
*Flashback*
"Ayah Apakah janji itu bisa dibatalkan?" Tanya seorang laki-laki yang tak lain dan tak bukan adalah Rechel
" Maafkan Ayah,Ayah sudah terlanjur berjanji dengan keluarga Wilson dan kau tahu sendiri Wilson sudah berteman dengan ayah sejak lama" jelas Ayah Rechel
" Baiklah Ayah"Kata Rechel setuju
" sekali lagi maafkan Ayah"
" Tidak apa-apa, mungkin ini sudah takdir" kata Radit sambil menarik nafasnya pelan
~ Vivi... maafkan aku mungkin kita memang bukan jodoh~ Batin Rechel. Rechel pamit ke Ayahnya untuk pulang.
"Aku harus menghubungi Vivi"katanya pada diri sendiri
dia menghembuskan nafasnya dan mengambil handphone nya dia ketika dia membukanya terlihat beberapa pesan dari Vivi dan beberapa Miss call dari Vivi, ia merasa bersalah beberapa hari ini ia jarang melihat handphone nya karena sibuk belajar mengurus perusahaan ayahnya. entah apa reaksi Vivi kalau dia mendengar pengakuan nya ini.
~ Ayolah Rechel lebih cepat lebih baik ~ Batin Rechel
ia pun menekan nomor Vivi
Tut...Tut suara sambungan telepon dan diangkat oleh seseorang diseberang sana.
halo"
" Halo Sayang ini aku" jawab seseorang disana yang tak lain dan tak bukan adalah Rachel
" Halo kamu kemana aja kenapa nggak hubungin aku dari kemaren?" tanya Sonhee
" Maafkan aku sangat sibuk perusahaan ayahku hampir bangkrut"
" apa!? sekarang kau baik-baik saja? "
" iya tapi sekarang sudah normal"
" Vi?"
" ya aku masih disini"
" ada yang ingin aku bicarakan"
" bicaralah aku mendengarkan"
" aku akan menikah..."
* Flashback off*
Vivi benar-benar tidak menyangka bahwa Rechel akan berbicara seperti itu kepadanya, ia berharap ia salah dengar tapi kenyataannya sangat menyesakkan.
" aku akan menikah..." Kata Rechel diseberang sana
" a..apa!!?" pekik Vivi tak percaya
" Maafkan aku sudah kewajiban ku sebagai seorang anak untuk memenuhi janji Ayahku." Rechel menjelaskan
" Janji? maksudnya?" tanya Vivi
"Ayahku sudah berjanji ke Temannya dulu ketika aku masih kecil akan menikahkan ku dengan putrinya"
" Oh seperti itu" Kata Vivi pelan
" Yah aku minta maaf, aku ingin memberitahu mu sebelum kau tahu dari orang lain agar kau tak kecewa"kata Rechel lagi
" Heh! sekarang aku tahu ternyata kau sulit dihubungi akhir-akhir ini karena kau sedang sibuk dengan calon istri mu" kata Vivi dengan mulut yang bergetar sambil terkekeh geli
" Bukan begitu aku.." belum sempat Rechel melanjutkan kalimatnya Vivi memotongnya
" Sudah-sudah tak usah dijelaskan lagi, heh! miris sekali hidupku ini berhubungan dengan seseorang yang ternyata sejak kecil sudah dijodohkan hahahaha seperti dinovel saja" kata Vivi sambil tertawa
" Maaf" hanya itu yang bisa dikatakan Rechel
" Berhentilah meminta maaf, mungkin ini sudah takdir dan kita juga mungkin nggak jodoh" kata Vivi lagi berusaha menahan tangisnya
"Ya benar semoga kau bisa menemukan yang lebih baik dariku" Kata Rechel lagi
" Ya semoga saja, dan semoga pernikahan mu bahagia " Vivi memberi kan ucapan selamat ke Rechel
" Vivi aku..." Lagi dan lagi sebelum sempat melanjutkan kalimatnya Vivi memotongnya
" Terima kasih untuk 2 tahun ini, ehmm aku sibuk aku tutup dulu sampai Jumpa" kata Vivi lagi sambil menahan tangisnya.
