Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
25.There is something strange


__ADS_3

Tiga hari berlalu Keadaan Vivi sekarang sudah baik dan ia serta janin nya dinyatakan baik-baik saja, Radit sudah memindahkan Vivi dan semua anggota keluarga di mansion miliknya disana hanya tersisa Baek saja, karena katanya mansion ayah akan direnovasi. sedangkan ayah Vernando sudah benar-benar baik-baik saja.


Radit Dibuat Sibuk dengan pekerjaan nya dan juga Vivi. Vivi selalu meminta hal yang diluar nalar dan yang paling membingungkan adalah ketika ia meminta pertunjukan topeng monyet diadakan dimansion, Radit hanya bisa menuruti nya dan melakukan apapun yang Vivi inginkan.


Baek berubah. Baek selalu sibuk bahkan tak pernah ia akan pulang hanya untuk melihat keadaan Vivi dan ayah saja setelah itu ia kembali ke kantor.Bunda sela khwatir melihat Baek yang seperti itu, bunda sela menyuruh pelayan dari mansion ayah untuk mengantarkan makanan ke kantor Baek sebenarnya bunda ingin sekali menemui Baek dan bertanya apa masalah yang sedang dihadapinya tapi ayah melarang bunda untuk bertanya dan selalu mengatakan " Ini bukan waktu yang tepat" bunda dibuat bingung dengan kalimat itu dan sampai sekarang ia maish mencari tahu arti dari kalimat itu.


Sedangkan Vivi? Dia dibuat pusing karena ulah Radit Radit setiap hari selalu menelpon dan menanyakan hal yang tak masuk akal dan tak berguna. tetapi ia memakluminya ia tahu Radit sangat menyayangi makanya Radit selalu overprotektif padanya ia bersyukur bisa memiliki pasangan seperti Radit dan dan kedua orang tua serta kakak laki2nya yang baik seperti Baek.


Pagi ini terlihat Vivi sedang duduk di balkon kamarnya menikmati sinar matahari pagi yang menyehatkan dan suasana pagi hari yang cerah.


"kenapa tempat ini lebih nyaman dibanding mansion ayah?" tanya pda diri sendiri.


"Aku jadi penasaran kenapa bang Baek tiba-tiba jadi aneh gitu , di tambah kalau datang menemui Ku dia selalu berpakaian bak detektif yang menyamar..aneh sekali aku sangat penasaran. apa yang sebenarnya terjadi?" tanya pada diri sendiri. ia menggeleng


"sudah-sudah jangan terlalu banyak pikiran kau sedang mengandung Vivi okey tenang" katanya pada diri sendiri


"Ah.. sudah tiga hari berlalu dan aku belum mendapatkan kabar dari kedua sahabatku" kata Vivi memegang ponsel nya.


" aku akan menelpon mereka satu persatu" Vivi menekan nomor Sonhee.


Tut..Tut..Tut..


"Halo? Vi?" tanya Sonhee


"woy kenapa Lo jarang hubungin gue akhir-akhir ini?" tanya Vivi


" gue lagi sibuk Ama butik baru" kata Sonhee


" oh iya aku lupa" Kata vivi menepuk jidatnya.


Yah Sonhee sekarang sedang mulai merintis usaha butik karena keahlian mendesainnya yang lumayan iapun mulai memiliki inisiatif membuat butik untuk dirinya sendiri.Vivi dan Rosa mendukung keputusan Sonhee sepenuhnya.


"Lo dah baikan kan?" tanya Sonhee


" Alhamdulillah udah heheh" jawab Vivi


" syukurlah" kata Sonhee menghela nafas lega


" lo baik-baik aja? Lo yakin nggak mau pulang?" tanya Vivi


" gue baik kok sangat baik malahan gue lebih nyaman disini dibanding disana" jawab Sonhee jujur


" syukur lah apapun keputusan Lo kita dukung kok! muah!! semangat!" kata vivi


"makasih cinta" kata Sonhee bahagia.


" okey gue tutup dulu mau mandi" pamit Vivi.

__ADS_1


" eh tumben Lo mandi pagi biasanya malas mandi ?" tanya Sonhee dengan nada curiga.


" anjir aku skrg emang lagi mood mandi pagi aja" jawab Vivi


" oh gitu ya udh bye " kata Sonhee


"muah bye semangaat" kata Vivi


"iya lo juga jaga kesehatan Lo Ama ponaan gue yah" kata Sonhee.


