
*Pukul 01.15 Mansion Milik Radit*
Tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dan ponsel Radit berbunyi. Radit bangun ia kaget, ia mencari Vivi ternyata Vivi masih tertidur pula s di sampingnya.
"Dia Masuk ? Berani sekali dia, kukira dia takkan senekat ini" Gumam Radit iapun membangunkan Vivi.
"Vivi..Vivi.." kata Radit pelan
"iya Kenapa Bang?" tanya Vivi
"Bangun Sekarang pamanmu ada diluar,
"Ayah Bunda cepat gercep yah" kata Vivi
"Iya dong" kata Ayah dan Bunda semangaat.
"Bang Baek mana?" tanya Vivi
"Di luar lagi mantau" kata Radit
"loh? kalau bang Baek kenapa-kenapa gmn" kata Vivi khawatir
"Itu takkan terjadi aku bakal selamatin dia"Kata Radit meyakinkan
"Terima kasih" kata Vivi
"udah ayo ikut aku" ajak Radit.Radit membawa Mereka bertiga ke sebuah tempat Rahasia dimana pintu tempat itu dilindungi dengan kemaanaan kode biometrik hanya bisa terbuka dengan kode ibu jari Radit.Ketika pintu terbuka didalamnya ada tempat tidur, kulkas,kamar mandi, dan banyak keperluan lain,setelah itu Radit menyelimuti ibu jarinya dengan lem fox agar ia bisa membuat salinan sample ibu jarinya, dan memberikannya pada Vivi.
"ini. jika hal buruk terjadi kaburlah lewat kamar mandi disana ada keamanan biometrik juga jadi kau memerlukan sidik jariku jangan menaiki pagar Karena aku telah memasang sengatan listrik bertegangan tinggi disana , setelah itu pergilah Ke Bandara disana sudah ada pesawat ku yang siap landas kapanpun,dan dokumen perusahaan ku ada di dalam laci itu" kata Radit
"eh bang Radit ngomong apaan" kata Vivi
"untuk jaga-jaga" kata Radit
"Radit hati-hati ya sayang sampaikan pesan ayah dan bunda pada Baek" kata ayah dan bunda.
"baiklah aku akan pergi" Radit menyalimi ayah dan bunda dan mencium kening Vivi dan pergi.Pintu tertutup lagi,air mata Vivi mengalir dipucuk matanya ia takut dan bingung takut jika bang Radit dan bang Baek kenapa-kenapa dan bingung mengapa pamannya sampai senekat ini padahal dulu ketika bertemu tatapan matanya sungguh teduh dan penuh cinta apakah itu palsu? tanya Vivi pada diri sendiri.
"Vivi sudah sayang jangan nangis nggak baik buat bayi nya" kata Bunda
"Tapi Bunda bang Radit Ama Bang Baek gmn?" kata Vivi khawatir.
"Percayalah pada Tuhan mereka akan baik-baik saja" kata Bunda, Vivi mengangguk.
*Sementara Di Luar Halaman Mansion Radit*
Ternyata anak Buah Paman Vivi belum sampe masuk.
"Bagaimana semua aman?" tanya Radit
"aman terkendali" kata Baek
"Untunglah aku memasang sengatan listrik disetiap puncak pagar jadi takkan ada yang bisa masuk sembarangan" kata Radit
"Kau pintar sekali" kata Baek
"Kau baru tau?" tanya Radit dengan sombongnya
"Lihatlah dia masih berusaha untuk meretas kode pegarmu" kata Baek
"Kau kira bisa masuk semudah itu" kata Radit meremehkan.
"Bedebah itu" kata Baek
"Bagaimana rencana kita selanjutnya?" tanya Baek
"Aku yakin pamanmu mengincar kau dan Vivi" kata Radit
"Kau mau jadi umpan?"tanya Radit sambil tersenyum smirk
"Dengan senang hati!"kata Baek membalas dengan senyuman penuh arti
"Baiklah Let's play begin " Kata Radit.
Baek mengikuti perintah Radit ia membuka pintu gerbang utama Radit dan menyerang anak buah pamannya.
