Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
7. Vivi and The Geng( Ditinggal Bias wamil)


__ADS_3

* Bali,Vila Keluarga Vernando*


Pagi harinya pukul 08.00 mereka sudah berkumpul di taman untuk senam pagi. Tapi Vivi dan teman-temannya belum juga muncul.


" Kenapa Vivi dan teman-temannya belum turun juga?" tanya Baek ke Radit, Sekertaris Rang dan sekertaris Young.


" Sabar Tuan mereka kan wanita pasti mereka berdansa dulu" Sekertaris Young


" Tapi Kitakan cuman senam bukan mau keluar" Baek


" Yang benar saja" Radit berdecak


Tak lama Sonhee dan Rossa datang Sonhee memakai baju Crop top berwarna hitam tanpa lengan sebagai dalaman dan ditutupi oleh cardigan ,sedangkan Rossa memakai Crop top berwarna navi lengan pendek.


" Maaf kita terlambat soalnya kita kesiangan hehehe" kata Sonhee dan Rossa sambil tersenyum. Baek dan Rang tidak menjawab mereka terus menatap kedua gadis tersebut.


~Sungguh indah ciptaan Tuhan yang satu ini sangatt...enak~ Batin Sekertaris Rang.Radit yang melihat Rang terus menatap Sonhee langsung berbisik


" Kau Kenapa terus menatap gadis itu?" tanya Radit


" Tidak apa-apa tuan" jawab Rang bohong


" kau ini aneh sekali" Radit dan hanya dijawab dengan kata " Maaf tuan" ya begitulah sekertaris Rang yang ketauan sedang menatap Sonhee hahah.


Rossa dan Sonhee bingung tidak ada yang menjawab mereka.


" Bang Baek mana Vivi?" tanya Rossa. Baek tidak menjawab dia terus menatap Rossa. Sekertaris Young pun menyikut lengan Baek Baek yang disikut pun terkejut.


" Ehh!" Baek terkejut


"apa!" tanya Baek ke Sekertaris Young


" ekhem tuan, nona Rossa bertanya dimana nona Vivi?" Hellas sekertaris Young


" kenapa nggak dijawab?" tanya Rossa


" ehh..eh iya " Baek


" dimana Vivi?" tanya Rossa lagi


" nggak tau dia belum turun dari tadi" Baek


" mungkin masih tidur kita tunggu sebentar lagi" saran Rossa. Setelah beberapa menit menunggu Vivi pun muncul dia memakai baju Crop Top lengan panjang berwarna krem yang senada dengan kulitnya yang putih bersih. Radit yang melihat itu langsung terkesima ~Dia sangat seksi ahhh kenapa dia tak memakai tutupan! pasti yang lainnya akan senang karena sudah melihat tubuhnya yang indah~ Batin Radit. ~Dan apa yang aku pikirkan kenapa aku malah! ah sialan~ Batin Radit menggeleng dalam hatinya ia memaki dirinya sendiri karena telah mengagumi tubuh adiknya sendiri tepatnya adik tiri. Sekertaris Rang melihat Bosnya aneh langsung bertanya " Tuan kenapa? apa tuan tidak enak badan? atau sakit kepala?" tanya sekertaris Rang.Raditpun tersadar


" ekhemm... Nggak hanya pusing sedikit." kata Radit berbohong


" Kau sakit?" tanya Baek


" Bang Radit Sakit? lebih baik bang Radit istirahat biar cepat sembuh" saran Vivi


" Iya bang Radit" kata Rossa setuju dengan Vivi


" Aku nggak apa-apa udah sembuh kok iya kan Rang?" tanya Radit sambil melotot kan matanya ke arah Rang.Rang yang mendapat lototan dari bosnya langsung menjawab


" Iiii..iya Tuan sudah sembuh" kata Rang


"Oh iya kirain" kata Vivi


" ya udah ayo kita senam nanti buru siang " ajak baek


" let's go" sambut Vivi and the geng


merekapun menghabiskan waktu pagi dengan bersenam selama 35 menit termasuk pemanasan.


Setelah senam semuanya duduk di bangku taman untuk beristirahat.


" Hari ini kita akan kemana?" tanya Baek


" aku ingin ke pantai" jawab Rossa. Vivi dan Sonhee hanya diam mereka setuju dengan apa yang dikatakan Rossa.


