Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
20." I hope this is the best choice"


__ADS_3

" aku berjanji akan selalu membahagiakanmu" kata Radit dengan tatapan serius, Vivi merona malu ia terharu dengan apa yang diucapkan Radit.


" ya aku akan mengingat ucapan dari mu. Rechelpun pernah berjanji dan mengatakan hal itu kepadaku, tapi akhirnya diapun meninggal kan ku..miris" kata Vivi


" aku akan membuktikan nya lewat tindakan saja berarti"


" apa maksudmu?" tanya Vivi


……………………………………………………………………………………………


"Apa maksudku? jangan-jangan kamu memikirkan hal yang tidak senonoh?" Radit balik bertanya dan semakin mendekatkan wajahnya ke arah Vivi.


" Ng..nggak kok apaan sih Bang Radit" Vivi mengelak mukanya memerah karena jaraknya yang terlalu dekat dengan Radit, bahkan deru nafas Radit rasa mint terdengar jelas di telinganya.


"Bang Jangan dekat-dekat malu" kata Vivi memalingkan pandangannya, tapi Radit sudah tak tahan dengan tingkah menggemaskan Vivi ia langsung meraup bibir ranum Vivi. Vivi tanpa sadar membalas ciuman Radit dia bahkan lebih gencar memasukkan lidahnya ke dalam mulut Radit, Radit terkejut dengan perlakuan Vivi,ia merasa senang karena Vivi lebih mendominasi ciuman ini tidak seperti biasanya dialah yang harus menggigit bibirnya Vivi terlebih dahulu baru lidahnya bisa masuk kedalam rongga mulut Vivi, tapi sekarang? wow dia yang paling keenakan.


~Apa benar Vivi hamil? hanya wanita hamil yang bisa seagresif seperti ini~ Batin Radit tak percaya.


Cukup lama mereka saling menggigit dan ******* bertukar Saliva masing-masing.


~Astaga kalau nggak di sini udah ku *****-***** nih anak, tapi belum halal juga anjir, astaga nanti kalau Baek tau berabe~ Batin Radit diapun segera melepaskan pagutan itu. Vivi yang sedang nikmat-nikmatnya langsung terkejut dan menutup wajahnya karena malu.


~Okey sabar Radit dua hari lagi kamu bakal bisa lakuin itu~ Batin Radit sambil meneguk salivanya susah.


……………………………………………………………………………………………


Baek dan Rossa Hanya duduk dikursi taman tak tau apa yang harus dilakukan Canggung itulah yang mereka rasakan saat ini.


" Bang Baek kita nggak main?" tanya Rossa ragu-ragu.


Baekpun langsung tersenyum smirk.


"Mau main berapa ronde?" tanya Baek dengan wajah jahilnya.


" eh ronde apaan!" tanya Rossa dengan nada naik satu oktaf.


" ya main permainan disinilah ronde kan sama aja ama tahap permainan" jelas Baek.


" emang kamu mikirnya ronde apaan ? ronde di ranjang?" tanya Baek dengan nada menggoda.


" ng..nggak apaan sih" Rossa mengelak tapi kenyataannya itu yang tadi ia pikirkan.


" ya udh ayok kita naik rollercoaster aja biar cepat kalau bermain akan memakan waktu lama kita harus segara pulang, inj hampir larut" jelas Baek.


" Baiklah ayo" ajak Baek. Rossa jalan duluan diikuti Baek dibelakang nya .


~Dia bahkan sekarang tak ingin dekat denganku~ Batin Rossa


" Kamu tunggu disini aku akan membeli tiket" kata Baek Rossa pun mengangguk. Baeks segera membeli tiket, setelah itu ia kembali ke tempat Rossa menunggunya.


" sudah ayo" ajak Baek


" okey"


Baek dan Rossa menaiki Rollercoaster. Mereka duduk berdampingan, ketika sedang menunggu Wahana nya bergerak banyak sekali wanita-wanita yang menganggu Baek, Rossa yang melihat nya merasa cemburu tapi dia hanya bisa memendam nya


"Wow oppa versi indo nih kok kayak campuran bule oppa yah?"


"Astaga mirip Byun Baekhyun ku"


" Omo Baek versi indo ini"


" ah jantungku"


" wajahnya bersinar bahkan terang bulanpun tak bisa menandingi nya"


" astaga boleh kenalan Nggak?"


