Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
14. Pengakuan


__ADS_3

"Obat yang dikasih ke kita beda-beda, Rossa dikasih obat tidur dan mirisnya gue dikasih obat perangsang" kata Vivi masih terisak "dan..."


" what!!" teriak Rossa dan Sonhee bersamaan


" jadi kalian..."


" gue nggak sadar apa yang udah lakuin malam itu... tapi pas gue bangun bang Radit ada disamping gue hiks..hiks..dan gue kaget gue telanjang bulat gue langsung nangis gue caci maki bang Radit tapi.. hiks..hiks pas dia bilang kalau aku dikasih obat perangsang dan obat itu nggak ada obatnya kalau nggak gituan aku bisa mandul huwa!!! gue udah nggak perawan gimana nih"


Vivi menangis


" astaga Vi hiks...hiks.. maafin gue yah coba kalau kita nggak ke Club Lo pasti ngga bakal gini" kata Rossa


" Vi maaf udah nggak ada buat kalian pas hiks..hiks" kata Sonhee terisak


" mungkin ini takdir tapi kenapa gue selalu dipermainkan takdir hiks...hiks" kata Vivi


Rossa dan Sonhee memeluk Vivi.


" trus gmn Ama bang Radit? dia bilang apa?"tanya Rossa


"Dia bilang bakal tanggung jawab " kata Vivi


" berarti dia bakal kawinin Lo dong?" tanya Sonhee


" iya tapi....aku nggak mau"


" Lo nih kenapa? dia ganteng tau nggak kayak muka bias Lo, udah tampan tajir melintir,dan dengar-dengar perusahaannya lebih kaya dari perusahaan Kalian" kata Rossa


" ah nggak tau deh " kata Vivi


" seharusnya Lo bersyukur dia mau tanggung jawab" kata Sonhee


" iya tuh"


" ah gue belum bisa lupain Rechel tapi kalau dia kembali apakah dia akan menerima gue yang sudah nggak perawan lagi?"


" lupain dia Vi dia bukan jodoh Lo" kata Rossa


" kalian benar"kata Vivi


" iya dong kamu fokus aja ke masa depan" kata sonhe


" ke bang Radit maksud nya" kata Rossa menyengir


Vivi salting


" jadi gimana rasanya ?" tanya Rossa


" rasa apa?" tanya Vivi polos


" rasanya gituan tu Loh" kata Rossa


" apaan sih" muka Vivi memerah menahan malu


" aku yakin Bang Radit perkasa banget kamukan sampe nggak bisa jalan pas itu" kata Rossa


" iya astaga liat aja tubuhnya kekar gitu gimana Vivi nggak bisa jalan" kata Sonhee


" iya pake jas aja keliatan kekar " kata Rossa lagi muka Vivi merah padam menahan malu


" apaan sih kalian" kata Vivi


" sejujurnya aku sejak kemarin curiga, soalnya sikap bang Radit sama kamu berubah 360° " kata Sonhee


" aku sekarang akan menerima kenyataan, entahlah tapi aku sedikit bersyukur karena yang merebut keperawanan ku adalah bang Radit bukan orang yang ingin memperkosaku" kata Vivi


" cie..cie"kata Rossa.


" udah-udah jangan digituin" kata sonhe


" sini peluk"


mereka bertiga berpelukan


tiba-tiba ada pelayan yang mengetuk pintu


" nona, nona dipanggil diruang keluarga" kata pelayan itu


" iya sebentar" kata Vivi

__ADS_1


" ayo ke ruang keluarga" ajak Vivi. mereka bertiga pun pergi ke ruang keluarga sesampainya disana mereka terkejut melihat Radit yang sedang dihajar habis-habisan oleh Ayah Vernando dan Bunda Sela but.. bunda sela menggunakan sapu.


sedangkan Baek hanya duduk menonton sambil tersenyum


" astaga!" teriak ketiganya


* Flashback*


setelah makan malam Vivi dan teman-temannya kembali ke kamar.Ayah dan Bunda Sela hendak berdiri tapi dicegat oleh Radit.


" tunggu! ayo bicara" ajak Radit


" baiklah kita ke ruang keluarga" ajak ayah dan bunda


mereka menuju ruang keluarga disana mereka duduk, Radit membuka percakapan.


