Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
22. Searching Bapak Sambung Di Goggle (Baek)


__ADS_3

"Bang Radit ngapain masuk!? keluar!" pinta Vivi.


"Deg!"


~apakah Vivi tak menerima anak itu makanya ia berperilaku seperti itu padaku? apakah dia akan membenciku?~ tanya Radit dalam hatinya


…………………………………………………………………………………………


"Woy Radit kenapa bengong? keluar ini pembicaraan antar wanita kenapa kamu kepo sekali" kata Bunda.


"maaf aku takkan mengganggu jika memerlukan sesuatu aku tunggu diluar" kata Radit lalu berlalu keluar meninggalkan empat wanita yang sedang berbicara.


"Vi kenapa lo teriakin dia tadi?" tanya Rossa


" Bukan gitu gue malu aja takut dia denger keluhan gue tadi" kata Vivi, yah Vivi merasa malu kepada Radit masalah pengakuan anak tadi pasalnya baru kali ini Vivi merasa pesimis masalah yang berkaitan dengan Radit.


"Astaga pasti dia mikir yang kagak-kagak nih" kata Sonhee


" nggak apa-apa biar dia resah sendiri siapa suruh masuk ke sini nggak ketuk pintu dulu" kata Bunda


" iya juga sih yah wkwk" merekapun tertawa.


"okey kita keluar dulu Bunda akan suruh Radit masuk kalian bicarain ini berdua yah" kata Bunda.


"okey bunda" jawab Vivi.


"cepat sehat yah calon mommy" kata Rossa mengelus perut Vivi.


"ibunya juga cepat sehat yah" kata Sonhee lalu berlalu keluar ruangan meninggalkan Vivi sendirian.


*Diluar Ruangan Vivi*


Bunda dan kedua teman Vivi keluar.


ternyata diluar sudah ada Radit dan Baek diluar.


"Bund kita pamit dulu yah nanti kita datang lagi" kata Rossa buru-buru.


"loh nggak makan dulu sayang?" tanya Bunda.


" lain kali aja bunda" jawab Rossa dan segera pergi meninggalkan Bunda, Radit, dan Baek.


" Hati-hati " kata bunda. setelah itu Radit membuka suaranya.


"Bund Vivi bilang apa? dia nggak marahkan? apakah dia akan membenciku?" tanya Radit.


"apakah ini Radit yang kukenal?" tanya Baek


" aku serius" kata Radit, Baek diam


" masuk! Bicarakan ini dengannya!" pinta Bunda.


"tapi bund...ah.. aduh sakit"


"nih anak banyak bacot disuruh masuk nggak mau " kata bunda menjewer telinga Radit.


" hahaha rasakan" kata Baek mengejek Radit.


" Aku takut" kata Radit pelan.


" sejak kapan kau takut? tanya Baek"


"sejak ada Vivi" jawab Radit


"kau pengecut masuk! bicarakan ini baik-baik dengan Vivi,aku mempercayai mu untuk menjaga adikku, jika kau melakukan kesalahan aku akan menjauhkan Vivi dari mu dan mencarikan ayah sambung untuk anak kalian!" kata Baek .


" Kau akan menemukan bapak sambung yang kaya dan baik seperti ku dmn?" tanya Radit percaya diri.


"Gampanglah nanti gue tinggal searching di google banyak! bisa dibeli juga di shope" kata Baek bercanda.


"sialan" kata Radit .


"kau mengumpat ku? sana masuk ! dasar mental kerupuk!" pinta Baek.


"buruan ! pinta Bunda.


"I..i..Iya Bunda" jawba Radit ia menghela napasnya panjang dan menghembuskan nya perlahan.


" bismillah aku siap untuk keadaan terburuk" gumamnya pada diri sendiri.


ceklek...! Radit membuka pintu kamar Vivi.


"Bang Radit?" tanya Vivi memastikan

__ADS_1


"yes i'm here" jawab Radit.


" Duduklah" kata Vivi.


" ehem kau marah padaku?" tanya Radit pelan bahkna ia masih menunduk takut melihat wajah Vivi.


ehem kau marah padaku?" tanya Radit pelan bahkna ia masih menunduk takut melihat wajah Vivi.


" Tak aku tak marah "Jawab Vivi Enteng, Radit mengangkat kepalanya.


"Are you suer?" tanya Radit, Vivi mengangguk kan kepalanya.


" berarti kamu menerima anak kita?" tanya Radit


" ya " jawab Vivi


" benarkah aku tak bermimpi kan?" tanya Radit tak percaya bahwa Vivi menerima anak mereka.


" tak " kata Vivi dan langsung memeluk Radit.


Radit kaget dan juga senang ia membalas pelukan Vivi.


" Terima kasih" kata Radit.


"sama-sama, seharusnya


tidak kata terimakasih diantara pasangan" kata Vivi.


" begitukah?..ah sakit" kata Radit tiba-tiba Vivi mengigit pipinya.


" hahaha itu pertanda bahwa kau tak bermimpi" kata Vivi.


" aku senang kau senang" kata Radit.


"Aku mencintaimu" kata Radit kembali memeluk Vivi.


"Yah aku sangat mencintaimu,muah" Radit mencium pipi Vivi.


"aku belum bisa menjawab mu" kata Vivi.


" baiklah tak apa cuman belum bisa kan bukan tidak bisa" kata Radit, vivipun menggangguk malu-malu.


