Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
2. Pertemuan


__ADS_3

* Mansion Keluarga Vernando"


Pukul 18.30 Radit sudah pulang disusul oleh Baek. Saat hendak menaiki tangga Radit tidak sengaja menabrak seseorang.


" Maaf" kata Radit dia menoleh dan kebingungan ia tidak mengenal orang yang ia tabrak


" Hei berhati-hatilah syukur aku tidak terjatuh terluka ataupun mati!" kata gadis itu marah


" Maaf apa kau terluka?" tanya Radit khawatir


" Emm...aku tak apa.kau siapa?" tanya gadis itu yang tak lain adalah Vivi


" Oh syukurlah" kata Radit tanpa menjawab pertanyaan Vivi dan berlalu pergi


" Hei kau belum menjawab pertanyaan ku!" panggil Vivi


Radit masih berjalan menaiki tangga


" Hei! apa kau tuli??" tanya Vivi lagi


Raka berhenti dan menoleh " Kau bertanya padaku?" tanyanya polos sambil menunjuk dirinya


" Ya.kau siapa?" tanya Vivi


" Aku? Aku tinggal dirumah ini" hanya itu jawaban Radit dan berlalu


" menyebalkan!" gumam Vivi.Vivi hendak naik lagi tapi ada seseorang yang memanggil nya dari belakang " Vivi!!" dia menoleh dan ia mengenal suara orang yang memanggilnya " Bang Baek!! " teriaknya sambil berlari memeluk abangnya" i really miss you" kata nya disela-sela pelukannya itu " me too" jawab Abang nya


" okey kangen-kangenannya nanti lagi yah Abang mau mandi" kata Baek " Okey Bang. pantas aku cium aroma bau dr tadi dan ternyata dari Abang HHhh" kata Vivi langsung melepaskan pelukannya dan berlari kekamarnya " Anak Itu" kata Baek menggeleng- gelengkan kepalanya sambil tersenyum.


* Dikamar Radit*


Setelah mandi Radit Dudu di sofa " siapa gadis itu?" pikirnya ia baru melihat nya hari ini " ahh... nanti aku akan bertanya pada bunda" katanya dan menuju ruang ganti untuk berpakaian setelah berpakaian ia turun untuk makan malam.


Pukul 20.00 semua anggota keluarga dimansion itu berkumpul mulai dari Ayah Frans,Bunda Sela,Baek, Radit, Vivi dan juga Sonhee tentunya dan kemunculan Sonhee menambah kebingungan Radit dia memandang Baek dan Baek pun bingung dia belum pernah melihat gadis yang bersama Vivi alias Sonhee. Radit menatap Bundanya menunjuk Vivi dan bertanya


" Bunda siapa gadis ini??"


Dan Ayah tiba-tiba menyela "okey sekarang dengarkan Ayah Radit Vivi anak Ayah dia baru saja menyelesaikan kuliah S2 di di New York"


"Oh" kata Radit


~Nih Cowok kok ngomongnya irit banget yah.. seakan-akan kalau dia berbicara giginya akan tercabut semua atau bagaimana~ Batin Vivi


" Vivi Kenalkan dia anak Bunda namanya Radit dia sekarang kakakmu" kata Bunda


"Oh iya Bunda,Hy Kak Radit Kenalin aku Vivi" katanya tersenyum manis sambil mengulurkan tangannya but Radit sama sekali tidak menerima uluran tangan Vivi hal itu membuat Vivi geram melihat hal itu dengan spontan Bunda Sela menyuruh Radit untuk menerima uluran tangan Vivi


"Radit!" kata bunda


"Iya Bunda" kata Radit sambil dan melihat raut wajah Bunda Radit langsung menerima uluran tangan Vivi


" Radit" katanya

__ADS_1


~Nih cowok nyebelin banget deh...masa gue harus punya Abang kayak gini, dingin banget Bang Uco gue aja kalah ama dia saking dinginnya tuh orang kerasukan atau gmn yah atau udah kerasukan beneran wkwkk?~ Batin Vivi


"Vi Dia siapa?" tanya Baek karena pertanyaannya dari tadi belum terjawab


" Oh iya,Sonhee kenalin diri Lo ke dua Abang gue !" pintanya pada Sonhee


"perkenalkan nama saya Sonhee,saya teman Vivi kita satu universitas di New York,saya orang Asli Korea dan saya datang ke Indonesia untuk liburan" jawab Sonhee


" Oh ya, selamat datang" Sambut Baek dan Radit


"Sudah-sudah acara makan malam kita mulai Ayah udh lapar mana cacing² dalam perut Ayah meronta-ronta ingin diberi makan nih" kata ayah


" Nanti Yah Kita bersulang dulu untuk menyambut kedatangannya Vivi dan sahabat nya Sonhee" imbuh abunda Sela


" Okey mari bersulang!"ajak Ayah Frans


"cheers!!" mereka semua bersulang


"Selamat datang Vivi!!" kata Ayah Frans, Bunda Sela dan Baek bersamaan


" Wah² Thank You Ayah, Bunda, Bang Baek" kata Vivi


" Dan untuk Sonhee selamat datang semoga liburanmu menyenangkan!" tambah Ayah Frans dan Bunda Sela lagi


" Terima kasih om Tante" jawab Sonhee


~Semua orang dirumah ini semuanya merasa senang dan mengucapkan selamat datang saat aku datang kecuali satu orang~Batin Vivi. satu orang yang di maksud Vivi adalah Radit dia tak mengucapkan apapun lagi setelah perkenalan mereka tadi dan tak mengucapkan selamat datang untuk Vivi. Setelah Makan malam mereka menikmati Ice Cream yang dibuat oleh Bunda Sela, Vivi and Sonhee


" Wah ice cream ini enak sekali, siapa yang membuat Ice Cream seenak ini" puji Baek


" Yang buat Ice Cream itu Aku,Bunda dan Sonhee bagaimana? sangat enakkan? aku punya bumbu rahasia loh HHhh" kata Vivi dengan nada misterius.


