Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
Eps 9. Terpaksa


__ADS_3

" ah gawat dimana mereka" kata Baek frustasi


" astaga baru kutinggal sebentar" kata Radit kesal


" disini ada hotel nya ayo kita cari siapa tahu mereka ada disana" ajak Baek


" okey kamu cari dilantai bawah aku yang dilantai atas" saran Radit


" iya ayo"


merekapun berpencar untuk mencari Vivi dan Rossa.


* Lantai Atas hotel*


Terlihat Radit dan anak buahnya yang dibawa Baek sedang mengetuk pintu setiap kamar hotel, ketika dibuka dia tanpa permisi langsung masuk untuk memeriksa apa ada Vivi atau tidak didalam kamar tersebut. sudah beberapa menit mencari dia masih belum menemukan Vivi. ketika dia mengetuk pintu kamar didepan nya dia mendengar suara tangisan yang familiar ditelinga nya


" Vivi......itu pasti Vivi" katanya pada diri sendiri dengan yakin.


pintu kamar itu dikunci dia mendobrak pintu itu bersama dengan beberapa anak buahnya akhirnya pintu itu terbuka.


Ketika Radit masuk dia disuguhkan dengan pemandangan dimana seorang pria sedang berusaha merobek gaun yang di pakai Vivi dan Vivi yang menjerit ketakutan membuat darahnya menjadi dingin dan mengalir lebih cepat keringat dingin keluar dari kulitnya dia marah mukanya merah padam.


" apa-apaan kalian ini!" pekik pria itu


" dasar brengsek!!" kata Radit sambil melayangkan banyak tinjunya ke wajah laki-laki itu.


" Shit sakit kenapa kau memukul?" tanya pria itu kesakitan.


" kau masih bertanya dasar kau brengsek!" kata Radit masih memukul pria itu.


pukulan Radit terhenti ketika dia mendengar perkataan Vivi


" Bang.. to..tolong aku hiks..hiks.." kata Vivi sambil menangis


" kau tenang saja aku akan membawamu pergi dari sini" kata Radit lembut sambil memeluk tubuh Vivi.


" Kalian urus dia !" pinta Radit


" siap tuan" jawab anak buah Radit.


Radit membawa Vivi pergi dari Club itu. Diperjalanan Vivi seperti orang yang Kapanasan tubuhnya berkeringat dan wajahnya merah padam.


" Ah panas sekali, ada apa dengan ku hiks..hiks.." desahnya sambil menangis


" Kau kenapa? apa kau haus? ini air minum" kata Radit sambil menyodorkan Air mineral ke rah Vivi. Vivi mengambil dan meminumnya sampai habis.


" Ah kenapa malah semakin terasa panas" mendengar perkataan Vivi Radit memberhentikan mobilnya.


" Kau kenapa? apakah mereka memberikan mu sesuatu??" tanya Radit sambil memegang pipi Vivi


" Hah... tanganmu kenapa terasa dingin" kata Vivi sambil mengelus-elus kan pipinya ditangan Radit. Radit menjadi malu


~ Dia bisa membunuhku imut sekali..~ Batin Radit Muka Radit sudah memerah.Vivi kini sudah duduk dipangkuan Radit .


" Sial! mereka pasti mencampurkan obat perangsang didalam minuman Vivi berarti temannya itu juga kena?" Radit kesal


" Kalau gini terus bisa-bisa aku yang kepanasan" katanya pada diri sendiri


" hei..hei sudah hentikan ayo kita pulang" ajak Radit


tak ada jawaban Vivi masih terus memeluk Radit, karena obat yang diberikan oleh pria itu sangat kuat Vivi semakin menjadi, dia menarik tengkuk Radit dan menciumnya, Radit terkejut pikirannya menyuruhnya untuk mendorong Vivi tetapi hatinya berkata lain Radit malah menikmati ciuman Vivi ciuman itu semakin panas dan kini bukan hanya sekedar ciuman tapi lumayan dan gigitan. Tangan Vivi yang nakal mencoba membuka pakaian Radit membuat Radit tersadar.


~ astaga apa yang aku lakukan dia adalah adikku tapi..~ Batinnya dan langsung melepas ciuman Vivi mendudukkannya kembali di kursinya.~Kalau terus-terusan begini bakal bahaya, aku akan membawanya ke hotel~ Batin Radit


Tiba-tiba ponsel Radit berbunyi


" Halo" sapa Radit


" Kau dimana?" tanya Baek


" aku sedang dalam perjalanan, aku akan membawa Vivi ke hotel" Kata Radit


" Oh iya aku akan menyusul aku harus mengurus Rossa yang terkena obat bius dia belum sadar dari tadi dan syukur aku datang tepat waktu" jelas Baek


" Hem baiklah ku tunggu' kata Radit dan langsung menutup telepon bergegas membawa Vivi ke hotel. Radit sampai di hotel untungnya itu adalah hotelnya jadi dia tak perlu memesan kamar.