"bla..bila...bila" masih banyak lagi yang orang katakan tentang Baek. membuat telinga Baek sakit dan Rossa disebelah nya mukanya sudah meemrah telinganya panas mendengar mereka memuji Baek., Rossa sekarang sedang kebakaran jenggot wkwkw.


" kau cemburu?" tanya Baek dengan nada menggoda


" nggak ngapain juga aku cemburu huh!" elak Rossa julid.


" apakah dia pacarmu?" tanya salah satu wanita


" ya dia pacarku " jawab Baek santai Rossa reflek kaget


~astaga bisa2nya dia terus mengaku seperti itu sedangkan menyatakan perasaannya padaku saja belum~ Batin Rossa


" wah kalian serasi sekali?"


" siapa nama pacarmu?"


" dia asli mana? "


"wah aku iri sekali"


" dia mirip Baekhyun banget kalau moga aja aku dapatin dia, jadi kalau nggak dapat Baek ORI Baek kwpun jadi wkwk" Baek sudah tak tahan dengan keributan itu langsung berkata


" maaf bisakah kalian diam wahana nya akan berjalan sebentar lagi," jelas Baek, semuanya pun diam.


Wahana nya pun bergerak, awalnya wahananya berjalan santai namun tiba-tiba semakin cepat membuat Rossa takut.


" Apakah kau takut?" tanya Baek Rossa menutup matanya dan tanpa sadar menggenggam tangan Baek.


Baek tersenyum smirk.


" yes ! kena kau!" guman Baek pelan.


…………………………………………………………………………………………


Vivi tak menyangka ia seagresif tadi, dia yang kaget diperlakukan seperti itu malah merasa tenang dan nyaman entah mengapa rasa ingin bercinta mendominasinya,tapi ia sadar dan ditambah otaknya masih berfungsi dengan baik, bayangkan mereka masih diatas bianglala? tak masuk akal jika bercinta disini, begitulah yang dipikirkan Vivi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Kau malu?" tanya Radit menggoda Vivi


" apaan sih Bang" kata Vivi memukul pundak Radit


" Nanggung yah coba kamu tadi agresif nya di mobil pasti mantep nih" kata Radit lagi


" udah ah Jan dibahas ini putaran terakhir bentar lagi kita turun aku mau pulang ngantuk" kata Vivi mengalihkan pembicaraan.


" iya-iya sayang" kata Radit Sambil mencubit kedua pipi Vivi. Radit dan Vivi pun kembali ke tempat yang mereka janjikan untuk bertemu disana hanya ada sekertaris Young yang menunggu mereka sembari meminum kopi hangat.


" apakah bang Baek dan Rossa sudah kembali?" tanya Vivi


" belum nona mungkin sebentar lagi" jawab sekertaris Young.


" kau lelah? " tanya Radit sambil menangkup kedua pipi Vivi sambil tersenyum.


" sangat aku juga mengantuk sekarang" jawab Vivi samb menguap.


" ~Mulai lagi drama romantis nya, tau gini aku bawa obat nyamuk aja tadi ~ Batin Sekertaris Young.

__ADS_1


"Ya udh ayo kita pulang duluan" ajak Radit


" jangan dong bang kasian Rossa aku liat Rossa tadi nggk senang gitu dekat bang Baek" jelas Vivi


" baiklah sebaiknya kamu menunggu dimobil saja bagaimana?" tawar Radit.


" nggak aku disini aja Ama bang Radit, Ama sekertaris Young juga" jawab Vivi.


" ayolah disini dingin" kata Radit sambil memakaikan jaketnya ke Vivi.


" ih sosweetnya " kata Rossa yang baru datang.


" apaan sih " kata Vivi merona.


" Sonhee mana?" tanya Rossa


" tepar dia anjir wkwk" kata Vivi samb terkekeh mengingat kelakuan Sonhee dan sekertaris Rang.


" tepar gmn?" tanya Rossa.


" udah-udah jelasinnya nanti aja ayo pulang udah larut" ajak Radit


" iya ayo" ajak Baek. merekapun pulang dengan mobil masing-masing. Sekertaris Rang dan Sonhee berdua, Baek dengan sekertaris nya Young dan Rossa bertiga, sedangkan Radit dan Vivi berdua.