" huwaa!!" tangis Vivi pecah mengagetkan ekdua temannya
" Vi Lo kenapa?" tanya rossa khawatir
" Astaga Vivi kenapa nangis?" tanya Sonhee
" Hiks..hiks...itu....Re.. Rechel mau nikah, huwaa!" Jawab Vivi yang masih terisak
"what!! really?" tanya Rossa tak percaya
" Ah masa? apa Lo lagi prank kita yah??" tanya Sonhee
" Eh Maemunah kalau gue nangisnya kenceng kayak gini nggak mungkin boongan hiks..hikss"
"Wah setelah dia hilang kabar 4 hari Lo dapat kabar dia kawin, kayak Ceye aja hilang kabar 3 bulan ehh pas muncul langsung pergi wamil sungguh kejutan yang membingungkan"Rossa terkekeh
" Yah antara senang dia ada kabar dan sedih dia bakal pergi wamil" Tambah Sonhee
"Bedanya Ama ceye kita ditinggal wamil lah Ama do'i gue gue ditinggal nikah ya kali hiks... hikss" Vivi masih terisak
" emang laki-laki penuh dengan misteri, ikhlasin aja dia yah Vi" kata Rossa
" udah-udah aku pusing banget nih pengen seneng-seneng tapi kemana ya??" tanya Vivi sambil mengusap air mata nya.
" nanti malam kita ke club aja " ajak Rossa
" hemm apa boleh?" tanya Sonhee
" bolehlah kan kita udah cukup umur" kata Rossa meyakinkan
" iya deh mana-mana aja yang penting senang-senang!" kata Vivi
" aku.. malam ini nggak bisa ada janji Ama sekertaris Rang" akta Sonhee sontak membuat Vivi dan Rossa membulatkan matanya tak percaya
" Lo ada apa Ama Sekertaris Rang?" tanya Vivi dengan nada curiga
" iya Sonhee Lo nggak diapa-apain kan Ama dia??" tanya Rossa juga dengan nada curiga
"enggaklah " jawab Sonhee
" emang sejak kapan Lo Deket Ama Sekertaris Rang yang irit bicara itu?" tanya Vivi
" kalian ingat nggak pas kita jalan-jalan ke episentrum, nah pas itukan sisa gue Ama Rossa trus Bang Baek datang tuh Ama sekertaris Rang Trus bang Baek suruh sekertaris Rang buat nemenin gue, nah gue ajak dia makan di restoran trus dia tawarin aku makan soto katanya enak ya aku mau, karena sotonya enak banget dengan bodohnya gue ajak dia lomba makan soto yang pedas. nak apa itukan gue kalah dan dia minta gue buat ajak dia makan malam dipinggir pantai, kurang lebih gitu deh ceritanya" jelas Sonhee
" what!! Sekertaris Rang lomba makan soto Ama Lo?! " pekik Rossa nggak percaya
" iya"jawab Sonhee dengan polos
" hhhh kalau bang Radit tahu sekertarisnya lomba makan soto Ama Sonhee gimana yah reksinya" kata Vivi sambil tertawa
" ya udah deh kita nanti pergi berdua aja" kata Vivi
" iya, buat Lo congrats yah baru kenal udah diner hhahahah" kata Rossa sambil tertawa
" apaan sih orang ini cuman gara-gara gue kalah taruhan doang" kata Sonhee malas
" pepet tross" seru Rossa
" udah-udah ayo kita ke bang Baek ini udha siang, aku lapar" kata Vivi
" ayok" jawab Sonhee dan Rossa bersamaan
__ADS_1
merekapun menghampiri Baek yang sedang duduk bersama Radit, sekertaris Rang dan Sekertaris Young.Radit ynag melihat mata Vivi yang bengkak langsung bertanya
" matamu kenapa?, kau habis menangis?" tanya Radit
"aku..tadi nggak sengaja kena air laut" jawab Vivi bohong
" oh" kata Radit.
~ Dia berbohong aku tahu dia habis menangis, kenapa dia menangis? aku akan mencari tahu" Batin Radit
" Bang aku lapar" kata Vivi dengan manja
" ya udah ayo kita makan, kita cari resto disekitar sini aja" kata Baek
"iya" kata Vivi
~Nggak biasanya dia cuman jawab iya biasanya" gass!" ayok" memang ada yng aneh" Batin Radit
~ nggak Biasanya Vivi begini~ Batin Baek
"Ayo" ajak Baek
merekapun menuju ke restoran untuk makan siang.
setelah makan siang mereka kembali ke pantai untuk bersantai sekaligus istirahat.