" Baiklah" kata Baek


" Aku ingin mengambil buah didapur, apa ada yang ingin menitipkan sesuatu?" tanya Sonhee


" Hei Lo nggak perlu ke dapur panggil aja pelayan disini" Vivi mencegah Sonhee


" Iya Sonhee²" Rossa menggelengkan kepalanya


" gue mau ngambil sendiri karena kalau gue suruh pelayan nanti takutnya mereka bawa buah yang nggak gue suka" jelas Sonhee. mendengar jawaban Sonhee, Vivi dan Rossa mengangguk mereka lupa kalau Rossa nggak bisa makan buah sembarangan tepatnya buah pisang.


" oekydeh" kata Vivi dan Rossa bersamaan


" aku ingin kau membawa susu di kulkas " kata Vivi


" baiklah" Sonhee pun pergi ke dapur.


sekertaris Rang ingin menangih janjinya ke Sonhee Mencari akal untuk bisa menyusul Sonhee ke dapur.


" Tuan butuh sesuatu seperti buah,Susu,jus?" tanya sekertaris Rang


"Nggak perlu ada pelayan" Radit


" Biar saya saja tuan buat cepat gitu" saran Sekertaris Rang


" Ya udah deh ambilkan aku susu!" pinta Radit


" Baik Tuan" Dengan seanng hati Sekertaris Rang menuju dapur sesampainya disana ia langsung menghampiri Vivi yang sedang menata buah di mangkok.


" Ekhem!" dehemam Rang membuat Sonhee kaget


" Eh!"


" Ini aku, emm..aku ingin menagih janjimu" Rang


" Iya-iya nanti malam kau tenang saja aku bukan tipe orang yang ingkar janji,I have promised so than I have to keep it.Don't worry okey?" jelas Sonhee


"Okey, I'll wait tonight" jawab Rang


" Ya aku akan kembali ke taman" pamit Sonhee


"Okey, silahkan" Rang


Setelah Sonhee kembali ke taman dia buru-buru mengambil susu di kulkas dan juga ikut kembali ke taman.


" Tuan ini susunya" Sekertaris Rang menyodorkan Susu


" terima kasih" Radit


"Kenapa kalian sama² minum susu hari ini?" tanya Rossa curiga


" Aku lagi pengen aja" jawab Vivi

__ADS_1


" Aku tadi malam begadang" jawab Radit


" oh iya bang Vi" kata Rossa


" kalian sudah selesai istirahat nya?, kalau sudah.. ayo kita sarapan cacing diperutku udah demo minta makan ini loh" gurau Baek


" ayo ke meja makan kita sarapan!" seru Vivi


" gass" tambah Rosda. Merekapun menuju ke ruang makan untuk sarapan selesai sarapan semua nya bersiap untuk ke pantai.


" Semuanya udah siap? nggak ada yang ketinggalan?"tanya Baek


"Nggak ada aman!" seru Vivi and the geng


" nggak " jawab Radit


" ya udah gas" seru Baek


merekapun menuju ke pantai. Baek membawa mereka ke pantai Kuta Bali.diperjalanan seperti biasa Baek dan Radit merasa sakit telinga akibat Vivi and the geng yang bernyanyi,berteriak dan bercanda tawa.


~Sudah ku duga ini akan terjadi lagi ah!!"~ Batin Baek


~Bisa-bisa pecah gendang telingaku ini~Batin Radit


Setelah puas bernyanyi mereka membuka handphone masing-masing untuk mencari info baru tentang seputar K-Pop khususnya EXO.


" Ahh !! tidak Chanyeol Hari ini akan pergi wamil dan aku lupa!!" teriak Rossa histeris


" Ahhh happy virus kita, dia pergi secepat itu" Vivi bersedih


" woylah Baek nyusul njirr!" seru Sonhee membuat seisi mobil khawatir


" apaa!, Baek gue hiks..hiks..hiks" Vivi menangis


" ini kenapa tiba-tiba gini yah padahal kita lagi senang-senang kenapa tiba-tiba datang berita kayak gini sih!" Rossa


" Sebenarnya dari kemarin gue pengen ingetin kalian tapi aku kelupaan" Sonhee


" anjirrit buka IG buka IG cari updatenya ceye!" seru mereka bertiga. Baek dan Radit bingung melihat Vivi and the geng heboh.


" anjirrit ini foto nya dia barusan update tadi tapi nggak live" seru Rossa


" Iya dan yang dia aoke kayak jam tangan Kyungso" Vivi


" biasalah Satu untuk delapan dan itu antara pinjam Ama dikasih" seru Rossa lagi


" Ayo gaes kita tegar kita harus sabar menunggu ingat kata Suho " Jika menunggu itu menyenangkan maka itulah cinta" Sonhee mengingatkan kedua temannya yang sedang bersedih , Vivi dan Rossa masih saja berteriak histeris.