…………………………………………………………………………………………


Pagi Harinya, semua Anggota keluarga Vernando berkumpul di Meja makan untuk sarapan setelah sarapan mereka bercengkrama dan berdiskusi di ruang keluarga masalah pernikahan Radit dan Vivi.


" Bagaimana tadi malam menyenangkan?" tanya bunda Sela.


" Iya Bunda Vivi tadi malam seneng bet" jawba Vivi bahagia. Sedangkan Baek dan Radit biasa-biasa saja.


"Ayah udah baikan kan?" tanya Vivi


" Sudah ayah sudah sehat sekarang" jawab tuan Vernando.


"Vivi Jan lupa besok hari pernikahan kalian" jelas Bunda Sela


~Wah nggak kerasa yah, semoga ini pilihan yang terbaik, bismillah~ Batin Vivi.


~semoga Vivi akan bahagia bersamamku, Bismillah~ Batin Radit.


" iya sayang Jan keluar dulu yah siap-siap buat besok" nasihat Ayah.


" Kamu nanti SPA yah perawatan biar makin cantik, masalah dekorasi, makanan tamu tempat resepsi, Ama akad udh bunda tentuin tempatnya"


" oh iya nggak apa-apa kita emang harus taat aturan Bund "


" Untuk masalah dokumentasi,Bunda juga udh undang kameramen profesional 3 orang dari Korea,dan MUAnya Bunda ambil dari Paris anak buahnya teman Bunda yang sekarang emang tinggal ti di Indonesia" jelas Bunda.


" aku tebak itu Marty?" tanya Radit.


"benar" jawab Bunda.


"emm Bunda ngomong-ngomong temanya yang aku saranin ke bunda udh bunda terapin nggak?" tanya Vivi.


" Udh dong yang berbaur Exo itu yah? Bunda juga udh udh dekat sesuai dengan yang kamu minta siapin buah tangan buat para tamu tamunya bunda undang cuman 50 orang . Bunda kasih Dua kalung emas dengan logo yang kamu minta Ama gantungan kunci berbahan emas murni dan juga dengan logo yang kamu minta." jelas bunda.


"Wah Daebak bet bunda" kata vivi bangga.


" Bunda gituloh" kata bunda dengan penuh percaya diri.


"Vivi ayo ke ruangan SPA Petugas SPA nya udh datang , Radit ayok ikut juga sayang" ajak Bunda Sela.


" baiklah" raditpun setuju


" aku Bund? nggak diajak nih? " tanya Baek


" emang kamu mau nikah?" tanya Bunda Sela


" Ng..ngak juga sih tapikan aku juga butuh perawatan " kata Baek bercanda.


" Ya udh ayok,"ajak Vivi polos, Radit menggeleng.


~Ini pengganggu datang lagi~ Batin Radit.


" em Vivi ayoknoergi Baek sibuk dia harus berperang dengan dokumen2nya" jelas Radit.


" Ya udah bye bang semangat muah" Vivi mencium pipi Baek memberikan semangat.


" eh apa-apaan kamu cium dia" kata Radit marah


" emang Napa dia adik gue?" tanya Baek jengkel.


" Vivi bener Radit ngapan cemburu" Bunda Sela.


" ya nggak boleh lah gue aja belum dicium gitu" kata Radit cemburu.


" Ih kayak anak kecil mau SPA nggak nih?" tanya Vivi.


" mm.mau awas Lo gue tandain" kata Radit memberikan peringatan dengan memberikan jari tengah alias fucek ke arah Baek.


" i will wait" kata Baek rengany senyum penuh kemenangan


Radit dan Vivi Menuju ruangan SPA dan disana sudah ada 4 petugas SPA 2 laki-laki dan dua pria dengan alat2 yang akan digunakan untuk perawatan Radit dan Vivi.


mereka melakukannya ditempat terpisah karena Radit tak rela jika ada laki-laki yang melihat tubuh Vivi setengah telanjang.awalnya Radit dan Vivi melakukan Milky Way Spa : perawatan body spa untuk mencerahkan dengan scrub dan masker dari susu, sangat efektif untuk meratakan warna kulit akibat sun bathing .


- Chocolious Sweet Spa : dengan ekstrak cocoa, sangat bagus untuk menenangkan dan melembabkan kulit


- Grape Spa : perawatan body spa dari ekstrak biji anggur yang mengandung anti oksidan cukup tinggi, sangat efektif untuk mencerahkan kulit dan menangkal radikal bebas


ditengah-tengah perawatan


- Luxurious Body Cashmere : dari bahan Cashmere dan sutera berkualitas tinggi untuk anti aging, menjadikan kulit tampak glowing, halus dan lembut.


mereka melakukan perawatan selama 5 jam di mulai jam 9 pagi sampai jam 2 siang.


