Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
11.the last day of the holidays


__ADS_3

*vila Keluarga Vernando, pukul 19.00*


Semua orang di vila sedang sibuk, ada yang sedang menyiapkan makanan, ada yang sedang menyiapkan dessert,ada yang sedang menyiapkan camilan, minuman,ada yang sedang mengangkat meja,kursi menuju pantai,ada yang sedang menghias tempat makan, meja makan,kursi, dan ada juga yang sedang memasang proyektor . Yah itu adalah malam terakhir mereka berlibur seperti yang direncanakan sebelumnya sebelum kembali Mereka akan nobar film bersama.


Vivi membantu para pelayan di dapur, Sonhee membantu menghias tempat makan,kursi,meja, dan banyak lagi,dan Rossa mengatur semua perabot yang akan digunakan untuk makan malam, sedangkan Radit, Baek, Sekertaris Rang,dan Sekertaris Young sibuk menonton TV.


*Ruang Keluarga*


" Wah mereka seperti ibu rumah tangga saja" kata Baek memerhatikan Rossa


" Ehem mereka atau Rossa?" tanya Sekertaris Young di balas sikuan oleh Baek


" Kau yang benar saja matamu dari tadi tak berhenti memerhatikan Rossa" tambah Radit


" idih... a.. aku tadi memperhatikan mereka semua " Baek membela diri


" Terserah " kata Radit sambil menoleh dan melihat Vivi yang sedang memotong buah sambil tersenyum manis


~ dia sangat ahli dalam memasak dan senyumnya sangat manis. kalau dia menjadi istriku dia tak perlu memasak aku akan kenyang hanya dengan menghisap bibir manisnya~. batin Radit


tiba-tiba Baek menyenggol Lengan Radit


" hei kenapa kau memerhatikan adikku!" kata Baek


" dia adikku juga dan sebentar lagi akan beralih profesi menjadi istriku" kata Radit bangga


" hah!"" teriak Sekertaris Rang dan Young tak percaya


" jaga bicaramu" Baek mengingatkan


" kau tak dengar? aku tadi malam bilang apa? aku bilangkan aku akan bertanggung jawab dan bentuk dari pertanggung jawaban ku adalah menikahi nya, bagaimana?" jelas Radit bangga


"tapi...aku.. apakah ini masuk akal?dan jangan keras-keras Rossa Sonhe dan young tak tahu tentang ini"kata Baek berbisik ke radit.


" tak ada yang perlu disembunyikan ingat sepandai-pandainya kita menyembunyikan bangkai pasti wanginya akan tercium juga" kata Radit


" tapi lihat-lihat tempat dong!" pinta Baek


" maaf" kata Radit


" apakah nona sudah menerimamu tuan?" tanya Sekertaris Rang


" Aku belum membicarakan nya dengannya" Jujur Radit


" oh baiklah Tuan"


" aku akan keatas untuk bersiap-siap" pamit Radit


" baik tuan"jawab Sekertaris Rang


" aku juga akan bersiap-siap" Tambah Baek


" baik tuan" jawab Sekertaris Young.


setelah Radit dan Baek berlalu Sekertaris Young membuka mulut


" apakah mungkin aku tadi salah dengar?" kata


Sekertaris Young


" kau lelet sekali sini aku perbaiki jaringanmu" kata Sekertaris Rang


" kau kira aku ini komputer?" kata Sekertaris Young


" makanya pinter sedikit " kata Sekertaris Rang


" tau ah sekarang ceritakan padaku apa yng terjadi antara Tuan Radit dan Nona Vivi?"


" begini yah kau Taukan kalau tadi malam Vivi dan Rossa ke bar?"dijawab Anggukan oleh Sekertaris Young


" nah ketika mereka berangkat tuan mengikuti mereka, setelah itu..."


" setelah itu apa?"


" setelah itu ada pelayan yang mencampurkan obat ke minuman mereka dan pada saat itu Tuanmu menyuruh Tuan Radit membawa pulang nona Vivi"


"aku tahu yang itu karena aku juga disana"


" iya pe'a dengarkan aku dulu"


" iya2 lanjut!"


