
Setelah Rossa pergi Vivi dan Sonhe bergegas kembali ke mansion karena Baek dan Radit ada urusan dikantor mereka Pamit duluan tadi. sudah beberapa lama mereka menunggu tapi supir dari Mansion belum datang-datang juga, dan tiba-tiba ada org yang melambai ke arah Vivi dan Sonhee
" Nona!" sapa pria itu
" Anda siapa?" tanya Vivi dan sonhee
" saya? saya adalah supir dari kantor Tuan Radit saya disuruh menjemput Nona,anda nona vivikan?" tanya supir itu.
Supir itu tak terlihat seperti supir tapi bodyguard... ya dengan muka datar,baju serba hitam, kacamata hitam, dan kepala botak.
"Vivi gue takut" kata Sonhee
" tenang aja diakan suruhan Bang Radit" Vivi menenangkan Sonhee
" Mmmh tapi..."
" sudah-sudah ayo naik" kata Vivi
" mari Nona" kata pria itu sambil membuka pintu mobil
" terima kasih " kata Vivi sambil membungkuk
Vivi dan Sonhee pun duduk di bangku belakang dimobil itu tidak ada percakapan hanya sunyi.
" kenapa auranya tegang sekali yah?" tanya Sonhee ke Vivi pelan
" aku merasa sedang berada di kuburan sunyi sekali bahkan musikpun tak ada" kata Vivi pelan
" nona apakah anda memerlukan sesuatu?" tanya supir itu
"ehemm...tidak lanjutkan " kata Vivi
" wihh udh kayak nyonya aja Lo" kata Sonhee
" cocok yah?" tanya Vivi bercanda
" iya Lo udah cocok jadi nyonya wkwk" kata Sonhee becanda
" kamu biasa aja" kata vivi.
setelah melalui perjalanan yang cukup lama mereka sampai di Mansion Keluarga Vernando.
~ apa yang akan aku lakukan? apakah aku harus diam saja? atau mengadukan ini kepada ayah? apa yang ayah dan Bunda pikirkan tentang aku nanti~. batin Vivi gelisah.
"Lo knp Vi?" tanya Sonhee
" Ng..nggak ee.. Sonhee sebenarnya ada yang pengen gue ceritain ke kalian berdua" kata Vivi ragu-ragu
" ayo ceritain jangan sungkan-sungkan" pinta Sonhee
" nanti dong tunggu Rossa ke sini" kata Vivi
" ya udah ayo kita masuk" ajak Vivi
"iya " jawab Sonhee
Vivi dan Sonhee masuk ke dalam Mansion diikuti oleh pelayan yang membawa barang-barang mereka.
" Ayah... Bunda...aku pulang" kata Vivi semangat
" OMG i'm so Miss you " kata bunda
" I know" kata Vivi bangga
" Putri ayah Akhirnya sampai juga,how is your holiday?"
mendengar pertanyaan Ayahnya Vivi diam
" Vivi?" panggil ayahnya
" ehhh iya itu sangat men.. menyenangkan"kata Vivi terbata-bata hanya dijawab Anggukan oleh ayahnya
" Vi oleh-oleh buat bunda mana?" tanya Bunda Sela.
" ooh iya hampir lupa" kata Vivi memukul kepalanya
" ia pun membuka kopernya dan mengeluarkan oleh-oleh untuk Bunda Sela.
" ini Bund" kata Vivi
" wow makasih bagus banget sayang" kata bunda mencium pipi Vivi
" buat ayah mana?" tanya Ayah
" astaga ayah kelupaan tapi nggak apa-apa sini aku cium aja sebagai oleh-oleh" Kata Vivi sambil mencium pipi ayahnya.
" warnanya bagus loh" kata bunda memuji
" syukurlah bunda suka dan untung ada bang Radit yang kasih tau kalau bunda suka yang begitu"
~eh.. kenapa gue jadi ngomongin Bang Radit gue udh gila yah?~ batin Vivi sambil menggeleng
" oh ya? tumben Radit mau diajak belanja" Kata bunda
" Vi knp?" tanya Bunda dan ayah
" Ng..ngak kok hanya sedikit pusing" kata Vivi berbohong
" ya udah sana kalian istrahat, mau makan dulu?"
kata bunda
__ADS_1
" iya bunda, nggak masih kenyang hehe" kata Vivi dan Sonhee
" ya udh sana istrahat kalian pasti lelah" kata bunda
" iya bund kita istirahat dulu" kata Vivi pamit.
