Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 23


__ADS_3

"david, kamu sekarang kenapa menjadi seperti ini nak?, mama tau kamu sangat kehilangan marsya tapi kamu juga tidak bisa seperti ini, ingat david! kamu maish ada bella yang butuh kasih sayang kamu, apa kamu tidak sadar kalau belakangan ini dia selalu kesepian dan kurang kasih sayang dari kamu?" ucap ibuk sonya.


"aku harus bagaimana ma?, sampai saat ini aku belum menemukan marsya, aku takut dia kenapa-kenapa, aku sayang mencintai dia ma!! david menangis dihadapan ibunya sambil menjambak rambut dengan kedua tangannya.


"mama tau nak, tapi kamu harus tetap memperhatikan bella, dia anak kamu yang butuh kasih sayang orangtua, kalau bukan kamu siapa lagi? bella juga kehilangan marsya, apa kamu mau menambah kesedihan nya dengan merasa kehilangan kasih sayang ayahnya?" jawab ibuk sonya dengan emosi dengan mata yang berkaca-kaca.


"maaf kan david ma, david tidak akan menyia-nyiakan bella, david sayang sama bella , hanya bella yang david punya sekarang ma". jawab david.


"iya nak, sekarang kamu temui dia dimeja makan" ucap ibuk sonya.


David menuju ke meja makan, dia langsung memeluk bella dan menyuapi bella sarapan pagi, itu membuat bella tersenyum.


"maafkan ayah sayang" batin david sambil menciup puncak kepala bella.


Setelah mengantar bella sekolah david menuju kekantor, ternyata rayhan sudah menunggu nya dikantor.

__ADS_1


"hallo bro" sapa rayhan.


"pagi sekali kamu kesini?, kapan pulang dari kalimantan?" tanya david.


"sore kemaren dav", jawab rayhan singkat dengan mata yang penuh rasa iba kepada david, dia ingin sekali mengatakan kalau dia sudah menemukan marsya, tapi dia juga sudah berjanji untuk tidak memberitahukan nya kepada david.


"masuk ray", ajak david untuk masuk keruangan kerja nya.


david begitu terlihat sangat tidak rapi seperti biasanya, rayhan sangat kasihan dengan sahabatnya itu, begitu besar rasa cintanya kepada marsya.


"ray, kemana lagi aku harus mencari marsya?" tiba-tiba david bertanya seperti itu kepada rayhan, "rasanya aku ingin mati saja ray".


"eh..hmm.. ka-kamu yang sabar dav, jangan pantang menyerah, kamu tidak boleh berbicara sembarangan, ingat bella dav dia masih membutuhkan kamu" ucap rayhan.


Tiga bulan berlalu, david sudah mulai bisa mengendalikan dirinya, namun dia tidak pernah menyerah mencari informasi tentang marsya. rayhan mencoba untuk selalu menemani sahabat nya itu, dia ingin sellau memastikan sahabat nya itu baik-baik saja sesuai pesan marsya kepada nya untuk tetap menjaga mad davidnya.

__ADS_1


rayhan sudah lama tidak mendengar kabar marsya, rayhan mencoba untuk menghubungi marsya untuk memastikan jika dia disana baik-baik saja.


Tuuuttt...tuuuuttt....Tuuutt...


marsya tidak mengangkat telponnya, sampai 3 kali rayhan mencobanya kembali namun tidak juga ada yang mengangkat nya, hingga setelah beberapa menit kemudian handphone rayhan berdering. Marsya calling.... rayhan tersenyum ketika marsya menghubungi nya kembali, namun...


"haloo sya, kamu kemana saja?" tanya rayhan.


"maaf tuan, saya mau mengabarkan kalau yang punya hp ini sedang dilarikan kerumah sakit karena menjadi korban perampokan di tepi jalan" ucap penelpon itu.


Rayhan yang mendengar kabar itu langsung shock, kakinya lemas dan matanya memerah menahan air mata, namun dia mencoba untuk tetap kuat.


"sekarang wanita itu dibawa kerumah sakit mana? saya akan menyusul kesana" ucap rayhan sambil seluruh badan gemetaran.


sipenelpon memeberikan alamat yang sudah diberikan, dan rayhan langsung menelpon bawahan nya ntuk menyiapkan jet pribadi.

__ADS_1


 


 


__ADS_2