" Selamat malam Tuan Radit, apakah anda membutuhkan kamar?" tanya Pelayan hote


" ya berikan aku kartu kamar" pinta Radit. Pelayan hotelpun memberikan Radit kartu Hotel dan Radit segera membawa Vivi ke Kamar hotel.Sesampainya di kamar Hotel, Radit segera membawa Vivi ke Kamar mandi.


" semoga dengan mandi obatnya bisa hilang" kata Radit pada diri sendiri sambil memasukkan Vivi kedalam bathtub.


"hah!! ini sangat gatal ada apa ini" teriak Vivi kesakitan.


" Astaga ternyata ini tambah parah" sesal Radit


" To..to..tolong aku gatal sekali!" teriak Vivi masih terisak


" hei tenanglah aku ada disini" kata Radit mengusap pipi Vivi lembut untuk menenangkan Vivi


" Ini sangat gatal, sakit dan sangat panas" kata Vivi masih terisak


" maafkan aku" ketika Radit hendak berdiri untuk mematikan air Vivi menariknya.


" Tolong aku.. hah..hah..." kata Vivi dengan wajah polos yang menggoda Dimata Radit.


Sementara itu ditempat lain


Terlihat Baek yang sedang menggendong Rossa yang pingsan terkena obat bius.baek membuka ponselnya dan menelpon Radit.

__ADS_1


"Halo" sapa Radit


" Kau dimana?" tanya Baek


" aku sedang dalam perjalanan, aku akan membawa Vivi ke hotel milikku" Kata Radit


" Oh iya aku akan menyusul aku harus mengurus Rossa yang terkena obat bius dia belum sadar dari tadi dan syukur aku datang tepat waktu" jelas Baek


"Hem baiklah ku tunggu"kata Radit


setelah menutup telepon Baek membawa pulang Rossa ke vila dia menelepon. Sesampainya di Vila Baek membawa Rossa kekamarnya dan menaruhnya di ranjang setelah itu ia menghubungi dokter.Setelah 35 menit menunggu seorang dokter wanita datang dan memeriksa Rossa.


" Gimana keadaannya Dokter?" tanya Baek khawatir


" dia baik-baik saja dosis obat tidur yang diberikan padanya terlalu banyak mungkin dia akan bangun bangun besok pagi" dokter menjelaskan


"oh baiklah terima kasih dok" Baek berterima kasih


*Lanjut Radit and Vivi*


" Ah sial apakah ini jalan satu-satunya" katanya pada diri sendiri.


Tangan Vivi meraih ikat pinggang Radit dia hendak membukanya tapi Radit menahannya.


" Tunggu jangan lakukan ini" kata Radit tegas


" hah..hah...hah..To.tolong aku " katanya lagi dan langsung melahap bibir Radit Radit terkejut dan tanpa sadar dia ikut masuk kedalam bathub dan menikmati ciumannya dengan Vivi.


" hah...ini dingin" Desah Vivi saat Radit mencium lehernya nya.


"Dan aku ingin lebih" kata Vivi di sela Desahannya membuat Radit semakin menggila dia langsung menenggelamkan Wajahnya di belahan dada Vivi dan menggigit nya.


"Akh..ahh.." Desah Vivi sambil melepaskan kemeja Radit.


" Dia sangat manis " kata Radit Pelan


Radit sudah tak tahan dia langsung menancap gas wkwkw menembus gawang pertahanan Vivi.


" Akh...ahh sakit " desah Vivi sambil mencakar punggung Radit.


”jadi ternyata rasanya seperti ini" batin Radit dan yang membuatnya bertambah senag adalah Vivi masih perawan.


"ah..ah..ah pe.. pelan-pelan" desah Vivi .


Vivi pasti akan tambah membencinya tapi.....apalah daya seorang Radit.


adegan panas itu berlangsung sengat lama tubuh Vivi seakan candu bagi Radit. Bagaimana tidak Radit terus menggigit dan menghisap setiap jenjang tubuh Vivi.


Setelah selesai Radit ke kamar mandi untuk membersihkan . setelah 30 menit Radit keluar dari kamar mandi dan berbaring disamping Vivi sambil mengelus rambut Vivi.


