Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
5. Bersenang-senang


__ADS_3

Mereka sampai divila milik keluarga Vernando vila yang luas dan mewah, yang sudah di lengkapi dengan pelayan nya.


" Akhirnya sampai juga" kata Vivi, Rossa,dan Sonhee bersamaan


" perjalanan ini sungguh membuatku lelah" kata Sonhee lagi


" Ya sudah ayo masuk"


Merekapun keluar dari mobil


" selamat datang nona Vivi" sambut para pelayan


Vivi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


sebelum kekamar masing-masing mereka duduk dulu di ruang tamu untuk membicarakan jadwal liburan mereka


" jadi untuk sore ini kita istirahat dulu,nanti malam baru kita keluar untuk makan malam sekalian jalan-jalan menara Bajra sandhi" kata Vivi


" Iya baiklah" kata Rossa dan Sonhee


" setuju, Abang mau ke kamar dulu Vi istirahat" pamit Baek berjalan ke arah kamarnya diikuti oleh sekertaris Young


" Iya kak selamat istirahat" kata Vivi


" aku akan ke atas" pamit Radit berlalu meninggalkan Vivi dan kedua temannya yang diikuti sekertaris Rang


" Iya kak selamat istirahat" kata Vivi lagi


" ya sudah ayo kita istirahat juga kalian tau kan dimana kamar kalian? " tanya Vivi


" nggak" jawab mereka bersamaan


" ya udah Rossa kamar Lo disebelah sana, kalau kamar Lo Sonhee disebelah gue" jelas Vivi


" kok gue jauh dari kalian kamarnya" protes Rossa


" kamar disebelah gue lagi udah di pake Ama bang Radit" jelas Vivi


" what the... beruntung dong kalian, iri banget gue" kata Rossa


" wah senang banget ternyata kamar gue tetanggaan Ama bang Radit" seru Sonhee


" lebay banget si kalian biasa aja kalee kalau kita seranjang Ama dia baru beruntung" kata Vivi


tak ada jawaban dari Rossa dan Sonhee hanya dibalas dengan tawa oleh Rossa dan Sonhee.


" Ya udah gue pergi bye!" pamit Rossa


" iya hati-hati Jan sampe salah kamar" Vivi dan Sonhee memperingatkan Rossa


" nggak bakal" kata Rossa dan berlalu


Rossa terus berjalan menyusuri kamar tiap kamar dia berhenti dikamar yang ditunjuk Vivi, ia membuka pjntu kamar tersebut dan dia apa yang dilihat nya membuatnya teriak


" aaaa!!" teriak Rossa sambil menutup matanya


" Hei kau sedang apa dikamarku?" tanya Baek dengan santainya


" aku? kukira ini kamarku" sahutnya


" Hei sebaiknya pake baju mu ini sangat memalukan" kata Rossa lalu berlari keluar dari kamar Baek


~ Ya Tuhan tubuh nya sangat indah, eh! apa yang aku pikirkan tentang si tuan narsis itu. tapi tadi sangat memalukan aissss!~ Batin Rossa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


setelah tenang Rossa berjala kembali mencari kamarnya disebelah Kamar Baek untuk memastikan disana ada penghuninya atau tidak dia mengetuk pintunya setelah beberapa kali mengetuk dan tidaka da yang menjawab baru dia membuka pintu kamar itu dan masuk


" Hufft... untunglah kukira aku salah kamar lagi" katanya bersyukur dan berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah keluar dari kamar mandi dia berpakaian, tiba-tiba dia teringat dengan postur tubuh Baek yang sangat indah baginya" Aissshh kenapa aku tiba-tiba teringat akan h itu sangat memakukan!" katanya sambil menepuk jidatnya sendiri tidur dan diapun memutuskan untuk tidur mengumpulkan tenaganya.


*Dikamar Vivi*


"Aghh aku sangat lelah " Vivi berbicara pada dirinya sendiri


tiba- tiba dia teringat kejadian di toilet pesawat yang melibatkan dirinya dan bang Radit


" argh!! kenapa aku jadi memikirkan bang Radit sih, tapi dia sangat tampan" Vivi memuji Radit


" eh!! nggak²! aku ngomong apa sih kayaknya aku ketularan Rossa dan Vivi deh" katanya lagi


setelah beberapa saat berkelahi dengan pikiran nya sendiri Vivi pun tertidur.


