Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
27.Trik


__ADS_3

"Mereka kecelakaan!"kata Bunda, ayah kaget.iapun duduk dikursi.


"mana mungkin" kata ayah.


"sebenarnya apa yang sedang terjadi? Vivi sedang hamil apa kau hanya diam saja seperti itu?" tanya Bunda


"aku sedng mencerna situasi" kata ayah


"ini semua tka perlu dicerna ayo kita ke rumah sakit"kata Bunda


"jangan satupun diantara kita tidak boleh ada yang keluar!" pinta ayah.


"apa maksudmu?" tanya Bunda


"aku bilang tidak boleh ada yang keluar!" kata ayah.


"Aku tak peduli aku akan keluar aku ingin menemui Radit dan Vivi" kata Bunda


"tahan Dia!" pinta ayah kepada pengawal


"lepaskan aku sialaan! apa maksudmu melakukan ini!?" tanya Bunda


"ini demi kebaikan kita" kata ayah


"kebaikan kita apanya? kalau Radit dan vivi baik-baik saja itu baru namanya kebaikan demi kita semua" kata Bunda


"diam! bawa nyonya ke kamar"


"ayah" kata Baek, ayah menoleh.


"Baek, Vi..Vi..Radit mereka..ah" tiba-tiba Bunda pingsan.


"Bunda!" teriak Baek kaget .


"sela!" kata ayah kaget,


"kalian lepaskan Bunda" pinta Baek kepada pada pengawal.Baek menggendong bunda dan membawanya kekamar.lalu Bunda diperiksa oleh dokter pribadi keluarga dokter itu sudah disiapkan jika ada suatu hak yang tak terduga ini contoh nya.


~Radit sudah menyiapkan semuanya~ batin baek .


setelah ditangani dokter ayah mengajak Baek berbicara diruang Rahasia.


"ayah kenapa kau kasar kepada Bunda?"tanya Baek


"aku hanya menahan nya keluar" kata ayah.


"kenapa ayah tak mengatakan alasan melarangnya keluar? Ayah tahu ?keterbukaan dalam suatu hubungan itu penting" kata Baek.


"Aku hanya tak ingin dia banyak pikiran"


"maka dari itu sebaiknya cobalah bersikap jujur" Kata Baek


"Kau berbicara seakan-akan kau ini orang yang berpengalaman" kata ayah


"aku sedang belajar " kata Baek


"kau akan menikah?" tanya Ayah


"apakah penting memikirkan ini sekarang?" tanya Baek


"aku serius" kata ayah


"apakah orang yang ingin belajar dewasa hanya untuk tujuan menikah?" tanya Baek


"tidak juga " jawab ayah


"tapi menurut ayah kau sudah cocok menikah" kata Ayah manggut-manggut


"Sudah lah skip dulu urusan yang ini, yang penting kita harus membantu Radit untuk menjalankan misinya" kata Baek, ayah mengangguk.


"kau sudah selesai dengan rencanamu?" tanya ayah


"sudah kita tinggal menunggu mereka sampai" kata Baek.


"Kurasa ini akan sangat sulit" kata ayah


"Tenang lah ayah" kata Baek


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya dua orang muncul dibalik pintu.


"Vivi.. syukur lah ini berjalan lancar" kata ayah lega.


"Ayah" Kata Vivi sambil memeluk ayah


"aku sudah bilang ini akan baik-baik saja" kata Baek


"Bunda dimana?" tanya radit.


"diatas dia pingsan" kata ayah


"loh kok bisa?" tanya Vivi.


"dia syok karena kmberuta kecelakaan mu dan Radit" Kata Ayah.


"Ayah sebaiknya kita ceritakan semua ini kepada Bunda" kata Vivi menyarankan


"aku setuju " kata Baek


"Baiklah" kata ayah setuju.

__ADS_1


"Ya udah ayo kita temuin bunda kita ceritain yang sebenarnya ke bunda" kata Vivi. mereka pun menuju ke kamar bunda Bunda sela.terlihat bunda sela sudah sadar dan sekarang sedang mium air .


"Bunda" kata Vivi


"Vivi?! Radit! ah syukur kajian baik-baik saja" kata Bunda sambil menangis


"kita baik-baik aja Bunda" kata Radit dan Vivi menenangkan Bunda.


"Aku hampir mati kukira kalian kenapa-kenapa" kata bunda


"bunda tenang saja setelah ini semua akan membaik" kata Vivi lagi.


"MMM... sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Bunda


"Apa Bunda siap mendengar cerita kami?" tanya Radit.


"Bunda siap" kata bunda


"Sebenarnya keluarga kita sedang dalam bahaya saudara dari ibu Vivi tepatnya paman Vivi dan Baek ternyata menaruh dendam kepada keluarga ayah Vernando,dan sekarang ia ingin membalas dendam" kata Radit.


" apa? mana mungkin seorang Kaka tega ingin membalas dendam kepada adiknya sendiri" kata Bunda kaget.