" Maafkan aku " katanya sambil kening vivi dan tertidur sambil memeluk Vivi


klek bunyi pintu kamar hotel milik Radit dibuka oleh Baek. Ketika masuk Baek terkejut dia marah, matanya sudah merah melihat saudara tirinya alias Radit yang tidur memeluk Vivi yang telanjang. tanpa pikir panjang Baek berjalan ke arah kasur dan langsung meninju Wajah Radit.


" brengsek" teriak Baek


" apa yang kamu lakukan kepada adikku! hah!!" pekik Baek masih terus memukul Radit.


" Maaf" katanya tertunduk menerima pukulan Baek yang bertubi-tubi.


" Maafmu sekarang tidak berguna!" teriak Baek


" hah!! kukira kau menganggap Vivi adikmu dan dengan bodohnya aku mempercayai mu untuk menjaga Vivi" kata Radit kesal


" maaf aku khilaf " kata Radit masih tertunduk


" persetan dengan khilafmu itu!!" Baek masih memukul Radit.


" Dengarkan penjelasanku dulu " Radit memohon agar Baek mau mendengarkan penjelasannya


" Kau ingin menjelaskan bahwa kau khilaf? iya?" Baek meludah


" aku tak menyangka seorang kakak tega memperkosa adiknya sendiri!"


" ya aku memang brengsek kau boleh memukulku atau membunuhku tapi aku melakukan ini semua karena terpaksa. kau tahu? Vivi diberi obat perangsang" mendengar perkataan Radit Baek melepas pukulannya


" dan obat itu tidak hilang walaupun aku sudah memandikannya malah dia gatal-gatal aku tak tega dan... kau tahu apa yang terjadi kalau kau tak percaya kau bisa melihat bentol-bentol merah di tangannya"Baek segera memeriksa tangan Vivi memang benar ditangan Vivi ada bentol-bentol merah


Baek tertegun yah dia kira Vivi hanya diberi obat tidur maka dari itu dia berfikir bahwa Radit sengaja memperkosa Vivi yang sedang dibawah alam sadarnya tapi nyatanya....


" sialan!" teriaknya


" Aku tahu jenis obat apa yang orang itu berikan dilihat dari hal-hal yang terjadi semalam, menurut obat itu keluaran terbaru dan jika tidak di obati dengan hubungan intim akan menyebabkan kemandulan" Radit masih menjelaskan


" ahh! kenapa mereka bisa pergi ke tempat seperti itu andai mereka tak pergi mungkin tak akan begini" Baek frustasi.


" Mungkin mereka ingin bersenang-senang untuk menghibur Vivi yang sedang sakit hati" kata Radit


" aku bingung Antara harus sedih marah atau malah syukurlah karena kau mengikuti nya kalau tak, pasti mereka akan habis ditangan pria-pria bejat itu" kata Baek yah dia bingung antara harus bersyukur ada Radit yang menolong adiknya atau malah marah karena Radit mengambil mahkota adiknya.


" Aku bingung bagaimana cara memberitahu Vivi apa yang terjadi" kata Baek


" Biar aku yang berbicara dengannya kau bisa berbicara dengannya setelah aku membawanya pulang dan tenang saja aku akan bertanggung jawab"


" Tapi.... ahh aku sangat bingung adikku satu-satunya astaga ku harap ini mimpi !" kata Baek frustasi.


"Dan aku berharap ini juga mimpi walaupun begitu kau jangan terus terpuruk kasihan Vivi ayo kita berikan dia semangat yakinkan dia bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya" Tambah Radit


"kau benar baiklah. Aku akan mengurus pria-pria bejad itu terlebih dahulu" Kata Baek dengan aura yang dingin.

__ADS_1


" Baiklah urus sampai selesai aku tak bisa ikut, kusarankan jangan bunuh mereka siksa mereka sampai mereka memberitahu siapa yang telah menyuruhnya mereka kalau Mereka sudah mengaku bawa saja kekantor polisi"saran Radit


tidak ada jawaban dari Baek dia hanya mengangguk dan dia berlalu pergi meninggalkan Radit, setelah ditinggal Baek Radit membuka ponselnya untuk menghubungi Sekertaris nya ia terkejut melihat banyak panggilan tak terjawab dari rang.ia menekan nomor rang dan menghubunginya.


"Halo Tuan"


" Anda dimana tuan?" tanya Sekertaris Rang


" aku dihotel " jawab Radit


" Anda sedang apa disana apa anda ada meeting mendadak tadi? kenapa tak menghubungi saya?" tanya Sekertaris Rang


" tak, besok subuh-subuh sekali bawakan pakaianku dan juga pakaian wanita ukuran xx aku akan mengirim alamat hotelnya nanti " pinta Radit


" Baik tuan laksanakan " jawab Rang


setelah menghubungi Sekertarisnnya Radit membersihkan luka diwajahnya di kamar mandi dan mengobati nya. setelah selesai ia kembali tidur sambil memeluk Vivi.


