Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
30. Semuanya Kembali Seperti Semula


__ADS_3

Pagi itu Mansion Radit sudah ramai dengan suara piring dan sendok, berarti pada pelayan sedang memasak sarapan pagi. Terlihat Vivi yang sedang menyiapkan keperluan sarapan dan Bunda yang sedang mengontrol para pelayan yang sedang memasak, sedangkan ayah sedang menonton TV di Ruang Keluarga.


"Vivi jangan cape-cape sayang biarkan pelayan yang mengerjakan nya" kata Bunda


"nggak kok Bund ini mudah" jawab Vivi.


"eh, Radit belum bangun?" tanya Bunda, Vivi menggeleng.


"lah ini dah hampir jam 8 dia tadi nggak subuh dulu?" tanya Bunda


"Udah Bund habis itu tidur lagi katanya lengannya masih sakit" jawab Vivi


"Lengan Radit kenapa?" tanya Bunda khwatir


"Bang Radit kemarin tertembak ternyata, trus dia kek nyembunyiiin gitu lengannya yang ketembak" jawab Vivi lagi


"astaga anak itu, aku yakin ia takut kita khawatir, Apakah lukanya sudah membaik?" tanya Bunda


"Udah kok Bund tadi aku sempat check hampir kering tapi nanti bakal aku suruh ke dokter buat cek" kata Vivi


"syukurlah" kata Bunda lega


"Iya, eh Bunda mau coba pake hanbook nanti nggak Ama aku?" tanya Vivi


"Pakaian khas Orang Korea itu yah?" tanya Bunda


"Iya Bund tadi malam aku minta ke bang Radit" jawab Vivi


"Ooh gitu Bunda mau banget tapi Bunda hari ini mau jalan Ama Ayah kek kencan-kencan gitu hahaha" kata Bunda terkekeh


"wow-wow Bunda Ama Ayah kok kek anak muda gitu yah" kata Vivi ngakak


"ya nggak apa-apalah biarpun muka tua semangaat jangan sampe tua " kata bunda


"Hahahah cape ketawa" kata Vivi. Tiba-tiba Baek datang dari belakang bunda dan mengejutkan Bunda


"dor!" kata Baek


"ah kamcagiya!" teriak bunda sambil memegang dadanya


"hahahah bunda kaget yah" kata Baek


"Ya gimana yah cara jawabnya" kata Bunda


"Hehehehe" Baek ngehehe.


"eh Radit belum juga bangun?"tanya Bunda, Baek mengangkat pundak sambil menggeleng tanda tak tahu


"Ya udah aku mau bangunin Bang Radit dulu" kata Vivi beranjak bangun tapi ditahan Bunda


"Biar Bunda aja kasian kamu Ama dedeknya " tawar Bunda


"iya deh Bund" kata Vivi setuju. Bunda beranjak dan menuju kamar Vivi dan Radit. Dikamar Radit amsih tertidur dan tiba-tiba ia mendengar deheman ia mengira itu Vivi ia membuka matanya wanita itu berdehem lagi,


"ekhem" bunda berdehem sambil duduk di kasur,Radit yang mendengar deheman matanya langsung terbuka.


"Sayang ? itu kau?" tanya Radit setengah ngantuk, tidak ada jawaban,


"Sayang kemari berikan aku pelukan hangat dan ciuman pagi" kata Radit


"Vivi?" tanya Radit sambil mendekat sedangkan bunda masih diam dengan sekuat tenaga menahan tawa. "Baiklah biar aku yagg memberikan mu pelukan" kata Radit sambil memeluk Bunda nya.


"sekarang ciuman" Kata adit hendak mencium bunda tapi tiba-tiba


"pak"bunda menampar jidat Radit


"aduh sakit, Vivi kenapa kau menampar jidat ku" kata Radit


"Kau mau mati? aku ini ibumu" kata Bunda sambil tertawa melepaskan tawanya yang sejak tadi terpendam


"Astaga Bunda apa yang Bunda lakukan,dan kenapa bunda menggunakan Hoodie Vivi" kata Radit yah Hoodie yang digunakan Bunda adalah Hoodie milik Vivi dengan gambar logo segilima dan tulisan exol ada tanda tangan juga dibawah kalimat itu.


*Flashback*


ketika diperjalanan menuju kamar Radit dan Vivi bunda merencanakan sesuatu.


"ngerjain sekali-kali enak nih" kata Bunda nyengir.setelah Sampai dikamar Vivi dan Radit Bunda menuju ruang ganti milik Vivi dan Radit ,ia mengambil salah satu Hoodie Vivi dan menggunakan nya ia menutup kepalanya agar wajahnya tidak terlihat jelas, setela itu ia kembali ke kasur tempat Radit tidur ia berdehem.


"Ekhem" bunda berdehem sambil duduk di kasur,Radit yang mendengar deheman matanya langsung terbuka.


