Kebaikan Ayah Bella

Kebaikan Ayah Bella
Episode 21


__ADS_3

Rayhan yang tiba di kota kalimantan dia langsung menuju ke hotel untuk beristirahat sebelum turun ke lapangan untuk mengecek proyek pembangunan hotel barunya.



Marsya POV


Seperti biasa setiap pagi marsya membuka toko nya, dari membersihkan sampai melayani pelanggan dia kerjakan sendiri karena tokonya hanyalah kios kecil. marsya kadang mendapat pesanan kue dari instansi kantor pemerintahan, instansi rumah sakit dan kadang juga bos-bos kontraktor.


kebetulan hari ini marsya ada pesanan kue dari bos krontraktor proyek pembangunan tak jauh dari kios nya. marsya mulai mempacking kue-kue itu kedalam kotak, setelah semua selesai marsya memesan ojek online, sambil menunggu marsya menutup tokonya sementara.


Setelah sampai di alamat yang sudah diberikan oleh si pemesan, tempat itu terlihat seperti proyek pembangunan gedung, marsya langsung masuk ke sebuah gerbang disana terlihat para pekerja sibuk mempersiapkan sesuatu seprti akan ada kedatangan tamu.


"Pak, saya mau mengantarkan pesanan atas nama Buk faridah" ucap marsya kepada security yang berjaga.


"langsung saja mbak masuk belok kiri, disana ada ruangan besar, buk faridah sudah menunggu disana" jawab security.


"ok pak, terima kasih"


marsya berjalan menuju yang diarahkan pak security tadi, setelah memberikan kepada buk faridah dan mendapatkan bayaran nya, marsya pergi meninggalkan tempat itu. saat keluar gerbang marsya melihat 3 unit mobil mewah memasuki gerbang, mungkin itu tamunya sudah datang pikir marsya. Setelah sampai di tokonya marsya kebali membuka tokonya.


Rayhan POV


Rayhan hari ini memulai pekerjaan nya mengunjungi proyek setelah seharian beristirahat, dia sudah dijemput oleh supir kantor nya. di sepanjang perjalanan rayhan masih sibuk dengan handphone nya sambil mengecek email masuk, namun setelah sampai di gerbang proyek gedung hotel nya, tidak sengaja dia melihat seorang wanita yang tidak asing baginya, dan dia memutuskan untuk menyuruh supirnya berhenti. namun setelah rayhan menuju ke tempat dimana dia melihat wanita yang dia yakini mirip dengan marsya itu sudah tidak ada lagi, dan rayhan pun kembali ke mobil dan masuk kedalam gerbang.


rayhan dari mengikuti rapat dan turun kelapangan pun sampai tidak konsentrasi, dia terus memikirkan wanita tadi.



"kenapa aku terus memikirkan wanita tadi? tapi tadi sekilas dia memang mirip dengan marsya, tapi sangat tidak mungkin marsya sampai ke pulau kalimantan ini, itu sangat jauh dari jawa, dia juga pernah mengatakan kalau tidak punya siapa-siapa lagi". Batin rayhan.

__ADS_1


"Bagaimana pak pendapat bapak tentang disain gedung ini apa ada yang perlu kita tambahkan?" ucap kepala kontraktor yang berusaha menyadarkan rayhan dari lamunannya.


"eh..hmmm menurut kamu gimana?" tanya rayhan ke asisten nya, karena dia dari tadi tidak konsentrasi mendengarkan presentasi.


"Sa-sssaya pak? Saya rasa itu sudah sangat bagus pak," jawab asisten dengan heran dan gugup karena kaget. "bapak baik-baik saja?" tanya asisten itu kembali sambil berbisik ke telinga rayhan.


Buk faridah dan para pelayan datang membawa minuman dan cemilan yang sudah dipesan olehnya. "ini ada sedikit cemilan buat pak rayhan, semoga suka ya pak?" ucap buk faridah, dan kalau pak rayhan mau bawa oleh-oleh dari sini dekat sini ada kios yang jual makanan khas kalimantan, ucap ibu faridah lagi.