Vivi dan Sonhee kembali ke kamar masing-masing, membersihkan diri dan istirahat.
*Sementara Di Perusahaan SR*
Terlihat Radit dan Sekertaris nya sedang berbincang.
" Jadi..... apakah aku harus menikahinya dulu atau mengambil hatinya dulu?" tanya Sekertaris Rang
" menurut saya tuan sebaiknya menikahinya dulu" saran Sekertaris Rang. Radit hanya diam
" apa ada jadwal lagi?" tanya Radit
" ada tuan " kata Sekertaris Rang
" ooh... pending dulu aku ingin pulang" kata Radit
" baik tuan" kata Sekertaris Rang
Raditpun Kembali ke mansion
Sesampainya di Mansion Radit bergegas masuk ke dalam.
" Anak Bunda pulang" sambut bunda sela
" iya bund" hanya itu jawaban Radit
" apakah liburan kalian menyenangkan?" tanya Ayah Vernando
" iya" kata Radit
" aku perlu berbicara dengan Ayah dan Bunda" kata Radit serius
" apa yang ingin kamu bicarakan ayo bicarakan" kata ayah dan Bunda antusias
" nanti setelah Baek pulang" kata Radit
" oh baiklah" kita bunda.
" aku ingin beristirahat" kata Radit
" baiklah, tak ingin makan dulu?" tanya Bunda." nanti saja" jawab Radit
Radit kembali ke kamarnya dan beristirahat
*pukul 19.05*
Mansion Keluarga Vernando dihebohkan dengan teriakan Rossa.
" astaga!! bisa gila aku Vivi mana kamar Vivi astaga!! Sonhee? iya Sonhee mana?" katanya ngagk jelas
" astaga Rossa kenapa teriak-teriak?" tanya Bunda kaget
Baek dan Radit pun kaget mereka langsung terbangun dan menutup telinga mereka
"Tuh anak kesurupan apa apaan ya?" tanya Baek pada diri sendiri sambil menutup telinga
" astaga telinga ku bisa pecah ini" kata Radit menutup telinganya
" ini Bund astaga darurat! mana Vivi ? Vivi mana??" tanya Rossa tergesa-gesa
" itu diatas kamarnya" kata bunda
saking tergesa-gesanya Rossa salah jalan dia Menabrak guci besar di samping tangga dan untung nggak pecah
" astaga hati-hati sayang" kata bunda khawatir
" iya bund aku ke atas yah" pamit Rossa
diperjalanan pun Rossa masih bicara sendiri kayak org gila
diapun menuju kamar Sonhee
" Sonhee!! ikut gue " kata Rossa sambil menarik tangan Sonhee menuju kamar Vivi
" kenapa sih?" tanya Sonhee yang masih setengah sadar
" cepatan astag!! ini penting banget" kata Rossa
" iya" kata sonhe
sesampainya di kamar Vivi Rossa mengetuk pintu Vivi.