"Hei kau bedebah! ayo lawan aku! inikan yang kau mau?" tanya Baek
"Kau keluar juga?" kata paman Bento
"Kenapa aku tak keluar aku bukan pengecut bukan bedebah brengsek yang hanya menggunakan pionku untuk menghancurkan lawanku dengan cara yang kotor"kata Baek
"Hahahaha kau jangan sok jago, kau belum melihat berita? adik kesayanganmu dan kakak ipar mu yang suka ikut campur itu sudah mati" kata Baek
"Hahahaha kau percaya semudah itu? benar-benar bodoh" kata Baek, paman Bento bingung.
~bukannya mereka memang sudah mati? foto mobil yang dikirim anak buahku yang sudah hancur lebur itu dan anak buahku sendiri yang bilang mereka semua telah meninggal~ batin paman Bento
"Kenapa kau diam?" tanya Baek
"Apa aku harus memberikan bukti bahwa adik mu dan iparmu itu sudah tiada?" tanya paman Bento
"Berikan!" kata Baek, Anak buah paman Bento memberikan Baek foto mobil yang sudah hancur berkeping-keping dan ia tau persis bahwa mobil itu mobil Radit, Baek bersimpuh ia terkaget.
"Sialan kenapa kau membunuh adikku" kata Baek berteriak
"Balas dendam" kata paman Bento
__ADS_1
"Atas dasar apa ? hah! katakan!!" tanya Baek
"Balas dendam atas pengkhianatan yang dilakukan oleh ibumu" kata paman Bento dengan senyum nahas
"sialan kau serang mereka semua!" pinta Baek. Akhirnya terjadi perkelahian anatara pengawal Baek dan pamannya,Baek sengaja membawa pasukan dengan jumlah yang sedikit agar mereka dengan mudah kalah.
"akui kekalahan mu" akta paman Bento
"Tak akan" kata Baek
"Tangkap dia!" pinta paman Bento
"Lepaskan aku sialan kau akan membayar ini " kata Baek. akhirnya Baek tertangkap dan merekapun memasukkan Baek kedalam mobil dan membawanya ke markas mereka.
*Kamar Rahasia*
"Bunda aku khawatir aku akan keluar sebentar" kata Vivi
"jangan sayang" kata bunda
"Jangan keluar Radit melarang kita keluar" kata ayah
"tapi..."
"sudah dengerkan saja" kata bunda, Vivi mengangguk.
~Ya Allah semoga Bang Radit Ama bang Baek baik-baik aja amin~ batin Vivi
*Markas Paman Bento*
Sesampainya disana Baek melihat semua orang memakai topeng dan baju berwarna pink.
"kok konsepnya kek idol K-Pop Korea yang disukai Vivi yah" Gumam Baek pelan
"Masukan dia kedalam sel!" pinta paman Bento
"Baik)" Jawab pengawal.
Setelah itu paman Bento ke ruangannya.
"Apakah sudah kau selidiki dengan baik-baik kebenaran tentang kematian putri dari Vernando?" tanya Paman Bento pada mata-mata terpercayanya
"Sudah tuan aku melihat sendiri mobilnya sudah hancur dan ketika kita berhasil masuk ke dalam mansion Radit, aku memberanikan diri masuk ke dalam mansion aku menyusuri setiap tempat disana hanya ada pada pelayan yang sedang duduk harap-harap cemas disana disetiap kamarpun tidak ada orang"
"Terus dimana Vernando dan istrinya?" tanya Bento
"Tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka disana tuan" kata mata-mata itu
"cari mereka" kata paman Bento, lalu keluar dari ruang pribadinya menuju ke tempat penyekapan Baek.
"Hei kau" kata paman Bento
"Dimana ayahmu itu?" tanya paman Bento
"Aku tak tahu" jawab Baek
"siksa dia sampai memberi tahu"pinta paman Bento
"Ah .." ringis Baek ketika di pukul anak buah paman Bento.