"siap"


Setelah menutup sambungan telepon Vivi mandi.


20 menit berlalu.


"ah segar sekali, seperti nya aku melupakan sesuatu" katanya pada diri sendiri


"oh Astaga Aku lupa menghubungi Rossa , nanti ajalah aku ke dapur dulu ambil camilan setelah itu baru telepon Rossa"gumam nya. vivipun bergegas Menuju dapur untuk mengambil Camilan setelah ia kembali ke kamar dan duduk di sofa .


"Sekarang mari kita hubungi Si kampret Rossa"


Tut..Tut..Tut...Tut..Tut..


"sekali lagi"


"Ais....nih anak mana "Vivi heran Rossa tak mengangkat telepon nya.


"Okey sekali lagi"


Tut..Tut...Tut..Tut...tet.


"hoamm.....hawlo" kata Rossa Sambil menguap


"hei Lo kmn aja knp nggak angkat telepon gue?" tanya Vivi


"Gue sibuk ngedate Ama sembilan Pacar gue Napa?" tanya Rossa


"Keknya lo masih setengah sadar deh? tampar pipi Lo wkwk. mau digimanain pun mereka nggak bakal pernah jadi milik lo hahahahh"


"Sialan Lo, gue insomnia makanya malamnya gadang sambil ngedrakor sampe subuh setelah itu baru tidur sampe siang" jelas Rossa


"Kok bisa insomnia?" tanya Vivi


"Banyak pikiran" jawab Rossa


"Masih muda banyak pikiran gmn nanti dah tua, pikirannya dikurangin woy jangan boros-boros simpan buat masa tuamu nanti hahahaha"

__ADS_1


"Garing"


"eh emang Lo mikirin apa sih?" tanya Vivi


"mikirin gmn caranya biar bisa nikah Ama Baekhyun" jawab Rossa


"Iyain aja deh biar dia seneng Hem" kata Vivi


"hahahaha gue tutup deh mau makan dulu"


"okey beb jangan banyak pikiran jaga kesehatan"


"eh Vi tunggu Lo skrg dmn kumpul yuk?" tanya Rossa


"Gue diKorea Napa?" tanya Vivi


"kalau Lo dikorea gue di Jepang, seriusan woy! soalnya Lo nggak ada dimansion ayah lo, gue tanya ke satpam mereka bilang Lo pindah ke mansion lain untuk sementara mereka juga keknya rahasiain tempat lo " kata Rossa


"ooh nanti gue share lock deh" kata Vivi


"ngoheyy gue tutup"kata Rossa


"bye" Vivi mengakhiri percakapan.


"ah aku jadi semakin penasaran dengan semua ini astaga" kata Vivi


"bahkan mansion ini dirahasiakan dari teman dekat ku? aneh? apa mungkin dibalik semua ini adalah rencana bang Radit? ah masa sih? aduh Bodoh amatlah...eh! tapi jangan sampe aku gegabah. sebaiknya aku tanyain dulu ke bang Radit, aku bakal ke kantornnya ajalah" kata Vivi.


vivipun mengganti pakaian nya , menuju dapur untuk memasak makanan untuk dibawa ke perusahaan Radit setelah itu ia bergegas keluar menuju parkiran.


"Pak antar saya ke kantor bag Radit dong" pinta Vivi


" maaf nyonya apakah Tuan Sudah setuju atau sudah mengetahui bahwa anda akan keluar?" tanya supir itu


~ini benar-benar aneh aku penasaran sekali, untuk kali ini boong aja deh ~ batin Vivi


"Si..sudah sudah," jawab Vivi


"oh baiklah nyonya" kata supir itu. dan langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan Radit.


setelah 25 menit berlalu vivipun sampai diperusahaan Radit.


"ah akhirnya sampe juga" Kata vivi lega.vivi segera masuk ke dalamnya dan menuju ke ruangan Radit.


ketika hendak vivi membuka pintu ia melihat sesuatu yang membuat jantungnya berdetak hebat, darahnya jadi panas , tanganya jadi gemetar dan hawa dingin menusuk tulang belakang nya.


"Sialan kalian "

__ADS_1


prang!!!!!


__ADS_2