"Bang Vivi mau tidur pake hamook " kata Vivi
" iyah-iyah Abang pasangin yah" kata Baek
" Bang minta dong aku juga mau sama Sonhee juga " Rossa meminta hamook ke Baek
" biar aku aja yang pasangin nanti" tawar Baek
" Rang pasangkan hamook Sonhee di sana!" pinta Baek
" sekalian sama aku yah sekertaris Rang" minta Rossa
" nggak usah punya kamu biar aku aja yang pasangin" kata Baek
" tapi kelamaan aku pasang sendiri aja"kata Rossa
Vivi yang melihat perdebatan diantara mereka merasa curiga.
~ Bang Baek kayaknya suka deh Ama Rossa?~ Batin Vivi. memikirkan bagaimana cara agar Baek bisa dkeat dengan Rossa.
" ekhemm.. Bang Baek pasangin aja punya Rossa punya aku biar bang Radit yang pasangin" saran Vivi
" eh Vi nggak usah gue bisa sendiri" tolak Rossa
" enggak aku sama bang Radit aja" Kata Vivi sambil menarik tangan Radit membawanya ketempat yang ia pasangkan hanboknya.
" ayo bang " kata Vivi sambil tersenyum manis
blussh muka Radit jadi merah karena melihat Vivi yang tersenyum manis kearahnya
" ekhme baiklah ayo" ajak Radit
Baek dan Rossapun pergi mengikuti Vivi dan Radit
" Bang Baek sih kasian Vivi tau dia lagi patah hati" kata Rossa kesal
" ah masa sih? adik gue yang bar-bar bisa patah hati" tanya Baek nggak percaya
" tau ah liat aaj dari perbedaan mukanya bang Baek nih abangnya apa bukan sih?" tanya balik Rossa
" benaran?" tanya Baek mulai serius
" iya dia ditinggal nikah Ama pacarnya" jelas Rossa
" sial!! siapa nama laki-laki yang udah hancurin hati adek gue brengsek!" umpatnya marah-marah.
" Rechel " jawab Rossa
" Bang Baek jangan gitu dong itu malah akan memperburuk suasana selesain masalah nya dengan kepala dingin jangan pake marah-marah nanti yang ada malah nambah masalah"
" Vivi cuman perlu hiburan kok pasti setelah itu dia bakal kembali seperti semula lagi" tambah Rossa
" kamu benar Terima kasih sarannya" kata Baek sambil mengusap kepala Rossa
" sama-sama" jawab Rossa sambil malu-malu
aku pasang disebelah Vivi tapi jangan dekat-dekat kayaknya dia lagi pengen sendiri " kata Rossa." iya ayo" ajak Baek. Baekpun memasang hamook untuk Rossa.
sementara Vivi sedang menunggu Radit yang sedang memasang Hamook untuknya.
" Selesai!" kata Radit
" makasih bang " kata Vivi dengan senyum ringannya
"kamu kenapa nggak biasanya" tanya Radit
Vivi yang mendengar pertanyaan Radit langsung kaget dia tak percaya Radit bertanya kepadanya.
" wah bang Radit beneran tanya ke aku kan?" tanya Vivi nggak percaya
" emm" jawab Radit
" hehehehe aku lagi broken hearted " kata Vivi. Vivi sebenarnya ingin menyembunyikan masalah nya tapi entah kenapa ketika Radit bertanya kepadanya dia langsung terbuka mulutnya langsung menjawab jujur apa yang ditanyakan Radit.
" Oh kenapa?" tanya Radit lagi
" Ditinggal married wkwkw" jawab Sonhee sambil terkekeh
" nggak usah sedih udah nggak guna lebih baik kamu melangkah ke depan dan nggak usah menengok ke belakang. dan masalah ditinggal nikah berarti dia bukan jodoh mu ikhlaskan saja suatu saat kamu akan mendapatkan yang terbaik " kata Radit menghibur Vivi.
" iya bang Radit benar aku nggak boleh sedih' lagi semangat vivi!" serunya pada diri sendiri.
" ya sudah aku akan kesana, dan jangan sampai karena sakit hati kau bunuh diri!" kata Radit bercanda
" Tenang bang otakku nggak dangkal-dangkal amat" kata Vivi sambil terkekeh.Radit berlalu meninggalkan Vivi.
