
"Ya sudah ayo kita kembali " ajak Vivi
" iya ayo tapi gue mau ke pantai dulu pengen foto bulannya cantik Banget soalnya" kata rossa
" baiklah kita duluan" pamit Vivi dan Sonhee . setelah ditinggal Rossa kembali ke pantai untuk memotret bulan, setelah memotret Rossa kembali baru beberapa langkah berjalan ada yang sempat Rossa ada yang menarik tangannya.
" ahh!"
" diam ini aku" kata orang itu
" kau!" kata Rossa tak percaya
" heheh ini aku" kata Baek
" apa-apaan sih main ngagetin aja" kata Rossa judes
" ini bukan kagetin namanya tapi kejutan" kata Rossa
"terserah" kata rossa
" ayo kita duduk disana" ajak Baek
" ngapain?" tanya Rossa
" ya duduk ada yang ingin aku bicarakan"
"oh"
Rossa dan Baek duduk ditepi pantai dengan diiringi ombak yang berdesir
" Kamu nggak lupakan kalau kamu ada janji sama aku?" tanya Baek
" janji?... oh itu nggak"
" baiklah jangan lupa aku ingin sehari setelah kita kembali kau harus mengajak ku" kata Baek
" Nye..Nye" jawab Rossa
" kau kenapa judes sekali denganku?" tanya Baek
Rossa menoleh dia hendka berbicara tetapi ketika dia menoleh dia melihat ada belut yang terdampar di tepi pantai, ya.. Rossa mengira itu adalah ular.
" ular!!" teriak Rossa dan reflek duduk dipangkuan Baek
" mana?! mana?!" tanya Baek
" itu!" tunjuk Rossa
" asataga itu hanya belut laut yang terdampar" kata Baek
" Hah!? tapi aku geli" kata Rossa semakin mengencangkan pelukan nya
" sudah-sudah tak apa-apa " Baek menenangkan Rossa
Rossa mengangkat wajahnya dan bertemu pandang dengan Baek. cukup lama mereka berpandangan Baek memberanikan diri memajukan wajahnya untuk mencium Rossa.. alhasil dia berhasil anjaay! Rossa terkejut tiba-tiba diserang oleh Baek, dia diam seribu bahasa tak bisa berkata-kata. cukup lama Baek mencium bibir Rossa,Rossa hanya diam ia bingung seharusnya ia mendorong Baek tapi kenapa tubuhnya tidak berkerja sama? astaga !.Tapi dia tersadar dan langsung mendorong tubuh Baek, Baek terkejut tapi dia juga senang berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan.
" brengsek!" teriak Rossa dan berlari meninggalkan Baek di tempat
" Rossa! Rossa tunggu!" kata Baek
" gawat!" Baek mengejar Rossa
~ kenapa aku bisa melakukan itu asataga! pasti Rossa marah besar padaku~. Batin Baek sambil Memukul kepalanya karena tingkah bodohnya.baek sudah masuk ke vila mengikuti Rossa, dia berlari ingin mengejar Rossa ketika dia hampir sampai dia melihat Rossa dan Vivi sedang berbicara
" huh! untung saja" kata Baek
" Rossa!" Baek memanggil Rossa. tapi setelah di panggil Rossa tiba-tiba masuk ke kamarnya dan disusul Vivi
" astaga !" kata baek sambil menggaruk kepalanya
" mungkin dia perlu waktu sendiri" kata Baek dan menuju kamarnya untuk beristirahat.
POV Rossa
Aku berlari kembali menuju Vila aku kaget bang bakk kenapa tiba-tiba mencium ku? dan kenapa aku diam saja? entahlah tapi itu ciuman pertamaku? apa yang akan kulakukan setelah ini jika bertemu dengan bang Baek? astaga aku pasti sudah gila! kenapa! aku memang bodoh.