* Dikamar Radit*


Radit yang selesai mandi sedang duduk di sofa memikirkan kejadian antara dirinya dan Vivi di toilet


" Kenapa tadi aku diam ketika dia menindih tubuh seharusnya aku maarah² tapi... aku tak tega memarahinya dia tadi kelihatan sangat imut dengan pipi yang entah merona" imbuh Radit sambil tersenyum tipis, Radit pun berjalan menuju ranjangnya untuk tidur.


*Sore Hari Pukul 18.15*


*Kamar Vivi*


"Woahhh!!" Vivi menguap sambil meregangkan otot tubuh nya dia melirik jam dinding


" aku tidur cukup lama ternyata" katanya


" aku harus mandi dan bersiap untuk keluar" kata nya lagi Vivi pun berlalu ke kamar mandi.


setelah 25 menit berlalu Vivi keluar dari kamar mandi dan berpakaian, dia keluar dari kamarnya setelah menutup pintu kamarnya Vivi berbalik ketika dia berbalik dia melihat Radit sudah berdiri didepannya dengan wajah datarnya


"aaa!" teriak Vivi


" hei kenapa kau teriak-teriak! nanti kalau ada yang berpikiran aneh bagaima !" bentak Radit


" Ya maaf bang Abang sih kok bisa muncul disini" kata Vivi


" aku? kamarku disebelah mu" jawabnya


" iya aku tahu" kata vivi lagi


tida ada jawaban dari Radit.Vivipun langsung berjalan menuruni tangga diikuti oleh Radit dari belakang. Vivi menuruni tangga sambil mengecek handphonenya takut jika Rechel sang kekasih menelepon.Tinggal 2 tangga lagi yang harus dilalui Vivi agar sampai tiba-tiba Vivi terpeleset karena dia salah menurunkan kakinya ditangga dengan sigap Radit menarik tangan Vivi agar tidak terjatuh dan membuat Vivi masuk kedalam pelukan Radit seketika mereka saling menatap.


~ Ah jantungku kenapa berdisko sih~ Batin Vivi


ketika mereka sedang berperang melawan pikirannya masing-masing tiba-tiba Baek datang dan


" Hei kalian sedang apa !" tegur Baek


seketika Radit melepaskan pelukannya dan Vivi reflek berlari menuju ruang tamu karena disana Rossa dan Sonhee sudah menunggu nya.


" Nggak sedang apa-apa" jawab Radit


" terus kenapa kalian pelukan?" tnaya Baek dengan nada curiga


" ta..tadi dia hampir terjatuh jadi.. aku menariknya sehingga terlihat seperti sedang berpelukan" jelas Radit


" Ooh " kata Baek dan berjalan melewati Radit yang masih berdiri di tangga


" Hemm tuan apa tuan tidak ikut nona Vivi dan Tuan Baek sudah menunggu" tanya sekertaris Rang


" ayo!" ajak Radit berjalan menuju ruang tamu diikuti oleh sekertaris Rang ketika sampai disana dia hendak duduk, tiba-tiba Vivi berteriak " tunggu!!" teriak Vivi sehingga membuat semua orang di ruangan itu kaget " ekhem maksud ku sebaiknya kita langsung elegi saja" katanya lagi


" oh kukira ada apa" kata Baek lagi


" ayo pergi!" ajak Rossa


" kita satu mobil saja yah biar seru" ajak Baek


" Ngoheyy" jawab mereka bertiga bersamaan


" emmm Young,Rang kalian berdua pakai mobil yang lain saja disini tidak cukup" kata Baek lagi


" Baik tuan muda" Sekertaris Rang mengangguk


" Baik Tuan hati-hati" kata sekertaris Young


" Iya sana"


Sekertaris Rang dan Young pun naik mobil yang berbeda

__ADS_1


" Ayo naik" ajak Baek.


Merekapun berlima pun menaiki mobil kursi didepan di duduki oleh Baek sebagai supir dan Radit disebelahnya.