"itu mustahil terjadi jika mereka memiliki ikatan darah ataupun rasa kasih sayang yang kuat, tapi...itu akan mungkin jika mereka tidak memiliki satu ikatan darah dan rasa kasih sayang itu bukan rasa kasih sayang kepada adik melainkan kepada orang yang dia cintai" kata Radit, bunda mencerna perkataan Radit.


"Jadi..Mereka bukan saudara kandung? dan mskdnya paman Vivi mencintai ibu Vivi?" tanya Bunda


"tepat sekali" kata Radit


"apakah kau sudah menyelidiki semuanya? jangan sampai kau salah duga" kata bunda sela menginginkan.


"Sudah sampai akar-akar nya" kata radit.


"pantas saja kau menikah diam-diam dengan Vivi" kata Bunda


"tapi pernikahan kalian harus di selenggarakan dengan megah dan mewah" kata bunda


"Aku juga ingin seperti itu" kata Radit sambil memegang bahu Vivi, Vivi tersenyum ke arah Radit.


"sabar sayang" kata Vivi, Radit kaget mendengar Vivi memanggilnya sayang.


"apa? ulangi sekali lagi? "apakah telinga ku sudah rusak?Vivi mengatakan sayang kepadaku pikir Radit


"Tidak ada pengulangan"


"sini cium" kata Radit


"he...he...he main nyosor aja liat kondisi dan tempat dong" kata Baek


"hahahah nyengir lu jomblo"


"gue kawin besok tau rasa Lo" kata Baek


"Bagaimana kalau aku menikahi mantan kekasihnu? aku akan membuat mu cemburu dengan bermesraan dengannya didepanmu? aku tau kamu buka tipikal pria yang cepat melupakan masa lalu" kata baek memanasi Vivi agar marah pada Radit. Vivi menoleh ke arah Radit dengan tatapan tajam


"jadi bang Radit punya mantan?trus bang Radit belum move on? gitu? " tanya Vivi


"Nggak Vi suer" kata Radit mengangkat dua hari tangan


"trus yang bang Baek bilang?" tanya Vivi


"Boong itu dia mau manasin kamu " kata Radit


"Bang Radit kalau belum move on kenapa halalin aku kemarin? emang yah semua laki tu sam aja" Vivi kesal


"astaga vi sumpah aku nggak pernah pacaran,dosa Vi"kata Radit


"alah bacot Lo adik gue aja Lo halalin pas belum nikah" akta Baek


"heh diam Lo " kata Radit. Baek hanya tersenyum smirk.


"tau ah aku mau kekamar dulu cape" kata Vivi


"Vi akh ikut yah" kata Radit


"Bang Radit tidur diluar" pinta Vivi


"lah kok gitu? nanti kalo akmu butuh apa-apa gmn?" tanya Radit


"gue bakal bantuin Vivi" kata Baek


"Lo ngapain ikut-ikutan" kata Radit.


"udah-udah jangan berisik Vivi mau istrahat kalian jangan ganggu" kata bunda


"Vi jangan suruh bang Radit tidur diluar yah" kata Radit membujuk


"mmmh urus itu nanti aja aku mau istrahat" kata Vivi


"marah lagi" gumam Radit pelan.


"bang Radit bilang apa?" tanya Vivi


"ngg..ngak aku diam kok dari tadi" kata radit


"ya udah aku kekamar dulu" pamit Vivi


"tunggu" kata bunda


"bunda belum tau alur kejadian tadi" kata bunda

__ADS_1


"oh iya Bund lupa jadi gini Bund, sebenarnya tadi sejak Vivi Menuju kantor Radit, sudah ada org yang mengikutinya awalnya Radit ingin menyuruh anak buah Radit membunuh penguntit itu namun Radit berfikir kalau ingin menangkap singa sebaiknya kita memberikan umpan, jadi Radit mengikuti alur permainan orang itu dan ...."Radit menceritakan kejadian yang baru beberapa jam tersebut yang sudah berlalu.


*Flashback*


"sediakan dua mobil yang sama suruh asisten mu dan satu penjaga naik mobil yang satunya"' pinta Radit


"baik tuan" kata sekertaris Young. Radit sengaja menyuruh sekertaris Rang menyiapkan dua mobil yang sama dan menyuruh sekertaris serta pengawal menaiki. Setelah menaiki mobil Radit memanggil Rang dan berbisik "berikan pakaian Yangs Ama Persis dengan yang dipakai sekertaris mu dan pengawal itu" bisik radit Rang pun mengangguk. Rang segera meminta pakaian yang dimiliki oleh sekertaris nya dan pengawal itu dan mengganti nya dengan pakaian yang baru. agar penguntit tak curiga saat Rang memindahkan baju itu, ia menyimpan nya dalam tas kerja Radit yang kebetulan tertinggal. raditpun menyuruh Vivi menggunakan baju Sekertarisnya Sekertaris Rang.


"ini pakai" pinta Radit.


"kenapa harus pake?" tanya Vivi


"Kita punya sedikit mslh disini" kata Radit, Vivi mengangguk dan ia mengerti mskd Radit.


setelah rapi dengan setelan baju Radit dan Vivi menyuruh supir alias Sekertaris Rang yang menyamar menjadi supir melajukan mobil.