"oh iya buk terima kasih informasinya, kue ini sangat enak buk, tapi kalau saya bawa ke jakarta pasti akan basi" ucap rayhan sambil tersenyum.


"kalau bapak mau kue-kue yang pas untuk dibawa perjalanan jauh di marsya cake banyak jenis kue-kue yang awet pak" jelas ibuk faridah membuat rayhan yang sedang mengunyah kue langsung terbatuk-batuk.


"ibuk tadi bilang marsya?" tanya rayhan setelah minum air yang sudah diberikan asistennya.


"iya pak rayhan, bapak sudah tau dengan toko kue itu?" tanya buk faridah.


"kalau bapak mau kesana bisa diantar oleh pak dendi (supir pribadi yang jemput rayhan dari hotel pagi tadi)" jawab buk faridah.


"baik buk, terima kasih". ucap rayhan.


Setelah beberapa rayhan menyelesaikan pekerjaan nya, dia memutuskan untuk meninggalkan lokasi proyek dan menuju ke hotel namun dia tiba-tiba teringat ucapan buk faridah MARSYA CAKE, rayhan penasaran dengan toko kue itu.


"pak antarkan saya ke toko kue yang dikatakan ibuk faridah tadi ya" printah rayhan.


"Baik pak" jawab pak dendi dengan memutar balik arah mobilnya karena toko itu berlawanan arah dengan hotel rayhan.


Setelah sampai di depan toko kue itu rayhan masih saja sibuk dengan handphone nya sampai tidak sadar kalau mobilnya sudah berhenti.


"pak rayhan, kita sudah sampai" ucap pak dendi.

__ADS_1


"owh iya pak, saya akan turun dulu, bapak tunggu disini saja" jawab rayhan.


sampai didepan toko rayhan melihat-lihat kue yang dijual, lumayan banyak kue nya dan keliahatannya sangat enak.


"ada yang bisa saya bantu pak?" ucap seorang wanita dari arah dalam toko itu.


"saaya... kata-kata rayhan terhenti setelah melihat wanita itu ternyata memang marsya" tak salah lagi jika wanita yang dia lihat di lokasi proyek tadi adalah marsya.


"Rayhan" marsya kaget melihat rayhan berada di depannya, padahal dia sudah pergi jauh tapi masih saja ketemu orang-orang yang dikenal dan dekat dengan david.


"marsya, kamu sekarang...sebelum melanjutkan marsya sudah memotong kata-katanya, lalu duduk di bangku depan tokonya dan diikuti oleh rayhan.


"iya ray, aku sekarang dikalimantan buka toko kue ini. jawab marsya dengan senyum menahan kesedihan.


"aku sudah tau semuanya sya, david sudah menceritakan nya sama aku" jawab rayhan


"aku melakukan semua ini untuk kebaikan mas david ray, aku tidak ingin dia kenapa-kenapa, kasian bella dia masih sangat membutuhkan ayahnya" marsya tidak bisa lagi menahan airmatanya.


"apa kamu pikir sekarang david sudah baik-baik saja?" tanya rayhan


"maksud kamu ray?" jawab marsya penasaran.


"apa kamu tau sya, semenjak kamu pergi david tidak bisa bekerja dengan baik, dia hanya mengurung diri dikamar setelah pulang bekerja, kadang ibuk sonya juga mengkhawatirkan keadaan david, begitu juga dengan bella dia juga sering menanyakan kapan kamu pulang, sampai-sampai dia tidak mau pergi sekolah kalau buka david yang mengantar nya" terang rayhan.


marsya dilema, disisi lain dia memang tidak bisa jauh dari david dan bella tapi disisi lain dia mencoba untuk menempati syarat nya kepada liora karna sudah mau mendonorkan darahnya kepada david.


 


 

__ADS_1


__ADS_2