" huh akhirnya selesai , aku merasa sangat segar dan sehat, aku keliatan tambah bugar dan cantikkan?" tanya vivi senang setelah keluar dari ruangan SPA bersama Radit.


" Cantik sih iya tapi segar bugarnya belum taukna belum coba" goda Radit


" ih mesum bet udh om-om juga" kata Vivi


" hahaha" Radit tertawa.


" Bang Radit gmn? enak?" tanya Vivi


" biasa aja "


" seperti biasa" gumam Vivi, namun Vivi tiba-tiba merasa perutnya sakit.


" uh...ah..." Vivi mendesah pelan

__ADS_1


" kamu kenapa apakah kamu baik-baik saja?" tanya Radit.


" aku nggak apa-apa tapi perut aku tiba-tiba sakit mungkin karena maag ku kambuh aku kekamar dulu bang " jelas Vivi dan melangkah menuju kamarnya ia rasa sakit perutnya tiba-tiba semakin terasa saja membuat ia berkeringat dingin, baru tiga langkah ia berjalan ia sudah hampir jatuh kelantai untung saja Radit gercep menahan tubuhnya.


"


"Astaga Vivi! Vivi bangun!" teriak Radit sambil menepuk pelan pipi Vivi.


" astaga Vivi! bisa gila aku, bunda-bunda! ini Vivi pingsan aku bawa ke rumah sakit dulu yah" ijin Radit


" loh Vivi kenapa? kamu apa-apain anak bunda? Radit!" teriak Bundaa khwatir


" Bunda bisa diam nggak sih wawancaranya nanti aja" kata Radit, dan segera menuju mobil yang sudah disiapkan oleh supir.Radot menaiki mobil dan pamit


" Bunda Radit duluan khwatir bet Ama Vivi" pamit Radit.


" bunda ikut kamu duluan bunda harus liat ayah dulu" jelas bunda.


" okey Bund kita kerumah sakit keluarga kita aja yah yang Deket" kata Radi


" okey ketemu disana" kata bunda dan bunda bergegas ke atas melihat ayah dan berganti pakaian menyusul Radit dan Vivi di rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit rdait langsung disambut dokter dan para perawat.


" Dokter tolong periksa calon istri saya jangan sampai terjadi apapun padanya" kata Radit memptegas kalimat nya dibagian akhir, para dokter dan perawat pun langsung bergidik ngeri.


" ba..baik tuan" jawab dokter itu.


dokter segera membawa Vivi ke ruang IGD untuk diperiksa.


" Radit ada apa dengannya?" tanya dokter Rahmat teman dekat Radit.


" aku tak tau setelah keluar dari ruangan SPA tiba-tiba perutnya sakit dan dia pingsan" jelas Radit khwatir.


" Vivi bangun sayang" kata Radit lembut sambil menggenggam tangan Vivi.


~Astaga ini beneran Radit Pradipta? tak kusanka dia bisa sangat khwatir seperti ini~ Batin Dokter Rahmat .


" maaf tuan anda harus keluar kamu harus memeriksa keadaan nyonya lebih lanjut" kata perawat.


" apa-apaan aku ingin menemaninya" tolak Radit pelayan itupun tidak berani berbicara lagi jika dia bicara satu kata lagi tamat riwayatnya.


" Radit keluarlah tunggu diluar jangan memperburuk keadaan " kata Rahmat memberikan penjelasan.


" Baiklah jangan sampai terjadi apa-apa padanya".


"Aku akan berusaha semampuku teman" kata dokter Rahmat meyakinkan Radit dan Rdait pun mengangguk.


"Ya Tuhan semoga Vivi baik saja, astaga aku bisa gila. Sebaiknya aku beribadah semoga Vivi baik-baik saja" kata Radit pada dirinya sendiri.


Radit adalah orang yang taat beribadah tapi ia tak pernah memperlihatkan hal ini kepada orang-orang walaupun ia sibuk ia tetap menyempatkan diri untuk solat lima waktu walaupun sering bolong-bolong karena lupa wkwk.