" kita ke restoran dulu atau ke menara Bajra Sandhi dulu?" tanya Baek


" Restoran Bang makan dulu aku lapar" kata Vivi


" Baiklah"


Merekapun sampai disebuah restoran yang mewah tapi terkesan klasik.


" Ayo duduk"ajak Baek


"Dimana sekertaris kalian?" tanya Vivi


" Mereka makan tempat lain"jawab Baek


" Kalian pesan apa?" tanya Baek


" Aku stick ayam minuman nya jus jeruk" kata Vivi


" Aku Spaghetti minuman nya jus strawberry " kata Sonhee


"Aku stick Sapi minumannya soda " kata Radit


sedangkan Rosa masih diam


" Hei kau pesan apa?" tanya Baek


"Aku? a..aku pesan spaghetti juga" katanya


" Baiklah" kata Baek


"minumannya ?" tanya Baek lagi


" ehh... minumannya jus tomat saja" katanya lagi Baek hanya mengangguk dia memanggil pelayan dan memesan makanan


Vivi berbisik ke arah Rossa" Hei Lo kenapa kok kaku gitu Ama Abang gue?" tanya Vivi


" Eng...nggak biasa aja" jawab Rossa


setelah 40 menit makannanpun datang.


"ayo makan!" ajak Baek


merekapun makan bersama


" Hem kita disini berapa hari?" tanya Baek


" Tiga hari" jawab Vivi


" eh gimana kalau pas hari terakhir kita nobar di pinggir pantai. pasti seru!" ajak Sonhee.


" Bagus tuh" timpal Vivi dan Rossa


" Boleh" kata Radit seketika mereka bertiga tercengang pasalnya baru kali itu Radit ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka


" ayok filmya film apa?" tanya Baek


" aku maunya sih film Bollywood soalnya pemerannya keren² dan yah tau lah cowoknya seksi² banyak rotinya juga" kata Vivi


seketika Rossa yang sedang minum langsung terbatuk-batuk ketika Vivi mengucapkan roti membuat dia mengingat kejadian tadi malam dikamar Baek dimana dia melihat keindahan tubuh Baek


" uhuk!uhuk!"


" Kau kenapa?" tanya Baek khawatir


" Lo kenapa Ros?" tanya Vivi sambil menepuk pundak Rossa begitupun Sonhee


Radit? Jan ditanya dia hanya memandang datar kearah mereka yang panik melihat Rossa yang batuk.


" Aku hanya tersedak saja" jawabnya asal


" oh lain kali hati-hati ya" kata Vivi memperingatkan


" iya Jan terburu-buru" kata Sonhee lagi


" Abang kenapa si ngomong gitu" kata Vivi


" aku hanya bercanda" kata Baek lagi


mereka pun melanjutkan makan malam. setelah selesai makan mereka keluar dari restoran dan sudah ada sekertaris Rang dan Young berdiri didepan restoran.


" Kalian sudah makan?" tanya Vivi


" sudah nona" jawab mereka serempak


" oh syukurlah" kata Vivi lagi


" ya sudah ayo kita ke melanjutkan perjalanan!" seru Baek


" Gass" jawab Vivi, Rossa,dan Sonhee barengan


merekapun masuk ke dalam mobil dan mobil melaju menuju menara Bajra Sandhi. Diperjalanan semua orang dimobil diam tidak ada yang membuka suara, untuk memecahkan keheningan Vivi membuka suara


" Ekhem.. bang setel lagunya EXO Bang!" pinta Vivi


" EXO siapa? jangan-jangan orang yang kamu jadiin poster itu yah?" tanya Baek


" Aduh abang ini ketinggalan jaman apa gimana sih?" tanya Vivi


" Iya nih Bang Baek masa nggak kenal EXO?" tambah Sonhee


" Dasar Kudet!" tambah Rossa lagi


"Ya mana saya tahu sayakan ikan?" katanya becanda


" EXO grup K-Pop dari Korea tuh Bang" Vivi menjelaskan


" Abang Nggak punya lagunya." kata Baek


" ini deh bang pake flashdisk punya aku aja lengkap disitu" Vivi menyodorkan flashdisk nya kapada Baek


karena Baek sedang menyetir dia meminta tolong Radit untuk memasang flashdisk itu


" Radit tolong ambil dan pasangkan flashdisk itu" pinta Baek


" hemm" jawabnya


Radit mengambil flashdisk dari tangan Vivi jarinya tak sengaja menyentuh tangan Vivi pun Reflek bergerak dan menjauhkan tangannya.


