Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
29.Thank You


__ADS_3

Radit dan Baek sudah sampai dimansion milik Radit.


mereka memasuki gerbang dan disambut oleh para pengawal. sesampainya di dalam mansion mereka bergegas menuju ruang Rahasia tempat dimana Vivi,Ayah,dan Bunda mereka sembunyi.Sesampainya disana Radit dan Baek segera membuka pintu dengan keamanan biometrik itu.


"Bang Radit!" teriak Vivi Sambil berlari berhambur ke pelukan Radit


"Astaga ya tuhan syukurlah kalian baik-baik saja" kata Bunda


"syukurlah kalian selamat"kata ayah lega


"aku sangat senang kau baik-baik saja" kata Vivi


"Ehem bang Baek nggak ditanyain ?dikhawatirin nih?" tanya Baek sambil terkekeh.


"oh iya aku lupa " kata Vivi beralih memeluk baek.


"ahhaha adikku yang manis" Kata Baek sambil mengelus-elus kepala Vivi.


"Aku sangat senang semuanya sudah berakhir" kata Vivi lega.


"Aku apalagi" kata Radit


semuanya akhirnya tertawa bersama mereka terlihat bahagia sekali setelah masalah itu berakhir.


"Sudah-sudah ayo kita istrahat" kata ayah mengingatkan


"baiklah ayo" kata mereka setuju.akhirnya semua orang kembali ke ruangan masing-masing untuk istrahat.


*Kamar Baek*


Baek baru selesai mandi iapun duduk di sofa sambil memeriksa ponselnya.


"Hemm... tidak ada apapun disini" gumam Baek sambil menghela nafas.disana hanya ada chat dari young sekertaris nya yang memberikan informasi bahwa semua jaringan sahabat ataupun teman dekat paman Vivi sudah bertekuk lutut alias sudah berada digenggaman Baek dan chat lainnya yang tak penting baginya.


"Akhirnya semuanya sudah berakhir,aku sangat lega Vivi dan keluarga ku baik-baik saja" gumam Baek


"Tugasku sebagai kakak sudah bisa diemban Radit, aku lega Radit bisa menjadi seorang saudara sekaligus suami yang bertanggung jawab, aku ingin menjadi seperti nya menjaga istri dan calon anaknya seperti menjaga nyawa sendiri,apakah aku bisa? calon saja tak punya hahaha aneh sekali aku ini, aku akan menyendiri itu lebih baik setidaknya aku masih bisa menyenangkan diri sendiri aku yakin akan datang seseorang yang memang sudah ditakdirkan untukku suatu hari nanti" gumam Baek lada diri sendiri.


"Tapi aku hanya sedikit bingung kenapa Rossa tak pernah mau melihat kearah ku? apakah aku terlalu cerewet? atau cuek? tak peka? kurang kaya? atau gimana ya" gumam Baek


"Itu tak penting aku juga tak peduli dia menyukaiku atau tidak kurasa kita memang bukan jodoh"gumam Baek lagi.setelah selesai dengan ritual bicara sendiri nya Baek pun istrahat ia sangat merasa lelah.


*Kamar Vivi dan Radit*


Radit baru selesai mandi.Ia keluar dari kamar mandi ia terkaget melihat Vivi menatap intens setiap bagian tubuhnya.


"Bang Radit kenapa lengannya?" tanya Vivi


"ini cuman ketembak doang" kata Radit


"Astaga kenapa nggak bilang, bang Radit kenapa nyembunyiin" kata Vivi terlihat khawatir, Radit tersenyum jangan sekhwair itukah Vivi padanya? rasanya Sekarang Vivi nyali mencintai ku ataukah sudah? pikir Radit


"Bang? sehat?" tanya Vivi melihat Radit dengan senyum sendiri


"I..iya hehehe sehat malah sehat walafiat" jawab Radit


"Ayo aku obatin" ajak Vivi


"Nggak usahsm ayo istrahat kamu pasti lelah"kata Radit


"tapikan bahaya kalau nggak diobatin" kata Vivi


"Iya tadi udah diobatin kok pas perjalanan ke sini,sekarang kamu istrahat yah sayang kasian babynya pasti ngantuk" kata Radit berusaha membuat Vivi agar tidak khwatir


"nahti aku belum ngantuk.Ayo ikut aku "Vivi mengajak Radit duduk di sofa


"ini harus dibersihin terus Ama diobatin biar cepat sembuh, jadi besok kita ke dokter tapi... sebelum itu sini aku bersihin lagi lukanya trus diobatin biar nggak infeksi" kata Vivi


"iya baiklah" kata Radit pasrah.


