
Setelah berpakaian rapi Radit pamit ke kantor dan Vivi kembali duduk di sofa memegang ponsel nya,ia berniat menghubungi Baek.tut...tut...
"assalamualaikum"kata Vivi
"halo Vi?" tanya orang diseberang sana
"Halo bang jangan lupa jawab salam Bang" kata Vivi
"hehhee iya ababg lagi sibuk makanya lupa" kata Baek
"Bang Baek nggak kasian Ama tubuhnya?kerja terus?" tanya Vivi
"maksudnya?" tanya Baek
"bang Baek jujur aja deh bang baek kenapa?" tanya Vivi,Baek menghela nafas lalu ia tak menghembuskan nya canda wkwkw .
"aku..baik-baik saja" jawab Baek
"kau berbohong" kata Vivi
"kau menyukai nya kan?" tanya vivi
"bagaimana kau tahu?" tanya Baek."tatapan matamu padanya tak pernah berubah sejak 12 tahun yang lalu" kata Vivi
"Hmmm kau pandai membaca perasaan seseorang sedangkan kau sendiri tak tahu bagaimana perasaan mu oada Radit" kata Baek mencoba mengalihkan pembicaraan
"aku tau persis bagaimana perasaanku padany" jawab Vivi jujur
"hanya saja aku masih malu mengakui nya" kata Vivi
"hahaha aku benar" kata Baek
"hentikan bang jangan mengalihkan pembicaraan, aku serius. aku juga tau bahwa Rossa juga sama tapi ada ia hanya sedikit malu saja"
"apakah orang yang menyukai seseorang akan menghindari orang ia yang iasukai?" tanya Baek, Vivi diam.
"Tidakkan?"
"Bahkan bertanya tentang keadaan ku saja ia tak pernah, ia pernah menelepon ku tapi hanya miss call aku menelepon nya balik ia malah menolak, aku seperti merasa dipermainkan" kata Baek
"bang, Rossa tidak seperti itu ia hanya perlu sedikit kepastian, Pasti Banyak alasan Rossa berdiam diri dan tak menghiraukan mu, kau mungkin pernah mengecewakan nya? Rossa mungkin menghindari mu karena ia merasa malu, juga mungkin ia menolak teleponmu karena dia nggak tau harus ngomong apa, dia mungkin tak menanyakan kabarmu karena ia merasa canggung siapa yang nggak canggung kalau main tanya kabar tanpa ada hubungan yang pasti? aku aja bakal gitu ,aku sama bang Radit juga gitu dulunya sekarang aku nya yang nggak tau malu" kata Vivi
"Bang Baek mau Rossa terbuka? mengaku?maka ungkapan dulu perasaan mu" saran Vivi
"apakah harus diungkapkan? bukannya cukup dalam tindakan saja?" tanya Baek
"Wanita butuh kepastian" kata Vivi
"Tapi kalau apa yang kau katakan malah sebaliknya? misalnya kataku dia tak menjawab telepon ku karena dia tak tahu mau bilang apa, bagaimana kalau dia tak mengangkat telepon ku karena ia memang tak mau?, bagiamana kalau dia menghindari ku karena iya tak memang tak suka dehganku?, dan siapa yang bilang kita tak ada hubungan aku dan dia pernah maakn bersama keluar bersama apakah itu bukan termasuk hubungan?" tanya Baek.
__ADS_1
"bang Baek lama-lama cerewet banget yah bikin kesal tau nggak, ngomongnya ngawur sampe ke China prediksi hal-hal yang nggak masuk akal" kata Vivi
"Ya gimana yah aku benar-benar sensitif sekarang" kata Baek
"ayolah bang semangat dong aku bakal bantu kok, untuk hari ini coba telepon dia, ataupun kirim pesan singkat" saran Vivi
"baiklah" kata Baek setuju.
"baiklah lakukanlah aku akan menutup telepon" kata Vivi
"semangat kerjanya" kata Vivi
"iya bawel" kata Baek
setelah menutup telepon Vivi turun ke bawah ia berniat mengambil Camilan untuk dimakan sambil membaca komik.ketika sampai dibawah ia melihat Aya dan Bunda yang bermesraan mereka berpelukan dan keliatan rapi keknya mereka mau keluar .
