
*pukul 13.42*
"tok...tok..Vivi sayang bangun ini sudah siang ayo makan" kata bunda sambil mengetuk pintu kamar Vivi.
Vivi terbangun dari tidurnya mendengar suara Bunda sela mengetuk pintu kamarnya.
" astaga aku ketiduran siapa yang membawa ku ke kesini? jangan-jangan bang Radit? aishh....bodoh banget kamu vivi." gumamnya sambil Memukul jidatnya.
"Vivi? kamu ada didalam?" tanya bunda
" iya bunda.! sebentar" Vivi beranjak bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk cuci muka.
setelah itu dia keluar dari kamarnya.
" astaga bunda dari tadi loh ketuk-ketuk pintu tapi nggak ada yang nyahut?" kata bunda
" hehehe maaf bunda, Vivi tadi ketiduran" jelas Vivi
" iya...nggak apa-apa sayang" kata Bisma sambil mengelus rambut Vivi, Vivi hanya tersenyum manis.
~Bunda Sela sangat menyayangi ku, jadi seperti ini rasanya disayangi oleh ibu~ batin Vivi
" ayok turun ke bawah kita makan" ajak bunda
" iya bund, tapi ayah udah makan ?bunda juga udah ??" tanya Vivi
" udah sayang, Bunda Belum tunggu kamu" jawab bunda
" ooh, kenapa bunda nggak makan duluan? tanya Vivi
" bunda nungguin kamu soalnya nggak enak makan sendiri" jawab bunda
"baiklah ayo kita makan " kata Vivi. Vivi dan bunda sela pun makan bersama dimeja makan.seperti biasa Vivi makan banyak sekali.
*Kantor SR PRADIPTA*
Radit sedang bergulat dengan dokumen diatas meja bersama dengan Rang sekertaris nya.
" Rang, apa yang harus dilakukan jika kita berkencan ditaman Hiburan?" tanya Radit
"entahlah tuan aku tidak pernah berkencan di taman hiburan?" jawab Sekertaris Rang
" sudahlah percuma saja aku menanyakan ini kepadamu,dasar payah" kata Radit.
" tapi tuan menurut film yang saya tonton, jika orang berkencan mereka berjalan sambil memegang tangan, memakai pakaian couple,membeli makanan dan minuman, bermain permainan yang mengasyikkan,dan menaiki wahana" jelas sekertaris Rang
" ooh baiklah"
" emm... Rang pesankan pakaian couple yang terbaik ke Marty untuk nanti malam"
" baik tuan,tapi tuan apa tidak sebaiknya dibeli jadi saja?" jawab Sekertaris Rang
" tidak walaupun baju couple aku ingin yang eksklusif" kata Radit.
~Wah tuan aka berkencan ke taman bermain bersama nona Vivi~ batin Sekertaris Rang
" Rang kau dengar aku?"
" i..iya tuan"
" Emmm...tuan jadi saya libur malam ini ?" tanya sekertaris Rang berseri-seri
" tak kau akan tetap ikut aku takut aku membutuhkan mu disaat-saat penting, tapi ketika aku tidak membutuhkanmu kau jauh-jauh dari areaku dan Vivi" kata Radit
" iya tuan"
~Menyebalkan sekali tuanku ini~ batin Sekertaris Rang
* Rumah Rossa*
Rossa nampak sedang senyum-senyum sendiri.
" heh!" mama Diana mengagetkan Rossa
" kaget eh kaget! asataga Mom jangan kagetin Rossa dong" kata Rossa sebel
" HHhh anak mama ini kenapa senyam-senyum sendiri?" tanya bunda Diana
" Ng..nggak kok" elak Rossa
"HHhh apakah anakku ini sedang jatuh cinta?" tanya Bunda Diana
" nggak kok ma" elak Rossa lagi
" boong yah?" bunda Diana menggoda Rossa
" mama apaan sih" kata Rossa malu.
" ya udah mama mau ke bawah dulu " kata bunda Diana
" iya mom"
tiba-tiba ponsel Rossa berbunyi
" kring...kring...kring ..." Rossa berbinar dia kira bang Baek yang menelpon nya dia segera mengambil ponselnya dan menatap nama yang tertera di layar telpon dia sedikit kecewa karena bukan bang Baek yang menelpon nya melainkan Vivi.