" Dan kau tahu obat yang dikasih ke mereka itu adalah..."


" aku tahu obat tidur kan?" tanya Sekertaris Young


" dengarkan kan dulu!"


" iya"


" Hanya nona Rossa yang dikasih obat tidur tapi nona Vivi..."


" apa?"


" obat yang akan membuat gairah kita bangkit"


" obat...obat apa yah?? aaa....hah! obat perangsang!" teriak Sekertaris Young


" hey jangan teriak !"


" maaf, dan lanjutkan!"


" dan karena nona Vivi semakin menjadi tuan ku membawa nya ke hotel"


" dan??"


" kau tahu apa yang terjadi antara dua Lawan jenis disebuah kamar hotel?"


" hah! astaga apakah ini benar?"


" iya " jawab Sekertaris Rang


" pantas saja nona Vivi jadi diam,irit bicara dan jalannya seperti orang yang baru melahirkan "


" ini adalah kecelakaan cinta wkwkw" kata Sekertaris Young lagi.


" tapi menurutku mereka memang cocok" kata Sekertaris Rang


" Siapa yang cocok?" tanya Sonhee yang mendengar pembicaraan mereka


" astaga kaget!" teriak keduanya bersamaan


" jawab aku siapa yang cocok?" tanya Sonhee lagi


" itu...anu...itu..." kata Sekertaris Young gugup


" kami sedang membicarakan teman " kata Sekertaris Rang


" oh " jawab Sonhee lalu berlalu


~ sepertinya ada yang terjadi ,disini terlihat tak beres~ batin Sonhee


"ah syukur nggak ketauan tau ah! aku akan kembali ke kamar untuk bersiap-siap" kata Sekertaris Rang


" okey" kata Sekertaris Young


mereka kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap.


*pukul 20.02*


Radit sudah siap dia memakai baju putih dengan balutan 2 jaket Biru campur putih dan jaket warna hitam.


" aku harus sedia payung sebelum hujan" katanya pada diri sendiri.setelah siap Radit menuju kamar Vivi untuk melihat Vivi sudah bersiap-siap atau belum diperjalanan Radit berpapasan dengan sonhee.


" Bang Radit ngapain ke sini?"


" aku ingin memanggil Vivi, supaya dia cepat "


" hah? kok tumben tumben ?"


" aku ...ehem ...disuruh Baek kesini soalnya nanti ada yang ingin dia bicarakan dengan Vivi"


" oh aku kebawah duluan yah? btw Vivi sekarang berubah udh irit bicara jadi kita nggak berani tanya mungkin dia lagi perlu waktu sendiri"


" oh ya?"


" iya. ya udh aku kebawah dulu, bilang pada Vivi aku dan Rossa menunggu"


" baiklah"


~ bang Radit aneh sekali jangan-jangan memang ada yang terjadi disini ~ batin Sonhee


" hah, kenapa aku tegang sekali?" tanya Radit pada diri sendiri


" untung aku punya alasan yang tepat" Katamya lagi sambil mengelus-elus dadanya . dia pun segera mengetuk pintu kamar Vivi.


Vivi yang dari dalam dia tak mendengarkan karena dia sedang sibuk memasang pengait branya.


"kenapa tidak ada jawaban?" tanya Radit pada diri sendiri


" ah jangan-jangan"tanpa pikir panjang Radit langsung mencoba membuka pintu dan ternyata pintunya tak dikunci. ketika dia masuk dia disuguhkan dengan pandangan yang membuat gairah nya bangkit kembali, ya Vivi sedang mencoba mengaitkan bra-nya dan dia terkejut ketika Radit masuk tiba-tiba ke kamarnya.


" ah!! astaga!Bang Radit ngapain disini?" Vivi berteriak sambil menutupi tubuhnya, dengan cepat Radit membekap mulut Vivi supaya tak berteriak.


" ssssst... jangan berteriak nanti semua orang akan curiga" kata Radit Vivi hanya diam. mereka masih terus bertatapan Radit semakin mendekat dan mendekat Vivi mengira Radit akan mencium nya menutup matanya tapi nyata krek..