Setelah pulang dari beribadah, Radiit kembali ke depan ruang IGD ia baru sadar ia hanya menggunakan kaos hitam celana panjang hitam dan rambut yang acak-acakan.


" Tuan sebaiknya tuna menunggu diryangan VIP sebelah agar tuan bisa beristirahat" saran perawat.


" tidak terima kasih, pergilah lakukan apapun untuk kesembuhan viviku" kata Radit .


" baiklah tuan apakah tuan butuh sesuatu? air minum makanan?" tanya lagi, ia harus melakukan ini karena Radit adalah pemilik rumah sakit ini.


" tidak pergi" punya Radit.


akhirnya Pelayan itu pergi.Bunda datang bersama dengan Baek, Rossa ,dan Sonhee.


" Kamu apain adik gue?" tanya Baek


" nggak gue apa-apain pas keluar dari ruang SPA dia tiba-tiba sakit perut dan pingsan" kata Radit


" astaga apalagi yang terjadi ini" kata Rossa


" semoga Vivi baik-baik aja" kata Sonhee.


" ayo kita doakan semoga Vivi baik-baik saja" ajak Bunda.


" apakah ayah tau?" tanya Radit


" iya ayah belum mampu ke sini ia masih lemah walaupun sudah dikatakan sehat"kata Bunda


setelah satu jam menunggu akhirnya dokter Rahmat keluar.


" bagaimana keadaannya?" tanya Radit


" sabar tenang sini ada yang harus aku bicarakan" jelas dokter Rahmat. mengajak Radit keruangan nya.


"jadi bagaimana keadaannya Vivi?" tanya Radit tak ingin basa-basi.


" dia baik-baik saja, apa kau gila menyuruh orang yang hamil muda dengan usia kandungan masih minim melakukan SPA kau tahu? itu akan berakibat pada kecacatan anak atau lebih parahnya keguguran" dokter Rahmat marah-marah.


" apa maksud mu?"tanya Radit masih bingung.


"ia hanya terkena kontraksi dan bersyukurlah karena anakmu baik-baik saja yang berarti dia hampir keguguran" kata dokter Rahmat.


" apa ! jadi Vivi benar-benar hamil?" tanya Radit percaya.


" iya kandungan sekitar dua bulan " kata dokter.


" astaga Karena SPA sialan ini aku hampir kehilangan anakku" kata Radit kesal .


" dan Kabar bahagianya kayaknya mereka kembar aku melihat ada dua gumpalan tapi belum bisa memastikan karena umur kandungan nya masih baru" jelas doker Rahmat. Radit sangat senang ia kaan menjadi seorang ayah perasaan senang membuncah .


" terimah kasih kau mendapat bonus akan kuberikan cek yang kau isi sendiri" kata Radit sambil memeluk Rahmat.


" sama-sama bro selamat calon Daddy" kata dokter Rahmat membalas pelukan Radit.


" jaga baik-baik Vivi berikan dia vitamin jaga pola makannya Agar teratur dan jangan suruh dia SPA atau Beryoga sebelum usia kandungan 12 Minggu" kata dokter Rahmat


" baiklah terimakasih " kata Radit lagi dan langsung berlari keluar menuju ruang VIP tempat bunda, Baek dan kedua teman Vivi menunggu.diperjalanan ia menghubungi sekertaris nya agar memberikan bonus kepada pegawainya disemua cabang perusahaan yang ia miliki yang ada dibelahan dunia, dan juga memberikan sumbangan kepada pihak yang membutuhkan seperti panti asuhan, orang jalanan dan lainnya.


" wow ternyata benar semua orang akan berubah karena cinta" gumam dokter Rahmat pelan .


sesampainya disana Radit langsung memeluk Bundanya dengan perasaan bahagia.


"Radit bagaimana keadaan Vivi?" tanya bunda Sela


" Vivi baik-baik dan Bunda Radit bahagia sekaligus merasa sedih karena Radit hampir saja kehilangan anak kita" jelas Radit yang membuat bunda Baek dan kedua teman Vivi bingung


" apa maksudmu?" tanya Baek


" Apakah Vivi hamil?" tanya Sonhee dengan pelan pada Sonhee


"hah? nggak mungkin masa sekali main langsung jadi, nggak bener ini" kata Rossa tak percaya.


" Bunda Vivi hamil !!" teriak Radit senang.

__ADS_1


__ADS_2