
"Om ayo main loncat-loncat disana" ajak seorang anak gadis kecil.
"alright let's go" kata Baek setuju. iapun bermain lompat-lompatan ia melompat sangat tinggi, tapi tiba-tiba ada yang memanggil nya.
"Bang Baek?" Baek menoleh terkejut .
"ohh astaga ini memalukan" kata Baek pelan. Ternyata Rossa yang memanggil nya.
"oh ha...hai" sapa Baek gelagapan
"Bang Baek ngapain disini?" tanya Rossa
"aku? anu...aku itu..anu" Baek maish berpikir mencari alasan.
"Rossa " teriak seorang laki-laki tinggi yang tampan dengan membawa seorang anak kecil.
"Tante" panggil anak itu sambil tersenyum
"Mas udah selesai?" tanya Rossa. Baek diam darahnya mendidih ia yang awalnya gelagapan terlihat datar dan dingin Sekarang.
"Udah ya udah ayo ke sana" ajak laki-laki itu
"Iya ayo, bang aku kesana ya temenin si kecil main dulu bentar" Pamit Rossa Baek tak menjawab.
~Rossa sudah punya anak? sialan,kapan dia nikah? dan laki-laki itu terlihat tampan anj.oh **** ini memalukan ia melihat ku sedang bermain disini bersama anak-anak rasanya ingin menggali kuburan saja untuk sembunyi~ Batin Baek
"Aku sebaiknya pulang saja aku akan semakin tertekan kalau terus-terusan disini" gumam Baek pelan, ketika ia hendak melangkah pergi Rossa memanggil nya lagi.
"bang" panggil Rossa, Baek menoleh tidak menjawab.
"Mau pulang?" tanya Rossa.
"hmmm,....kamu ngapain disana? mereka siapa kamu? anak itu anak kamu? kamu nikah kapan? kenapa aku nggak dapat undangan? kenapa kamu ngilang? "
jawaban Baek
"kamu jangan...jangan..." kata Baek terbata-bata
"jangan-jangan apa?!" tanya Rossa
"Kamu...ahk sialan kamu..." Baek masih terbata-bata
"Apa! ngomong!" pinta Rossa
"itu apa kamu hamil diluar nikah?" tanya Baek Rossa memukul lengan Baek
"akh sakit" kata Baek
"ngomong tuh jangan ngadi-ngadi nnati didengar orang kan malu" kata Rossa. Baek hanya diam.
"Bang Baek mau pidatoan atau tanya aku?" tanya Rossa pertanyaan Baek banyak banget sumpah demi Sehun membangongkan.
"Maaf" kata Baek menunduk
"Ayo duduk kesana" ajak Rossa, mengajak Baek duduk dikursi tunggu.Rosaa memulai percakapan
"aku akan menjawab pertanyaan mu, yang pertama aku kesini buat nganterin ponaan aku main-main, yang kedua dia itu ponaan aku dan laki-laki itu ayahnya alias Abang aku , yang ketiga aku belum nikah dan buat apa juga aku ngundang bang Baek kalau nikah nggak penting" kata Rossa
"kamu yah" kata Baek menyentil kening Rossa.
"Hahaha dan bang Baek ngapain disini?" tanya Rossa Baek diam dia malu untuk mengakui kalau dia datang ke sini untuk bermain-main serta menghilangkan rasa kesalnya pada Rossa karena tadi ia mengira laki-laki yang mengangkat telepon adalah kekasih atau orang terdekat Rossa.
"aku...aku bukan urusanmu" kata Baek
"ih ini nggak adil tau" kata Rossa.
"terserah aku harus kembali ke kantor" kata Baek
__ADS_1
"Ya udah sana, hati-hati"Kata Rossa ia terlihat kesal.
baekpun kembali kekantor ia sedikit lega karena mengetahui laki-laki yang mengangkat teleponnya bukan pacar atau suami Rossa, sekertaris Young yang melihat Keanehan bossnya tiba-tiba merasa ngeri.
"Boss kenapa yah? tadi aja mukanya kek ditekuk pake tang sekarang dah senyum-senyum kke orang gila" gumam sekertaris Young pelan .
"Young aku mendengarmu" kata Baek.
"maaf bos" kata sekertaris Young menunduk menahan tawa.
*Dimansion Milik Radit*
terlihat Vivi dan Radit sedang berdebat masalah hanbook yang dipesan Radit tadi malam.
"Kenapa bisa gini bang" kata Vivi kesal
"Ya mau gimana lagi Vi, inikan udah terlanjur kalau dibuat lagi lama lagi jadinya" kata Radit
"Ih bang Radit gmn dong aku mau make yang ini tapi kok bisa sama" kesal Vivi
"ya pake aja dulu" kata Radit
"tapi aku nggak mau ah kesel banget hiks..hiks" Vivi menangis
"aisshh tuhkan nangis lagi ah ribet jadinya" gumam Radit pelan ia mengambil ponsel dan menghubungi Marty.
"Halo" kata Marty diseberang sana
"Anjir woy kira-kira dong milih kainnya pas buat tuh baju kok bisa sama ama kain gorden di kamar kita sialan" kata Radit marah-marah
"Apa? wait..wait aku lagi cerna jadi... hanbok Vivi mirip kain gorden kalian?" tanya Marty
"iya ini dia lagi marah-marah lagi nangis-nangis gegara itu, jadi kamu harus membuat satu hanbok lagi awas aja kamu pake kain yang sama pkonya kamu harus pake kain yang belum pernah orang pake titik nggak pake koma!" pinta Radit Sambil mengeluh
"hahahaha woylah ngakak Bentar-bentar kasih aku waktu buat ketawa ahahhaa kamu sih kenapa tadi nggak mantau aku pas lagi buat ahaahah" kata Marty disela-sela tawanya.