" nah sudah cepat pakai pakaian mu" pinta Radit yah.. Vivi kaget dia membuka matanya ternyata Radit hanya mencoba membantu Vivi memasang pengait branya.


" te..te..terima kasih" kata bvivi sambil menunduk


" yah dan ingat kau jangan lupa mengunci pintu kamarmu bagaimana jika bukan aku yang datang tadi astaga...." kata Radit sambil menggeleng kepalanya.


" mmm" jawab Vivi. Radit mengangkat tengkuk leher Vivi


" dan kenapa kau menutup matamu tadi?" tanya Radit jahil


" ngg..ngak " jawab Vivi gugup


" aku tahu yang kau inginkan" kata Radit


" ap..." belum sempat Vivi melanjutkan kalimatnya Radit sudah membungkam mulutnya dengan ciuman.


entah kenapa Vivi menikmati nya seharusnya dia mendorong tubuh Radit tapi dia malah ikut-ikutan.


ketika mereka sedang tenggelam kenikmatan yang mereka ciptakan sendiri tangan Radit sudah nakal kemana-mana tapi...tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. tok..tok


" Vivi apakah kau didalam?" tanya Baek

__ADS_1


spontan Vivi mendorong Radit.


" ii..iya bang sebentar" kata Vivi memperbaiki kimononya"


" cepat sembunyi!" pinta Vivi


" untuk apa aku sembunyi Baek sudah tau semuanya dan akukan calon suami mu" jawab Radit bangga


" apa?" Vivi kaget


" kenapa? kau tak mau menerima ku?" tanya Radit dengan gaya sok cool


" terserah" kata Vivi lalu membuka pintu kamarnya


" Vivi kau sedang apa kenapa lama se.." baek kaget melihat Radit melambai kepada nya dibelakang Vivi


" apa yang kau lakukan dikamar adikku ?" tanya Baek curiga


" tidak ada" jawab Radit


" kau ini breng.." belum sempat Baek melanjutkan kalimatnya Vivi memotongnya


" sudah-sudah kalau mau bertengkar Jangan disini aku ingin siap pergi sana kalian" pinta Vivi sambil mendorong Radit keluar dari kamarnya.


" cepatlah kami menunggu mu dipantai " kata Baek


Vivi kembali ke dalam kamar untuk bersiap-siap


~ apakah aku sudah gila? bisa-bisa nya aku melakukan itu .. ah! malu sekali~ batin Vivi sambil menutup wajahnya yang merah dan bergegas berpakaian agar segera menuju pantai.


sementara itu Radit dan Baek masih berdiri di depan kamar Vivi.


" kenapa kau datang di saat yang tidak tepat?" tanya Radit kesal


" datang diwaktu yang tidak tepat maksud mu apa!?" tanya Baek


" aku tadi sedang berjelajah" kata Radit penuh misteri


"hei apa yang kau maksud?!" tanya Baek menahan amarah


" kau tahu sendiri " kata Radit berlalu meninggalkan Baek


" dasar kau jangan sentuh adikku lagi " kata Baek memperingatkan


" maaf tapi sudah terlanjur" kata Radit sambil mengangkat tangan nya melambai ke arah Baek


" dasar kau, bedebah brengsek!" kata Baek mengumpat pada Radit yang sudah berlalu meninggalkan Baek sendiri.


" aku akan menunggu Vivi, aku takut Radit datang kembali dan memakan habis adikku" kata Baek


setelah 20 menit Baek menunggu Vivi keluar dengan baju Crop Top berwana ungu merek channel dan celana putih dan menggunakan anting yang diberikan oleh radit, dan dia terlihat sangat sempurna.


" antingmu bagus juga" kata Baek


" ini? ini pemberian bang Radit"kata Vivi


" idih apa-apaan dia " kata Baek


" bang Baek yang kenapa orang aku cuma dikasih anting "kata Vivi


" mmm"


~ syukurlah dia tak diam seperti kemarin apakah dia sudah bisa menerima ini semua? semoga saja ~ batin baek


" ya udah ayok bang kita ke pantai" ajak Vivi


" iya" merekapun menuju pantai di belakang vila keluarga Vernando.