"Hemmm nyaman sekali" kata Vivi sambil membaringkan tubuhnya di hamook dia pun terlelap.
setelah satu jam tertidur Vivi terbangun saat dia menoleh
" Ahh!" teriak Vivi
" Berisik" kata Radit
" Bang Radit ngapain disini? kagetin aku aja" Kata Vivi
" Baru aja,nih!" katanya sambil menyodorkan kelapa muda.
" Wah makasih yah bang" kataa Vivi senang
" emm" hanya itu jawaban Radit diapun berlalu pergi meninggalkan Vivi yang sedang meminum air kelapa.
*Flashback*
Sebenarnya Radit pamit ke Vivi untuk membeli kelapa muda dan ketika Radit kembali dia melihat Vivi yang tertidur pulas.Wajah Vivi terlihat sangat syahdu bagaikan embun pagi yang menyegarkan dipagi hari, bibirnya yang merah merona membuat Vivi semakin terlihat seksi dan sapuan angin membuat rambutnya bertebaran dan itu menambah kesempurnaan Vivi Dimata Radit.
~Sangat menenangkan~ Batin Radit
Entah berapa lama Radit berdiri menatap wajah Vivi. Tiba-tiba Vivi terbangun.
*flashback off*
Pukul 3 sore mereka kembali ke Vila. sesampainya di vila mereka kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan istirahat.
*Pukul 06.30 Dikamar Sonhee*
" Aishh! gue lupa ada janji sama sekertaris Rang" Sonhee kesal pada dirinya sendiri karena tidur terllau lama
__ADS_1
" adueh gimana nih"
" Aku harus cepat pantainya kan jauh banget". Sonhee pun bersiap-siap. dia memakai baju Crop Top lengan panjang berwarna Navi dengan celana jeans yang agak besar dia berdandan sebentar, mengambil tas juga dompetnya dan langsung turun me bawah.
sementara Sekertaris Rang terlihat sedang mengetuk pintu kamar Bosnya
" tok..tok..tok.. permisi Tuan"
" emm..masuk!" punya Radit
" em tuan anu..itu.." kata Sekertaris Rang terbata-bata
" anu itu apa?!" tanya Radit
" ehemm tuan saya ingin ijin untuk keluar sebentar ada sedikit keperluan yang mendesak" pamit Sekertaris Rang
" pergilah" pinta Radit
" terima kasih tuan" kata Sekertaris Rang dan berlalu keluar dari kamar Bosnya menuju ke garasi mobil
~ Aku curiga dengannya jangan-jangan dia sedang menyukai seseorang, hahaha tak kusangka~ Batin Radit
Sonhee yang turun terburu-buru tanpa sadar Rossa dan Vivi sedang memperhatikan nya
" Ehem hati-hati sekertaris Rang nggak bakal ninggalin Lo" ejek Rossa." code ada yang mau dinner ni yehh" ejek Vivi
" kalian apaan sih, gue pergi dulu yah" pamit Sonhee
"iya hati-hati " kata Vivi dan Rossa sambil melambaikan tangan
Radit yang baru turun dari tangga melihat Sonhee yang keluar dari Vila langsung bertanya
" Dia akan kemana?" tanya Radit penasaran
" Sonhee? Dia mau dinner sama Sekertarisnnya Abang"jawab Vivi
" sekertaris ku?Rang maksudnya?" tanya Radit lagi
" Iya bang masa Sekertaris sendiri aja nggak tau" kata Rossa
tidak ada jawaban dari Radit dia langsung menuju dapur untuk mengambil susu.
~ pengecut sekali ! apa yang dia katakan kepadaku? ada keperluan mendesak? yang benar saja!~ Batin Radit .
sementara itu terlihat Sonhee dan Sekertaris Rang duduk di mobil tanpa ada yang berbicara.
~ ini sangat canggung~ Batin Rang
" Ehem apa kau sudah izin ke bosmu?"
tanya Sonhee
" sudah" jawab Rang
" Kau bilang apa padanya?" tanya Sonhee
" aku bilang ada keperluan yang mendesak" jelas sekertaris Rang
" ooh kau pandai berbohong rupanya " ejek Sonhee
" tidak aku hanya takut diejek sama bos" Sekertaris Rang membela diri.
