"aku tida akan membiarkan siapapun yang melakukan ini, awas saja jika kenapa-kenapa dengan anakku" david sangat marah dan murka hingga wajah nya memerah.


David sangat gelisah, dia tidak tenang, disisi lain istri nya dibawa oleh orang entah kemana, dan disisi lain mamanya terbaring belum sadarkan diri. tak lama hendphone rayhan berdering, dav langsung melihat kearah rayhan berharap itu informasi tentang marsya.


"Hallo, bagaimana??" tanya rayhan singkat.


"Bos, kami sudah mengetahui dimana lokasi tempat ibuk marsya di sekap" ucap suruhan rayhan.


"Alhamdulillah, dimana lokasi nya, saya dan david akan segera kesana" ucap rayhan, david yang mendengar langsung sedikit lega dan ingin secepatnya menuju ke lokasi tersebut.


"saya akan kirim lokasi nya ke bos, tapi kita harus hati-hati bos karena sangat banyak yang berjaga di sekitar rumah itu bos" ucap suruhan rayhan.

__ADS_1


Rayhan dan david langsung menuju ke lokasi yang sudah di beritahu oleh para suruhan rayhan, dan david menitipkan ibuk sonya kepada perawat dan mang kosim.


setelah sampai dilokasi yang dituju, ternyata memang sangat banyak penjaga nya, itu sedikit menyulitkan mereka untuk masuk kedalam.


namun david berusaha sekuat tenaga, dan dia mencoba masuk lewat belakang, dan mencoba melawan satu persatu orang yang berjaga dengan mendekap mulut mereka supuya dia tidak di serang ole penjaga lain.


setelah david masuk dan mendapati marsya yang sedang diikat diatas tempat tidur, berusaha masuk namun didalam ada seseorang yang sedang menyiksa nya, itu membuat david sangat marah melihat istrinya yang sedang hamil disiksa.


"Hentikan!!!!!" ucap david kepada seseorang itu dan ternyata benar kata rayhan, liora dibalik semua ini.


"Maaaaassssss!!!!!!!!" tolong aku mas, perut aku sakit" ucap marsya kesakitan sambil menangis.


"David!!!! kenapa kamu bisa masuk??? penjaga??!!!!!!!!!!!" namun sebelum penjaga masuk, david sudah membekap mulut liora dan membanting liora ke dinding hingga kepala nya terbentur.


David langsung melepaskan ikatan yang ada ditubuh masrya, tak lama emudian, polisi pun datang karena rayhan sebelum menuju ke lokasi sempat menelpon polisi.


David langsung dengan cepat membawa marsya ke rumah sakit, dia tidak tega melihat istrinya kesakitan, dia takut terjadi ada apa-apa dengan istri dan anaknya.


"sayang!!!! kamu yang kuat ya sayang, mas sellau ada disini" ucap david menggenggam tangan masrya.


"Masssss, sakitttt!!!!!!!!! aku sudah tidak tahan lagi mas" ucap marsya menangis menahan sakit.


Setelah sampai dirumah sakit marsya langsung dibawa keruangan UGD, dia di tangani oleh dokter. David sangat panik dia hanya bisa mondar mandir di depan pintu ruangan sambil menunggu dokter keluar.


Tak berapa lama dokter keluar, dan davit segera menghampiri dokter menanyakan keadaan istrinya.


"Dokter!! Bagaimana keadaan istri dan anak saya?" tanya david cemas.


"Keadaan istri anda sangat kritis,kami harus melakukan operasi kemungkinan besar hanya salah satu dari mereka yang bisa selamat, tetapi kami tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik, serahkan semuanya kepada Allah" ucap dokter.


"Tolong selamatkan kedua nya dok, saya mohon dokter" ucap david menangis.


"Akan kami usahakan pak, bantu doa nya, saya permisi dulu untuk menyiapkan operasinya" ucap dokter meninggalkan David.


