
"Mas tidak akan membiarkan siapapun yang berusaha ingin mencelakai keluarga ini" ucap david mengelus kepala marsya dipelukannya.
Sudah seminggu bella dirumah, dia bersikeras untuk pergi ke sekolah, walaupun david menawarkan bella untuk homeschooling saja, namun bella tatap ingin ke sekolah, david sebenarnya sedikit merasa kuatir dengan bella, dia tidak mau sesuatu terjadi lagi kepada dia, mengingat liora yang masih berkeliaran, tida menutup kemungkinan dia masih berusaha ingin menghancurkan keluarganya.
"ayah, boleh ya aku sekolah besok? aku sangat merindukan teman-teman ku dan guru-guru ku ayah" ucap bella memelas.
"tapi sayang, kamu kan harus banyak istirahat, nanti kalau kenapa-napa di sekolah bagaimana?" ucap marsya membujuk
"ibu.. bella sudah sembuh, bella sudah kuat ke sekolah" ucap bella dengan wajah sedih.
"ok, ayah izinkan kamu boleh sekolah, tapi harus ada yang menjaga kamu disekolah, ayah tidak mau kamu kenapa-kenapa sayang" ucap david menunduk mensejajarkan badannya dengan bella.
"terima kasih ayah, bella sennag sekali" ucapo bella girang sambil memeluk david.
keesokan harinya bella bersiap-siap untuk kesekolah, dia mengenakan baju sekolah yang sudah disiapkan oleh masrya. bella turun kebawah dengan sennag, dia keliahatan seperti anak yang baru masuk sekolah.
Setelah sarapan bella bersiap-siap yang diantar oleh mang kosim supir baru bella.
"kita berangkat non?" ucap mang kosim menunduk didepan pintu rumah.
"iya mang" ucap bella tersenyum.
"kamu hati-hati ya sayang, jangan terlalu kecapean disekolah" ucap marsya mencium bella.
"iya ibu, assalamualaikum" ucap bella menyalami marsya, dan disusul mencium tangan david. setelah bella masuk kedalam mobil, david segera menelpon seseorang untuk mengikuti mobil bella.
david pun berpamitan kepada marsya untuk ke kantor, david mencoba untuk bercanda dengan istri dan anak yang ada dalam kandungan nya.
__ADS_1
"hallo anak ayah, jangan rewel ya, ayah mau cari uang dulu, kamu jaga ibu ya dirumah" ucap david sambil mengelus dan mencium perut marsya.
"iya ayah, aku akan jaga ibu" ucap marsya menirukan suara anak kecil.
david berlalu menuju ke parkiran mobil, dan sengaja tidak mencium marsya. "oh jadi sekarang mentang-mentang ibu nya gendut, tidak cantik lagi, jadi tidak mau mencium istrinya" ucap marsya dengan wajah kesal.
"kamu kalau merajuk tambag menggemaskan"ucap david berbalik kearah marsya sambil tertawa dan mencubit pipi marsya yang sedikit berisi.
marsya hanya diam sambil memajukan bibirnya, "siapa bilang kamu tidak cantik lagi? mas mencintai kamu apa adanya, bukan dari paras cantik atau poun badan seksi" ucap david lembut.
marsya kembali tersenyum, dan david mencium marsya dan memeluk nya,david pamit dan berllau meninggalkan marsya. David memang sangat mencintai marsya, dengan sifat marsya yang penyayang dan perhatian membuat nya yakin untu menjadikan nya istri sekaligus ibu untuk bella. begitu pun dengan david, dia sangat penyayang dan perhatian kepada keluarga nya, dia lelaki yang baik dan tampan, tidak heran jika banyak wanita yang ingin menjadi istrinya.
Rumah terasa sepi, kini hanya ada marsya dan ibu sonya, mereka belum mendapatkan pengganti minah, karena tidak mudah untuk mencari pekerja rumah tangga yang jujur dan bisa dipercaya, karena bik minah orang orang yang sangat jujur dan tidka banyak tingkah selama bekerja dirumah.
Untuk sementara ibu sonya yang memasak, dia tidak ingin marsya kelelahan, ibuk sonya mertua yang sangat baik dan perhatian kepada menantunya.
satu buan kemudian waktu marsya untuk mencheck kandungan nya, dia harus pergi ke dokter spesialis, namun david tidak bisa menemani karena ada meeting penting yang tidak bisa ditinggalkannya.
"Mas, hari ini ada jadwal check up ke spesialis"ucap marsya sambil menyiapkan pakaian kerja david.
"astaghfirullah sayang, mas ada meeting hari ini" ucap david gelisah dan bingung.
"tidak apa-apa mas, besok saja kita ke spesialisnya" ucap marsya.
"tidak-tidak, kamu tidak boleh terlambat check up, mas akan meminta kepada mama untuk menemani kamu, nanti jika meeting mas selesai dengan cepat, mas akan menyusul kamu ke rumah sakit" ucap david sambil melingkarkan tangan nya dibahu marsya.
"iya mas, tapi aku sendirian ke rumah sakit juga bisa mas, kasihan mama nanti kelamaan menunggu antrian" ucap marsya.
__ADS_1
"mas tidak akan mengizinkan jika kamu pergi sendirian" ucap david.
"siap bos!!" ucap marsya sambil memeberi hormat sambil tertawa.
Setelah semua pergi, marsya bersiap-siap untuk ke spesialis bersama ibuk sonya, mita diantar oleh mang kosim dan seperti biasa david juga membayar beberapa orang untuk menjaga marsya dari jauh.
Setelah sampai di rumah sakit marsya tidak begitu lama menunggu antrian, karena pasien hari ini tidak begitu ramai, setelah selesai marsya dan ibuk sonya memutuskan untuk langsung pulang sesuai dengan instruksi david.
Namun saat dipertengahan jalan dua mobil menghadang mobil mereka dan memaksa membuka pintu mobil yang di gunakan oleh marsya,mang kosim tidak bisa berbuat apa-apa karena seseorang mengarahkan pisau kehernya, mereka memaksa marsya untuk ikut, ibuk sonya yang syok jantung nya kambuh dan pingsan, orang suruhan david kalah cepat dengan mereka, marsya sudah dibawa oleh mereka dengan kecepatan tinggi. mang kosim dengan keadaan panik dan takut berusaha menelpon david.
"ha..hal..hallo pak!!" ucap mang kosim ditelpon panik.
"ada apa mang?!! perasaan david mulai tidak enak mendengar suara mang kosim.
"ibuk pak, ibuk" ucap mang kosim.
"ada apa dengan ibuk???!!! katakan!!! ucap david membentak.
"ibuk diculik orang pak, dan ibuk sonya pingsan!" ucap mang kosim.
__ADS_1
"mohon like nya ya, biar author tambah semnagat. Terima kasih"