Vivi mulai membersihkan luka ditubuh Radit.


"Ah sakit pelan-pelan Vi" kata Radit


"iya ini juga udah pelan,cengeng banget" kata Vivi

__ADS_1


"bukan gitu ah " kata Radit mengelak


"diam dulu dong lagi mau ngobatin ini" kata Vivi


"iya bos" jawab Radit patuh,setelah mengobati luka Radit Vivi membalutnya dan selesai.


"selesai, udah bang sekarang ayo tidur" ajak Vivi


"Eh tunggu sayang, aku mau kafein" kata Radit dengan nada manja.


"Bang Radit mau rokok? bang Radit nggak boleh rokok dekat aku nanti kalau anak kita kenapa-kenapa gimana? ingat yah kata dokter" kata Vivi .


"aduh lucu bet sih kamu gemes deh" kata Radit mencubit pipi Vivi.


"Terus aku nggak mau yah punya suami Yang suka ngerokok nanti ruangannya bau rokok parahnya kan ngerokok bisa bawa banyak penyakit nanti kalau bang Radit mati aku bakal jadi janda trus nanti direbutin Mingyu Ama Sehun Gimana? akukan susah milih diantara mereka " kata Vivi memperingatkan Radit, Radit spontan membulat kan matanya.


"hahaha arwah aku bakal ikutan rebutan kamu dong" jawab Radit enteng


"ya gmn yah aku nggak mau nikah Ama arwah gentayangan" kata Vivi


"idih kamu nih ya, sumpahin aku mati kamu?" kata Radit


"nggak kok bang" kata Vivi


"terus apa?" tanya Radit


"cuman memprediksi kejadian yang akan datang" kata Vivi


"emang kamu prediksi kedepannya apa yang bakal terjadi?" tanya Radit


"kekmya kedepannya aku Ama Sehun bakalan ketemu" kata Vivi sambil senyum-senyum sendiri


"kamu nggak ada kerjaan lain apa selain ngehalu?" kata Radit sambil terkekeh


"ya gimana yah aku jawabnya" kata Vivi


"Eh bang Radit marah nggak aku ngehalu?" tanya Vivi


"nggak aku cuman pura-pura toxic aja, biar seru gitu ngobrol nya" kata Radit


"Ya gini yah pertama-tama aku sadar diri aku hadir di kehidupan kamu setelah mereka jadi wajar mereka tetap terkenang dimemori kamu, kedua kamu cuman halu yang namanya halu ya halu kejadian yang terjadi dialam bawah sadar bukan dunia nyata jadi aku nggak be aja semua orang berhak punya imajinasi dan kesenangan sendiri, ketiga kamu mau halu nikah, pacaran, ketemu Ama sehunlah, Baekhyun lah, Mingyu lah,ama si duren-duren yang biasa kamu sebut itulah, ama eunwolah asal kamu tau batasannya itu semua nggak masalah buat aku yang penting kamu senang dan sekarang kamu kenyataan udah jadi milik aku udah nikah Ama aku" kata Radit panjang lebar, Vivi ternganga


"wah nggak salah aku milih suami" kata Vivi memeluk Radit


"Baru nyadar kamu?" kata Radit


Vivi terkekeh.


"minta kafeinnya sekarang" kata Radit, Vivi diam masih mencerna apa yang dikatakan Radit.


"Bang Radit mau kopi?"tanya Vivi


"asataga bukan, cium" kata Radit manja


"anjir ngebug otakku " kata Vivi


"hahaha" Radit tertawa


"Muah, good night calon daddy" Vivi mencium pipi Radit, blush pipi Radit memerah astaga malunya .


"Bang? Bang Radit kok diam?" tanya Vivi


"eh iya udah sekarang ayo tidur good night honey" kata Radit mencium kening Vivi dengan lembut.tiba-tiba ketika sedang ingin berbaring Vivi tiba-tiba bangun lagi.


