
Radit masih memandangi ciptaan tuhan yang begitu sempurna dimatanya ia reflek langsung memeluk Vivi dari belakang.
"eh bang Radit dah selesai mandi nya?" tanya Vivi
"udah " kata Radit sambil mengelus-elus kepalanya di pundak Vivi
"Hentikan itu geli" kata Vivi
"sebentar saja, ngomong-ngomong kau berdandan? kenapa?" tanya Radit
"entahlah aku hanya ingin mempercantik diri" kata Vivi jujur
"benarkah? tumben" kata Radit
"entah" jawab Vivi
"sekarang perasaan mu membaik?" tanya Radit
"baik sangat baik" jawab Vivi jujur.
"baiklah selesaikan sesi pelukan ini mari kita turun dan makan selesai itu kita melaksanakan misi PDKTROBEK" kata Vivi
"siap laksanakan" jawab Radit. Radit segera mengganti baju dan turun kebawah untuk makan malam bersama Vivi.
"Wah tumben kalian lama" kata Baek
"wah tumben bang Baek buka suara duluan" kata Vivi
"kepo Lo" kata Radit
"Ya udah nggak usah dijawab simple kan?" kata Baek
"Seharusnya Lo yang nggak usah nanya simplekan?" kata Radit lagi.
"ooh aja" kata Baek.
"sudah-sudah ayo kita makan " kata ayah menyela pembicaraan Radit dan Baek.
"Iya bener kalian ini kek air dan minyak nggak bisa menyatu" kata Bunda
"iya kek aku Ama dia" kata Baek tanpa sadar membuat seua orang dimeja makan itu melihat nya dengan tatapan tak percaya
"Baek nggak salah minum obat? "tanya ayah
"Baek kamu ngigau nak?" tanya Bunda.
"akh ahaha aku hanya salah ngomong" kata Baek asal
"apa?" tanya Baek karena semua orang masih melihat ke arahnya tapi setelah itu semuanya kembali makan dengan aman.
setelah makan malam Vivi, Radit dan Baek duduk bertiga di ruang keluarga untuk membahas misi PDKTROBEK
"Bang kita dah punya rencana nih" kata Vivi
"apa emang?" tanya baek, Vivi dan Radit saling pandang lalu tersenyum.
"kita mulai dari....."
*Rumah Rossa*
Rossa sedang bermain PUBG kaget ketika ada yang menelponnya dan ternyata yang menelponnya adalah Vivi.
"oh asataga Vivi" iapun terpaksa mengangkat telepon itu.
"halo Vi kenapa?" tanya Rossa
"ini Ross gawat ! ke sini sekarang" pinta Vivi
"kenapa? emang ada apa sih?" tanya Rossa
"buruan ke sini ada hal yang mendesak gawat pkonya gawat Ros!" kata vivi semakin membuat Rossa khawatir
"emang kenapa sih?" tanya Rossa
"ini tentang Sonhee" kata Vivi
"apa emang dia kenapa?" tanya Rossa khawatir
"jnagan banyak bacot sini aja dulu"
"iya -iya share lock buruan!" kata Rossa
"ngoheyy locknya Otw" kata Vivi
Rosa melihat pesan Vivi yang masuk dan bergegas menuju ketempat yang di kirim Vivi.setelah 20 menit ia sampai di tempat tujuannya.
"loh kok kesini yah? aneh?" tanya Rossa pada dirinya sendiri karena ia sekarang sedang berada di tempat laundry, iapun menghubungi Vivi
"halo, Vi Lo dimana? kenapa tempatnya malah disini?" tanya Rossa
__ADS_1
"hah? Lo emang dimana?" tanya Vivi
"dijalan XxV" jawab Rossa
"woylah keknya Lo baca pesan ayu ting-ting deh bukan baca pesan gue makanya Lo dapatnya alamat palsu anj" kata Vivi mendesah panjang
"maksud lo?"tanya Rossa
"Lo salah alamat Pe'a!"kata Vivi, Rossa mengecek kembali ponselnya dan ternyata dia benar salah alamat, astaga! bayangkan betapa bodohnya ia Sekarang. iapun bergegas ke alamat yang benar, tetapi ketika menyalakan mobilnya tidak mau hidup.