"Sayang ? itu kau?" tanya Radit setengah ngantuk, tidak ada jawaban,


"Sayang kemari berikan aku pelukan hangat dan ciuman pagi" kata Radit


"Vivi?" tanya Radit sambil mendekat sedangkan bunda masih diam dengan sekuat tenaga menahan tawa. "Baiklah biar aku yagg memberikan mu pelukan" kata Radit sambil memeluk Bunda nya.


"sekarang ciuman" Kata adit hendak mencium bunda tapi tiba-tiba


"plak"bunda menampar jidat Radit


"aduh sakit, Vivi kenapa kau menampar jidat ku" kata Radit


"Kau mau mati? aku ini ibumu" kata Bunda sambil tertawa melepaskan tawanya yang sejak tadi terpendam

__ADS_1


*Flashback Off*


"Bunda seniat itu mengerjai ku? ini masih pagi " kata Radit beranjak dari tempat tidur


"bagaimana lenganmu? apakah sudah baikan?" tanya Bunda


"udah Bund tadi malam diobatin Vivi" jawab Radit senyum-senyum


"kamu tuh kok bisa buchean tingkat dewa, padahal kamu dulu datar loh" kata bunda tak menyangka


"ya gmn yah dulukan aku belum ngenal cinta wkkw" kata Radit, bunda hanya tersenyum sambil menggeleng.


"Sekarang bagaimana? enak nggak di gampar cinta?" tanya bunda


"Ada enak ada nggak nya juga sih" jawab Radit


"hahaha, ayo turun ke bawah kita sarapan" ajak Bunda "iya berarti aku mandi nanti deh" kata Radit


"udah ayo" ajak Bunda. Radit dan bundapun turun kebawah untuk sarapan.


*DiRuang Makan*


"Bang Radit udah bangun?" tanya Vivi


"nggak masih tidur" jawab Radit


"kok jawabnya gitu? Trus kalau bang Radit masih tidur yang duduk disini siapa?" tanya Vivi sambil menyiapkan makanan Radit.


"Arwahnya jin sokrinnya " jawab Radit enteng


Baek yang melihat kemesraan antara Vivi dan Radit merasa canggung hanya dia yang menyiapkan makanan sendiri sedangkan Radit dan ayahnya di siapkan oleh Vivi dan Bunda Sela.


"Jin BTS?" tanah Bunda


"Eh Bunda army emang?" tanya Vivi


"Nggak juga kek suka aja gitu, kek sekedar tau" jawab Bunda, ayah hanya menggeleng sambil tersenyum.


"Dahlah cape Korea Mulu" kata Radit dan langsung memakan makanan nya.


"eh Lo tumben diam-diam Bae?" tanya Radit


"Ya mana-mana mau guelah" jawab Baek sok cuek


"Lo kenapa?" tanya Radit serius


"Nggak kenapa-kenapa. aku dah selesai mau ke kantor dulu aku pamit" Baek pamit ke kantor.


~Jangan-Jangan Bang Baek lagi galau, nanti aku tanyain ah, aku emang akhir-akhir ini aku jarang ngomong Ama bang Baek~Batin Vivi


~Apakah ia merasa terasing ikan?~ batin ayah


Setelah sarapan Radit dan Vivi kembali ke kamar Bunda dan ayah duduk diruang Keluarga ayah menonton Tv Bunda scrol ponsel.


*Dikamar Vivi*


"Eh Bang Radit ngerasa bang Baek aneh nggak?" tanya Vivi."


"kamu juga ngerasa?" tanya Radit


"Iya bang" jawab Vivi


"Keknya galau cinta-cinta" kata Radit


"Emang dia punya pacar?" tanya Vivi


"Setau aku dia suka sama teman kamu yang namanya Rossa" kata Radit


"aku juga tau itu, tapi gimana yah? bang Baek nggak peka orangnya"kata Vivi


"Cowok emang gitu makanya kamu juga kalau mau apa-apa bilang aja jangan kode karena aku bukan ahli smaphore dalam Pramuka" kata Radit lembut


"iya deh" jawab Vivi


"bantuin mereka ayok" kata Vivi mengambil inisiatif


"aku tak ingin terlibat akan hal-hal aneh" kata Radit


"Kalau bang Radit nggak bantu nggak ada yang modalin dong" kata Vivi mencari alasan


"emang kamu perlu uang buat dekatin mereka?" tanya Radit, Vivi mengangguk.


"Kamu lupa ? udh 10 kartu debit loh yang aku kasih kekamu" kata Radit


"eh iya" Vivi menepuk jidat ia lupa kalau Radit memberikan nya kartu ATM dan ia lupa menaruhnya dimana.


"Aku lupa taruhnya dimana" kata Vivi polos.


"astaga kartu debit yang isinya uang aja dilupain" kata Radit


"ya udah ambil aja di brangkas,kodenya kan kamu tau" kata Radit


"nggak ah mubazir aku cari dulu siapa tau ada" kata vivi beranjak dari sofa menuju ruang koleksi nya dan mencari kartu debit dilemari koleksinya.