"tunggu!" kata Vivi


"kenapa?kamu nggak enak badan?" tanya Radit khawatir


"Aku lapar" kata Vivi


"oh astaga, ayo kita turun kebawah aku akan buatkan sushi" kata Radit menawarkan.


"wah bang Radit kok bisa tau aku lagi mau makan sushi?" tanya Vivi.


"aku hanya menebak-nebak" kata Radit

__ADS_1


"tapi...aku nggak enak suruh-suruh bang raditkan bagg Radit lagi sakit" kata Vivi


"jangan sungkan sayang ini kewajiban ku"


"nggak deh bang Radit tidur aja aku bisa buat sendiri kan tinggal campur nasinya udah ada" kata vivi, ia tau Radit sangat cape jadi ia memutuskan untuk memasak sendiri.


"Jangan biarkan aku saja" kata Radit


"ayo" ajak Radit vivipun mengangguk.


Merekapun turun dari lift menuju dapur.


"Kamu duduk disini yah tunggu aku bakal buatin"kata Radit, Vivi mengangguk patuh.


"Bang Radit emangnya bisa?" tanya Vivi


"Bisa dong aku belajar tau, karena aku yakin kamu pasti bakal ngidam yang berkaitan Ama korea jadi aku sempat-sempatin curi waktu cari tutor masak;masak makanan orang Korea di you tube" kata Radit


"Wah Daebak bang Radit the best lah" kata Vivi mengacungkan jempol. Radit hanya tersenyum sembari membuat sushi


"Bang" kata vivi


"iya?" tanya Radit yang masih sibuk dengan acara memasak nya.


"nanti sebelum aku ngelahirin aku mau kekorea dong"kata Vivi


"kenapa ?" tanya Radit


"aku pengen nanti akta kelahiran anak kita judulnya soul" jawab Vivi


"Baiklah aku terserah padamu" kata Radit


"terimakasih terima kasih untuk segalanya" kata Vivi.


"Jangan mengucapkan terima kasih karena itu semua adalah tanggung jawab dan kewajiban ku kata Radit


"sudah-sudah sekarang makan yah" kata Radit menyuapi Vivi.


"buka mulutmu aaa" punya Radit vivipun menerima suapan Radit


"wah Daebak ini sangat enak" kata Vivi


"kau suka" kata Radit sambil membersihkan sisa kecap di pinggir bibir Vivi


"makan yang banyak yah setelah itu makan buat biar nanti kandungan nya kuat, kata Ahmad diprediksi kalau kamu mengadung bayi kembar" kata Radit


"wah benarkah?" tanya Vivi tak percaya.


"iya berdoa saja semoga anak kita sehat-sehat semua" kata Radit.


"pasti" kata vivi.setelah selesai makan Vivi dan Radit kembali ke kamar untuk istrahat.


"muah" tiba-tiba Vivi mencium bibir Radit


"selamat malam" Kata Vivi dan langsung berbaring intim tidur.


"nakal kamu yah" kata radit sambil menggeleng, raditpun ikut berbaring untuk tidur.


"tunggu!" tiba-tiba Vivi terbangun lagi.


"kenapa?" tanya Radit


"bang Radit besok aku mau pake hanbok baju khas Korea trus dipaduin Ama batik please" kata Vivi


"iya-iya sekarang tidur" kata Radit.


"Bang Radit jangan dekat-dekat nanti kalau aku nggak sengaja pukul atau gimana-gimana kan bahaya" kata vivi.


"iya tidurlah" imbuh Radit sambil mengelus-elus kepala vivi.setelah Vivi tertidur ia mengambil ponsel dan menghubungi Sekertaris nya.


"hoamm...ha..halo" kata Sekertaris Rang setengah kantuk


"emh, bilang kepada Marty suruh dia menjahitkan baju hanbok Korea kau tahu itu? trus dicampur batik khas Indonesia dan itu besok siang harus sudah jadi. ukurannya ukuran Vivi " kata Radit


"baiklah tuan " dan setelah itu Raditpun langsung menutup telepon dan segera mengikuti jejak Vivi ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2