Diperjalanan Rang sengaja menikung mobil yang satunya selama beberapa kali agar penguntit itu bingung dan terkecoh.


"Astaga aku bingung mana mobil yang asli" kata penguntit itu. setelah dirasa cukup sekertaris Rang berhenti disebuah minimarket dan menurunkan Radit dan Vivi disana.


"Oh ternyata itu karyawannya" kata penguntit itu, laku ia berlalu dan mengikuti mobil yang satunya lagi.Vivi dan Radit masuk ke supermarket.


"vivi kau tunggu disini jangan kemana-mana aku akan kembali" kata Radit sambil mencium kening Vivi.


"bang Radit mau kemana? aku takut bang Radit kenapa-kenapa" kata Vivi terisak


"tenanglah aku baik-baik saja" kata Radit lalu berlalu pergi.Radit naik mobil itu lagi dan menyusul si penguntit.


"aku harus menyelesaikan tugasku" kata penguntit itu,iapun segera melajukan mobilnya dan berniat menabrak mobil yang katanya ada Radit didalamnya. untungnya jalanannya di sana sepi jadi ia bebas melakukan aksinya.setelah mobilnya sejajar dengan mobil yang palsunya pas didepan jembatan iapun menggeser mobil itu dan membuat mobil itu menabrak pinggiran jembatan hampir saja mobil itu jatuh ke dalam sungai. setelah itu penguntit itu menghampiri mobil itu, ia berniat memeriksa apakah misinya berjalan lancar dan ternyata dalam mobil hanya ada supir nya saja supir itupun keliatan sehat-sehat walaupun dahinya agak terluka terkena kaca


"Halo" kata supir itu sambil tersenyum penuh arti


"Apa!"


"Tek" suara pistrol yang ditodongkan oleh pengawal Radit tepat di kepala sang penguntit


"siapa kalian?" tanya penguntit itu, lalu muncullah Radit dengan menggunakan masker ditengah-tengah pengawalnya


"hei kau mau mati? mengapa kau menabrak mobilku?" tanya Radit


"aku...maafkan aku jangan bunuh aku,aku disuruh" kata penguntit itu ketakutan.


"aku sekarang sedang berbaik hati jadi aku takkan membunuh mu" kata Radit


"jika kau mengatakan siapa yang menyuruhmu dan katakan dimana markas kalian"kata Radit


"aku tak bisa mengatakan itu anak istriku akan dalam bahaya jika aku mengatakan yang sebenarnya" kata penguntit itu


"baiklah karena untuk Sekarang aku tak bisa melakukan kekerasan aku akan membuatmu membalas hutang Budi padaku" kata Radit


"bawa dia ke kantor polisi rekaman suara dan bukti mobilku yang rusak bisa menjadi bukti"kata Radit


Orang itupun di seret dan dibawa di kekantor polisi.


"Tuan tolong bebaskan aku" kata penguntit itu


"baiklah katakan yang sebenarnya" pita Radit


" baiklah tapi berjanjilah setelah ini kau akan melindungi aku istri dan anakku" kata penguntit itu


iapun menceritakan susunan rencana dan semua yang akan dilakukan paman Vivi kepada keluarga Vernando Radit mengepalkan tangan jika saja Vivi tidak hamil ia akan langsung membunuh pamannya itu tapi kata orgkan pamali kalau istri lagi hamil siksa org bahkan bunuh org itulah yang dipikirkan Radit.


"baiklah kau akan disini untuk sementara agar kau aman anak istrimu akan disembunyikan" kata Radit


"terima kasih tuan Radit" kata oraang itu.


"Rang urus keluarga orang ini" pinta Radit


"Baik tuan" kata Rang .


setelah selesai dengan masalah nya Radit kembali ke minimarket disana sudah Vivi dan suruhan Baek yahg akan menjemput dan mengantar mereka ke dan merekapun pulang dengan selamat.


*flashback off*


"ih jadi seperti itu bagaimana dengan pengawal dan Sekertaris nya Rang?" tanya Bunda


" Mereka sempat diturunkan ketika aku dan sm Vivi mampir di minimarket" kata Radit


"oh seperti itu syukurlah kalian baik-baik saja" kata bunda


"iya Bund" jawab Vivi


"sekarang bunda istrahat dah malam" kata Vivi


"kalian makan dulu Vivi jangan lupa minum susu sayang" kata bunda mengingatkan


"ya udh kita makan dulu bang " ajak Vivi kepada Radit dan Baek


"ayo setelah itu kita istrahat" kata Radit vivipun mengangguk


"bang Baek nginap yah" kata Vivi.


"iya " kata Baek setuju


merekapun makan malam bersama.


"Vivi ini susunya" kata Radit


"iya bang mksh" kata vivi meminum susunya sampai habis. setelah itu Radit dan Vivi m

__ADS_1


kembali ke kamar, sedang kan Baek juga ikut kekamarnya untuk istrahat.


__ADS_2