* ditempat lain*


" tuan kapan kita memulai penyerangan?" tanya seseorang kepada bosnya


" kita tunggu waktu yang tepat aku ingin mereka berkumpul dulu di rumah kakak kesayangan ku itu dan.. bum!!, kita hancurkan"kata bos itu


" baik tuan, saya permisi."


" aku tidak suka bekerja setengah-setengah, aku akan menunggu sampai semua anggota keluarga Vernando berkumpul baru akan ku hancurkan mereka menjadi berkeping-keping"


"haahhahahahahh!" pria itu tertawa sangat keras.


*kembali lagi ke Vila Keluarga Vernando*


Vivi dan Baek sudah sampai dipantai di sana sudah ada Rossa,sonhee, sekertaris Rang, Sekertaris Young,dan Radit.


" kenapa kalian lama sekali?" tanya Rossa


" tadi ada sedikit kesalahan teknis" kata Vivi sambil melirik Radit dan reflek Radit mengedipkan matanya ke arah Vivi,Vivi yang mendapat kedipan dari Radit langsung salting.


" ya sudah ayo kita mulai acara nya" ajak Sonhee


" iya acara pertama makan malam" kata Rossa semangat


" okey gas" ajak Vivi


~ syukurlah Vivi nggak kayak kemarin~ batin Rossa


~ wah Vivi udah balik jadi periang kayak dulu syukurlah~ Batin Sonhee


" ya sudah ayo kita makan dulu" ajak Radit antusias


semuanya berkumpul di meja makan.


" dan tunggu, tunggu! itu anting baru lo ? cantik banget lo beli dimana?" tanya Rossa


" iya bagus banget Vi" tambah Sonhee


" Ini beli di.." tiba-tiba Radit memotong perkataan Vivi.


" aku yang membelikannya di toko suvenir kemarin" kata Radit


~ selama bekerja dengan tuan aku belum pernah melihat tuan membelikan sesuatu untuk wanita, setelah kecelakaan cinta ini mungkin akan terjadi tembakan cinta alias love Shot~ batin Sekertaris Rang


" apakah benar Vi?" tanya Sonhee


" iya sebagai hadiah persaudaraan kita" kata Vivi dengan senyum yang dipaksakan


" wow! kenapa bang Radit tiba-tiba perhatian Ama Vivi?" tanya Sonhee curiga


" iya? Kenapa ya?"


" itu karena dia adikku dan..." sebelum melanjutkan kalimatnya Baek memotongnya lagi


" sudah+sudah ayo kita makan aku sangat lapar. Vivi hanya dibelikan anting kenapa dipermasalahkan kalau Vivi dikasih cincin nikah itu baru masalah" kata Baek


" hahahaha baiklah ayo makan semuanya" ajak Rossa


~sekarang aku benar-benar curiga~. batin Sonhee


" ayo makan aku juga lapar " kata Vivi


"baiklah semuanya ayo makan!" pinta Radit


semuanya makan dengan khidmat tak ada pembicaraan hanya ada suara sendok dn garpu yang terdengar.


setelah makan malam bersama mereka menuju tempat nobar film yang sudah dihias oleh Rossa dan Sonhee.


" wow sangat cantik" kata Vivi


" siapa dulu dong yang hias" kata Sonhee dan Rossa


" aku tebak pasti kalian berdua" tebak Vivi


" benar sekali" kata Sonhee


" seratus untukmu" kata Rossa


" hahaha kalian biasa aja" kata Vivi tersenyum


" ayo kita nonton" ajak Baek


" kita akan menonton film apa?" tanya Radit


" film Titanic, Taukan?" tanya Rossa.


" oh" kata Radit


" kita tau tapi di film ini menayangkan adegan 17+ keatas" jelas Baek


" bang Baek emangnya umurnya berapa?" tanya Rossa


" aku sudah 17+ keataslah" jawab Baek


" itu tau dan sekarang aku yakin semua orang disini umurnya sudah 17+ keatas" tebak Rossa


semuanya diam.


