
Malam Harinya Radit, Vivi Rossa, Sonhee,dan Baek sudah berkumpul tak lupa juga dou sekertaris yaitu sekertaris Rang dan Sekertaris Young.
" Jadi kita naik wahana mana nih?" tanya Baek
" kita?, enak aja aku Ama Vivi berdua kita ada janji.iyakan sayang?" tanya Radit sambil mengedipkan matanya
~Nih org Napa? salah minum obat atau apa ~ batin Vivi
"Vi?" tanya Radit lagi
" I..iya" jawab Vivi
" lah terus kita gmn dong?" tanya Sonhee membuka suara
~ wah kayaknya tuan sengaja. Dia tau kalau aku pengen dekat Ama Sonhee wkwkw~ batin Sekertaris Rang geer.
~Radit semakin gencar merebut hati Vivi, baguslah~Batin Baek
"em ikut aku saja " ajak Baek. Sonhee meliriknya Rossa yang hanya diam dia tahu Rossa dan bang Baek saling memiliki rasa.
" eh nggak deh aku Ama Sekertaris Rang aja"Rossa reflek langsung berbisik
" hei kenapa Lo ninggalin gue anj" bisik Rossa kesal
" jalanin aja dulu" bisik Sonhee
"Lo nggak bisa baca keadaan yah? liat nggak gue Ama bang Baek lagi...." belum selesai Rossa berbicara Sonhee buru-buru mengalihkan pembicaraan
"Jadi, pinjam sekertarisnya yah Bang Radit boleh nggak ?" tanya Sonhee
~wah pucuk dicinta ulangpun tiba ~ Batin sekertaris Rang berbunga-bunga
" baiklah.Rang! jangan lupa aktifkan ponselmu" pinta Radit
" siap bos" jawab sekertaris Rang mantapp
" nanti kita akan bertemu kembali disini" kata Radit
" Ros Jan lupa foto yah tempatnya takutnya nanti kamu kesasar karena terlalu terbuai anjay wkwkw" kelakar Vivi sambil memukul lengan Radit.
" Astaga ajaran Loey kambuh" kata Sonhee sambil menepuk jidatnya .
" udh gila kali kebanyakan nelan racun cinta tuh anak" kata Rossa sambil terkekeh.
" apaan sih kalian,wlee" Vivi menjulurkan lidahnya mengejek kedua temannya.
" udah-udah ayo pergi" ajak Radit menggandeng tangan Vivi.
" bye!" pamit Vivi.
"Baiklah selamat bersenang-senang Vivi, jika dia melakukan hal yang senonoh hajar saja dia okey?" kata Baek becanda
" siap bang" jawab Vivi mengacungkan jempolnya.
"Aliran sesat" gumna Radit pelan.
" Tadi Bang Radit Bilang apa? justru Bang Radit org yang sesat"
" Oh jadi berarti gini, kalian yang belajar aliran sesatnya aku yang sesat gitu?" kata Radit sambil terkekeh
" Canda Bang,jadi jalan nggak?" tanya Vivi
………………………………………………………………………………
" jadi kita duluan yang mana naik wahana atau bermain?" tanya Radit
" enaknya main dulu sih" jawab Vivi
" okey" jawab Radit
"tapi sebelum itu ayok kita ganti baju "ajak Radit
" bang Radit mau ngapain? Jan mesum yah" kata Vivi was-was
" siapa yang mesum ini baju couple buat kita" kata Radit sambil menyodorkan tas berisi baju couple dirinya dengan Radit yang berwarna putih dengan lambang EXO ditengahnya bertuliskan we are one.
Vivi terharu ia tak menyangka Radit sameo segitunya padanya ia sangat senang bahkan Radit sampai tahu apa yang dia sukai.
" mksh bang" kata Vivi tersenyum semanis mungkin kemudian mencium pipi Radit secepat dan langsung berlari mengganti pakaian.
Radit menganga ia tak menyangka Vivi seberani itu ia tersenyum penuh kemenangan.
" Rang terimakasih" guman Radit dan dia bergegas mengganti pakaian nya. walaupun pakaian couple itu terlihat seperti pakaian EXOL tapi Vivi senang setidaknya Radit tau apa yang ia inginkan.