*Kembali ke Vila*
Ketika Radit sedang menuangkan susunya samar-sanar dia mendengar perbincangan antara Rossa dan Vivi
" Vi jadikan kita?" tanya Rossa
" Iyah jadi mumpung bang Baek lagi ketemu klien mendadak jadi kita gas aja malam ini" kata Vivi antusias
" ya udah nanti jam 10 kita langsung cabut yah" ajak Rossa
" Ngoheyy" jawab Vivi dengan mengacungkan jempolnya
~ Mereka mau kemana aku harus mengikuti mereka ini pasti bahaya~ Batin Radit
Radit kembali kekamarnya. Radit tidak turun makan malam karena dia tertidur di kamarnya, jadi hanya Rossa dan Sonhee saja yang makan malam.
* Kamar Radit*
tring..... tringg...tringg suara alarm ponsel Radit yang menandakan sudah pukul 10.00. Radit kaget dan langsung terbangun.
" sudah jam 10 aku harus bersiap-siap" Raditpum bersiap-siap dia memakai kaos hitam yang dibaluti jaket hitam lengkap dengan masker dan kacamata hitam. setelah bersiap dia keluar dari Vila dan memarkirkan mobilnya di tempat yang agak jauh dari gerbang vila supaya dia bisa memantau Vivi dan Rossa.
Tak lama kemudian Vivi dan Rossa keluar dengan pakaian yang agak terbuka. Vivi menggunakan dress berwarna Cream dan dibaluti Jaket berwarna hitam,
sementara Rossa menggunakan baju Crop Top dibaluti jaket kulit berwarna levis.
mereka menaiki mobil yang dikeluarkan oleh satpam di vila itu. Mobil Radit mengikuti mereka dan Radit kaget ketika melihat mobil yang dikendarai Vivi dan Rossa menuju ke Club malam.
~ berani-beraninya mereka awas aja~. Batin Radit
Radit melihat Vivi dan Rossa masuk ke club langsung mengikuti Mereka sebelum masuk, dia menelepon Baek.
Ketika mereka masuk mereka disambut oleh banyak laki-laki hidung belang.
" hey cantik mau kutemani"
" kau seksi sekali"
" apakah kau mau tidur dengan ku?"
Vivi dan Rossa tak menanggapi apa yabg dikatakan Pria-pria itu.
" Dasar wanita berani sekali dia menolak ku aku akan buat perhitungan" Kata pria itu sambil tersenyum smirk.
Vivi dan Rossa menuju ke tempat minuman dan memesan minuman.
Sudah berapa kali Vivi dan Rossa meneguk minumannya, dan Radit masih memerhatikan meereka berdua.tapi.. tiba-tiba ponsel Radit berbunyi ternyata Baek yang menelponnya Baek bilang dia sudah berada di club yang dia sharelock beberapa waktu tadi dia keluar sebentar untuk bertemu dengan Baek.
ketika selesai meneguk minuman terakhir nya Vivi tiba-tiba merasa panas pusing pandangannya kabur begitu juga dengan Rossa.
" Ros kenapa kepala ku jadi pusing" kata Vivi sambil memegang kepalanya yang pusing
" iya ayo kita pulang" ajak Rossa
"ayo" kata Vivi
ketika mereka hampir berdiri Tiba-tiba seseorang membekap mulut mereka dari belakang.
" emm ...emmm.to...lll...ngg" teriak Vivi dan dia pun langsung pingsan
" Vi.....ngg" Rossa juga pingsan
Vivi dan Rossa dibawa di kamar yang terpisah Vivi dilantai atas Rossa dilantai bawah.
" kerja bagus ini untuk kalian" kata pria yang tadi tak dihiraukan oleh Rossa dan Vivi sambil menyodorkan uang dalam amplop
" terima kasih bos" kata orang suruhannya
" Tunggu kamu pergilah, dan kamu ke sini"pinta pria itu
" Iya bos"
" Kamu bersenang-senang lah dengan gadis yang dibawah tadi aku akan bersenang-senang denga yang ini saja" pinta pria itu
" siap bos terima kasih" kata anak buahnya
Sementara itu Radit dan Baek yang baru kembali masuk ke club tidak menemukan Vivi dann juga Rossa di tempat minum.
" ah gawat dimana mereka" kata Baek frustasi
" astaga baru kutinggal sebentar" kata Radit kesal.
__ADS_1