"kau tahu? aku sangat membenci ayahmu kenapa? "karena dia telah mengambil ibumu dariku" kata paman Bento
"uhuk..uhuk ... terus apa salahku? aku hanya hadir didunia ini atas kehendak Tuhan" Jawab Baek
"kau mau tau apa salahmu? karena kau terlahir sebagai anak mereka!" kata paman Bento
"Kau mau kejutan?" tanya paman Bento
"kau masih sempat menyiapkan kejutan untuk ku?" tanya Baek smirk
"kejutannya adalah aku yang telah membunuh ibumu"kata paman Bento mendekat ke arah wajah Baek
"cih" Baek meludahi wajah pamannya
"sialan kau meludahiku?" kata paman Bento
"kenapa? kau marah? itu tak setimpal dengan hal keji yang kau lakukan kepada ibuku" kata Baek
"kenapa kau membunuh ibuku anj***!" tanya Baek
"karena aku mencintainya dan ketika aku ingin mengutarakan perasaanku padanya dia malah menikah dengan ayahmu" kata paman Bento
"kau sadarlah bbedebah dia adikmu walaupun dia bukan adik kandung mu tak bisakah kau menyayanginya layaknya seorang kakak? kenapa kau menaruh hati pada ibuku" Kata Baek
"aku takkan menjawab pertanyaan tak masuk akalmu"
"itu masuk akal tak tahukah kau balas Budi? setidaknya Jika kau tak mendapat kan cintanya ikhlaskan dia" Kata Baek
"apa hakmu menyuruhku mengikhlaskan dia?" tanya paman Bento
"heh! ingatlah kau bukan mencintai nya kau hanya terobsesi dengan ibuku sialan!" kata baek
"kasihan sekali hidupmu hanya diisi dengan obsesi dan balas dendam" kata Baek dengan senyum meremehkan
"tutul mulut mu itu aku tak membutuhkan kritikan darimu" kata paman Bento murka
"siksa dia!" pinta nya, baek disiksa lagi dan yang membingungkan pengawal paman Bento hanya memukulnya sangat pelan Baek kenal orang itu diapun tersenyum.
__ADS_1
~Bento adijaya kau akan membayar ini sialan~ batin Baek
Bento mulai curiga dengan gerak gerik pengawal nya diapun seger mengeluarkan pistol
"siapa kau?". tanya paman Bento sambil menodorkan senjata ke kepala pengawal nya tiba-tiba terdengar tepukan tangan dari seseorang.
"hahahah kau tertangkap disaat yang tidak tepat padahal aku masih ingin bermain-main " kata Radit pada pengawal nya.
"kau? " kata paman Bento tak percaya melihat Radit yang masuk dalam keadaan sehat walafiat.
"Kau kaget? aku juga ingin memberikan kejutan padamu dan inilah kejutannya" kata Radit
"sialan kalian menipuku?" kata paman Bento
"Emang apa salahnya penipu menipu seorang penipu"tanya Radit
"brengsek sialan kalian, kalian tangkap mereka" pinta paman Bento.Seketika semua pengawalnya malah menodong senjata ke arahnya.
"apa-apaan semua ini!" teriak paman Bento
"ini kejutan lagi untukmu" kata Radit
*Flashback On*
Rdait menyuruh Baek keluar dan berpura-pura melawan lama Bento agar ia bisa mengetahui dimana markas Paman Bento.ketika perkelahian terjadi Radit tak sengaja melihat orang yang mencurigakan masuk kedalam mansion ia membiarkan nya karena ia tau apa yang orang itu cari, Setelah 25 menit berlalu orang itu keluar dan masuk kedalam mobil mengikuti mobil paman Bento dan Baek yang sudah melaju duluan, inilah kesempatan yang digunakan Radit ia melacak GPS yang dipasang ditubuh Baek sehingga ia bisa mengetahui tempat persembunyian paman Bento.
"kena kau" kata Radit. Radit mengikuti arah GPS itu ia membawa banyak pengawal yang sudah terlatih.
diantara pengawal paman bento ada salah atau pengawalmya yang memberikan informasi.
"Apakah aman didalam sana?" tanya Radit
"aman bos target sedang berada didalam Ruangan pribadinya yang kedap suara" jawab pengawalnya
Radit pun memulai serangannya ia melumpuhkan semua pengawal paman bento menyekap mereka disebuah Ruangan dan menyuruh pengawalnya untuk mengenakan seragam milik pengawal paman Bento, tetapi lengannya sempat terkena tembakan sehingga ia sedikit sulit untuk leluasa bergerak.
*Flashback off*
"sialan...sialan" umpat paman Bento
"tangkap dia!" pinta Radit para pengawal menangkap paman Bento dan memegangnya.sedangkan Radit melepaskan Baek dari ikatannya.
"wah ini sangat menyenangkan kukira takkan ada sesi pukul memukul " kata Baek dengan tatapan tajamnya
"aku hanya ingin membalasmu karenamu Vivi marah padaku " kata Radit
"sialan" kata Baek
"ekhem karena aku sedang berbaik hati aku aku takkan membunuh mu" kata Baek
"tapi aku punya dua kejutan lagi untukmu" Kata Baek.
