Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
15. Rencana Pernikahan


__ADS_3

*Seminggu Kemudian*


Sudah seminggu ini Tuan Vernando dirawat dirumah sakit dan akhirnya dibolehkan pulang.


" Akhirnya ayah pulang juga" kata Vivi lega.


" Ayah harus banyak istirahat dan makan juga bunda yang akan urus soalnya sekarang ayah makannya harus dibatasi" jelas bunda


". bunda ini udah kayak dokter aja" kata ayah Vernando


" hhhhh biasalah cinta" kata Vivi menggoda kedua orang tua nya.


" Ya udah ayah istrahat yah Vivi mau ke kamar ngantuk" pamit Vivi


" iya selamat istirahat anak ayah kau oasti lelah karena terus menemani ayah bersama bunda" kata ayah Vernando


" itu sudah kewajiban vivi ayah" jelas Vivi


" dan kapan pernikahan mu dengan Radit dibicarakan?" tanya Ayah Vernando


" seminggu lagi ya yah tunggu ayah bisa jalan dan benar-benar sehat" kata Vivi.


~aku masih belum siapa~ batin vivi sambil berjalan keluar dari kamar ayah nya dan tanpa disadari


" bruk" ia menabrak seseorang


" auw" ia meringis jidatnya sakit


" astaga kalau jalan hati-hati!" bentak Radit


Vivi menunduk dan parahnya dia menangis


" hiks... hiks.."


" he..hei..jangan menangis apakah sangat sakit?" tanya Radit sambil memegang jidat vivi, ia bingung tak merah tak bengkak , trus kenapa Vivi lebay banget?


" hiks...hiks.. bang Radit kenapa bentak aku huwa!!" tangisan Vivi semakin kencang


" lah kok tambah besar suaranya " Radit tambah bingung. bunda seka yang dari dalam kamar mandi mendengar Vivi menangis langsung menghampiri mereka


" Vivi sayang kenapa nangis?"tanya Bunda." tau tu Bund nangisnya kenceng lagi" kata Radit


" itu..hiks..hikss. bang Radit" kata Vivi masih menangis


" loh? aku kenapa?" Radit benar-benar bingung


" sudah-sudah sana tidur ngantukkan tadi?" kata bunda.vivi pun pergi ke kamarnya diantar bunda. setelah Vivi tidur bunda keluar dari kamar Vivi


~ kenapa Vivi jadi cengeng yah,trus baru aja rebahan langsung tidur pulas lagi~ batin Bunda Sela


" Bund..gimana Vivi? udah nggak nangis lagi?" tanya Radit


" nggak malah pas direbahin langsing ngorok" kata bunda


" anehnya Bund" kata Radit


"iya trus dia sering nabfis cuman gara2 masalah sepele" kata bunda


" hah?" Radit heran


" ituloh masa pas dirumah sakit cuman liat tangan bunda luka kecil aja nangis malah kenceng banget lagi" kata bunda


"apa jangan-jangan...ah nggak mungkin" tepis bunda sela


" aneh perlu diruqyah mungkin" kata Radit bunda sela pun mencubit perut Radit.


"ah! ampun Bund sakit"kata Radit.


" kamu ini ngomong nggak disaring-saring" kata bunda


*malam hari*


semuanya berkumpul dimeja makan kecuali Bunda Sela dan ayah Vernando, ya ayah Vernando masih kurang sehat jadi dia makan dikamar saja.Vivi yang baru duduk langsung makan duluan tanpa menunggu Radit dan Baek


" ayo makan ayah dan bunda makan dikamar" ajak baek


" loh Vivi udah duluan toh?" tanya Baek


" iya bang nanggung lapar" kata Vivi


" wah makannya kayak kebo yah" kata Radit dan mendapatkan tatapan tajam dari Vivi.spontan Baek berbisik


" hei saring omongan lo! wanita paling benci dibilang gitu" kata Baek


" asataga bahaya nih" Radit panik


" HHhh bisa-bisa Lo nggak jadi kawin Ama dia wkwk" Baek mengejek Radit


" Lo sih nggak bilang dari tadi" radit memukul lengan Baek Baek hanya menggeleng.


"Vi temannya yang Sonhee mana??" tanya Baek


" oh dia... dia udah beli rumah katanya bakal tinggal di indo " jelas Vivi


" oh gitu yah" kata Baek


" loh sadar nggak Vivi dari tadi nambah terus udh piring ketiga ini" kata Radit." iya astaga itu makan apa apaan yah?" tanya Baek


" kalian kenapa?" tanya Vivi melihat tingkah aneh kedua kakaknya itu.