Sesampainya di mansion aku berpapasan dengan Vivi yang bajunya sudah basah kuyup aku bertanya
" Vi? lo darimana?" tanyaku
" aku?..aku ngak kemana-mana cuman ga..tadi berenang sebentar malam ini soalnya panas banget, iya! panas benget kata Vivi sambil mengibaskan tangannya seperti org kepanasan. aku yakin Vivi berbohong aku tak sebodoh itu untuk dibodohi, kalau memang panas didalam setiap kamarkan ada AC? kenapa dia repot-repot cenut ke kolam malam-malam? anehkan? tapi aku pura-pura mengiyakan jawaban Vivi
" oh iya " kataku
" Rossa!" teriak Baek
" ekhem gue...gue masuk dulu aku ingin istrahat"pamit Rossa ke Vivi
" tapi... bang Baek itu panggil lo" kata Vivi
" ah palingan dia mau ngejek gue itu" kata Rossa mengelak
" tapi..kenapa lo bisa diej...." kata Vivi
" ekhem.. udh deh besok gue ceritain, gue ke kamar dulu selamat malam Vi" kata Rossa terburu-buru.
__ADS_1
"iya gue juga selamat malam" kata Vivi pamit
aku dan Vivi masuk kamar masing-masing.
setelah aku masuk aku kembali memasang telinga dipintu kamarku
yah... kukira Bang Baek akan mengetuk pintu kamarku tapi nyatanya.. nggak mungkin dia sudah kembali ke kamarnya aku sedikit kecewa dan aku langsung kekamar mandi untuk bersih-bersih dan ganti pakaian.
* Beberapa Jam sebelum Vivi dan Rossa berpapasan*
Semua orang sudah kembali ke vila setelah acara nobarnya selesai. Vivi hendak naik tangga dan kembali kekamarnya, namun Radit tiba-tiba menarik tangannya.
" eh!! .. Bang Radit ! kenapa sih amin tarik-tarik dikira aku ini tali apa!" kata Vivi
" hehehe maaf" kata Radit
" kenapa?" tanya Vivi
" ayo temani aku berenang" kata Radit
" nggak" Vivi menolak
" loh! loh kamu ingatkan dengan bayaran jaketku tadi?" tanya Radit.
" astaga apakah harus?" tanya Vivi
" harus!" kata Radit
" mm. baiklah" kata Vivi pasrah
" ayo" kata Radit bersemangat sambil meraih tangan Vivi, Vivi yang ditarik langsung terkejut mukanya memerah
~ astaga jantungku kenapa? dan... ah pasti mukaku memerah, memalukan sekali~ Batin Vivi
Sesampainya di kolam, Radit langsung berenang sedangkan Vivi terkejut ternyata ditepi kolam sudah ada meja yang dihias disana ada beberapa camilan, soda, air minum dan hiasan bunga mawar bunga yang disukai Vivi.
" ada apa ini? kenapa ini dihias?" tanya Vivi
" ntah tapi sangat indah kan?" tanya Radit
" sangat aku menyukainya" kata Vivi
" ekhem... bang jaketnya buat aku yah?" kata Vivi
" boleh tapi ada yang harus kau lakukan" kata Radit
" apa itu?" tanya Vivi
" kemari!" kata Radit sambil memainkan telunjuk nya
" ya..ya.. baik lah" kata Vivi nurut Vivi sudah berdiri di tepi kolam
" apa sekarang?" tanya Vivi
" ayo berenang denganku" ajak Radit
" tidak terima kasih akan kukembalikan jaketmu" kata Vivi sambil membalikkan badannya,tapi miris saat Vivi membalikkan badannya dia terpeleset dan alhasil dia jatuh ke dalam kolam , Radit yang melihat Vivi jatuh langsung menangkap Vivi ya... kini Radit terlihat seperti menggendong Vivi ala bright style.
mereka bertatapan cukup lama entah siapa yang memulai tapi sekarang bibir mereka sudah menyatu
Radit mencium Vivi dengan penuh nafsu ******* bahkan mengigit bibir Vivi,vivipun sesekali membalas ******* Radit , Radit sangat senang dan sekarang tangannya sudah nakal menjelajah tubuh Vivi memegang dan meremas buah dada milik Vivi, ya.. hal itu membuat Vivi mendesah, desahan Vivi membuat Radit semakin menggila.. tapi sebelum ia hendak bertindak lebih jauh... tiba-tiba pelayan datang.