" halo..Vivi ?" sapa Rossa
" halo Ross nanti malam ini kita ke taman hiburan Ayuk!" ajak Vivi
" oh ya baiklah, siapa saja yang ikut?" tanya Rossa
__ADS_1
" Gue,Bang Radit,Lo , Sonhee"
" itu aja?" tanya Rossa pasalnya Vivi tak menyebut nama Baek
" iya...memangnya kenapa? " tanya Vivi
" oh..oh Lo mau bang Baek ikut?" tanya Vivi penuh selidik
" eng.. enggak" elak Rossa
" ya udah nanti aku ajak bang Baek deh " jelas Vivi
" ihh apaan bajrin kalau dia nggak ikut" kata Rossa pura-pura tak peduli.
" hei..hei jangan berdusta, aku tutup bye!" ejek Vivi di akhir percakapan mereka.
" huftt...apakah bang Baek marah ya ke aku secara aku membuat nya kesal malam itu" tanya Rossa pada dirinya sendiri.
" padahal aku menjawab nya hanya asalan, huft.." Rossa pun kembali ke kamar untuk tidur
* Flashback Rossa dan Baek *
Mobil Baek berhenti di depan rumah Rossa.
dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya.
" huft..." katanya dan masuk ke dalam rumah Rossa
" eh Baek cari Rossa? " tanya Bunda Diana
" hehe iya Tante" kata Radit
" Rossa! ini ada Baek dibawah," bunda Diana memanggil Rossa
Rossa turun dari tangga dan menuju ke arah Baek dan bunda Diana. Rossa menggunakan pakaian tak berlengan berwarna pink dan dibaluti cardigan pendek berwarna putih dengan celana panjang yang sobek bagian tengah ditambah anting tancap berwarna pink dan sepatu putih .
" ayo pergi " ajak Baek meraih tangan Rossa
" iya, bunda aku pamit"
" iya sayang hati-hati" kata Bunda
" bang Baek kenapa pake acara masuk segala?" tanya Rossa
" lah kenapa? aku nggak mau yah nanti diejek kamu pake istilah ' Ganteng-ganteng jemput cewek depan gang' " jelas Baek
" astaga bisa-bisa nya dia berfikir begitu" kata Rossa sambil menggeleng kan kepalanya.
Baek dan Rossa pergi ke warung seafood di dekat laut walaupun dia sebut warung tapi interior dan isinya terkesan modern hanya saja disini tidak menyiapkan garpu dan sendok kecuali untuk yang memesan mie ayam atau bakso ikan.sesampainya disana mereka memesan beberapa makanan khas laut.
" Disini sangat sederhana apakah kau tak ingin pergi ketempat lain yang lebih berkelas?" tanya Baek
" aku sampai tak ***** makan" kata Baek
"Ya nggak usah makan gampangkan?" kata Rossa
ketika mereka sedang berdebat tiba-tiba musik Mmmh KAI EXO diputar.
" wow lagunya suami diputar dong" kata Vivi
" kalian memang gila" kata Baek
" gila apaan itukan suami halu kita,kalau kita yang halu dibilang gila kan aneh yang namanya halu ya halu nggak bakal jadi kenyataan tapi tergantung sih.halu tuh dunia hayalan dan impian justru yang gila itu kalian udah tau kita cuman halu dibilang jangan banyak halu nanti kalau nggak jadi kenyataan bisa gila lah kita halu ya halu emang pada kenyataannya halunitu nggak bakal jadi kenyataan kalau jadi syukur sih" jelas Rossa panjang lebar
" astaga kau ini sedang berdebat apa pidato panjang sekali" kata Baek kesal
" lagunya enakkan?" tanya Rossa
" iya, judulnya apa yah?" tanya Baek lada diri sendiri
"Mmmh" kata Rossa
" judulnya apa?" tanya Baek
" Mmmh" jawab Rossa.
" Rossa apaan sih aku tanya judulnya kok dijawab gitu?" kata Baek kesal
" lah judulnya Mmmh Astaaga"
" ooh astaga aku bisa gila kukira kau menjawab Mmmh karena tak mengerti" kata Bakr frustasi
pelayanpun datang membawa makanan
" kalian suami istri?" tanya pelayang tua itu
" buk..." Rossa hendak bicara tapi tiba-tiba dicekal Baek
" iya, doakan semoga keluarga kami bahagia" kata Baek
" oh kalian terlihat cocok "jelas pelayan itu
" oh tentu" kata Baek bangga
"baiklah saya permisi"pelayan itu pamit
" iya ini tip untukmu" kata Baek
" terimakasih " dan pelayan itupun pergi.