Radit memasang flashdisk itu. lagu yang pertama terputar adalah lagu " Obsession" sejak lagu itu diputar Vivi dan teman-temannya sudah tak diam lagi mereka bernyanyi, berteriak sambil bercanda, membuat Baek dan Radit sakit kepala ples sakit telinga


~Astaga mereka seperti orang yang kerasukan dan sudah kuduga ini pasti akan terjadi~ Batin Baek


~Astaga kepala ku sakit sekali mereka seperti orang yang kerasukan saja~ Batin Radit


setelah melalui perjalanan selama setengah jam mereka sampai ditempat tujuan.


" Hei kita sudah sampai jadi berhentilah berteriak-teriak" kata Baek. Vivi dan teman-temannya melihat keluar dan mereka terpana melihat keindahan tempat itu.


" ayo turun" ajak Vivi


mereka turun dari mobil dan masuk ke tempat itu


" tempat ini sangat indah" puji Vivi


" Iyah aku Sangat suka tempat ini" kata Sonhee


" Radit, Baek, ,dan kedua sekertaris nya hanya diam"


"ayo kita ke sana!"ajak Vivi


Mereka berjalan-jalan menyusuri tempat itu Vivi berjalan dengan mata yang melihat ke arah yang lain sehingga membuat nya hampir terjatuh..yah tangannya lagi-lagi ditarik Radit dia terselamatkan lagi kali ini


" terimakasih bang" kata Vivi

__ADS_1


" Hem, kenapa kau selalu ceroboh lihat sudah berapa kali aku menyelamatkan mu!" kata Radit marah-marah


" maaf" hanya itu yang bisa diucapkan Radit


" Vivi Lo nggak apa-apa?" tanya kedua sahabatnya


" emm gue nggak apa apa" katanya lagi


" oh syukurlah" kata Rossa dan Sonhee lagi


" Ayo kita pulang !" ajak Baek


" eem ayo tapi kita mampir dulu di episentrum untuk belanja" ajak Vivi


" Baiklah ayo" ajak Baek


mereka pun pergi ke episentrum sesampainya disana Radit,Baek, dan kedua sekertaris nya memilih duduk dicaffe sambil menunggu Vivi dan teman2nya berbelanja


"aku ingin belanja disana!" kata Rossa


" tapi aku ingin belanja disebelah sana!" kata sonhe lagi


" aku juga ingin belanja ditempat lain" kata Vivi lagi


hening sejenak


" emm bagaimana kalau kita pencar nanti ketemu disini 1 jam lagi" saran Rossa


" Baiklah!"jawab keduanya setuju. Vibi menghampiri abangnya yang sedang duduk bersama Tadi dan dua sekertaris mereka disalah tempat disana.


" Bang kita bertiga mau pergi belanja tapi kita bertiga pisah" jelas Vivi


" kamu nggak boleh pergi sendiri harus ada yang nemenin" kata bang Baek dia khawatir dengan Vivi sebenarnya dia ingin menemani Rossa tapi dia juga takut Vivi kenapa-kenapa


" emang kamu mau pergi ke toko mana?" tanya Radit


" aku ingin ke sana bang" kata Vivi sambil menunjuk toko yang menjual bahan kerajinan dan aksesoris. Mendengar Radit bertanya muncul ide dibenak Baek


" Hei Vivi Radit juga ingin ke sana lebih baik kau pergi dengan Radit" kata Baek sambil mengedipkan matanya ke arah Radit


" hei apa yang kau...!" belum sempat Radit membantah Baek tiba-tiba menyela lagi


" Ayolah kau bilang kau tadi ingin ke sana" kata Baek lagi


" oh bang Radit mau kesana juga ayo kita kesana bersama" ajak Vivi


" ehemm... baiklah" kata Radit setuju


" Rang kau ikut Baek awasi teman-teman Vivi Jan sampai terjadi masalah" pinta Radit sambil tersenyum jahil