" Kau kenapa menangis?" tanya Radit melihat Vivi yang menghapus air matanya


" ini loh idol kita wamil" kata Vivi sambil terisak


"lebay banget orag dia pergi wamil bukan imigrasi" timpal Baek


"Kayak kata2nya Kyungso " Rossa


" oh berarti aku sepemikiran dengannya" seru Baek


" Hapus air matamu itu nggak usah nangis nanti juga balik dan kalian berdua berhenti juga! udah kayak anak kecil aja." Radit mengingat kan Vivi and the geng


" Idih bang Radit sakit bang nyesek karena dia sempat ngilang 3 atau 4 bulanan" Vivi


" Ini baru ditinggal wamil aja udah histeris apa lagi ditinggal nikah serangan jantung kalik ya" Baek bergurau


" Ini mah beda kalau dia kawin dia kan bisa tetap update medsos kalau wamil nggak boleh masuk kamera aja nggak boleh" Rossa


" terserah" kata Baek


Setelah perdebatan itu Vivi and the geng masih fokus ke medsosnya sedangkan Radit hanya diam dan Baek fokus menyetir. Setelah 1 jam perjalanan mereka sampai dipantai Kuta.


" Kita sudah sampai" seru Baek


" benarkah?" tanya Sonhee


" wah mataku jadi hitam karena menangis tadi aku butuh air" seru Vivi dengan spontan Radit menyodorkan Aqua ke Vivi


" makasih bang" Vivi


" Hem, cepatlah " Radit. Vivi membersihkan matanya yang hitam dan memperbaiki makeup nya. Vivi tuurn dari mobil Terlihat Sonhee yang sedang memegang kamera sedang memotret Rossa, matanya beralih ke Radit yang berdiri di bibir pantai angin laut membuat rambut Radit berterbangan, membuat Radit tampka lebih kalem dan keren.


~ Bang Radit kelihatan tambah ganteng njirr dan aku sadar bang Radit agak mirip bule dikit ~. Batin Vivi.


" Vi sini foto bareng!" ajak Rossa


" iya" Vivi berjalan ke arah Rossa dan Sonhee


" siapa yang foto kita?" tanya Sonhee


" Bang Baek aja" saran Vivi. Vivipun memanggil Baek


" Bang Baek fotoin kita dong!" pinta Vivi.


" iya bawel Maan kameranya" Baek meminta kamera dan Sonhee pun menyodorkan kameranya.


" 1,2,3!" ceklek Baek memotret Vivi and the geng sangaat lama


" hei tangan ku hampir patah, sudah-sudah" seru Baek


" makasih bang Baek" seru mereka bertiga


" Iya sama2, ayo kita foto sama² !" ajak Baek


" Young fotoin kita " pinta Baek


" siap bos"


" Bang Radit sini foto bareng" Ajak Vivi


" iya"


merekapun foto bersama dipantai.


" Bang Baek, Bang Radit foto bertiga yuk " ajak vivi.


" Ayo" seru Baek Radit tidak menjawab dia hanya mengikuti Baek berdiri disamping Vivi


" sekertaris Rang Fotoin kita dong" Vivi minta tolong


" baik nona" Rang memotret Vivi dan dua abangnya .


" Sudah Nona"

__ADS_1


" Hei Radit foto dong sama Vivi kan kalian baru Ketemu buat kenang-kenangan" Seru Baek


~adeuh kenapa bang Baek ngomong gitu yah pasti bang Radit ngagk mau~ Batin Vivi.


tanpa pikir panjang Radit merangkul pundak Vivi dan Rang yang tahu itu langsung memotret mereka.dia terus memotret tanpa jeda karena dia tahu hasilnya pasti akan sangat bagus .


~ mereka terlihat sangat cocok~ batin Sekertaris Rang.


~mereka terlihat seperti sepasang suami istri~ batin Sonhee.



setelah berfoto Radit melepas rangkulan nya dia berjalan menuju handbook untuk bersandar.


" akhem.. kayaknya bang Baek pengen foto bareng Rossa deh" kata Vivi dengan nada jahilnya


" Ah apaan sih" kata Rossa malu


" ya udah ayok" seru Baek


" emm..i..iya" Rossa gugup


"sini aku fotoin " Sonhe memotret Rossa dan Baek


" udah kayak pengantin baru aja" ejek Vivi


" Vivi diam" Baek merasa malu tapi dia berhasil menyembunyikannya dengan sempurna .


