
Sesampainya di mansion Vivi langsung masuk ke dalam kamarnya Rossa dan Sonhee bingung padahal Rossa dan Sonhee menyambut Vivi tapi Vivi seakan-akan tak melihat dan atau senagaja nggak lihat??. Sekertaris Rang Yang melihat hal itu langsung bingung
~Tuan pulang bersama nona Vivi sedangkan Tuan Baek pulang bersama nona Rossa tadi malam,apa terjadi sesuatu diantara mereka?~ Batin sekertaris Rang dan langsung berlalu menuju kamar tuannya.
" Selamat pagi tuan" sapa Sekertaris Rang
" hemm" jawab Radit
" Tuan kenapa terlihat gelisah? ada sesuatu?" tanya Sekertaris Rang melihat raut wajah tuannya yang gelisah.
" Aku...aku..aku tadi malam memperkosa Vivi" jelas Radit yang membuat sekertaris Rang menganga.
" Apa!? kenapa itu bisa terjadi tuan?" tanya Sekertaris Rang
" Bagini...." Radit menceritakan awal mula terjadinya kejadian itu mulai dari ia mengikuti Vivi sampai harus berakhir dikamar hotel bersama Vivi
" Begitulah...Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika ayah tiriku mengetahui bahwa aku telah memperkosa anaknya?" tanyanya pada diri sendiri.
"Apakah Tuan akan bertanggung jawab?"tanya Sekertaris Rang'
" Ya aku akan bertanggung jawab tetapi aku tak tahu bagaimana cara berbicara dengan ayah Vernando" kata Radit sedih
"Tuan bicarakan ini dari hati ke hati, jangan terburu-buru pikirkan dulu matang-matang jangan tergesa-gesa, jelaskan yang sebenarnya terjadi antara tuan dan nona Vivi kepada Tuan Vernando , saya yakin Tuan Vernando pasti akan mengerti" jelas sekertaris Rang
" Dan aku tak tahu bagaimana cara mengambil hati Vivi dan meyakinkan nya untuk mau bersamaku"Kata Radit sedih
" Sebelum itu ambil hatinya terlebih dahulu tuan, kau tahu jika kau sudah memiliki hatinya kau akan mendapatkan raganya. Vivi mungkin berfikir bahwa kau mau bertanggung jawab karena kasihan.tuan tahu? Wanita tak ingin dimilki karena rasa kasihan melainkan dengan rasa cinta"
" Kau benar. Aku sekarang belum yakin kalau aku mencintainya dan kau tahu aku kan? aku belum pernah berhubungan dengan wanita, tapi malam itu ketika kami melakukan nya walaupun aku terpaksa tapi terasa sangat nikmat entahlah.." katanya lagi.
" Itu bisa disebut jatuh cinta pandangan pertama" kata Sekertaris Rang asal
" Kau ternyata tahu banyak tentang cinta, Apakah kau sudah punya kekasih? berapa banyak mantanmu?" tanya Radit
" Aku? aku tak pernah memiliki kekasih " kata Sekertaris Rang jujur.
" ya sudah keluar lah aku ingin istirahat" pinta Radit
" baik tuan permisi" pamit Sekertaris Rang.
~ aku curiga kenapa malam itu hanya Vivi yang dikasih obat perangsang itu? apakah ada org dibalik semua ini?~ Batin Radit
* Dikamar Vivi*
Vivi hanya menangis dia tak menyangka bahwa semuanya akan berakhir seperti ini. ia merutuki kebodohannya sendiri.
"Hiks..hiks.. kenapa aku sangat bodoh huwa!!"
" sekarang bagaimana hartaku yang paling berharga sudah dirampas, dan bagaimana kalau ayah tahu aku sangat takut hiks...hikss.."
" bagaimana aku akan bertemu dengan Bang Radit nanti malam ? hiks...hiks.."
" Dan kenapa orang itu memasukkan Pil gila itu kedalam minumanku sedangkan Rossa? Rossa hanya obat tidur hiks..hikss.."
" nggak! aku nggak boleh terus-menerus terpuruk seperti ini aku harus bangkit. Aku harus berpikir dewasa" katanya pada diri sendiri menghapus air matanya. Dari luar terdengar pintu diketuk berkali-kali oleh Rossa dan Sonhee.
__ADS_1
tok...tok..tok
" Vi buka pintunya dong Lo kenapa sih?" tanya Rossa
" iya Vi Lo baik-baik ajakan didalam?" tanya Sonhee.
Vivi membuka pintu.
" Hei lama bener lumutan kita ini loh" kata Rossa becanda, tak ada jawaban dari Vivi hanya menatap datar kedua temannya dan ke ranjangnya untuk tidur, yah dia perlu istirahat tubuhnya remuk redam sakit semua apalagi area intimnya sangat sakit dia tak menyangka bang Radit sekasar itu.
"Sonhee kenapa Vivi jalannya kayak gitu aneh yah" kata Rossa
" Iya Rossa kenapa yah?" Sonhee tanyabbalik
" Ya mana gue tahu Maemunah" canda Rossa
" Loh dia tidur?" kata mereka bersamaan
" mungkin kecapean" kata Sonhee
" ya udah ayo keluar "ajak Rossa mereka keluar dari kamar Vivi ketika menutup pintu mereka dikagetkan oleh Baek.