"mau menonton tidak?" tanya Rossa


" aku ikut kalian" jawab Vivi


" aku juga" kata sonhee


" ayo kita nonton!" ajak Rossa


Vivi, Rossa, dan Sonhee sudah duduk di sofa, diikuti Radit, Baek,dan Kedua sekertaris nya. Radit sengaja duduk belakang Vivi agar bisa menjahili nya.


" ehem" Radit Berdehem di telinga Vivi


" astaga kau kenapa?" tanya Vivi


" aku hanya ingin duduk dibelakang mu" kata Radit


" masih banyak tempat lain" elak Vivi


" aku hanya ingin disini" Radit bersikeras


" terserah" kata vivi


Baek gercep duduk disamping Rossa


" sedang apa bang Baek disini?" tanya Rossa


"Aku sedang duduk, kau tak lihat?" tanya Baek


" tapi kenapa harus disampingku?"


" ya tempatnya penuh aku juga memberikan kesempatan pada Sekertaris ku untuk mendekati temanmu itu" kata Baek sambil menunjuk Sonhee dan sekertaris Rang duduk berdampingan

__ADS_1


melihat semua org yang berpasangan jiwa iri Sekertaris Young meronta-ronta


~ apakah mereka tidak memikirkan perasaan ku? sungguh malang nasibku ini~ batin Sekertaris Young sambil menggeleng.


Rossapun menghidupkan proyektor dan memutar filmnya.


" sudah mulai semuanya diam yah" kata Rossa


mereka menonton filmnya dengan khidmat tak ada yang bersuara tapi tak sampe adanya adegan 17+ keatas.vivi yang melihat itu jadi salting mukanya merah padam entah mengapa melihat adegan itu ia jadi teringat dengan hubungan semalamnya dengan bang Radit.


" kenapa? kau sakit? pipi mu memerah" kata Radit


" eng..enggak" kata Vivi


" astaga romantis sekali" kata Rossa


" kau ingin seperti itu denganku?" tanya Baek


" dasar gila" kata Rossa


" kau mengelak tapi pipi mu memerah kau sungguh munafik " kata Baek sambil terkekeh


" aku ...aku hanya"


" sudah-sudah kita lanjutkan menonton nya kita berdebat lagi nanti" ajak Baek


"hemm"


" wah kenapa adegannya panas sekali" gumam Rossa


" ehem..." Rossa Berdehem pelan


" kau haus?" tanya Baek.


" e...nggak!" kata Rossa sambil memalingkan wajahnya


"kau yang memulai nya jadi nonton sampai habis" ejek Baek


" hemm" kata Rossa menahan amarah


" kau sangat menyebalkan" tambah nya lagi


" maafkan aku" kata Baek


tidak ada jawaban dari Rossa


" hei kau dengar akukan?" tanya Baek


" diam aku ingin menonton"


" baiklah" kata Baek pasrah


~gawat Rossa sensitif sekali~ Batin Baek


" Ehem young ini kamera jangan lupa memotret kami semua !" pinta Baek


" baik tuan" jawab Sekertaris Young.


Vivi masih merasa malu dia hanya menatap layar filmya beberapa kali, membuat Radit tersenyum puas


" lihat layarnya!" pinta Radit


" nggak" jawab vivi


" kamu kenapa? keningat anu-anu yah?" tamya Radit dengan nada jahilnya


" enggak"


" kalau kamu mau lagi bilang yah" tawar Radit


" idih apaan sih" Vivi mengelak


" aku ingin menonton jangan berisik"


" baik nyonya " jawab Radit


~ otaknya mungkin harus di perbaiki`~ batin Vivi


" astaga udaranya kenapa jadi dingin?" kata Rossa.


Baek menyodorkan jaketnya ke arah rossa.


" terimakasih" kata Rossa


" sama-sama" kata Baek


" idih bang Baek curang aku kok nggak dikasih sih jaketnya aku juga kedinginan ini bang!" kata Vivi bercanda.