" Maafkan aku" katanya lagi.


*Pukul 04.30 pagi*


Sekertaris Rang sudah datang dengan membawa dua pasang pakaian untuk wanita dan pria.


~ Tua kenapa menyuruhku untuk membawa pakaian wanita ? apakah Tuan sekarang sudah main wanita? ~ Batin sekertaris Rang.Lalu mengetuk pintu kamar hotel tuannya.


Tok..tok..tok


" Permisi Tuan "


" Ini Sekertaris Rang" kata Rang dibalik pintu


tak lama pintupun terbuka." Hem mana?"tanya Radit.


" Ini tuan" Sekertaris Rang menyodorkan Pakaian.


" Hem pergilah" pinta Radit


" Baik tuan" Sekertaris Rang pamit.


"emm... tunggu! pesankan 2 porsi makanan yang ada nasinya dan susu suruh antar nanti jam 9!" Pinta Radit.


" Baiklah Tuan" kata Radit patuh.


~ Wah benar ternyata tuan sekarang sudah main wanita ini gila~ Batin Sekertaris Rang sambil berjalan menuju restoran Hotel untuk memesan makanan, setelah memesan makanan dia kembali ke vila.


*Pukul 09.35 Kamar Hotel*


Vivi bangun ia mengerjapkan matanya tubuhnya terasa sakit dan ngilu.


" Kenapa tubuhku seperti orang yang angkat beban aja yah? sakit sekali" kata Vivi pada dirinya sendiri.


" Dan kenapa ada orang lain disini nafasnya terdengar jelas ditambah dia memeluk ku dan dia berat sekali, apakah itu Rossa?" desah Vivi.


Vibi bangun dari tidurnya.


Dia melihat di kedalam selimut ia kaget ternyata ia telanjang.


" Ahh!!!!!" teriak Vivi menangis histeris. Radit yang mendengar Vivi berteriak langsung bangun.


" hei kau kenapa?" Tanya Radit


" apakah sakit?" tanya Radit lagi


" Cukup jangan sentuh aku! hiks..hiks..Bang Radit jahat" teriak Vivi sambil Memukul dada Radit.


" Tunggu dengarkan aku dulu" Radit ingin menjelaskan


" Nggak bang Radit Jahat hiks...hiks"


" Vi dengarkan aku!" Radit memegang wajah Vivi agar berhadapan dengannya.


"Kenapa bang Radit melakukan ini?"


" apakah segitu tidak sukanya bang Radit sama Vivi?" tanya Vivi ynag masih terisak


" Kau boleh memaki bahkan membunuh ku tapi dengarkan aku dulu!" pinta Radit


" apalagi yang harus aku dengar kan ?, semuanya sudah berakhir" katanya dengan tatapan kosong dan air mata yang mengalir.


" Kau diberi obat perangsang!" kata Radit


"kau tahu? itu bukan satu-satunya cara ada banyak cara tapi kenapa harus memilih cara itu? kenapa aku nggak di mandikan atau memanggil dokter atau meminum obat dan semacamnya hiks..hiks.." katanya sambil terisak


" Obat itu adalah obat pengeluaran terbaru.kau tahu? jika kau tak melakukan hubungan intim kau akan mandul" jelas Radit. Vivi kaget


" Hiks...hiks..enggak aku nggak mau !! tapi kenapa aku bisa dikasih obat itu !!"


" Tenang Vivi kau tak akan mandul karena kita sudah.." belum sempat Radit melanjutkan kalimatnya Vivi memotongnya


" Aku ingin pulang" katanya kini ia tak lagi menangis.


" Kita makan dulu yah?" ajak Radit. Vivi hanya diam


Radit yang melihat Vivi diam langsung bergegas mengambil nampan makan dan menyuapi Vivi , Vivi tak menolak dia menerima suapan Radit, setelah setelah makanan habis Radit memberikan Vivi susu.


" Kau tak ingin mandi?" tanya Radit tak ada jawaban.


" Baiklah ini,pakai bajumu" pinta Radit.Vivi masih diam dia meraih pakaian yang disodorkan oleh Radit dan ia hendak berjalan ke kamar mandi tapi tiba-tiba ia terjatuh.

__ADS_1


" Apakah sakit? maafkan aku" kata Radit sambil menggendong Vivi ke kamar mandi.setelah berganti pakaian mereka kembali ke Vila.Diperjalanan Vivi hanya diam seperti tadi tatapannya kosong.


__ADS_2