"ayolah mob kenapa kamu nggak mau hidup?" tanya Rossa pada diri sendiri, iapun kembali menghubungi Vivi.
"halo, Vi mobilku rusak " kata Rossa
"astaga tunggu disana akan ada yang menjemput mu"
"baiklah" jawab Rossa pasrah
*Ditempat Lain *
"Apa!, Rossa salah alamat?" tanya Baek tak percaya.
"astaga kok ribet banget ya hubungan kalian" kata Radit
"Iya nih bang bisa-bisanya dia salah alamat, jadi berantakan kan rencananya" kata Vivi.
"udah sana jemput Rossa bang" pinta Vivi
"Baiklah" jawab Baek, lalu berlalu meninggalkan Vivi dan Radit
"sayang kau tak lelah mondar -mandir terus?" tanya Radit.
"aku hanya khawatir ini tak berjalan lancar" kata Vivi, Radit menghampiri Vivi dan memeluk nya dari belakang
"tenanglah semua akan baik-baik saja Baek pasti tau yang terbaik" kata Radit menenangkan Vivi
"semoga saja " kata Vivi.
"sebaiknya kita saja yang ngedate disini" saran Radit Radit
"kalau mereka balik gimana?" tanya Vivi
"kita buatkan saja meja lagi" jawab Radit Vivi hanya mengangguk setuju.
"Wah kencan yang tidak direncanakan berjalan semulus ini?"kata Vivi tak percaya
"ahahaha aku pandaikan memilih tempat" kata Radit Bangga
"kau suka" kata Radit memegang tangan Vivi
"sangat suka" jawab Vivi
"Aku senang kau suka, walaupun ini sebenarnya tempat Baek dan Rossa dan sekarang malah kita yang nempatin aku berjanji akan mengatur ulang lagi jadwal kencan kita" kata Radit tulus
"Bang Radit kesambet apa tiba-tiba jadi romantis gini" kata Vivi
"kesambet cinta" jawab Radit
"ahahah" Vivi hanya tertawa merekapun makan malam bersama dengan suasana romantis yang sebenarnya disediakan untuk Rossa dan Baek.
Sudah 15 menit menunggu akhirnya Baek datang menjemput Rossa.
"Bang Baek?" tanya Rossa.
"Udah sini masuk"
"baiklah " jawab Rossa. diperjalanan mereka hanya diam canggung sekali rasanya.
"eh bang, sebenarnya Sonhee kenapa?" tanya Rossa, Baek bingung harus menjawab apa.
"Sebenarnya.."perkataan Baek tiba-tiba terhenti ketika mobil yang mereak tumpangi tiba-tiba mesinnya mati.
"Lo..loh kenapa mobilnya bang?" tanya Rossa
"sebentar akan ku periksa" Jawab Baek, baesk memeriksa mobilnya
"gimana bang?" tanya Rossaa
"mesinnya baik-baik saja, berarti bensinnya habis" kata Baek menepuk jidatnya.
"apa?! aduh kok bisa aku sial banget yah hari ini" kata Rossa
"Sorry aku lupa periksa bensin pas kesini tadi Karena buru-buru" kata Baek.
"iya deh nggak apa-apa trus ini gimana?" tanya Rossa
"Ayo kita cari bensin" jawab Baek lalu mengambil jerigen untuk mengisi bensin.
"lest go!" seru Rossa, merekapun berjalan berdua ditengah keheningan malam.Baek melihat Rossa yang ketakutan akhirnya memberanikan diri memegang tangan Rossa.
__ADS_1
"Bang Baek kenapa pegang-pegang?" tanya Rossa tapi ia tidak melepaskan pegangan tangan baek.
"itu anu biar kamu aman aku aman dan hasil dari keamanan itu akan membuat kita aman" jawab Baek asal
"ahahaha bang Baek ada-ada aja" kata Rossa
"dasar modus" gumam rossa pelan.
setelah berjalan 100 meter akhirnya mereka menemukan toko kecil yang menjual bensin.