"maafin Abang jaketnya udh Abang kasih ke Rossa " jawab Baek malu-malu.


" punya Abang nggak ada Akhlak" kata Vivi sambil menggeleng


" hahaha sabar Vi" kata sonhe


" iya kenapa dingin sekali malam ini?" kata sonhe lagi. sekertaris Rang gercep langsung menyelimuti Sonhee dengan jaketnya


" ciee..." kata Rossa


" ekhem ada yang lagi dekat nih ye" kata Vivi menyindir


sonhe dan Sekertaris Rang hanya tersenyum malu


" Astaga ternyata udaranya sedingin ini" kata kata Vivi sambil menggosok-gosok tangannya.


"ini gunakan ini agar kau tak kedinginan" kata Radit sambil menyodorkan jaketnya ke arah Vivi.


" Terimakasih" kata Vivi jutek


mereka yang ditempat itu bingung melihat Radit aybg menggunakan jaket berlapis.


" wah bang Radit ternyata pake jaket beralis" kata Rossa


" iya perhatian banget banget Ama adik "kata sonhe


" jelaslah dia kesayangan ku" kata Radit bangga Vivi yang mendengar itu mukanya langsung memerah.


~kesayangan?~batin Sonhee


~kenapa nggak bilang adik kesayangannya?"


Baek yang yang sedang minum langsung terbatuk-batuk


" uhuk..uhuk..." kata Baek


" bang Baek kenapa?" tanya Vivi


" bang Baek astaga" kata Rossa


" nggak... aku hanya salah telan air"


" ya kali air ditelan" kata Rossa


" bang Baek ada-ada aja" kata Sonhee


"kesayangan gmn maksud nya bang Radit?" tanya Rossa dan Sonhee curiga


" ya... anu.. itu.. adik kesayangan maksudnya" kata Radit gelagapan


Baek berbisik


" jangan banyak tingkah " kata Baek


" tenang aja nanti bakal aku umumin kaalu waktunya tepat" kata Radit


" heh!! kau hampir membuat mereka curiga" kata Baek


" itu adalah kesalahan teknis" kata Radit sambil terkekeh


Setelah berbisik dengan Baek, Radit kembali berbisik ke arah Vivi.


" Jaket yang kuberikan itu tak gratis" kata Radit


" ini berapa harganya?" tanya Vivi


" ini bukan masalah harga, aku memegang ingin dibalas tapi aku ingin yang lain" kata Radit dengan penuh Teka teki


"kau mau apa? jangan macam-macam" Vivi memperingatkan


" aku hanya butuh sedikit pemanis" kata Radit


" makan gula sana" pinta Vivi


" untuk apa mencari gula orang ada kamu disini" kata Radit


"berikan aku satu kecupan" pinta Radit


" nggak !" tolak Vivi


" galak amat. ya udh nanti nanti aku cium" kata Radit sambil tersenyum jahil


" dasar error'" kata Vivi hanya dibalas senyuman oleh Radit


filmnya akhirnya selesai Vivi dan teman-temannya menangis


" filmnya sedih banget"kata Rossa


" laki-lakinya idaman banget anjir"kata sonhee


" Iyah astaga dia relain nyawanya demi kekasihnya"kata Rossa lagi


" hiks...hiks kasian banget"kata Vivi


" sudah-sudah kalian berhentilah menangis" kata baek


" iya cinta emang harus ada pengorbanan nya" kata Radit


" se7"kata Sekertaris Young


" Tuan Radit benar" Sekertaris Rang Rang setuju


" ya sudah ayo kita kembali " ajak Vivi


" iya ayo tapi gue mau ke pantai dulu pengen foto bulannya cantik Banget soalnya" kata rossa


" baiklah kita duluan" pamit Vivi dan Sonhee . setelah ditinggal Rossa kembali ke pantai untuk memotret bulan, setelah memotret Rossa kembali baru beberapa langkah berjalan ada yang sempat Rossa ada yang menarik tangannya.


" ahh!"

__ADS_1


" diam ini aku" kata orang itu


" kau!" kata Rossa tak percaya


__ADS_2