" maybe i will fall in love with him" guman Vivi pelan saat ia mengganti pakaian nya dan segera keluar.
keduanya sudah menggunakan pakaian couple walaupun Radit sangat tinggi dan Vivi yang agak pendek mereka terlihat sangat cocok.
" sudah?" tanya Radit
" sudah " Jawab Vivi masih degan senyum manisnya
" Jan tersenyum seperti itu aku takut aku khilaf dan melakukan gila disini" bisik Radit pelan
" apaan sih" Vivi merona
" okey kita kesana" ajak Radit sambil menggandeng tangan Vivi.
Radit mengajak Vivi bermain banyak permainan seperti bermain pancing ikan agar mendapatkan hadiah Mozarella, bermain mamasukkan kelereng tepat di sasaran sesuai dengan barang yang diinginkan, bermain pukul tikus , bermain lempar kaleng jika semua kalengnya jatuh makan pemain yang memang berhak memilih boneka yang dia inginkan.
" wah bang Radit menang" kata Vivi sambil menepuk tangan .
" Tuan silahkan dipilih boneka nya" kata ibu penjual
" em aku ambil yang ini " kata Radit mengambil sebuah boneka beruang
~ Vivi pasti suka kata Rang wanita suka boneka yan imut dan manis~ batin Radit
" ini " kata Radit sambil menyodorkan boneka beruang ke arah Vivi.
" ih bang Radit Vivi nggak mau boneka itu " kata Vivi merengek sebentar lagi air terjun akan turun dari kelopak mata Vivi.
" lah Vivi kenapa nggak mau ini manis lucu loh" bujuk Radit
" nggak nggak mau Vivi nggak suka Jong-in Vivi maunya Sehun" kata Vivi merengek air matanya sudah keluar.
" Jong-in? siapa? Sehun? siapa ? dan apa kaitan nya Ama mereka?" tanya Radit bingung.
" hiks ..hiks.. bang Radit knp nggak kasih Sehun ke aku " kata Vivi sambil menangis
" aduh nanges lagi berabe kan, awas kau Rang
……………………………………………………………………………
" ahh sakit-sakit" kata Rang sambil memegang bibirnya yang tak sengaja ia gigit.
__ADS_1
" kenapa? "tanya Sonhee
" aku menggigit bibir ku, jangan-jangan tuan yang sedang mengumpat ku" kata Rang
" hahaha apakah kau berbuat kesalahan?" tanya Sonhee
" mungkin" jawab Rang
" kita akan bermain atau wahana ?" tanya Sonhee
" naik wahana" ajak sekertaris Rang meraih telapak tangan Sonhee dan mengajak naik kicir-kicir siapa yang mabok dan kalah akan mendapatkan hadiah" kata sekertaris Rang
" taruhan lagi?, ya sudahlah yang penting have fun" kata Sonhee pasrah merekapun menaiki kicir-kicir bersama.
……………………………………………………………………………
"udh-udh mau boneka yang mana ?" tanya Radit sambil mengelap air mata Vivi.
Author bilek : Aduh meleleh aku bang
Radit : ngapain kamu masuk sini jauh-jauh sana kita mau mesraan ganggu aja, tulis novel yang benar Jan misahin aku Ama Vivi okey.
author : oh aja
" hiks...hiks...aku mau boneka serigala" kata Vivi
" loh kok serigala tumben, kenapa nggak beruang?" tanya Radit .
" nggak aku maunya serigala titik nggak pake koma, komanya ada kalau boneka serigalanya ada!" kata Vivi
" lah tadi nanges sekarang marah, musiman bet nih bocah" gumam Radit pelan
" apa?" tanya Vivi sensi
" Ng..ngak" jawab Radit
" ya udh aku ganti dulu yah, tunggu" Vivi mengangguk
" permisi Bu boleh nggak saya ganti bonekanya? " tanya Radit
" nggak boleh mas" jawab ibu itu
" gini istri saya nggak mau menerima boneka yang beruang katanya dia mau yang serigala, jadi Bu saya akan bayar berapapun kalau ada harga tambahannya, atau saya kasih cek kosong kalau ibu mau" jelas radit
ibu tersenyum dia merasa Radit sangat menyayangi istrinyaitu. tapi bingung dengan apa yang dikatakan Radit yang diakhir cek kosong? apa itu? tapi ibu itu tidak ambil pusing.