"ah oh ya tuhan ya Allah ya Budha ya Yesus Kristus ya Siwa ya Ganesa, apakah aku harus melihat hal ini?" katanya pada diri sambil menggeleng
"oh astaga aku ngomong apa? aku menyebut tuhan-tuhan yang ada di semua agama goblok emang" gumam Vivi .
"Vivi?" tanya ayah
"iya Bund?" jawab Vivi
"Bunda Ama ayah mau keluar dulu nanti malam baru pulang kamu jangan kemana-mana yah kalau teman kamu mau ketemu suruh datang aja, kalau ada apa-apa telepon Bunda" kata Bunda
"iya deh selamat bersenang-senang ayah Bunda"
*Kantor Baek*
Setelah selesai berbicara dengan Vivi ia menelpon rossa.tut..tut..tut
"Halo Rossa?" tanya Baek
"Halo" Baek kaget bukan main handphonenya langsung jatuh
"halo?" tanya orang itu lagi
"ehem halo, ini bukan nya ponsel milik Rossa?" tanya Baek
"benar orang nya sedang mandi" kata orang itu. deg astaga ia tau Rosa sedang mandi.
"apa mau aku panggilkan?" tanya orang itu
"ti..tidak usah baiklah aku akan tutup maaf mengganggu" Kata Baek.
"ahhh sialan tuhkan aku beneer aduh, kalah start gue Ani" kata Baek kesal
"siapa laki-laki itu? apakah kekasih nya? atau tunangannya? atau apakah mereka sudah menikah? aihssh bisa gila aku" kata Baek mengacak rambutnya frustasi.
__ADS_1
"bos kenapa,?" tanya sekertaris Young
"siapkan mobil aku mau ke tempat biasa" kata Baek. Sekertaris Young tersenyum menahan tawa.
"kau mendengar ku?" tanya Baek
"dengar bos" kata Sekertaris Young lalu segera menghubungi supir untuk siap-siap.
"keknya sakit hati lagi nih ahahah" gumam Sekertaris Young pelan ia mengakak membayang kan tempat pelampiasan yang akan didatangi Baek.
setelah 10 menit Baek turun menuju ke tempat mobil nya menunggu.
"Silahkan bos" kata Sekertaris Young mempersilah kan Baek masuk
"jalan" pinta Sekertaris Young.
setelah 20 menit berlalu mobil mewah Baek sampai disebuah taman bermain anak-anak.
"keluarkan barang-barang nya bagikan ekoada anak-anak disini" pinta Baek . Baek dan semua pengawalnya dan sekertaris Young membagikan makanan dan minuman kepada anak-anak yang ada di taman itu.
"makasih om" kata anak perempuan yang lucu dan imut itu
"sama-sama sayang" kata Baek
"makasih om" teriak anak-anak disana, Baek hanya tersenyum.
" kalian kembali ke mobil aku akan bermain disini" pinta Baek, Sekertaris Young dan pengawal nya kembali ke.mobil
"Ada-ada aja si bos patah hati bukannya ke klub malam eh malah main ke taman bermain anak-anak" kata Sekertaris Young terkekeh.
"om ayo main seluncuran" ajak anak laki-laki itu
"boleh" Baek setuju iapun bermain seluncuran dengan anak-anak yang ada disana ia berteriak-teriak bernyanyi dan menikmati apa yang sedang ia lakukan sekarang ia merasa sedikit tenang disini tempat pelampiasan yang bagus karena Disintu ramai dan banyak anak-anak lucu. sesekali Baek meloncat-loncat seperti monyet kesenangan agar terlihat lucu Dimata anak-anak disana.
"Boss kita aneh sakit hati malah bermain ditaman bermain " kata salah satu pengawal
"hei jaga mulutmu kau akan dalam bahaya kalua boss atau sekertaris Young mendengar mu" kata oengaway satunya
"ya maap inikan realitanya" kata pengawal itu.
"Eh kau tau darimana boss oatah hati?" tanya pengawal yang satunya
"aku dengar sekertaris Young bergumam pelantadi" katanya pengawal itupun mengangguk.
2 jam berlalu Baek masih ditaman bermain ia menikmati pelampiasan nya.
"om ayo main loncat-loncat disana" ajak seorang anak gadis kecil.
"alright let's go" kata Baek setuju. iapun bermain lompat-lompatan ia melompat sangat tinggi, tapi tiba-tiba ada yang memanggil nya.
__ADS_1
"Bang Baek?" Baek menoleh terkejut .
"ohh astaga ini memalukan" kata Baek pelan.