~Ini enak sekali dan yang membuatnya adalah adik baruku alias adik tiriku itu. walaupun dia menyebalkan but aku suka ice cream buatannya~ Batin Radit dalam hati


"Radit kenapa diam saja?" tanya Bunda Sela


" Iya kak ice cream buatan kita gmn enakkan?" tanya Vivi memastikan


" Hem" Hanya itu jawaban Radit setelha mendengar jawaban Radit Vivi berdehem dan berbisik pelan dengan Sonhee" Hei kau tahu gue nggak suka banget Ama Abang baru gue dia itu menyebalkan!"


" Iya dia sangat irit bicara, dan walaupun begitu kenapa dia tampan" imbuh Sonhee sambil memperhatikan ketampanan Radit.


" Hei kau tahu kalau aku tak menyukainya dan kau malah memujinya didepan ku kau ini pihakku atau pihaknya sih!" kata Vivi kesal. Radit memang tampan Muka yang lonjong dengan mata sipit, bibir yang tipis dan kecil berbentuk hati,hidung mancing yang besar dan rahang yang kokoh,tapi sifatnya itu sangat menyebalkan dimata Vivi


" maafkan aku, aku bicara jujur teman" jawab Sonhee sambil terkekeh


setelah selesai makan ice cream Radit pamit naik ke atas kamar


" ekhem... makan malamnya sangat enak, aku permisi"


pamit Radit melihat itu bunda dan Ayah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Radit yang mungkin terkesan Datar Dimata Vivi


" Hei Radit kau tak ingin berbincang dulu dengan adikku?" tanya Baek pelan.

__ADS_1


" masih banyak waktu" katanya malas dan berlalu menaiki tangga menuju kamarnya


" Vivi kau berncana mengajak Sonhee kemana?" tanya


Bunda Sela


"Mungkin nanti Vivi bakal ke Bali atau Raja Ampat" jawab Vivi


" wah Abang boleh ikut nggak? sudah lama Abangmu ini tidak jalan-jalan" kata Baek memelas


"Boleh" kata Vivi dan Sonhee barengan


" yess okey deh Abang pamit dulu kekamar yah mau istirahat" pamit Baek


" Nanti Radit juga akan Bunda suruh ikut biar ada yang jagain kalian disana" tambah Bunda Sela


"Baik Bund"sahut Vivi


Dan reflek Sonhee berbisik ke Vivi


"Wah cogan ikutan nih HHhh" kata Sonhee bersemangat


"itupun kalau dia mau,dilihat dari tingkahnya dia kayaknya bukan tipe orang yang suka jalan-jalan deh" Kata Vivi


"iya juga semoga dia mau ikut " kata Sonhee berdoa


"Ya sudah ayah dan bunda masuk kamar dulu mau istirahat selamat malam semua" pamit ayah dan bunda


"Bentar Ayah Bunda mau nemenin Vivi kekamarnya dulu pen cerita banyak hal ke Vivi" kata bunda


" ya udah ayah tunggu dikamar" jawab ayah


Vivi dan Bunda


ayo kita keatas ajak bunda Sela kepada Vivi dan Sonhee


setelah sampai diatas Sonhee pamit kekamarnya untuk istirahat


Vivi dan Bunda Sela sudah duduk di sofa kamar Vivi


"Bunda senang akhirnya kamu pulang jadi dirumah ada yang nemenin bunda kalau ayah kamu lagi kerja" kata Bunda Sela


" iya Bunda aku juga senang" jawab Vivi


" Vivi sayang kamu yang sabar yah ama sikap bangmu Radit dia itu orangnya datar banget dari kecil dia selalu menjadi rebutan teman² wanitanya sikapnya bawaan dari Ayahnya dulu yang selalu dingin dan datar terhadap siapapun" Bunda Sela


" Iya Bunda aku ngerti Kok santai Bunda" kata Vivi


" Kau tahu sejak kematian Ayahnya Radit selalu Belajar dan belajar dia nggak terlalu suka bermain bersama temannya dia lebih memilih membaca dan belajar, sehingga dia anaknya nggak panda bergaul dia cuman punya satu teman yaitu asistennya Rang mereka bertemu di London ketika sedang kuliah di universitas Yang sama. setelah lulus kuliah Radit langsung pulang dan mengambil alih perusahaan ayahnya dan menyuruh bunda untuk berhenti bekerja dan sekarang perusahaan ayahnya Radit semakin berkembang" jelas bunda Sela.


" Wah Abang Radit pintar yah bunda bangga deh bisa jadi adikny abang Radit" kata Vivi bangga


~wah ternyata dia hebat juga yah aku jadi merasa bersalah karen tidak menyukainya tadi ~ Batin Vivi

__ADS_1


" Ya sudah ceritanya besok saja.sekarang tidur yah selamat malam sayang"kata Bunda Sela sambil mencium kening Vivi dan keluar dari kamar Vivi


" selamat malam juga bunda" jawab Vivi dan Vivi pun terlelap di alam tidurnya


__ADS_2