" Vi !! bangun Vi!! Vi!! ini darurat"
Vivi terkejut
" astaga apa yang terjadi apa terjadi kebakaran? tapi rumah inginkan ada alat pemadam api nya" kata Vivi kaget dia pun buru-buru membuka pintu
" kenapa?" tanya Vivi panik
Rossa masuk tergesa-gesa dan duduk disofa diikuti Vivi dan Sonhee
" kalian udh pada cek hp kalian? Instagram? Bubble? grup chat EXO??" tanya Rossa
" Goku lagi dicas" kata Vivi
__ADS_1
" aku juga" kata Rossa
" Astaga kaliam tau? kita ketinggalan info, huwaa!!" Rossa menangis
" kenapa sih?" tanya vivi dan Sonhee penasaran
" itu... ternyata setelah kita tau Chanyeol wamil Baek juga ikut dan sekarang dia bakal pergi wamil" kata Rossa menangis
" trus di bubble nya dia kirim pesan panjang, dan parah nya wamilnya 2 tahun huwa!!! happy virus gue!" Rossa menangis
"astaga hiks..hiks" vivi menangis
" iih yang bener?" tanya Sonhee tak percaya
" astgaa kalian nggak percaya gue?" tanya Rossa masih terisak
" percaya lah" kata Sonhee
" trus berarti suami gue Sehun nyusul dong! huwa!!!" teriak Vivi histeris
" ya Tuhan berat banget ujian buat kita" kata Sonhee
"iya hiks...hiks.." mereka menangis
tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Vivi
"Vivi sayang kalian baik-baik aja? ayo makan malam semuanya udah dibawah" ajak bunda sela
" iya bund" kata Vivi sambil mengusap air matanya menggunakan tisu
Vivi, Rossa, dan Sonhee turun untuk makan malam
sesampainya di meja makan semua yang duduk akget melihat mata mereka sembap karena menangis
" kau kenapa?" tanya Radit
" bias wamil hiks..hikss.." kata Vivi
" astaga udah jangan nangis " kata Radit memegang tangan Vivi. semuanya bingung melihat interaksi Vivi dan Radit.
" ehemm" Baek Berdehem raditpun melepaskan tangannya.
" sudah-sudah ayo makan" ajak ayah
" iya kalian lebay Banget" kata Baek
" enak aja bilang gitu, ini tuh di tinggal suami kesayangan" kata Rossa
" suami apaan?" tanya Baek
" ya suamilah " kata Rossa
" kamu sudah menikah?" tanya baek
"iya emang kenapa?" tanya Rossa
" sejak kapan?" tanya Baek
" tahun kemarin" jawab Rossa
Baek diam tatapannnaybtajam seketika
" astaga bang Baek kenapa gitu mukanya? nikah halu maksudnya tuh" kata Vivi sambil tertawa
" kamu juga?" tanya Radit
" iya emang kenapa?" tanya Vivi menantang
" heh!! ya udah yang penting aku udah dapat itu" kata Radit wajah Vivi langsung memerah
" Itu apa?" tanya Bunda Sela dan ayah
" dapat foto aib Vivi " kata Radit bohong
" hahaha apa kaitannya?" tanya Ayah
" ya kalau dia macem-macem tinggal aku ancam" kata Radit
" ooh" kata ayah
" ya udah ayo kita makan" ajak bunda. semuanya mkaan tak ada suara hanya ada suara garpu dan sendok.
setelah makan Vivi dan teman-temannya ke kamar Vivi mereka duduk di balkon untuk bercerita.
" Vi ayo dong ceritain yang Lo bilang tadi" kata Sonhee
" emang apa?" tanya Rossa
" oh iya.. tapi kalian jangan bilang siapa-siapa" kata Vivi
" Okey"
" ehemm.. jadi gini pas kita liburan aku sama Rossakan ke club, nah disitu kita minum-minum Taulah karena apa, trus kita mabuk nah ada pelayan yang taruh obat ke minuman kita dan gue sama Rossa nggak sadarkan diri dan dibawa di kamar hotel kayaknya kita mau diperkosa tapi, ternyata bang Radit ikutin kita, nah dia Hubungin Bang Baek buat nyusul.bang Baek Ama bang Radit sempat kesulitan nyariin kita dan akhirnya ketemu dan untung kita belum di apa-apain.Nah bang Radit bawa aku pulang sedangkan bang Baek bawa Rossa pulang tapi obat yang diberikan ke kita beda-beda ...hiks...hikss"Vivi tak melanjutkan kalimatnya
" kenapa kenapa nangis?" tanya Rossa sambil mengelus pundak Vivi
" iya kenapa? lanjutin" kata Sonhee sambil memberikan tissue ke Vivi
" obat yang dikasih ke kita beda-beda, Rossa dikasih obat tidur dan mirisnya gue dikasih obat perangsang" kata Vivi masih terisak "dan..."
" what!!" teriak Rossa dan Sonhee bersamaan
__ADS_1
" jadi kalian..."