" bang Baek apaan sih kok bilang iya"
__ADS_1
" knp? nggak suka? akukan hanya bercanda"
"ih becanda apaan" Kata rossa kesal
" masa makannya pake tangan apakah sehat?" tanya Baek
" Bang aku bukan narasumber untuk diwawancarai sudah makan saja coba dulu ini enak kok" kata Rossa
" nyenyenye" kata Baek sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
~ini enak sekali!~ batin Baek
" gmn?" tanya Rossa
" biasa aja, ini lebih enak dari makanan resto" jelas Baek
" hah? apa?" Rossa bertanya
" eh maksudnya ini nggak terlalu enak, lebih enak makanan diresto" jelas Baek
" pendusta" gumam Rossa
" kau tadi bilang apa?" tanya Baek
" tidak ada"
"itu...kau lebih suka cowok yang lebih muda atau yang tua dikit?"tanya Baek
" yang mudalah masih segar" jelas Rossa, ekspresi wajah Baek langsung berubah.
" ooh seperti itu" jawab Baek
" ngomong-ngomong bang Baek bilang apa aja ke bunda tadi?" tanya Rossa
" nggak ada cuma aku minta tadi ijin pengen nikahin kamu"
"phuffttt..." semua makanan yang ada di mulut Rossa disemprotkan ke wajah Radit.
" astaga ...maafkan aku , aku tidak sengaja" jelas Rossa
" iya tidak apa-apa" kata Baek sambil membersihkan wajah nya.
" ayo ke sana, disana ada keran air " ajak Rossa
" baiklah, bayar dulu makanannya , ini " kata Baek sambil memberikan gold card-nya
" astaga kenapa nggak cash aja sih? disini mana bisa bayar pake gituan" kata Rossa
" oh ini " Baek menyodorkan uang ratusan 10 lembar dari dompet'.
" okey mksh" Rossa pun pergi ke kasir sedangkan Baek menuju kran air untuk membasuh wajahnya.
" eh....tunggu kan ceritanya rossa yang traktir kok aku yang bayar? memang bener-bener yah" Baek menggerutu sambil mencuci mukanya.
" bang ini kelebihan uangnya" kata Rossa sambil mengembalikan uang Radit.
" oh iya... ekehm kau bilang kau yang traktir kok aku yang bayar?" tanya Baek dengan nada mengejek
" lah iya yah bang kelupaan astaaga ya udah deh ini aku balikan uangnya mksh yah bang udh pinjamin uangnya tadi" kata Rossa
" nggak..ini usah ambil lagi " kata Baek
" tapi...aku nggak enak loh" jelas Rossa
" sudah-sudah jangan dipikirkan ayo pulang" ajak Baek
" sebentar bagaimana kalau kita main ke pantai dulu?" tawar Rossa
" ayo" kata Baek menarik tangan Rossa dan membawa nya ke pinggir pantai
" lautan dimalam hari sangat indah" kata Rossa
" iya" kata Baek
Rosa bermain air di bibir pantai sedangkan Baek duduk sekitar 4 meter dari sana.
" andai aku tau perasaan Rossa yang sebenarnya, apakah dia benar-benar tak mempunyai perasaan padaku?apakah aku terlalu berumur untuk nya ?aku kaya, aku pintar tapi aku kalah umur jadi nggak masuk kriteria Rossa" kata Baek pada diri sendiri
" menyedihkan"
" byur.." tiba-tiba Rossa melempar air ke arah baju Baek
" astaga "
" emang enak ble!" kata Rossa memberikan uluran lidahnya ke arah baek
" awas kau yah sini !" Baek berdiri dan mengejar Rossa.
mereka berkejaran cukup lama Baek akhirnya berhasil menangkap Rossa dan Baek hilang keseimbangan sehingga mereka terjatuh Baek menindih tubuh Rossa . mereka bertatapan cukup lama Baek memberanikan diri mendekat ke arah bibir Rossa dan mencium nya Ross terkejut baru saja bibir mereka menempel tiba-tiba ada org yang datang.
" ikan malam ini pasti banyak" kata org itu
" iya ayo cepat nanti nggak kedapatan" kata org yang satunya lagi
" oh astaga " Rossa mendorong dada Baek yang sedang mencium nya
" kenapa?" tanya Baek
" ada org, kayaknya mereka nelayan deh" jawab Rossa,
" oh ayo kita kembali su...sudah larut" ajak Baek Canggung, Rossa merona dia malu entah apa ia pikirkan tadi sehingga ia diam saja saat Baek menciumnya.mereka berdua segera berjalan kembali menuju mobil dan pulang Baek mengantar Rossa pulang ke rumahnya.
__ADS_1