" maaf tuan aku lupa menyiapkan susu coklat panast tadi" kata pelayan itu. sontak Vivi mendorong Radit dan langsung bersembunyi di ujung kolam yang gelap supaya tidak dilihat oleh pelayan itu, Radit terkejut dan langsung menoleh ternyata ada pelayan yang datang.
~ astaga hampir saja~ batin Vivi
" iya taruh saja disana"pinta Radit
" baik tuan" kata Radit
~ kenapa tuan Radit menyuruh ku menyiapkan dua buah susu coklat panas? sedangkan dia hanya sendiri, apakah dia akan meminum semuanya, wah Daebak, tuan ternyata banyak minum yang berprotein pantas saja tubuhnya kelihatan kekar ~ Batin pelayan itu.
" sudah tuan, saya pamit"
" um pergilah" kata Radit
setelah pelayan itu pergi Vivi buru-buru naik dari kolam dan tanpa permisi langsing pergi meninggalkan Radit
" astaga dia sudah pergi sayang sekali, ah! pelayan itu!" kata Radit kesal
Raditpun kembali ke kamarnya dan mandi air dingin ya... kegiatannya dengan Vivi membuat birahi nya bangkit.
" sabar teman suatu saat kau akan mendapatkan nya" kata Radit pada temannya itu wkwk.
setelah mandi Radit beristirahat karena besok mereka akan kembali.
*pagi hari pukul 08.00*
semua Orang di keluarga Vernando yang terletak di Bali sedang sibuk mempersiapkan kepulangan mereka kembali ke Jakarta, yah.... hari ini adalah hari ke-tiga alias hari akhir dari liburan Vivi, Rossa,Sonhee,Radit,Baek, Sekertaris Rang,dan Sekertaris Young.
" apakah semua sudah siap? pesawat nya akan berangkat sebentar lagi" tanya Baek
" ya" jawab Vivi dan teman-temannya, sedangkan Radit hanya diam
" Mari tuan " Sekertaris Rang mempersilahkan Radit menaiki mobil menuju bandara.
__ADS_1
" Mmmh, sebentar!" kata Radit , ya Radit akan menunggu sampai Vivi dan kawan-kawan menaiki mobil dia takut Vivi akan macam-macam
" Baik Tuan" ajak Sekertaris Young
" ya , oh Vivi kalian tidak ingin satu mobil denganku?" tanya Baek melirik Rossa yang dari tadi diam.
" ekhem.. Nggak deh Bang soalnya Rossa Ng..hmmm" tiba-tiba Rossa menutup mulut Vivi.
" oh baiklah" kata Baek pasrah
~ Rossa benar-benar menjauhiku~ Batin Baek
" aku duluan kita bertemu di bandara" pamit Baek,Baekpun menaiki mobil dan menuju bandara.
" fiuhhh..." terdengar helaan nafas Rossa
" eh Lo kenapa nggak mau naik bareng bang Baek? trus tiba-tiba tutup mulut gue lagi anjay, Lo ada apa-apa ya sama Abang gue?" tanya Vivi curiga
" Ng..ngak apa-apaan sih kamu nih ada-ada aja" Rossa mengelak
"sudah-sudah ayo berangkat"ajak Sonhee
" eh? bang Radit kenapa belum berangkat?" tanya Rossa bingung
" ekhem aku akan berada di belakang kalian" kata Radit
" oh baiklah" kata Rossa
" ayo naik, ajak Vivi"
"iya ayo!, bang Radit Sekertaris Rang kita duluan ya"pamit Rossa
" silahkan Nona" kata Sekertaris Rang sambil melirik Sonhee
" ekhem Sekertaris Rang kenapa lirik-lirik Sonhee?" tanya Vivi
" Anda salah lihat nona" Sekertaris Rang mengelak
" sudah-sudah naik sana nanti terlambat" kata Radit
" iya" jawab Vivi lalu naik ke atas mobil, diikuti oleh Rossa dan Sonhe. mobil yang ditumpangi Vivi dan teman-temannya menuju bandara diikuti oleh mobil Radit dibelakang nya.