" apaan sih Vivi" kata Rossa malu


~ Nggak mungkin kan bang Baek mau sama aku yang masih kecil kita aja beda jauh umurnya~ batin Rossa


~Dia manis sekali ketika malu~ batin Baek


setelah sesi foto itu Sonhee berjalan menyusuri pantai melihat Sonhee sendirian Rangpun menghampiri nya.


" Hei kenapa kau sendirian disini?" tahta Rang


" aku lagi pengen sendiri aja" jawab Sonhee


" boleh ku temani?" tanya Rang


"boleh" sonhe setuju. rangpun duduk disebelah Sonhee


" nanti malam jadikan?" tanya Rang


" Jadi, nanti kita makan malam disini katanya disini tempatnya kalau malam sangat indah " sonhe menjelaskan


" baiklah" jawab Rang setuju.


" emm...kau sebenarnya tinggal dimana?, baru l


pertama kali ke Indonesia?" tanya Rang


" aku tinggal di Korean dan aku baru pertama kali kesini ikut Rossa Ama Vivi, dan sebenarnya Nenekku orang Indonesia tapi tinggal di Korea" jawab Sonhee


" ooh seperti itu" Rang mengangguk


" Dan kau sendiri?" tanya Sonhee


" aku sebenarnya bukan orang Indonesia " jelas Rang


" trus orang mana dan kenapa kamu bisa tinggal di Indonesia?" tanya Sonhee


"aku asli Korea tapi aku dibesarkan diLondon , saat aku kuliah aku bertemu dengan Radit, Dan kami berteman, setelah lulus Radit menawar kan perkejaan sebagai sekertaris nya, Aku menerima nya dan memutuskan untuk ikut Radit ke Indonesia." jelas Rang


" oh , kau tak merindukan Keluarga mu?" tanya Sonhee


" Orang tuaku sudah meninggal, aku dibesarkan nenekku tapi nenekku meninggal beberapa tahun yang lalu " Jawab Rang sedih


" ternyata kau sendiri,lalu bagaimana caramu membayar uang kuliah mu setelah nenekmu meninggal?" tanya Sonhee


" Sebelum meninggal dulu ayahku meninggalkan perusahaan nya atas namaku dan beberapa aset miliknya atas namaku juga" jelas Rang


" Kalau kau banyak uang Kenapa kau mau datang ke Indonesia ikut bang Radit?? dan siapa yang mengurus perusahaan Mu sekarang?tanya Sonhee lagi


" karena aku nyaman dengan Radit dia selalu bersamaku dan pas kuliah dia membantuku mengerjakan tugasku hehe, dan masalah perusahaan saudara kembar ku yang mengurus nya dia perempuan" kata Rang terlihat ada sedikit ketakutan Dimata Rang saat menjawab pertanyaan Sonhee yan barusan, tapi Sonhee tak berani lagi bertanya karena merasa kasihan dengan Rang


"oh , seperti itu"


" jika kau butuh pelukan aku siap memeluk mu sini" Sonhee melebarkan tangan . tanpa pikir panjang Rang memeluk Sonhee dia merasa nyaman dengan wangi tubuh Sonhee yang menurut nya menenangkan. ketika mereka sedang tenggelam dalam pikiran masing-masing, tiba-tiba terdengar suara Rossa yang memanggil nama Sonhee merekapun terkejut dan langsung melepaskan pelukannnya, Sonhee jadi salah tingkah


" eh maaf aku harus ke sana Rossa sudah mencari ku" Sonhee pamit


" ii..iya terima kasih" kata Rang sambil tersenyum


" sama-sama sampai jumpa nanti malam" sonhee segera kembali untuk menemui kedua temannya.


" lo dari mana aja?" tanya Rossa dan Vivi bersamaan


" gue tadi habis di sana" Rossa menunjuk bibir pantai


" oh kirain kemana"


"fotoin gue dong" pinta Rossa


" iya bawel" Sonhee memotret Rossa dan Vivi hanya memperhatikan kedua temannya.


Tiba** ponselnya berbunyi


" halo"


" Halo Sayang ini aku" jawab seseorang disana yang tak lain dan tak bukan adalah Rachel


" Halo kamu kemana aja kenapa nggak hubungin aku dari kemaren?" tanya Sonhee


" Maafkan aku sangat sibuk perusahaan ayahku hampir bangkrut"


" apa!? sekarang kau baik-baik saja? "


" iya tapi sekarang sudah normal"


" Vi?"


" ya aku masih disini"


" ada yang ingin aku bicarakan"


" bicaralah aku mendengarkan"


" aku akan menikah..."

__ADS_1


__ADS_2