__ADS_1


"seingatku aku meletakkan nya disini" kata Vivi, terus mencari kartu debit tersebut di antara album-album dan berbagai aksesoris K-popers koleksi nya.


"ah ketemu" kata Vivi .ternyata ia menyelipkan nya di dalam album


"keknya pas itu aku kira ini PC deh kan kertasnya rada-rada mirip" gumam Vivi. Radit masuk


"ketemu?" tanya Radit


"iya aku kira ini PC kemarin Anji" kata Vivi


"hahaha kalau album yang isinya kartu debit itu kamu jual pasti bakal kaya mendadak tuh orang yang beli"kata Radit sambil tertawa.


"enak aja aku nggak bakal jual long aku dapatnya susah Lo harganya mahal juga pkonya itu berarti buat aku , makanya ruangan ini aku ngagk suruh orang masuk biar aman dan nggak hilang barang-barang nya" kata Vivi


"kek museum aja tuh album" kata Radit


"hehehe " Vivi hanya terkekeh


"Bang Radit bantu aku deketin mereka yah" bujuk Vivi. Vivi ingin Radit belajar romantis' dari rencana PDKT Baek dan Rossa siapa tau setelah ini ia Radit akan lebih romantis dan peka itukha yang dipikirkan Vivi.


"Aku mau imbalan" Kata Radit dengan senyum jahilnya


"Mau apa emang?" tanya Vivi


Radit melirik bagian tubuh Vivi yang membuatnya candu, reflek Vivi langsung menutup nya.


"kenapa liat-liat?" tanya Vivi


"Jadi mau nggak aku ikut nih?" tanya Radit


"ya... ya ..mau lah tapi harus yah dikasih?" tanya Vivi


"ya iyalah" kata Radit


"Ya udah nggak usah aku minta bantuan temanku aja " kata Vivi ngambek


"Ya udah kalaupun kamu nggak mau aku bebas ngapa-ngapain kamu kan sekarang kita dah nikah" kata Radit dengan senyum menggoda, blush wajah Vivi and merah


"Apaan bang radit seenaknya aja tau gini nggak bakal mau aku nikah Ama kamu, orang yang mesum nya tingkat dewa gini " kata Vivi sinis


"Ya gmn yah Kitakan dah nikah dah itu- itu juga" kata Radit.


"Bang Radit diam nggak!" teriak Vivi sambil berjalan keluar dengan perasaan kesal, sedangkan Radit?hanya tersenyum karena berhasil menggoda Vivi.


Vivi duduk lagi disofa ia berniat menghubungi bang Baek tapi pandangan jatuh pada bang Radit yang sedang melucuti pakaiannya dan terlihat kesakitan dibagian lengannya, karena Vivi orangnya gampang kasian jadi ia membantu Radit.


"sini aku bantuin" kata Vivi sambil membuka pelan-pelan baju Radit.


"tumben" kata Radit.


"diam nggak " kata Vivi,


"hmm Iya deh" kata Radit patuh


"Aku mandiin aja yah nanti kalau lukanya kena air gimana " kata Vivi dengan nada khwatir


"dengan senang hati" kata Radit senang. Vivipun memandikan Radit.


"Aku senang deh kamu perhatian gini sama aku, kalau tau gini aku bakal mau kena tembak terus" pletak!


Vivi mneyentil jidat Radit


"aduh sayang kok aku disentil sih?" tanya Radit.


"kamu tuh kenapa kalau ngomong nggakmmikir panjang dulu sih? kamu padahal pintar skrg kok bodoh banget ya" kata Vivi heran


"bodoh karena kecantol kamu" kata Radit


"lain kali yang ngomong gitu yah" kata Vivi


"siap" Jawab Radit


"Bang jangan lupa yang aku minta "kata Vivi mengingat kan


"iya deh" Jawab Radit patuh


"eh sini sabunin,duduk didalam bak aja biar leluasa" kata Radit menyeringai, Vivi dengan polosnya malah mengikuti perintah Radit,dan akhirnya terjadilah hal yang tak diinginkan.


Setelah 1 jam dikamar mandi Vivi dan Radit akhirnya keluar, dengan posisi Radit menggendong Vivi.


"ah kok lemes banget pinggang ku juga sakit" kata Vivi mengeluh


"Sakit banget yah?" tanya Radit, Vivi diam.


~Dasar sialan pake acara nanya lagi, nyesel gue bantuin dia tau gini kaga bakal. Mana gue lagi hamil lagi dia kira gue ***-*** apa pinggang gue sakit anj~ Vivi mengumpat Radit dalam hati


"Jangan mengumpat ku sayang" kata Radit


"emang kenapa?" tanya Vivi


"nanti pahalanya yang tadi nggak keitung" kata Radit dengan senyum mesumnya


"turunin aku, aku nggak mau digendong orang yang mesumnya nauzubillah kek kamu" kata Vivi

__ADS_1


"jangan marah dong"kata Radit membujuk Vivi


"mhhh" jawab Vivi


__ADS_2