Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
34. Semudah itu?


__ADS_3

"Mari berkencan" ajak Rossa


"apa?" tanya Baek


"mari berpacaran, aku tak menerima penolakan kau harus menjadi pacarku dan aku akan menjadi pacarmu" kata Rossa sambil tersenyum


"hah?" Baek tenganga.Mereka berhenti Baek masih diam,ia masih mencerna perkataan Rossa.


"Kenapa kau diam? kau tak mau?" tanya Rossa


"Ah ...a..aku..begini bukannya aku tak mau aku hanya tak menyangka aku akan mengatakan ini" kata Baek, Rossa tersenyum


"jawablah" pinta Rossa sambil menyenggol lengan Baek


"Iya aku setuju" jawab Baek dengan semangat


"Oalah baiklah sekarang kita berpacaran" kata Rossa. Setelah melewati 9 tanjakan yang tinggi,7 jembatan kerikil, 1994 belokan dan 12 tikungan tajam akhirnya Rossa gadis lembut dan baik hati telah menjadi miliknya. Baekpun memeluk mesra Rossa ia sangat senang sesi pelukan nya mereka kembali ke mobil,sambil berpegangan tangan.


"Ayo buat dekrit" ajak Baek


"hah?" kali ini Rossa yang kebingungan


"seperti surat pernyataan " kata Baek sambil mencari-cari kertas dan pulpen


"trus tanda tangan kek dilan?" tanya Rossa


"hmm dah basi itu pake yang lain" kata Baek, Rossa berpikir sejenak


"ooh ! kalau pake cap jari tengah gmn?" tanya Rossa


"woylah yang bener pake cap jari tengah?" tanya Baek


"beneran lah masa becanda" kata Rossa


"capnya pake apa?" tanya Baek


"pake tinta pulpen bodoh" kata Rossa, Baek mengangguk


"oh baiklah, ini menyenangkan" kata Rossa Baek mengangguk dan mulia menulis dekritnya.


isi dekrit Baek dan Rossa:


...Dekrit Bera...


"bismillahirrahmanirrahim tepat pada hari ini tanggal 3 November 2021 pukul 23.03 lewat 13 detik , Baek Vernando dengan Rossa Larasati wiraniaga resmi berkencan dan akan mengusahakan untuk menjalin hubungan sehidup semati, semoga hubungan kami awet muda seperti Xiumin, Umur kami panjang seperti kaki chanyeol, Perjalanan cinta kami semulus muka Sehun, dan semoga kami saling menguatkan dan bisa menjaga diri diluar sana dari hal-hal yang menyebabkan terjadinya celah diantara hubungan kita(amin)", Jakarta 3 November 2021


(cap jari tengan) (cap jari tengah)


Baek Vernando Rossaa Larasati wiraniaga


Setelah memberikan cap Baek dan Rossa bertatapan dan tertawa.


"kita benar-benar gila" kata Rossa


"kau yang menyarankan cap jari tengah" kata Baek disela tawanya


"biar beda dari yang lain dong" kata Rossa


"ini disimpan dimana? aku aja ya yang nyimpan " tawar Rossa

__ADS_1


"aku juga mau woy" kata Baek


"gmn dong?" tanya Rossa


"aku copy di baru bagi , trus nnati aku almamating" kata Baek


"lebay Nye" kata Rossa sambil terkekeh


"lah sewot nih anak org" kata Baek


"serah" jawab Rossa asal


"sudah ayok pulang" ajak Baek


"baiklah" jawab Rossa


diperjalanan Baek sesekali memegang tangan Rossa sambil tersenyum bahagia


*sementara itu Vivi dan Radit*


Radit dan Vivi sedang menikmati makan malam. alias kencan hasil malak.