" ayah... bagaimana jika aku menikahi Vivi?" tanya Radit


" hah? maksudnya? kau bercanda?" tanya Ayah Vernando sambil terkekeh


" hahahaha tumbenan Radit ingin bercanda" Kata Bunda Sela, sedangkan Baek hanya diam


" aku serius! aku ingin menikahi Vivi" kata Radit tegas


" apa!" teriak ayah Vernando


" apa maksudnya ini Radit?" tanya Bunda Sela


" kemarin ketika kami Sedang berlibur aku tidak sengaja memperkosa Vivi" kata Radit turun dari kursi dan duduk dilantai sambil menunduk


"Aku tidak percaya, Baek apakah ini benar?" tanya Ayah Vernando matnaya sudah merah


" Radit katakan bahwa ini bohong hiks..hiks..hiks" kata bunda terisak di arak percaya putranya melakukan hal gila seperti ini kepada anaknya walaupun anak tiri.


" itu memang kenyataannya ayah" kata baek menunduk


" apa!! kenapa kamu melakukan ini kepada Putri kuh ah!!? tanya Ayah Vernando dan langsung memukul membabi buta Radit, Radit hanya diam dia menerima pukulan itu dengan sukarela.


" Radit dasar kurangajar inikah hasil didikan yang aku berikan selama ini? kenapa kamu tega dengan adikmu sendiri!?" tanya Bunda Sela


" kenapa diam? aku menyuruh mu berbicara! bicarah! " pinta bunda sela


" bicaralah! bicara !! dasar kurungajar!" bunda Sela menyuruh pelayan mengambil sapu


" ambilkan sapu untuk ku!" pinta nya. pelayan pun mengambil sapu dirumah belakang karena di mansion tidak ada sapu mereka membersihkan debu dengan menggunakan mesin sapu otomatis.


"ini nyonya" pelayan itu menyodorkan sapu


Bunda sela menerima sapu itu dan memukul Radit dengan sapu


" rasakan ini!! rasakan saat anak kurungajar"


* Flashback off*


Mereka bertiga kaget tapi langsung tertawa bisa-bisa nya bunda seka ikut andil


" btw itu bang Radit kenapa?" tanya Rossa


"jangan ...jangan.." mereka saling pandang


" astaga aku takut" kata Vivi


" tenang kita disini" Rossa dan Sonhee menenangkan Vivi


Vivi dan kedua temannya turun dari tangga


"Ayah, Bunda cukup !!apa yang kalian lakukan?" Vivi menghentikan ayahnya dan bunda Sela yang sedang membabi buta Radit.


" kenapa kamu membela dia?! " tanya Bunda


" jangan hentikan aku untuk menghajar di brengsek ini" kata ayah geram


" ayah bunda sudah disini bukan sepenuhnya salah bang Radit" jelas Vivi


" iya Vivi benar" Baek baru buka suara, kenaap dia tak membela Radit dari tadi? apakah dia sengaja ingin membuat Radit babak belur? wah Daebak. semuanya menoleh


" iya itu semua benar ini bukan sepenuhnya salah Radit" kata Baek yang mendapat lirikan tajam dari Radit tapi dia hanya membalas dengan senyuman.


" ayo ayah dengarkan dulu ceritanya,kita harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin" ajak Vivi

__ADS_1


" bunda juga kenapa ikut-ikutan?" tanya Vivi


" bunda geram,kenapa Radit bisa segila itu?" kata bunda sela dengan muka yang merah padam menahan amarah


" sudah sini duduk dengarkan cerita dan penjelasan dari bang Radit" ajak Vivi. ayah dan bunda sela mengalah mereka duduk di sofa


" cerita kan!" pinta ayah kepada Radit


"jadi uh...sakit sekali. ehem jadi begini, pas malam kedua kita di Bali, Vivi dan Rossa berencana pergi ke club malam aku tak sengaja mendengar pembicaraan mereka dan aku merasa khawatir makanya aku berniat mengikuti mereka dengan Baek, tapi... Baek tiba-tiba ada pertemuan dengan kliennya jadi aku memutuskan untuk pergi sendiri. nah tepat pukul 22.00 mereka keluar dan aku mengikuti mereka. sesampainya di Club mereka masuk mereka minum-minum sampai mabuk, dan ada pelayan yang sengaja memasukkan obat ke minuman mereka Rossa hanya dikasih obat tidur sedangkan Vivi dikasih obat perangsang,dan parahnya obat perangsang setah meminum itu, mereka tak sadarkan diri dan aku pas itu sedang menelepon Baek untuk nyusul ke sana ketika aku kembali Vivi dan Rossa sudah tidak ada . Baek sampai dan kami berpencar untuk mencari mereka aku menemukan Vivi yang hampir diperkosa oleh seseorang laki-laki tua . aku menyelamatkan nya dan ingin membawanya pulang, tapi Vivi bertingkah karena efek obat itu dan aku terpaksa membawa nya ke hotelku....ketika aku memandikannya kulitnya gatal-gatal dan dia berteriak kesakitan dia menarik tengkukku memaksaku untuk berciuman dengannya dan...kalian tau apa yang terjadi selanjutnya. aku ingin memberitahu bahwa obat itu keluaran terbaru jika tak diobati dengan hubungan intim maka... akan menyebabkan seseorang mandul" jelas Radit panjang lebar sambil menahan sakit ditubuhnya.