"ini yang pertama" kata Baek sambil menyodorkan kertas didepan paman Vernando isinya
Untuk Kak Bento
" Mungkin ini tak spesial tapi aku sengaja menulis surat ini jika sewaktu-waktu aku meninggal kau bisa melihat dan membacanya.kau tahu? aku akhir-akhir sempat bingung dengan sikap datarmu, kau menghindari ku akhir-akhir ini kenapa? padahal aku akan menikah dalam beberapa hari ini sebenarnya aku ingin menghabiskan waktuku denganmu sebelum aku menikah tapi kau malah menjauhi ku dengan alasan pekerjaan. aku jadi bertanya dimana kakakku yang selalu menyayangi ku? dimana kakakku yang sellau membantuku? dimana kakakku Yangs slalu menghibur ku? dimana kakakku yang rela meninggalkan perkejaan nya demi diriku? aku tau ini kekanakan tapi... kata orang seorang adik tetap akan menjadi seorang adik Dimata kakaknya walupun dia sudah beranjak dewasa dan ataupun menikah. kenapa kau tak bercerita kepadaku jika ada masalah? aku bisa menjadi pendengar yang seperti biasanya.
jika aku memilki kesalahan padamu, maafkan aku aku benar-benar minta maaf, jika kau merasa terganggu dengan kecerewetan ku, maafkan aku. Tetapi aku benar-benar tulus dalam hati yang terdalam aku menyayangimu.Kak Bento aku menyayangimu, walaupun kita bukan saudara kandung tetapi aku benar-benar menyayangi mu,terima kasih telah mau
menjadi kakakku, pelindung ku, dan segalanya bagiku......."
Fely adik kesayanganmu.
setelah membaca surat itu air mata Bento menetes, ia tak menyangka Fely sangat khawatir padanya dan setelah apa yang dia lakukan sekarang ia menyesal sangat menyesal ketika diberikan kenikmatan dengan mendapat keluarga yang sangat menyayangi nya ia malah menuntut lebih dengan mencintai orang yang ia anggap sebagi adiknya ia tersadar benar kata Baek, ia hanya terobsesi yah obsesi yang membuat gila sampai detik ini, jika ia memiliki mesin waktu seperti Doraemon dia akan menggunakan nya ia ingin kembali ke masa dimana ia hidup bahagia bersama adiknya dan keluarga adijaya lainnya ia menyesal sangat menyesal.
"Aku tau kau menyesal, aku hanya sedikit bingung padahal kau tampan kenapa tak mencari wanita lain saja aku yakin bnayak wanita akan mengatur menjadi istrimu" kata Baek
"diam sialan" kata paman Bento
"jangan menyesal dulu,aku masih punya satu kejutan terakhir untukmu" kata Baek
"Tada!!" kata Radit sambil membawa beberapa polisi dan rekannya.
"Saudara Bento anda ditangkap karena telah melakukan pembunuhan terhadap adik anda sendiri dan percobaan pembunuhan kepada orang lain" kata polisi. Paman Bento terlihat tenang dia hanya menunduk
~apakah ini konsekuensi yang harus aku bayar?~ tanyanya dalam hati
~aku akan menebus kesalahanku, maafkan aku fely~ batin paman Bento air matanya masih keluar.
"kau cengeng sekali" kata Baek, paman Bento hanya dia sambil menunduk ketika dibawa oleh pihak polisi ke kantor polisi' untuk diperiksa.akhirnya masalah ini selesai Baek dan Radit baik-baik saja mereka pulang dengan selamat.
"akhirnya ini berakhir" kata Baek
"wajah mu kenapa pucat sekali?" tanya Baek
"aku baik-baik saja" kata Radit
"dan aku senang kau baik-baik saja"
"hei jangan ngomong gituan jijik gue Anjir"kata Baek
"hahahah kukira kau akan melow dan langsung menangis seperti Vivi" kata Radit
"aku bukan cewek yah, aku lakik" kata Baek sambil memukul lengan Radit
"ah sakit" kata Radit
__ADS_1
"astaga lenganmu terluka pantas saja wajahmu pucat, nanti kita akan mengobatinya ketika sampai dimansion" Kata Baek dan raditpun mengangguk melanjutkan perjalanan dan
mereka akhirnya sampai dimansion Radit.