" siap Tuan" jawab Rang


sebelum pergi Radit berbisik ke telinga Baek


" kau akan membayar ini" ancamnya


Baek hanya terkekeh


" emm... Young kau boleh menunggu dimobil atau dimana yang penting Jan ikut aku" kata Baek


"Siap Tuan" jawab Young patuh


~Masalah Vivi sudah beres ayo kita menemui Rossa sekarang~ Batin Baek


belum sempat Baek melangkah ia dipanggil oleh sekertaris Rang


" Permisi Tuan saya disuruh Tuan Radit untuk ikut menjaga teman nona Vivi" jelas sekertaris Rang


~shit! apa-apaan Radit kenapa dia menyuruh sekertaris nya ikut denganku ~ Batin Baek


" Em ayo" ajak Baek


mereka berdua menghampiri Rossa dan ternyata Rossa masih bersama Sonhee


~ Wah untungnya teman Vivi yang satu lagi masih ada disini terima kasih tuhan~ Batin Baek


melihat Baek dan Rang datnag mereka kebingungan


" Dimana Vivi?" tanya Rossa


" Dia sudah pergi" jawab Baek


" oh iya dan kenapa kau ke sini?" tanya Rossa lagi


" emm.. itu aku disuruh Vivi untuk menemani mu berbelanja" Baek berbohong


" Oh baiklah" Rossa Setuju


" Hei Rang kau temani Sonhee!" pinta Baek


" Iya tuan" jawab sekertaris Rang


~Wah aku beruntung sekarang waktunya aku dekat dengannya, terima kasih tuan Radit~ Batin sekertaris Rang


"Ayo pergi " Ajak Baek


" Ayo! Sonhee gue duluan yah bye" pamit Rossa


" iya bye" balas Sonhee


" Ayo kita toko itu ! " ajak Sonhee sambil menunjuk toko makanan


" emm....mari" kata sekertaris Rang


" Hei jangan bicara terlalu formal kepada ku santai saja" Kata Sonhee


" Baiklah"


" kenalkan namaku Sonhee" kita Sonhee


" Rang"


" Ya sudah ayo kesana" ajak Sonhee menarik tangan Sekertaris Rang .


~Dia lucu sekali~ Batin Sekertaris Rang sambil membalas uluran tangan Sonhee.


Sementara ditempat lain Terlihat Vivi dan Radit yang sedang memilih barang yang mereka Inginkan


"Aku ingin membeli sesuatu untuk Bunda" katanya pada diri sendiri


" lebih aku bertanya ke bang Radit aja apa yang disukai bunda"


" Bang Radit !"


"emm" jawab Radit


" Bunda kalau yang berkaitan dengan barang sukanya apa?" tanya Vivi


" Dia suka barang yang klasik tapi cantik tidak juga terkesan mewah namun enak dipandang"kata Radit sambil menatap wajah Vivi


" Benda apa yah yang seperti itu?" pikir Vivi sambil lengak lenggok mencari barang yang dimaksud


" Bagaimana kalau ini?" tanya Vivi sambil mengangkat tas bulat yang dianyam dengan bambu


" emm tak itu cocok untuk anak muda" kata Radit


" kalaj yang ini?" tanya Vivi sambil menunjuk Tusuk rambut yang berbentuk bunga berwarna emas kecoklatan.


" Sempurna" Radit memuji


" mantapp" tambah Vivi


" Abang nggak beli apa-apa?" tanya Vivi


" entahlah aku nggak tahu harus beli apa" Radit bingung.mendengar jawaban Radit Vivi hanya diam saat menoleh dia melihat anting hop berbulu berwarna biru yang sangat menarik menurutnya Radit melihat Vivi yang menatap anting itupun seketika langusng mmengambil anting itu.


" Bang Radit kenapa diambil aku mau beli anting itu" protes Vivi

__ADS_1


" Siapa cepat dia dapat" Radit membela diri


" Abang kan cowok buat apa beli anting?" tanya Vivi


__ADS_2