"ah syukurlah ketemu juga" kata Rossa lega.
"baiklah mari kita beli bensin dan pulang" kata Baek
"ah sial lagi-lagi rencana ku gagal" gumam Baek pelan
iapun merogo sakunya ia tak menemukan keberadaan dompetnya
"ah...ah kok nggak ada yah" tanya Baek lada diri sendiri
"jangan-jangan tertinggal dimobil, aishh aku bodoh sekali" kata Baek sambil menepik jidatnya
"Bang Baek lupa bawa uang?" tanya rossa, Baek mengangguk
"ah gimana dong aku juga lupa tadi aku buru-buru sampe lupa bawa dompet" kata Rossa
"trus gimana?" tanya Rossa, Baek berpikir sejenak
"Kita nyuri aja bayar besok" saran Baek dan dengan bodohnya Rossa setuju dengan saran Baek
"Boleh juga ya udah ambil aja sama botol-botol nya, sana!" kata Rossa Baek mengangguk, iapun bergegas menuju tempat penyimpanan bensin dan mengambil tapi Baek lengah ternyata pemilik toko memperhatikan ia dari awal.
"Siapa kau?" tanya pemilik toko
"aku..." Baek dengan gesit cepat-cepat mengambil botol bensin dan memasukkan nya kedalam jerigen yang ia bawa lalu berlari sekuat tenaga.
"Hei kembali! bayar dulu !" teriak pemilik toko ikut berlari mengejar Baek
"Bang Baek udah?" tanya Rossa
"hei kembali bayar dulu!" teriak sang pemilik toko
"udah ayok" Baek meraih pergelangan tangan Rossa dan mengajaknya berlari bersama
"hei anak-anak muda jaman sekarang pacaran modal nyolong! hei kembali'!" teriak pemilik toko masih mengejar Baek dan Rossa.
"Ini sangat menyenangkan ketika aku dan Vivi masih berkuliah di Amerika,aku dan Vivi pernah mencuri buah anggur milik paman Sam disana dan alhasil kami ketahuan dan dikejar seperti ini" kata Rossa disela-sela lariannya Baek hanya tersenyum.
"sebenarnya hhm. sebenarnya Vivi membohongi mu tadi" kata Baek
"ha apa?" tanya Rossaa
"sebenarnya kami berniat memberikanmu kejutan tadi"
"kejutan apa?" tanya Rossa
"AHA cape apakah dia masih mengejar?" tanya Baek
"Masih dia gigih juga" kata Rossa
"Ahaha ayo lanjut"
"selesaikan pernyataan mu tadi!"pinta Rossa
"sebenarnya aku berniat untuk mengungkapkan perasaan ku padamu tadi, Vivi dan Radit membantuku dengan menyiapkan tempat romantis dan mewah untuk berkencan tapi kau malah salah alamat" kata Baek
"apakah kau menyukai ku?" tanya Rossa tiba-tiba ia berhenti
"Kau mau tau jawabannya?" tanya Baek
"aku serius" kata Rossa.
"ini jawabannya " Baek meletakkan jerigen dan tiba-tiba mencium Rossa, Rossa reflek kaget
"ini jawabanku aku Baek Vernando menyukai mu sangat menyukai mu" kata Baek setelah melepas ciuman mereka Rossa masih diam mencerna perkataan Baek
"Hei kalian sini! bayar dulu!"
Baek dan Rossa yang lagi serius-serius nya langsung kaget.
"ayo lari" ajak Baek meraih tangan Rossa dan tangannya sebelah nya mengangkat botol bensin
"ayo"
ditengah-tengah aktivitas berlari mereka Rossa membuka pembicaraan
"mari berkencan" ajak Rossa
"apa?" tanya Baek
__ADS_1
"mari berpacaran, aku tak menerima penolakan kau harus menjadi pacarku dan aku akan menjadi pacarmu" kata Rossa sambil tersenyum
"hah?" Baek tenganga