" ambil saja tuan saya lihat istri tuan sampe menangis gegara ngidam boneka serigala sabar ya tuan hadepin istrinya yang lagi ngidam" kata ibu itu menggoda Radit
" apa? hamil? emang gitu?" tanya Radit penasaran
" iya tuan biasanya istri yang banyak maunya sampe nanges2 gitu lagi ngidam" jelas ibu itu
"oh baiklah terima kasih Bu ini uang tambahan untuk ibu terimakasih karena telah memberikan saya petunjuk" kata Radit, ya dia sangat bahagia walaupun ia belum yakin masa sekali main langsung jadi wkwkw, ia akan bertekad akan memeriksanya nanti.
" mksh tuan astaga" kata ibu itu dia menganga melihat uang 100.000 10 lembar yang berikan Radit
~ aku akan menjadi seorang ayah~ batin Radit senang
" ini " kata Radit smabol menyodorkan boneka serigala ke Vivi
" mksh bang " kata vivis ambil memeluk Radit raditpun tersenyum dan membalas pelukan sambil mencium pucuk kepala Vivi.
" ayo kita bermain mobil-mobilan" ajak Radit bersemangat
" ayok" merekapun bermain mobil-mobilan tapi ketika Vivi hendak menaiki mobilnya tiba-tiba ia meras apusing ingin muntah.
" kamu tak apa? istrahat saja aku akan lanjut bermain" Radit memberikan botol air minum setelah menuntun Vivi ke kursi dan mengelus rambut nya.
~apakah Vivi benar-benar hamil? jadi yang aku katakan salah dia memang kerasukan bukan kerasukan setan tapi kerasukan benihku, tolol~ batin Radit menepuk jidatnya
alhasil,Vivi hanya disuruh untuk menonton saja sedangkan Radit lanjut bermain.
" dia jago sekali " cuman Vivi pelan. entah sejak kapan ia merasa nyaman berada di dekat Radit walaupun lebih dominan was-was sih tau sendiri kan kalau Radit sering main nyosor2 Vivi,udh tau belum halal juga wkwk,tapi menurutnya Radit seperti itu karena belum ada peringatan keras dari Vivi. Vivi juga sebenarnya ingin melarang nya tapi ia sering lupa bukan lupa lebih tepatnya terbuai, knp hubungan nya dan bang Radit ini tak seperti di novel-novel yang ia baca? dimana laki-laki nya tidak akan memaksa wanitanya untuk memberikan haknya atau menyentuhnya kalau belum siap dan dia akan menunggu sampai si wanita dengan sukarela menerimanya tapi kenapa hubungannya dan bang Radit tidak seperti itu? ah dia lupa ini bukan cerita novel tapi ini nyata dan yang terpenting adalah mereka sudah pernah Melakukan hal yang seharusnya dilakukan setelah menikah apakah itu yang membuat Bang Radit sulit mengendalikan diri?dan entah mengapa akhir-akhir ini ia suka diperlakukan seperti itu oleh Radit. Tapi Sekarang Vivi nggak mau ambil pusing yang penting Radit sangat peduli dan menyayangi nya padahal sebenarnya Radit sudah mencintainya tapi Vivi beranggapan bahwa Radit belum mencintainya hanya ia beranggapan bahwa Radit sedang berusaha menjalani hidup dan menerima kehadiran Vivi didekatnya.
~sepertinya aku juga harus belajar menerima bang Radit dia sangat tulus memperlakukan ku, tapi... apakah dia sanggup hidup bersamaku ?aku takut dia tak bisa mencintai ku dan yang parah adalah dia akan meninggalkan ku astaga !....tapi aku harus siap menanggung resikonya karena ini sudah terlanjur terjadi~ Batin Vivi. yah dia siap jika suatu saat Radit akan melepasnya dia tahu ini semua didasari oleh kesalahan.
