Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
35.Asal Mula


__ADS_3

*mansion Radit*


pukul 05.01 Vivi terbangun,ia ingin membangunkan Radit yang masih tidur memeluk nya.


"hoamm....Bang...Bang!" kata Vivi membangun kan Radit.


"tumben dia yang selalu bangun duluan skrg ngorok kek nggak ada beban sama sekali" gumam Vivi pelan.


"hmm...."gumam Radit


"ooh.. bang bangun biasanya bang Radit juga yang bangunin aku" kata Vivi


"hoam....hmmmm iya-iya bawel" kata Radit sambil mengacak-acak rambut Vivi.


"iih ayo solat" ajak Vivi


"iya ayok " kata Radit setuju.


Vivi dan Radit melaksanakan solat subuh berjamaah, setelah itu Vivi dan Radit tidur lagi maklum lah gaes kan capek gadang tadi malam wkwkw.


*sementara itu kamar baek*


Baek terlihat bimbang, ia bingung apakah ia harus membangunkan Rossa atau tidak.


"hmm gmn ya? kalau Rossa marah-marah aku ganggu gmn?, atau gmn yah? aishh bingung"


gumam Baek pada diri sendiri


"coba chat aja dah"


isi pesan Baek dan Rossa:


Baek :"Oi bangun solat"


Rossa:" udah bawel"


Baek:" kirain hehehe"


Rossa :" udh aku mau tidur lagi bye 🐾"


Baek:" ya udah aku nyusul deh"


percakapan mereka berhenti disitu.


Pagi harinya, Vivi dan Radit sudah bangun. Radit bersiap-siap ke kantor sedangkan Vivi menyiapkan baju Radit. setelah 25 menitan akhirnya Radit keluar, ia melihat Vivi yang sedang duduk bersandar dikursi sambil melihat reels di Instagram Radit tersenyum hangat.ia lalu menghampiri Vivi.


"Sayang morning kiss"


"nanti dah pake baju dulu" kata Vivi


"oke deh " jawab Radit pasrah, Radit segera memakai pakaiannya, lalu Vivi memakaikannya dasi.


"sebelum kita nikah yang pakein dasi bang Radit siapa?" tanya Vivi


"dasi sendiri, cuman yang nyiapin baju pelayan tapi, ruangan baju dan kamarku terpisah beda pintu" jelas Radit


"ooh gitu ya" kata Vivi sambil mengangguk


"nah selesai muah.." kata Vivi mencium pipi Radit


"wow" kata Radit


"Kenapa?" tanya Vivi


"aku ketagihan anjir" kata Radit dengan wajah yang merah


"apaan si?" tanya Vivi


"nggak ayo turun sarapan" ajak Radit


"ayo, eh tunggu bang nanti pas pulang bawain aku melon ya"kata Vivi


"baiklah ayo kita turun dan makan aku yakin anak kita pasti lapar juga"


"biasa aja nih bang Radit" kata Vivi ditengah perjalanan mereka menuju ruang makan.sesampainya di disana terlihat bunda yang sedang duduk disamping ayah dan sebelah bunda ada Baek yang senyum senantiasa terlihat di wajah nya.


"wah ad ayang lagi Seneng ni,yang satu seneng dapat pacar baru yang dua seenng habis bucin-bucinan" kata Vivi


"ada yang seneng ni habis malak tempat kencan orang" kata Baek dengan nada menyindir Radit hanya diam sedangkan Vivi memasang wajah cengirnya


"ahaha Vivi biasa' aja siapa yang malak siapa? " kata bunda,ayah hanya senyum malu-malu.

__ADS_1


"rahasia Bund" kata Baek


"yang satunya Baek nih? emang kamu punya pacar?" tanya bunda


"iya ni bund bang Baek lagi bucin" kata Vivi


"Diem vi Lo juga lagi bucin bunda Ama ayah juga wah the real keluarga bucin" kata Baek


"hwleee" kata Vivi menjulurkan lidahnya tak peduli


"cie Baek sekarang lagi bucin sama siapa?" tanya Bunda


"Bund harap maklum diakan baru pertama kali pacaran" kata ayah


"jangan gitu dong ah " kata Baek


"sudah-sudah Baek jangan digoda terus nanti malu dianya ayo makan aja" ajak Bunda. akhirnya semua sarapan dengan khidmat.setelah selesai sarapan Vivi mengantar Radit dan Baek ke depan.


