
"Sita, tolong antarkan dokumen semalam yang kamu print ada dimeja saya" ucap manager itu.
"maaf pak, mbak sita tidak masuk, saya marsya pak" jawab marsya.
"owh ya, tolong kamu antarkan dokumen yang ada dimeja saya keruangan rapat, cepat ya?" perintah manager.
Marsya langsung buru-buru mengambil dokumen itu, dan saat sampai di depan pintu marsya langsung cepat-cepat masuk dan memberikan dokumennya.
"ini pak yang bapak minta", ucap marsya.
Namun seseorang yang sedang membaca dokumen-dokumen yang sudah disediakan merasa suara itu tidak asing olehnya, dan benar saja dia langsung melihat ternyata dia adalah marsya, orang selama ini dicari-carinya.
"marsya" ucap pemuda itu pelan.
"pak david" dalam hati marsya dengan ekspresi mata membesar menahan napas nya dan langsung meninggalkan ruangan rapat itu.
David tidak mungkin mengejarnya dan memutuskan untuk menyelesaikan rapat itu. setelah rapat selesai dia langsung menemui rayhan dan bertanya data tentang karyawan nya yang barusan mengantar dokumen tadi.
"ray, apa kamu tahu data karyawan mu yang tadi?" tanya david.
"marsya maksud kamu?" jawab rayhan sambil berjalan masuk keruangan nya dan di ikuti oleh david.
"ternyata benar marsya disni!" ucap david pelan.
"kamu mengenal marsya?" tanya rayhan.
David menejelaskan semua yang sudah terjadi, rayhan dan david ternyata adalah sahabat baik dari jaman SMA. Rayhan yang mendengar nya merasa sedikit kecewa ternyata temannya sudah dulu mencintai marsya. rayhan jujur dengan hatinya kalau saat pertama bertemu dia sudah menyukai marsya.
Marsya yang dari tadi duduk meja kerjanya terus saja berpikir kenapa dia dipertemukan kembali dengan pak david, padahal dia lagi berusaha untuk melupakannya. Marsya menunduk sambil memeras rambutnya.
__ADS_1
"Tunggu, terdengar suara dari belakang nya saat marsya keluar dari kantor. marsya berusaha mencari acara suara itu ternyata itu david.
"P-Pak david" jawab marsya gugup dan tidak percaya.
"kamu kenapa kaget melihat saya?" sekarang masuk ke mobil" ucap david dingin menuju ke arah parkiran mobilnya sambil menggenggam lengan marsya.
"tat-tapi pak, saya harus pulang pak" marsya berusaha menolak david.
"saya akan mengantar kamu pulang, ada yang harus kamu jelaskan sama saya" ucap david tegas.
Marsya tidak bisa melepaskan genggaman david, mau tidak mau dia mengikuti keinginan david. didalam mobil mereka hanya berdiam, marsya hanya melirik keluar jalan.
"ada yang ingin kamu katakan?" david memecah keheningan di dalam mobil.
"tidak" jawab marsya singkat.
"apa maksud kamu pergi dari rumah tanpa meminta izin kepada saya? tanya david tegas.
"kenapa kamu diam?" tanya david sambil menghentikan mobilnya ketepi.
marsya kaget, kenapa pak david mendadak menghentikan mobilnya, sepertinya dia sangat mara.
"hmmmm, pak saya sebelumnya minta maaf, saya tidak bermaksud membuat bapak kecewa karena sudah meninggalkan rumah dan bella" tapiiiiii.... marsya menghentikan kata-kata nya dia malu kalau harus jujur didepan orang nya kalau dia mencintai david.
"tapi apa marsya" tanya david lembut. marsya masih saja berdiam, tidak tidak tau harus bagaiman mengatakan nya.
"saya sudah tau semuanya dari mama" saya hanya ingin mendengar dari mulut kamu kalau kamu memang benar mencintai saya. jawab david membuat marsya kaget dan tertunduk malu.
"ss-ssaya minta maaf pak, saya emang gak tau diri dan saya sadar saya memang gak pantas buat bapak, saya akan berusaha untuk menghilangkan cinta it...kata-kata marsya terhenti saat david meletakkan jari telunjuknya di bibir marsya.
__ADS_1
"jangan pernah buat menghilangkan cinta itu" aku juga mencintai kamu, aku memang bodoh kenapa tidak dari kemaren aku mengatakannya" ucap david lembut sambil menggenggam tangan marsya.
Deg.. jantung marsya tersa begitu berdegup kencang mendengar yang david katakan, marsya hanya bisa tertunduk malu dan merasa bahagia ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"tapi pak! gimana dengan mbak liora? bukannya kalian sudah berencana mau tunangan?" wajah marsya berubah sedih seketika mengingat liora.
"saya dan liora itu tidak ada hubungan apa-apa, dulu memang saya pernah mencoba berhubungan dan mendekatkan nya dengan bella, namun dia tidak pernah menyayangi bella hanya menginginkan uang saya saja, mangkanya saya memutuskan untuk menjauh dan menganggap teman biasa, tapi dia nya yang memang terlalu terobsesi. jelas david ke marsya sambil memandang marsya lembut. dan marsya hanya tersenyum kecil dan lega mendengarnya.
"kalau gitu kita lanjut jalan lagi ya, kita cari makan kamu pasti sudah lapar, oya satu lagi marsya kamu tidak boleh memanggil saya bapak" ucap david
"hmmm, ii-ya mas david. jawab marsya malu-malu, secara baru pertama kali dia memanggil david dengan sebutan mas.
"aku senang dengar nya" sambil mengelus puncak kepala marsya.
sampai direstoran, mereka memesan beberapa makanan disaat sedang menyantap makanan marsya kembali mengingat kalau dia akan tetap menetap di jogja karena masih ada ikatan kontrak dengan perusahaan rayhan.
"mas david" marsya mencoba memecahkan keheningan mereka.
"hmm iya" jawab david sambil mengunyah makanan nya.
"kayaknya aku belum bisa ikut mas ke jakarta", ucap marsya agak lesu.
"kenapa sayang?" tanya david.
marsya mendengar david memanggil nya sayang serasa melayang-layang dan jantung nya serasa melompat-lompat. "aku kan masih ada kontrak kerja diperusahaan rayhan, jadi saya tidak bisa mengundurkan diri". jawab marsya sambil mengehntikan makanya.
"kamu tidak perlu kuatir, aku akan membicarakan hal ini sama rayhan, dan nanti sampai jakarta aku akan langsung melamar kamu". bella pasti sangat senang. apa kamu tau marsya, bella sekarang sudah semakin dewasa dia berusaha untuk bersikap sabar menunggu kamu, yang biasa dia mennagis mennayakan kamu sekarang dia selalu ceria karena dia yakin kamu akan kembali.
marsya yang mendengar kata-kata david langsung senyum-senyum tidak jelas. membuat david bingung, sebenarnya ada apa dengan marsya, kenapa dia bersikap biasa saja? batin david.
__ADS_1