"Tapi kamukan udah setuju kalau kain itu di desain jadi gorden" kata Marty.
"iya juga sih tapikan aku nggak tau kamu bakal milih kain itu juga buat rancang hanbok Vivi " kata radit
"Ya maaf aku juga lupa kain itu pernah dipakai untuk hahahaha untuk gorden " kata Marty.
"Tau ah buta sekarang! aku tunggu 2 Jan lagi"kata Radit lalu menutup telepon nya .
"Tunggu Marty akan buatkan lagi, jangan nangis yah" kata Radit membujuk Vivi.
"Ih kesel banget tau nggak" kata Vivi
"ya mau gimana lagi sayang" kata Radit
"tau ah aku mau tidur" kata Vivi
"Ya udah ayo tidur aku temani sebentar Karena aku harus kembali ke kantor" kata Radit
"Nggak usah sana ke kantor"pinta Vivi
"Sayang jangan marah dong" bujuk Radit
"udah nggak sana pergi!" pinta Vivi
"Baiklah selamat istirahat sayang" kata Radit.
~Tuhkan bang Radit gitu terus kesal tau nggak~ batin Vivi, iapun lebih memilih untuk tidur daripada berdebat dengan diri sendiri.
*Malam Hari*
Vivi baru selesai solat Maghrib iapun duduk sebentar.
__ADS_1
"aku masih kesal dengan hanbok itu astaga, kenapa bisa mirip gorden kamar ini" gumam vivi
"Bang Radit lagi aku padahal lagi pengen banget make lah dia nggak peka-peka, aku bingung padahal manusia semuanya dikasih ciri peka terhadap rangsangan lah kenapa semua cowok nggak ada yang peka, apa harus digandain yah ciri-ciri yang itu biar doule trus sedikit berfungsi" gumam Vivi panjang lebar.
"Apa Yang mau digandakan??" bisik Baek ditelinga Vivi
"ah.. kamcagiya!" teriak Vivi dan ketika ia mengetahui kalau itu Radit ia bersikap normal..
"apa yang mau kamu gandain?" tanya Radit kepo
"suami" jawab Vivi asal
"kamu ngomong apa?" tanya Radit
"Bukan aku yang ngomong itu Si jin Yang ngomong" jawab Vivi asal lagi
"Loh kamu masih marah?" tanya Radit
"nggak marah cuman kesal aja" jawab Vivi asal
"kesalkan bagian dari marah"
"ya udah deh terserah bang radit mau simpulin apa" kata Vivi nadanya mulai naik satu oktaf
"Sayang jangan gitu dong ini aku dah bawain yang baru bagus tau" kata Radit sambil menyodorkan kotak berwarna hitam dengan pita pink.
"ini apa?" tanya Vivi.
"buka aja"pinta Radit vivipun membukanya ia ternganga ternyata isinya adalah hanbok
"wah ini lebih keren dari yang tadi" kata Vivi ternganga. Hanbok itu dipadukan dengan batik Indonesia Belanda yang terlihat sangat menawan.vivi melihat ek arah Radit
"makasih sayang muah" Vivi mencium Radit
"Gini dong senyum terus jangan marah nanti ceoat tua loh" kata Radit
"berarti kalau aku tua bang Radit bakal ninggalin aku?" tanya Vivi
"nggak lah mau sampe rambut kamu putih nanti aku bakal terus sama kamu sampe akhir hayat, jadi untuk menjaga Kalimat itu tetap terbukti harus ada saling kejujuran dan kepercayaan diantara kita, kau tahukan fakta bahwa kau mencintaimu jadi jangan khwatir cintaku hanya untukmu seorang kau tak perlu takut aku akan meninggalkan mu tapi jika ada masalah yang mendesak dan aku terpaksa harus menjaga jarak darimu, maka pada saat itu terjadi jangan pernah berpikir aku akan meninggalkan mu, aku takkan membiarkan mu pergi meninggalkan ku dan aku takkan pergi meninggalkan mu selama nya"
"iya sebenarnya aku memilki 3 mantra sihir untukmu" kata Vivi malu-malu
"apa?" tanya Radit
"ah aku akan mengatakannya disaat yang tepat " kata Vivi
"baiklah aku akan menuggumu" kata Radit pasrah
"baiklah aku akan mencoba bajunya habis itu kita turun makan dan melakukan Misi PDKTROBEK "kata Vivi
"PDKTROBEK?" tanya Radit
"Pendekatan Rossa dan Baek" jawab Vivi
"kamu ada-ada saja" kata Radit menggeleng
"udah sana bang Radit mandi dulu" kata Vivi
"iya kamu nggak ada niatan buat mandiin aku gitu?" tanya Radit menggoda
"nggak udah sana aku mau coba hanbok ku sebelum makan malam, eh jangan sampe kena air yah besok kita kontrol ke dokter lukanya" kata Vivi
"iya iya siap kata Radit pasrah lalu masuk ke kamar mandi.
Setelah 25 ia keluar dari kamar mandi
"Vi.." kata-kata nya terhenti, ia seperti melihat seorang malaikat terlihat bersinar dan menenangkan hati dia cantik atau anggun? Radit tak bisa membedakan nya sama seperti seseorang yang susah dalam membedakan antara gurih dan enak.
__ADS_1