" Duar!!, kalian ngapain disini?" tanya Baek
" kita habis liat Vivi" jawab Sonhee
" Bang Baek tau nggak? kalau Vivi tuh aneh banget udah jadi pendiam, dan pas kita liat cara jalannya aneh banget udah kayak orang baru lahiran" jelas Rossa
" eh...anu ...itu " Baek bingung bagaimana cara memberitahu mereka kalau Vivi dan Radit semalam hanu.
" Vivi tadi malam terjatuh jadi kakinya keseleo" jelas Baek gugup.
" Oh begitu " kata Sonhee an Rossa bersamaan
"Bang nanti malam jadikan? Nobarnya di pantai?" tanya Rossa
" iya " jawab Baek" pastilah" sambungnya
" ngoheyy" jawaab Rossa dan Sonhee bersamaan
" Em iya aku akan ke bawah sebentar" pamit Baek
" Iya bang "
~ aduh bagaiman reaksi ayah jika dia tahu Vivi dan Radit...~ Batin Baek
" Arghhh!" geramnya sambil menarik rambutnya.
*Pukul 12.30 dikamar Vivi*
Vivi terbangun karena kelaparan.
" Hoamm"
" apa aku tidur terlalu lama?" tanya pada diri sendiri
__ADS_1
" ah tubuhku lelah sekali" katanya lagi.
tok..tok..tok.
seseorang diluar mengetuk pintu
dengan malas Vivi membuka pintu
" Hei selamat siang kau lapar?" tanya Radit tak ada jawaban dari Vivi dan tiba-tiba perut Vivi berbunyi
kruk..kruk...kruk...
"Aku benar ayo makan siang dulu" ajak Radit membawa Vivi ke balkon untuk makan Vivi hanya mengikuti langkah Radit tanpa berkata apapun.
Sesampainya di melihat Vivi yang kesulitan berjalan Radit merasa bersalah
~ Apakah aku seganas itu? sampai dia sulit sekali berjalan~ Batin Radit
" Maaf gara-gara aku kau susah berjalan" sesal Radit tak ada jawaban dari Vivi. Radit kemudian memberikan sepiring nasi goreng dengan beberapa lauk dan pauk.
" Ini makanlah"kata Radit sambil menyodorkan makanan ke Vivi, Vivi menerimanya dan segera memakannya. Radit dari tadi diam dan hanya memperhatikan Vivi yang sedang makan setelah Vivi selesai makan Radit membuka pembicaraan.
" Vivi apakah kau marah kepadaku?" tak ada jawaban dari Vivi, "Jawab aku!" pinta Radit.
" Aku tak tahu! aku bingung harus bagaimana. Bagaimana menurutmu perasaan seorang wanita ketika keperawanan nya diambil orang dan orang itu adalah kakaknya sendiri! jawab aku! hiks..hiks..aku harus bagaimana?! dan Apa yang akan dikatakan oleh ayah dan Bunda ketika mereka tahu kau dan aku...hiks..hiks. Aku ingin mati saja!"katanya sambil Memukul dadanya sendiri yang terasa sesak.
" Dengarkan aku! ini sudah terjadi yang berarti ini adalah takdir, takdir kita. Berhentilah menyesalinya kau harus bisa melupakannya, ingat!! masa lalu itu harus dilupakan agar kita bisa mendapatkan masa depan yang cerah. Masalah Bunda dan Ayah aku yang akan berbicara kepada mereka dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi" kata Radit sambil memegang tangan Vivi dan mengusap air matanya.
" Dan jangan melakukan hal yang kekanak-kanakan! berhentilah berpikir seperti itu, aku akan bertanggung jawab!" jelas Radit. Vivi tercengang mendengar kalimat terakhir Radit ia hanya menganggukkan kepalanya.
~Bang Radit benar aku harus melupakan hal itu, itu hanya akan memperburuk keadaan~ Batin Vivi
" Nanti malamkan kita akan menonton film di pantai kau akan ikutkan?" tanya Radit
" mmm" hanya itu jawaban Vivi
" Baiklah aku akan keluar , istirahat lah" pamit Radit
lalu meninggalkan Vivi sendirian.
Vivi tidur lagi dia buruh tenaga untuk nanti malam supaya teman-temannya tak ada yang curiga.ia hendak tidur tiba-tiba ponsel nya berdering
omaya....kring...kring...omaya...
" Halo Bunda" kata Vivi
"Halo sayang bagaimana liburannya menyenangkan?" tanya Bunda Sela
" Sangat menyenangkan Bunda" kata Vivi jujur tapi tak sampai tadi malam.
" Baiklah Apakah besok Kalian akan pulang?" tanya Bunda Sela
"Ya besok kita akan pulang dan aku punya hadiah untuk bunda " kata Vivi penuh misteri
" baiklah Bunda tunggu sampai jumpa, selamat bersenang-senang, Bunda tutup yah" pamit bunda sela
__ADS_1
" iya bunda " kata Vivi setelah berbicara dengan bundanya Vivi pun tidur.