" Ng...ngak" kata Baek dan Radit bersamaan"


" ya udah aku udah kenyang aku kekamar dulu" pamit Vivi


" iya" sebelum kekamar Vivi menyuruh pelayan di mansion untuk membuat jus jeruk .


" wah nambah jus jeruk tuh bro, kalau Vivi gemuk nanti bahaya" kata Baek


" biarin aku mah terima dia apa adanya" jelas Radit

__ADS_1


" wow" hanya itu jawaban Baek


*ditempat lain*


"bos mereka sudah berkumpul dan katanya seminggu yang lalu Tuan Vernando masuk ruang sakit dan penyakit nya di rahasiakan" jelas orang itu


" oh menarik"


" sebenarnya aku ingin menghancurkan keluarga kakakku lewat bisnis, tapi jika dilihat aku takkan mampu maka dari itu aku akan menggunakan cara ini saja " katanya pada anak buahnya


" persiapkan semuanya sekita dua minggu lagi kita akan menjalankan misi kita" kata boss itu.


"baik tuan,saya pamit undur diri"


" heh!! sejak lama aku menunggu kepulangan anak kesayangan mu itu, dan saat dia pulang aku sempat ingin menghancurkan nya tapi.... anak buahku di lumpuhkan oleh anak tirinya,kenapa dia selalu beruntung phi!!" kata laki-laki itu sambil meludah


*Dua Minggu Kemudian*


Selama Tiga Minggu ini Vivi banyak berubah dia sering menangis bahkan karena masalah sepele, nafsu makannya juga bertambah banyak, hal ini membuat Orang-orang di mansion khawatir.


pagi ini semua orang berkumpul di ruang keluarga setelah makan pagi mereka sedang menunggu Vivi ynag sedang makan.


" kayaknya Vivi memang perlu di ruqyah de?" saran Radit lagi-lagi bunda Sela mencubit Radit


"kamu yang serius" kata bunda


"ampun bunda"


" Lo ngomongin adik gue?" tanya Baek ingin marah


" ngga coba liat deh perubahan Vivi akhir-akhir ini" kata Radit.


"iya juga sih " baek setuju


ketika mereka sedang membicarakan Vivi, Vivi muncul tubuh Vivi sekarang semakin berisi saja tapi hanya dibagian tertentu saja seperti di buah dada, pinggang, dan Pipinya sedikit chubby.


~astaga kok Vivi tambah montok aja anjirr, sebenarnya dia kenapa sih? astaga bikin nafsu aja~ batin Radit


" coba liat adik Lo tambah montok" kata Radit berbisik


" iya yah? makannya juga banyak" kata Baek setuju


" kayaknya dia mau buat tubuhnya berisi buat bikin aku puas nanti " kata Radit terkekeh


" heh... gue pikir dia nggak mau deh sama Lo" kata Baek


" nggak mungkin dia nolak pesona gue" kata Radit bangga.


mereka pun saling diam saat Vivi sudah berdiri didekat sofa.


" ayah bunda aku datang" kata Vivi semangat


" iya duduk"


" jadi... kalian akan menikah lima hari lagi" jelas ayah Vernando


" wah cepat banget" kata Vivi


" Radit Benar" kata ayah dan bunda setuju


" ya sudah terserah" kata Vivi


" ehem.. Vivi sayang kok kamu tambah berisi?" tanya Bunda


" aku gemuk yah?" matanya sudah berair


" astaga nangis lagi" gumam Radit pelan


" nggak sayang cuman berisi" elak bunda Sela


" hiks...hikss.. itu sama aja bilang kaalu aku gendut" kata Vivi sambil terisak.


" hei jangan menangis" kata Radit sambil mengelus rambut Vivi dan mengelap air mata Vivi.


" maafin bunda ya sayang" kata bunda . Vivi hanya mengangguk


" besok pergi fitting gaun yah?" tanya Bunda


" iya bund" jawab Vivi


" ya udah aku ke kantor dulu yah" pamit Radit


" iya"


Radit pun kekantor semuanya kembali ke aktivitas mereka.


"Ugh...woek...woek.." Vivi mual-mual


" Vivi sayang kamu kenapa?" tanya Bunda


" ini bunda aku mau muntah,mungkin karena makan banyak tadi" kata Vivi


" ooh kamu pucat banget sayang istrahat yah" kata bunda


" iya bunda" Vivi kembali ke kamarnya dan beristirahat. baru beberapa menit berbaring diapun terbangun karena mual lagi.


" Astaga lain kali gue nggak akan makan banyak lagi " kata Vivi pada dirinya sendiri


diapun tertidur tubuhnya lemas.