"hati-hati ya bang" kata Vivi kepada Radit dan Baek


"iya kamu diam-diam dirumah kalau mau ketemu sama Rossa atau Sonhee suruh kesini aja mereka" kata Radit Sambil mencium kening Vivi, vivipun mengangguk.


"Abang duluan ya lama-lama overdosis gue liat kemesraan kalian" kata Baek lalu pergi mengendarai mobil nya menuju kantor.


"Aku juga pamit sayang" kata Radit mengelus perut Vivi dan juga menyusul Baek keluar dari gerbang mansion


"bye bang hati-hati " kata Vivi sambil melambaikan tangannya kepada Radit dan Baek, Setelah itu ia kembali ke dalam.


"aku bosan" kata Vivi lada dirinya sendiri,lalu ia membuka grup percakapan nya dengan Rossa da Sonhee isi chat:


Vivi : "woy sini ke rumah laki gue, gue bosen nih"


Rossa:" rumah Lo yang dimana?"


Sonhee:" tumben Vi, kemarin dari Mane aja Lo"


Vivi membalas ke Rossa :" Dikores (Korea Selatan)"


Vivi membalas ke Sonhee :" masalah keluarga nanti gue ceritain"


Rossa membalas ke Vivi :" skip halu, share lock kita gelud"


Vivi :" mengirim lokasi"


Vivi :" kenapa tanya? belum beberapa hari jadian dah mau ngapel aja gue Ama Sehun yang dua tahun jadian nggak ada apa-apa"


Rossa:" anjir bangun Vi liat bang Radit"


Sonhee:" ahay bang Radit kek oppa si tapi gantengan Loey njay"


Vivi:" banyak bacot sini cepat"


Rossa:" okey otw"


Sonhee:" baiklah"


Sementara menunggu Rossa dan Sonhee datang Vivi bergegas mandi.


setelah 20 menit Vivi keluar, ia menekan tombol darurat untuk memanggil pelayan.pelayan datang dan mengetuk pintu kamar Vivi.


"ada liat teman saya nggak bi?" tanya Vivi


"iya non ada diluar kita belum berani buka pintu hehe" jawab pelayan itu.


"oh gitu suruh masuk saya kenal mereka itu teman saya" pinta Vivi.


"baiklah nyonya saya akan menyuruh satpam membukakan pintu" jawab pelayan itu patuh.


akhir nya Rossa dan Sonhee datang ke mansion Radit, para pelayan membawa mereka ke tempat khusus untuk tamu.


"wah mewah bet mansion laki Lo canggih lagi" kata Rossa kagum


"wah the real sultan" kata Sonhee


"entah gue juga kaget tiba-tiba diajak tinggal disini, jadi penasaran gue seberapa kaya ya laki gue?tapi Suho keknya lebih kaya deh" kata Vivi


"Suho mah beda lagi Vi" kata Rossa


"Dan Lo yang udh nikah Ama dia masih nggak tau dia siapa?" tanya Sonhee


"nggak" jawab Vivi polos

__ADS_1


"bodo banget" kata Rossa dan Sonhee


"dahlah cape bahas itu kita mau ngapain nih?" tanya Vivi


"kita cerita sambil ngemil sampe nanti jam sepuluh,trus kita masak-masak, habis lohor kita solat trus lanjut Ama drakor sambil shopping gmn?"tanya Rossa


"boleh tapi aku nggak mau keluar mager dilarang juga" kata Vivi


"pake apk aja" kata Rossa


"iya deh , ya udah ayo cerita-cerita "ajak Vivi


"eh Sonhee, Lo tau nggak bang Baek Ama si dia itu pacaran?" tanya Vivi sambil menunjuk Rossa menggunakan dagunya.