" Vivi kenapa nak kamu oerfi ke tempat seperti itu?" tanya Vernando air mata keluar dari pelupuk matanya


" maafka Vivi ayah Vivi kira setelah minum-minum Vivi akna melupakan mantan kekasih Vivi" Baek kaget apa!! Vivi punya kekasih? kenapa? padahal Baek melarang nya dan inikah hasil dari itu semua. Ayah menampar Vivi


"plakk" Vivi terkapar Radit,Baek,dan bunda Sela mengangkat Vivi.


" ayah jangan pukul dia pukul saja aku!" pinta Radit


Baek dia dia frustasi


" sudah cukup diam kalian semua!" pinta ayah Vernando


" aku bingung harus apa sakarang putriku, putri satu-satunya masa depannya hancur" katanya sendu tiba-tiba ayah jatuh dia pingsan


" ayah!!" terbaik semua orang yang ada disana


Ayah Vernando dibawa ke rumah sakit dan langsung ditangani dokter Rey teman dari Baek dan Radit.


setelah dua jam dokter Rey keluar dari ruangan


" keadaan Tuan Besar baik-baik saja dia hanya terkena tekanan darah tinggi" jelas Dokter Rey


" oh syukurlah" kata Bunda Sela


" hiks...hiks.. ini semua salahku ayah jadi begini karena ku" kata Vivi pada dirinya sendiri


" tenang Vivi semua akan baik-baik saja" bunda sela dan kedua temannya menenangkan Vivi


" Hey obati lukamu sana!" pinta Baek


" loh dia kenapa?" tanya Dokter Rey


" hhhhhh biasalah" kata Baek


" sana" usir Baek. Radit pergi untuk mengobati lukanya ketika berobat Radit banyak didatangi suster-suster genit astaaga bikin nggak betah aja.


setelah berobat dia kembali ke kamar ayah Vernando di ruangan VVIP.


"Woy Lo dipanggil bokap tuh katanya suruh kesana" pinta Bae." iya" jawab Radit. Radit menuju tempat tidur tuan Vernando disana sudah ada Vivi yang matanya sembab karena menangis Radit jadi tak tega melihat Vivi seperti itu.


" ayah ada apa?" tanya Radit


" sini" ayah Vernando menyuruh Radit mendekat


" maafkan ayah telah salah paham padamu"


" tak apa, its okey" kata Radit


" Tapi bukan berarti kau tak mempertanggung jawabkan apa yang telah kau perbuat " kata aya Vernando tegas


" maksud ayah?" tanya Radit pura-pura heran


" ya maksudnya kalian harus menikah" kata ayah Vernando dengan suara nyaring


" what!!" teriak Vivi


" ayah ini semua tak perlu , aku sudah menerima kenyataan ini" kata Vivi


" aku tergantung keputusan Vivi" kata Radit


" Vivi... sayang...ini adalah yang harus kamu bayar setelah melakukan kesalahan ayah tak yakin ada orang yang mau dengan wanita yang sudah tidak gadis, jadi ayah ingin kau bahagia dengarkan ayah sekali ini saja?" kata Vernando lembut sambil memegang kepala Vivi


" hiks..hikss...ayah maafin Vivi, Vivi udah bikin ayah malu. Iya Vivi mau" kata Vivi sambil terisak-isak


" sudah-sudah berhentilah menangis"ayah Vernando memenangkan Vivi.


" jadi.. ketika ayah sembuh nanti kalian akan menikah secara resmi" jelas ayah Vernando.


" baik ayah " jawab Radit patuh.

__ADS_1


__ADS_2