* Dirumah Rossa*


" telepon ngagk yah? telepon nggak telepon nggak ahh!!" Rossa frustasi ia ingin mengajak Baek makan malam untuk menepati janjinya tepatnya bukan janji tapi paksaan


" ya udah de ayo kamu kuat" iapun menelepon Baek


Tut..Tut...Tut...dan...tet telepon tersambung


" halo"sapa Baek disana

__ADS_1


" ha..halo" kata Rossa


" ada apa?" tanya Baek


" anuh itu.. anu.."


" anu itu anu apa?"


" ituloh aku mau nepatin janji kita yang pas liburan tuh" kata Rossa


" oh? jadi kapan?" tanya Baek


" malam ini aja " Rossa.


" baiklah malam ini aku jemput, dandan yang cantik atau perlu kita berbelanja dulu?" tanya Baek


" astaga itu tak perlu aku masih mempunyai banyak pakaian baru" kata rossa


" oh baiklah jika kau butuh sesuatu hubungi aku" kata Baek


" I..iya" jawab Rossa sambil tersenyum


" aku tutup dulu sampai jumpa" pamit Baek


" baiklah sampai jumpa" Rossa menutup telepon


~ asataga ini terdengar seperti kencan~ batin Rossa


*flashback Baek*


Baek sedang rapat bersama beberapa kliennya dan tiba-tiba handphone nya berbunyi dia berniat tak menjawab nya tapi ketika dia melihat nama Rossa dia langsung menyambar ponselnya dan keluar .


" hehe maaf tuan Baek ada perlu sebentar" kata Sekertaris Young


" oh iya baik lah" jawab klien tersebut


~ astaga tuan sepenting itukah?~ batin Sekertaris Young. Baek yang berbunga-bunga langsung mengangkat telepon Rossa.


"halo"sapa Baek disana


" ha..halo" kata Rossa


" ada apa?" tanya Baek


" anuh itu.. anu.."


" anu itu anu apa?"


" ituloh aku mau nepatin janji kita yang pas liburan tuh" kata Rossa


" oh? jadi kapan?" tanya Baek


" malam ini aja " Rossa.


" baiklah malam ini aku jemput, dandan yang canti!, atau perlu kumita berbelanja dulu?" tanya Baek


" astaga itu tak perlu aku masih mempunyai banyak pakaian baru" kata rossa


"oh baiklah jika kau butuh sesuatu hubungi aku" kata Baek


" I..iya" jawab Rossa sambil tersenyum


" aku tutup dulu sampai jumpa" pamit Baek


" baiklah sampai jumpa" Rossa menutup telepon


"huh! akhirnya " kata Baek


" kukira dia tak akan menghubungi ku lagi, hemm apakah ini lampu hijau? berarti aku bisa menciumnya lagi nanti heheh" kata Baek pada diri sendiri sambil senyum menyeringai. iapun kembali ke ruangan rapat dan melanjutkan rapatnya.


* Kantor Radit*


Radit dan Sekertaris Rang sedang memeriksa dokumen-dokumen yang pentin sambil membicarakan Vivi.


" Hei kau tahu? Vivi sudah 3 minggu ini berubah" kata Radit


" berubah bagaimana tuan? apakah dia menjadi diam, atau terkensan membenci tuan?" tanya Sekertaris Rang


" astaga bukan seperti itu! dia menjadi mudah menangis cuman karena masalah sepele, dan nafsu makannya banyak sekali. membuat tubuhnya berisi astaga"


" lap Ilir mu itu tuan"


" hei apa yang kau bilang?" tanya Radit


" tidak tuan " elak Sekertaris Rang


" ehemm.. mungkin dia kemasukan hantu yang ada di vila Vernando kemarin?"


" astaga aku juga berpikir begitu, kalau hantu itu nyata aku ingin bertemu dengannya memarahinya dan berterima kasih"


" loh kok terima kasih tuan?"


" iya berterima kasih karena telah membuat tubuh Vivi jadi semakin berisi" kata Radit sambik tersenyum sumringah


" astaga bisa-bisa nya tuan yang dingin ini jadi bodoh seperti ini" gumam Sekertaris Rang pelan


" kau bicara apa?" tanya Radit.


" tidak tuan"


" Baiklah jadwal ku setalah ini apa?" tanya Radit


" oh ada pertemuan dengan perusahaan NE, Setelah itu ada acara pertemuan dengan beberapa klien, dan....""


" sudah cukup baca nanti saja aku pusing mendengar nya" kata Radit


" iya tuan, sebenarnya mereka sudah ada dari tadi tuan"


" astaga kenapa nggak bilang dari tadi, suruh mereka ke ruang pertemuan nanti kita bicara disana" kata Radit

__ADS_1


" baik tuan"


__ADS_2