Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
6.Perkara Anting Bulu Ayam (Liburan)


__ADS_3

Masih dengan Vivi dan Radit .


"untuk seseorang " jawab Radit dengan Raut wajah penuh misteri


~Wah ternyata dia sudah memilki kekasih.. tunggu kenapa aku jadi sedih diakan Abang ku jadi dia bebas miliki Hubungan dengan siapapun dan


. seharusnya aku senang abangku sudah memiliki calon pendamping hidup~. Batin Vivi sambil menggeleng pelan


" kenapa?" tanya Radit


" Nggak" jawab Vivi pelan


"Padahal aku Sangat menginginkan nya" kata Vivi


" Sudahlah ini hanya bulu ayam " kata Radit sambil terkekeh


" hhhh anting itu punya nama Bang" jelas Vivi sambil tertawa pelan


" Yakan memang terbuat dari bulu ayam" jelas Radit


" Iya² Bang Radit menang sekarang ayo kita bayar" ajak Vivi. ketika hendak berjalan kemeja kasir langkahnya terhenti ketika dia melihat kalung dengan mata Gigi hiu yang menurut nya menarik


~Apa aku belikan kalung itu saja yah untuk bang Radit ya itung-itung sebagai hadiah karena dia juga abangku~ Batin Vivi sambil berjalan menuju rak kalung itu dan mengambil nya membawanya ke meja kasir dan mereka keluar dari toko tersebut.


" Kau mengambil apa tadi ?" tanya Radit


" Oh tadi yang di rak kalung?" tanya Vivi


Radit mengangguk


" Aku tadi membeli kalung ini untuk Bang Radit" seru Vivi


" Ini terima ini sebagai hadiah dan simbol dari hubungan persaudaraan kita!" jelas Vivi lagi


Radit tertegun dia menerima kalung itu dan menyodorkan anting bulu ayamnya ke Vivi


" ini untukmu dan jangan geer aku kasian dan sangat tak suka melihat wajahmu yang cemberut dari tadi membuat ku sakit mata saja" kata Radit


" Wah makasih Bang!" kata Vivi bersemangat sambil memeluk Radit, Radit yang dipeluk wajahnya jadi memerah diapun Berdehem


" ehemm..." seketika Vivi pun tersadar dan menarik diri dari tubuh Radit


" maaf bang Vivi kalau lagi senang suka peluk" jelas Vivi


" Lain kali kalau lagi senang Jangan sembarangan peluk orang, kau ini mengerti?" Radit marah-marah mendengar pengakuan Vivi


" Siap boss" jawab Vivi patuh


merekapun kembali ketempat yang disepakati untuk bertemu kembali setelah satu jam berbelanja


sesampainya disana Vivi bingung teman²nya belum ada yang disana


" Dimana mereka" Vivi bingung


" mungkin masih belanja" kata Radit


" sebaiknya kita menunggu mereka disana" ajak Radit samb menunjuk sebuah caffe


" baiklah" Vivi setuju Radit menggandeng tangan Vivi menuju Cafee


~ tuhkan lagi-lagi jantungku berdisko kenapa aku degdegan kalau bang Radit pegang tangan aku~ Batin Vivi


Sedangkan ditempat lain terlihat Rossa dan Baek sedang berdebat masalah tas yang cocok untuk Rossa. (Btw mereka udah kyak pasangan suami istri aja yah reader hh)

__ADS_1


" Sudah ku bilang yang ini nggak cocok buat kamu" jelas Baek


" Nggak ini bagus kok" kata Rossa


" Kau akan terlihat lebih muda jika memakai tas yang bulat ini!" kata Baek sambil menunjuk tas berbentuk bulat yang dianyam


" Tapi aku suka tas yang ini" kata Rossa lagi kata Rossa sambil menunjuk tas kain berbentuk persegi yang dihiasi bunga-bunga kering dan ada gambar Bambinya


" dan aku juga suka yang ada ditanganmu" jelas Rossa lagi


" Baiklah jika kau mau dua²nya beli dua2nya saja" kata Baek


" Baiklah, tapi tunggu sebentar aku mau ke toilet dulu bentar" ijin Rossa


" cepat" kata Baek. Rossa berlari Menuju toilet


Baek mengambil kesempatan itu untuk pergi ke meja kasir dan membayar tas yang ingin dibeli Rossa tadi. Rossa sudah kembali dari toilet dia mencari-cari Baek tapi dia tak menemukannya


"Dimana bang Baek?" Rossa bingung diapun bertanya pada pelayan ditoko itu


" permisi mbak, mbak lihat orang yang datang sama saya tadi nggak?" tanya Rossa.