setelah 35 menit, merekapun sampai di bandara. Disana sudah ada Baek dan Sekertaris nya,
" akhirnya kalian datang juga " kata Baek lega
" ayo Tuan-nona sebelah sini" ajak Sekertaris Young mengarah kan mereka ke arah pesawat pribadi keluarga Vernando. Mereka menaiki pesawat beriringan Rossa yang sedang berjalan kaget karena tiba-tiba ada ada Baek disamping nya, Baek mendekat trus mendekat dan langsung berbisik.
" jangan lupa janjimu padamu" bisik Baek. wajah Rossa sudah merah padam ia langsung bergegas menghampiri Vivi dan Sonhee yang sudah duluan berjalan di depan. Baek yang ditinggal kan Rossa hanya terkekeh pelan.
semuanya sudah naik ke dalam pesawat. Vivi duduk bersama teman-teman nya, Baek ke ruangannya, dan Radit juga.
setelah menempuh perjalanan 1 jam 55 menit pesawat akhirnya sampai di bandara.
setelah pesawat mendarat Vivi dan teman-temannya buru-buru turun dari pesawat karena mereka tak sabar untuk kembali dan beristirahat.
" ekhem liburan kita sudah selesai, dan.. Sonhee? lo bakal balik?" tanya Vivi pelan
" entah gue mungkin sudah dilupain, ya atau .... bahkan mungkin sudah dianggap tiada" kata Sonhee pasrah.
" jangan berkata seperti itu mungkin ada alasan dibalik ini semua" kata Vivi menenangkan
" hahahaha, ada atau tidak bukan urusan ku" kata Sonhee acuh tak acuh
" yang sabar yah, yang penting kehidupan mu tercukupi dan kau selalu di berikan yang terbaik" kata Rossa
" heh! terbaik" kata Sonhee menekankan kalimatnya di kata terbaik.
" okey kita bicarakan ini nanti, dan Lo Rossa ke mansion gue atau kembali ke rumah lo sendiri?" tanya Vivi
" gue ..." ia teringat Baek
" ah nggak!" teriak Rossa
" kenapa?" tanya Vivi dan Sonhee khawatir mendengar Rossa tiba-tiba berteriak
" ah ng...nggak gue ke rumah aja dulu kangen mama soalnya" kata Rossa beralasan.
" tumben kangen mama biasanya lupa mama" sindir Vivi dan Sonhee
" untuk saat ini aku kangen mama" kata Rossa
" hahaha" Vivi dan Sonhee tertawa
" Lo kira kita nggak tau? Lo itu ada apa-apa kan Ama Abang gue?" kata Vivi Rossa hanya cengengesan nggak jelas.
" aku duluna supir udh nunggu bye!" pamit Rossa buru-buru.
" iya bye! hati-hati nanti kepincut Ama bang Baek wkwk" kata Vivi dan Sonhee yang masih tertawa.
~ sialan malu banget~ Batin Rossa
Setelah Rossa pergi Vivi dan Sonhe bergegas kembali ke mansion. tapi supir dari Mansion belum datang-datang juga, dan tiba-tiba ada org yang melambai ke arah Vivi dan Sonhee
" Nona!" sapa pria itu
__ADS_1
" Anda siapa?" tanya Vivi dan sonhee