"masalah pernikahan kita?"tanya Vivi.


" baiklah " jawab Vivi patuh.


"Baiklah sekarang waktunya istirahat" kata Radit.


" Apa kau ingin aku mati? aku kelaparan setengah


mati disini!apakah ada orang yng Kenyang dengan makan bubur yang sedikit dan buah-buahan saja?" tanya Vivi.


~Astaga ini bukan Vivi, mengerikan sekali~ batin Radit


"jadi kau mau makan apa?" tanya Radit


" aku ingin makan nasi goreng rasa Bubble Tea" kata Vivi


" a..apa? kau yakin ?aku belum pernah mendengar nama makanan seperti itu?" tanya Radit.


" aku yakin! apa mau kau Carikan?" tanya Vivi dengan mata yang berbinar-binar.


" kalau nggak mau nggak apa-apa aku akan menyuruh Bang Baek saja" kata Vivi


" kau ingin anakmu ileran?" tanya Vivi


" ti..ti.. dak" jawab Radit.


" akan ku Carikan tunggu disini" kata Radit.


" baiklah" jawab Vivi


~terpaksa aku harus mencampur aduk lagi~ Batin Radit mengeleng-geleng. Radit pun keluar dari ruang rawat Vivi.


" Kenapa Lo? " tanya Baek yang sedang duduk dengan Bunda dikursi tunggu


" Vivi ngamuk?" tanya Bunda


" enggak dia bahkan peluk aku" kata Radit bangga


" oh aja" kata Baek


" syukurlah kalian nggak berselisih" kata Bunda lega.

__ADS_1


" iya Bunda aku sangat senang" kata Radit bahagia


" ya udah radit mau beli nasi goreng dulu, buat Vivi"


" Bunda juga mau duluan mau pulang dulu pengen check kondisi ayah, bunda pulang duluan yah" pamit bunda dan pergi meninggalkan Radit dan Baek


"iya Bund " jawab keduanya


" Lo juga mau pergikan? sana keburu mati kelaparan adek Ama ponaan gue" pinta Baek


Radit terlihat cemas Radit dengan wajah yang terlihat cemas


" Baek temenin yok" ajak Radit


" kagak diliat dari wajah Lo ada hal yang mencurigakan" kata Baek, Radit pun berbisik


" gmn gue nggak gitu bayangin Vivi maunya nasi goreng bubble Tea , makanan modelanngitu gue dapat drmn coba? " kata Radit


" Knp Lo bisik-bisik?" tanya Baek


" takut didengar Vivi, orang hamil tuh sensitif gue nggak mau kata-kata gue ngerusak mood Vivi" kata Radit


" oh gitu yah emang bisa gitu? "tanya Baek


" banyak tanya ayo ikut" ajak Radit


" sorry dorry strawberry kagak mau gue" kata Baek menolak


" ya udah gue pergi, kenapa nggak jawab dr tadi aja" kata Radit kesal


" bukan nya tadi gue nolak yah?" tanya Baek dengan nada mengejek


" nyenyenye" Raditpun berlalu pergi membeli nasi goreng aneh untuk Vivi dan calon anaknya.


……………………………………………………………………………………………


Radit ke restoran membeli nasi goreng dan Bubble Tea untuk Vivi.


"selamat datang tuan, apakah anda memerlukan sesuatu??" tanya pelayan itu


" ah tuan Radit, apa yang anda butuhkan ? kami akan melayani anda dengan sepenuh hati" kata manager restoran itu


"give me are three fried rice and Bubble Tea" pinta Radit


" Baik tuan silahkan tunggu apakah anda ingin tunggu diruangan VVIP atau disini? " tanya sang menager


" disini cepat aku tak punya banyak waktu" kata Radit


" baiklah tuan, kami akan membuat nya secepat mungkin" kata pelayan itu


Radit mengangguk setelah 20 menit menunggu nasi goreng dan Bubble teanya pun selesai dia segera ke kasir untuk membayar makanan Yang dia pesan.


" totalnya berapa? " tanya Radit


"210.000,00,tuan" jawab kasir


" oh ini"Radit menyodorkan kartu goldcardnya, pelayan itu menganga melihat nya


"ini tuan terima kasih" kata pelayan itu membungkuk hormat


" selamat jalan tuan" kata manager membungkuk hormat


Radit segera keluar dari restoran,di taman restoran dia celingak-celinguk kiri dan kanan mencari apakah ada org yang belalu lalang atau tidak


"huh...aman" katanya memegang dadanya


"okey mari kita campur dan bawa ke Vivi" kata Radit


iapun seger membuka kotak nasi goreng dan meuangkan Bubble tes ke nasi goreng itu.


" ah sialan jangan sampe ada yang liat" kata Radit buru menyampur aduk nasi dan bubble itu.


" Radit!" tiba-tiba ada seorang wanita yang meneriaki namanya, radit menoleh


" hei kau tak mengenal ku? kita satu angkatan di London?" tanya wanita itu


" entah aku tak tahu kau siapa" kata Radit sambil merapikan kotak nasi goreng dan memasukkannya kedalam mobil


"aku...." belum sempat wanita itu berbicara Radit menyelanya


" permisi aku harus pergi" kata Radit segera menaiki mobilnya dan pergi


sementara gadis itu tersenyum smirk

__ADS_1


"Menarik"


__ADS_2