" Mbak namannya Rossa kan?" tanya pelayan itu


" iya" jawab Rossa


" Mbak ditunggu orang didepan" jelas pelayan tersebut


" oh iya mbak terima kasih permisi" kata Rossa lagi


Rossa berjalan keluar menuju pintu depan toko ketika Rossa hendak membuka pintu seseorang mengangetkannyandari belakang


" dor!" Baek mengagetkan Rossa dari belakang


" hhhh kau lucu sekali" Baek tertawa


" lucu apanya aku hampir jantungan bang" seru Rossa


" maaf aku hanya ingin bercanda" kata Baek


" ayo pergi" ajak Baek menggenggam tanga Rossa untuk keluar dari toko tapi dicegah oleh Rossa


" Tunggu! belanjaan Rossa Gimana bang?" tanya Rossa


" ini !" seru Baek sambil mengangkat jinjingan tas belanjaan Rossa


" udah dibayar?" tanya Rossa


" udah tadi" jawab Baek


" ih kenapa nggak tunggu aku dulu sih, total belanjaannya berapa? biar aku ganti uangnya" kata Rossa


" nggak usah diganti. Aku mau minta sesuatu " kata Baek dengan raut wajah kejahilannya


" Bang Baek mau apa?!" tanya Rossa curiga


" Aku mau nanti pas pulang liburan kamu traktir aku gimana?" tanya Baek


" iya2 ayo kita kembali, pasti Vivi dan Sonhee sudah menunggu" ajak Rossa


" ayo" mereka pun kembali ketempat yang mereka janjikan untuk bertemu kembali


Tampak ditempat makan Terlihat Sonhee dan Rang

__ADS_1


" Akh aku nggk kuat lagi ayo kita keluar!" Sonhee sudah tak tahan lagi


" Hei aku masih belum selesai, ini sungguh nikmat dan enak bukan?"tanya sekertaris Rang


" apaan ini sungguh panas dan gerah " bentak Sonhee yang bibirnya sudah bengkak dan merah


"hhahahah kau lemah sekali baru beberapa kali saja sudah lemas" sekertaris Rang meremehkan Sonhee


" Kenapa kau kuat sekali" kata Sonhee lagi


" aku kuat karena aku seorang pria" jawab sekertaris Rang.


Ya mereka sedang berlomba makan soto ayam dengan menggunakan level pedas yang dahsyat. Rang sudah menghabiskan 6 mangkok soto ayam sedangkan Sonhee baru menghabiskan 3 mangkok soto ayam.


" aku mengaku kalah!" Sonhee mengaku kalah karena dia sangat kepedasan


" Yes aku menang! dan aku ingin hadiah!" seru Sekertaris Rang


" Kali ini aku kalah tapi kita lihat nanti pasti aku akan menang" kata Sonhee percaya diri


" Ya terserah" kata sekertaris Rang


" kau mau apa sebagai hadiah?" tanya Sonhee


" aku ingin makan malam bersamamu besok malam dipinggir pantai, bagaimana? tanya sekertaris Rang


" kenapa permintaan mu aneh²" sonhe heran


" itu tak aneh kalau aku minta kamu cium itu baru aneh" kata sekertaris Rang sambil tertawa" dan kalau kau mau yang itu aku dengan senang hati menerima ciumanmu" jelas sekertaris Rang dengan wajah yang berseri-seri


" Cium kepalamu!" bentak Sonhee


" baik aku setuju kita akan maka malam dipantai besok"


" yess" seru sekertaris Rang


" ayo kita kembali pasti Vivi dan Rossa sudah menunggu ku" ajak sonhee" baiklah ayo!" jawab sekertaris Rang menggandeng tangan Sonhee.mereka kembali ketempat yang mereka janjikan untuk bertemu ketika sampai disana Sonhe menghampiri Vivi dan Rossa yang sednag duduk bersama Radit dan Baek


" Hai teman-teman sudah menunggu lama?" tanya Sonhee


" lo tahu kita semua hampir lumutan nungguin Lo" kata Rossa


" iya nih Sonhee lama banget bentrar lagi jam sebelas loh" Vivi memperingatkan


" maafkan aku tadi ada sedikit kesalahan teknis" Sonhee menjelaskan.


" Lo pergi sama sekertaris Rang?" tanya Vivi dan Rossa bersamaan


" Iyah" jawab sonhee Vivi Dan Rossa masih bingung.


" nanti aku ceritakan" kata sonhe lagi, Vivi dan Rossa mengangguk


" Ya sudah karena kita sudah berkumpul ayo kita pulang ini hampir larut" ajak Baek


" baiklah,ayo kita pulang!" jawab Vivi,Sonhee dan Rossa semangat.


merekapun kembali ke Vila dan sesampainya disana mereka masuk kekamar masing-masing untuk beristirahat.


*Dikamar Vivi*


Vivi sedang duduk disofa sambil memegang handphone nya


'" kenapa Rechel nggak telepon juga sih!, chatkupun nggak dibalas" kata Vivi sambil berdecak

__ADS_1


"Aku tidur saja siapa tahu besok Rechel menghubungi ku" katanya lagi. diapun menuju kasur dan tidur untuk beristirahat.


__ADS_2