"wah seriusan Lo?" tanya Sonhee


"iya dong " jawab Vivi


"ceritain Rossa awal mula kalian bisa jadian" kata Sonhee


"iya deh" jawab Rossa setuju


"kan gini awalnya aku dikabarin Vivi katanya kamu kenapa-kenapa pas itu aku tu buru-buru banget aku keluar nya pake baju tidur anjir, nah trus pas itu aku nggak check baik-baik alamat nya aku malah salah alamat trus Vivi suruh bang baek jemput gue karena mobil gue nggak mau nyala nah bang Baek juga buru-buru tu sampe dompet nya ketinggalan dan akhirnya mobilnya bang Baek berhenti aku kira rusak ternyata nggak ada bensin nya mana itu kita ditempat yang sepi trus aku Ama bang Baek cari tempat yang jualan bensin kita Nemu si tapi..."


"tapi apa?" tanya Sonhee


"lanjut woy" kata Vivi


"anjir gue minum dulu kering nih tenggorokan" kata Rossa


"tapi sayangnya bang Baek lupa bawa dompet ketinggalan anjir nah terpaksa kita curi tuh bensin katanya si mau bayar hari ini.."


"what! yang bener Lo? kalian nyuri? bayar besok? prik banget ajjr ahahaha"kata Vivi tertawa.


"iiih gue lanjut ... nah pas bang Baek ngisi tu bensin di cerigen yang kita bawa diliat ama yang punya toko ya kita kabur nah pas lari bang Baek ngungkapin perasaannya ya aku ajak dia pacaran aja habis cerita" kata Rossa


"lah? Lo yang ngajak pacaran?" tanya Sonhee


"ya iyalah guekan pro" jawab Rossa dengan bangganya


"anjir wah Daebak " kata Vivi sambil menepuk tangan


"dah-dah jangan tanya aku lagi kita bahas masalah kamu yang nggak keluar goa akhir-akhir ini" kata Rossa mengalihkan pembicaraan, wajah Vivi langsung berubah masam dan bercampur sedih, dia menghembuskan nafasnya pelan dan mulai bercerita.


"kan gini gue punya paman diakan kakaknya Bunda namanya Bento tapi bukan kakak kandung si kakak tiri nggak sedarah walaupun begitu bunda tetap menganggap nya kakka kandung mereka melalui perjalanan hidup bersama dari kecil sampai saat ....Hiks..hiks.."


"lah kenapa nanges?" tanya Rossa


"Jangan nanges Vi" kata Sonhee memberikan Vivi tisu


"Gue nyesek banget anjir" kata Vivi


"nggak usah diceritain aja dah " kata Sonhee


"iya Vi" kata Rossa setuju


"tapi kalau gue pendam kek gmn gitu" kata Vivi


"ya udh cerita aja" kata Rossa


"sampai saat mereka dewasa ternyata paman Bento menyimpan rasa pada bunda ia berniat menyampaikan perasaannya tapi bunda terlanjur sudah menemukan ayah Vernando dan pa..paman paman.. karena sakit hati.. pa..paman membunuh hiks...hikss ahahahah sungguh tragis hiks.. hikss .. paman membunuh bunda aku tau aku terlihat menyedihkan tapi ini tak seberapa dengan penyesalan paman, hiks..hikss..dan dengan teganya dia masih mengimpikan kehancuran keluarga bunda sampai skrg ah nggak sampe dia dipenjara bayangkan aku yang masih kecil belia ditinggalkan oleh sosok seorang ibu? ketika aku masih TK aku bahkan tidak berani melawan seorang anak sombong jika dia mengatakan "aku akan memberi tahu ibu" rasanya sangat menyakitkan " kata Vivi menghapus air matanya


Rossa dan sonhee ikut menangis air matanya jatuh.


"yang sabar ya vi kita bakal terus disamping Lo kok"


"makanya kemarin gue tiba-tiba pindah rumah trus tinggal disini karena paman bento masih ngincar gue" kata Vivi


"huwa Vi maafin kita nggak ada pas Lo butuh" kata Sonhee sambil memeluk vivi mereka bertiga pun berpelukan


"iya nggak apa-apa" kata vivi


"maafin gue juga yang peka" kata Rossa


"sante..udah-udah ayo kita shooping cape gue nanges trus" kata Vivi


"lah katanya habis lohor??" tanya Sonhee


"Kam masih lama lagi " kata Vivi


"baiklah " jawab Sonhee

__ADS_1


"udah-udah gas nguengg kita shooping" kata Vivi bersemangat


"siap Bu bos" jawab Sonhee dan Rossa bersamaan merekapun membuka aplikasi belanja dan berbelanja sepuas mereka.


__ADS_2