"Hei.!" panggil Radit tapi belum ada jawaban dari Vivi
" Vivi!" kata Radit lagi
" eh! iya bang eh mas eh " Vivi terhuyung kepalanya tiba-tiba pusing ketika berdiri tapi untung saja bang Radit berhasil menangkapnya.
" kau tak apa?" tanya Radit khwatir
" tak apa-apa "jawab vivi
"Sebaiknya kita kembali ke mobil dan beristirahat" ajak Radit.
" iya" jawab Vivi patuh. Raditpun langsung menggendong Vivi dan membawanya ke mobil, Vivi pun pasrah dia sudah sangat saat ini.sesampainya di mobil Radit menidurkan Vivi dikursi mobil.
" kamu tunggu disini aku akan membeli camilan dan minuman, selain itu apakah kamu ingin sesuatu?" tanya Radit
" emmm aku ingin ice cream rasa coklat dicampur buble tea" jawab vivi
"apa kau yakin?" tanya Radit heran. Ini aneh kenapa Vivi tiba-tiba meminta hal yang tidak masuk akal.
"Yakinlah pasti rasany enak" kata Vivi sambil tersenyum berseri-seri.
Ice cream cokelat dicampur buble tea? benar-benar aneh.
~Moga aja dia beneran hamil kalau nggak gue bakal patahin tulangnya diranjang~ batin Radit esmosi.
" ya sudah aku akan belikan tunggu disini istrahat dan jangan kemana2 jika terjadi sesuatu hubungi aku cup" Radit pamit dan mencium kening Vivi sebentar.
" okey"
Radit sudah pergi mencari apa yang diinginkan vivi sementara Vivi beristirahat Barus aja ia ingin menutup matanya ia mendengar suara yang mencurigakan iapun bergegas turun dari mobil dan mencari sumber suara itu, ternyata suara itu berasal dari suara sampah bekas yang diais-ais oelh seorang gadis kecil.
" dek sedang apa disitu sayang?" tanya Vivi lembut
" ini kak lagi cari sampha buat di jual" jawab adik itu
" nama kamu siapa?" tanya Vivi
"nama saya Intan kak" jawab adik itu
" oh kamu masih sekolah?" tanya Vivi
" masih kak" jawabnya
" terus kenapa nggak pulang ini udh malam " Vivi mengingatkan
" kalau saya pulang saya nggak punya uang untuk makan kak" jawabnya lagi
" oh seperti itu tunggu sebentar"
__ADS_1
Vivi hendak mencari dompetnya di dalam mobil untuk mengambil uang tetapi tiba-tiba Radit memanggilnya.
" Vivi? sedang apa disini?" tanya Radit heran ketika melihat Vivi yang berada di luar.
" ini loh bang aku Nemu anak kecil kasian dia belum makan malam juga dan dia masih kecil tapi udh kerja banting tulang buat hidup" kata Vivi sedih
" oh gitu ya udh ayo kembali nanti biar bang Radit yang kasih dia makan okey?"
" nggak deh biar vivi aja Vivi mau kasih uang juga soalnya" jelas Vivi
" baiklah"
" ya udh Vivi ambil uang dulu deh"
" nggak usah biar bang Radit yang ambilin"
" okey "
Raditpun segera kembali ke dalam mobil dan mengambil uang yang ada di dompetnya, setelah itu ia kembali.
" ini" Radit menyodorkan uang kepada Vivi
" okey bang mksh ya"
" ini dek uang buat kamu,..emm....Bang Radit ada beli nasi tadi nggak?" tanya Vivi
" ada nih" kata Radit sambil menyodorkan satu plastik merah berisi camilan minuman dan nasi.
" okey, ini dek Jan lupa makan yah lain kali yang semangaat belajar nya Jan malas" kata Vivi sambil mencubit hidung anak itu.
" siap kak mksh banyk" kata anak itu sambil tersenyum manis.dan bocah itupun berlalu pergi meninggalkan Vivi dan Radit.
Radit melihat itu menjadi kagum terhadap Vivi rasa peduli dan kasih sayang vivi terhadap sesama membuat Cinta Radit kepada Vivi tumbuh seiring berjalannya waktu.
"I'm Gonna Love You" human Radit pelan
" bang Radit bilang ? " tanya Vivi
" nggak kok, heheh" jawab Radit smabol cengir kuda .