David teduduk dilantai sambil meremas rambut nya, hatinya sangat hancur mendengar kata-kata dari dokter tadi, rayhan yang sedari tadi menemani berusaha menenangan david.


"kamu harus tetap optimis dav, insyallah mereka akan selamat, dan berkumpul bersama kita lagi, sekarang lebih baik sholat dulu dan meminta kepada Allah" ucap rayhan mengelus pundak david.


David berdiri dan berjalan menuju mushola rumah sakit untuk menunaikan sholat sekaligus berdoa memohon keselamatan untu istri dan anaknya.

__ADS_1


"Ya Allah, hanya kepada mu hamba meminta tolong, hamba memohon kepada Mu ya Allah, selamatkan istri dan anak hamba, jangan Engkau ambil dia Ya Allah, hamba sudah pernah kehilangan istri, Hamba mohon izinkan hamba berkumpul bersama mereka" david berdoa dengan linangan air mata.


Setelah selesai sholat david kembali ke ruangan operasi, hampir 3 jam dia menunggu, dia sangat kuatir dengan keadaan marsya dan anak dalam kandungan nya.


"Ray, kenapa lama sekali mereka didalam??" ucap david kepada rayhan.


"sabar dav, kita serahkan semua kepada dokter didalam, mereka pasti sedang melakukan yang terbaik" ucap rayhan berusaha menenangkan david.


Setelah beberapa jam kemudian dokter keluar, david dengan tergesa-gesa menghampiri dokter dan menanyakan keadaan istri dan anaknya.


"dokter, bagaimana keadaan mereka? apakah semua baik-baik saja?" tanya david penasaran.


"Maaf sebelumnya pa, kami sudah berusaha semampu kami, tapi Allah berkehendak lain, anak bapak tidak bisa tertolong, dan ibunya sekarang masih dalam keadaan kritis, kita hanya menunggu keajaiban dari Allah atas kesembuhan istri bapak" ucap dokter dengan wajah sedih.


"Apa dok!!!!!???? anak saya meninggal????? Ya Allah!!!!!!!!!! kenapa semua harus terjadi sama ku ya Allah!!!" david tekulai lemas mendengar keterangan dari dokter, anak yang selama ini dinantikan oleh nya dan bella, harus pergi dengan cara yang tragis.


David menangis, dia mengacak-ngacak rambutnya, dia seperti orang yang kehilangan akal, rayhan yang melihat sahabat nya sangat sedih dan berusaha untuk memberikan kekuatan kepada david, ini memang ujian yang sangat berat baginya dibandingkan saat ehilangan istri pertamanya.


"Ayah sangat merindukan kamu nak, kenapa kamu meninggalkan ayah?? ayah belum sempat menggendong kamu, mencium kamu, memeluk kamu sayang, kenapa kamu meninggalkan ayah seperti ini?? ayah tidak sanggup rasanya hidup" david terus saja menangis.


Bella yang diantar oleh mang kosim tiba dirumah sakit, dia melihat ayahnya yang menangis langsung menuju mendekati david, dan langsung memeluk nya dengan erat.


"ayah...ibu sama dedek dimana? bella mau ketemu ibu sama dedek bayi??" ucap bella dalam pelukan david.


"kamu sabar nak ya, ibu masih kritis, kita berdoa saja semoga ibu bisa sembuh secepatnya" ucap david memeluk erat bella.


"aku mau melihat dedek bayi ayah, dimana adek aku? dia sudah lahirkan ayah?"tanya bella polos.


David tidak sanggup menjelaskan kepada bella, apa yang harus di katakan kepada bella, david kembali menangis, melihat bella yang snagat menginginkan kehadiran seorang adik, adik yang selama ini di nanti-nanti kan nya ternyata sudah meninggalkan dia.


 


 


Author menulis nya sambil terisak-isak, karena tidak membayangkan harus kehilangan anak :'(


 


 

__ADS_1


__ADS_2