" oh ya udh baiik yuk btw kenapa banyak bet belanjanya bang?" tanya Vivi
" buat jaga" jelas Radit
" bang jangan kasih aku makan banyak nanti aku beneran gendut" rengek Vivi
" nggak apa-apa biar tambah bohay" kelakar Radit
" Idih nggak jelas bet" Vivi merona malu
" mana pesanan aku bang?" tanya Vivi menagih ice cream anehnya.
" ini" kata Radit menyodorkan plastim berisi ice cream rasa cokelat yang ia campur dengan Bubble Tea.
"mksh bang " kata Vivi dan langsung memakan ice icream itu.
" Vi sebaiknya jan dimakan nanti sakit perut" saran Radit
" iih bang Jan ganggu org lagi enaknya Ni" kata Vivi
" iya deh"
"mau?" tawar Vivi
" eh ngngak Vivi aja yang makan" tolak Radit halus
"ya udh Vivi tanya aja kalaupun bang Radit mau Vivi nggak bakal kasih wlee" kata Vivi sambil terus memasukkan ice cream ke mulutnya diselingi banyak camilan yang dibeli Radit tadi.
~Katanya ngagk mau gendut ini makanan di masukin terus ke mulut ini lapar apa doyan~ batin Radit
setelah 45 menit akhirnya Vivi sudah selesai, iapun berisiniatif mengajak Radit naik bianglala.
" Bang naik bianglala ayok" ajak Vivi
" okey tapi kamu udh baikan kan?" tanya Radit
" udh kok" jawab Vivi mantap
" ayo" ajak radit
mereka berjalan bergandengan tangan Menuju wahana bianglala.sesampainya disana Radit dan Vivi terkejut melihat Sonhee dalam keadaan pucat pasi habis muntah masih dengan rasa mual-mual nya sedangkan Rang terlihat sedang memegang pelipisnya karena pusing.
" Kalian kenapa?" tanya Radit heran
" kita habis taruhan" jawab Rang lemas
" son, kamu nggak apa-apa?" tanya Vivi khwatir sambil mengelus-elus pundak Sonhee.
" nggak demi harga diri seorang wanita aku harus kuat" katanya
" hahahah " Vivi tertawa melihat temannya yang sok kuat padahal kenyataannya tidak
" ya udh kamu istirahat sana di mobil nggak udh tunggu kita ditempat janji nanti takutnya Sonhee pingsan berabe kan urusannya " jelas Radit
" baik tuan" jawab Rang
" sana antar teman Vivi" punya Radit.
" bye Vi hati-ha...uekk..uek" kata Sonhee disela-sela mualnya.
Rangpun langsung menggendong Sonhee dan membawanya ke Mobil.
Vivi dan Raditpum segera menaiki wahana bianglala.
"pemandangan nya sangat indah " kata Radit
"ya sangat indah"kata Vivi dan tiba-tiba teringat Sonhee dan Rang wkwkw
"mereka lucu sekali " kata Vivi sambil terkekeh
"siapa?" tanya Radit
" Sonhee dan sekertaris mu" jawab Vivi
" Rang biasanya tidak seperti itu" kata Radit heran
" bang Radit juga biasanya tak seperti ini , aku tak menyangka kalau bang Radit memiliki sisi lembut dan pengertian seperti ini"kata Vivi serius
" ya semua akan berubah pada waktunya seperti itu juga dengan ku semuanya berubah sejak Vivi kesayanganku hadir dalam hidupku walaupun ini semua ini diawali dengan kesalahan" kata Radit mencubit pipi Vivi lalu menggenggam tangan Vivi
" aku berjanji akan selalu membahagiakanmu" kata Radit dengan tatapan serius, Vivi merona malu ia terharu dengan apa yang diucapkan Radit.
" ya aku akan mengingat ucapan dari mu. Rechelpun pernah berjanji dan mengatakan hal itu kepadaku, tapi akhirnya diapun meninggal kan ku..miris" kata Vivi
" aku akan membuktikan nya lewat tindakan saja berarti"
__ADS_1
" apa maksudmu?" tanya Vivi