"Kamu senang?" tanya Radit sambil memegang tangan vivi


"sangat" jawab Vivi sambil mengangguk tersenyum manis


"Aku senang kau suka, walaupun ini hasil malak" kata Radit sambil terkekeh


"ahaha," Vivi tersenyum


"Vi.." panggil Radit pelan


"Kau benar-benar ingin memulai semuanya denganku?" tanya Radit


"ya" jawab Vivi sambil mengangguk setuju


"kau yakin?" tanya Radit dengan nada serius


"Aku Yakin sekali" jawab Vivi keras


"Terima kasih, kau tahu? sejak awal bertemu denganmu aku sedikit tertarik sekaligus penasaran denganmu, hatiku bertanya-tanya siapa gadis manis yang satu rumah denganku saat itu. entah mengapa aku sangat ingin melindungi mu dan mengetahui apa saja yang kamu lakukan, yang kamu suka dan yang tidak. Aku tau aku adalah pria bajingan yang melakukan hal gila kepada adikku sendiri disaat dia dalam keadaan tidak sadar. aku minta maaf, benar-benar maaf maaf telah merebut segalanya dari mu" kata Radit sambil menunduk perasaan bersalah itu masih mengenang dalam hatinya ditambah fakta Vivi masih belum bisa mencintai nya.


"berhentilah meminta maaf itu bukan rencana kita, itu semua rencana yang diatas kita hanya perlu menerima dan berusaha untuk memperbaiki keadaan. kau bukan pria bajingan berhentilah menyalahkan dirimu sendiri" kata Vivi sambil memegang erat tangan Radit dengan kedua tangannya


"Aku hanya takut kau tak bisa mencintai ku dan meninggalkan ku, aku sudah sangat bergantung padamu , i really love you dan aku benar-benar tergila-gila padamu, you are like roman grapes has a high price value and is rare"kata Radit ,Vivi terkekeh


"kau belajar gombal dari mana?" tanya Vivi


"apakah pertanyaan itu penting sekarang"


"sebenarnya mungkin aku sudah mulai membuka hatiku untukmu" kata vivi, Radit kaget matanya melebar.


"kau bilang apa?" tanya Radit tak percaya


"aku mungkin sudah mulai menyukai mu, secara tak sadar mungkin" jawab Vivi


"aku senang , setidaknya ada perkembangan" kata Radit sambil berdiri dan menuju tempat duduk Vivi


"kau mau apa?" tanya Vivi

__ADS_1


"aku ingin hadiah" kata Radit


"hadiah untuk apa? jangan bilang kau ukang tahun malam ini, eh? tapi bukannya ulang tahun masih lama ya?" tanya vivi


"Hadiah untuk keberanian ku" kata Radit


"apakah harus diberi hadiah?" tanya vivi


"iya dong, iyakan sayang?" kata Radit sambil mengelus perut rata vivi, Vivi tersenyum hangat dan melayangkan ciuman dibibir Radit, Radit kaget sekaligus bahagia.


"aku suka kau yang agresif" bisik Radit pelan


"kau berbicara tidak tau tempat " kata Vivi


"hehehe aku hanya becanda"kata Radit, ia hendak mencium Vivi lagi tiba-tiba ada yang memanggil Mereka


"Vi!" teriak Rossa , Vivi menoleh ia kaget melihat Rossa yang memakai pakaian kasual biasa dan Baek disebelah nya yang sudah agak kotor karena berlari tadi saat mencuri bensin ditambah lagi mereka datang sambil berpegangan tangan


"kalian?" tanya Vivi


"kami?" tanya Rossa dan Baek bersamaan


"iya kalian jadian?" tanya Vivi sambil melirik dua sejoli yang sedang berpegangan tangan. Baek dan Rossa saling pandang dan melihat tangan mereka yang saling menggenggam, mereka tersipu malu.


"kami dah jadian" kata Baek dengan bangganya


"wow ITS magic" kata Vivi


"magic? what dou you Medan?" tanya Baek


"no no i think Gimanan kalian bisa jadian cuman karena Baek jemput kamu?" tanya Vivi


"cerita nya panjang" jawab Vivi


"udah-udah get out of here aku aku kencan Ama Rossa" kata Baek


"kencan? ini udh hampir tengah malam bang, aku Cape mau istrahat " kata Rossa


"lagian tempatnya dah aku pake Ama bang Radit buat kencan tau" kata Vivi


"apa? benar-benar ya Kalian .AStaga aku sampe lupa kalau udh tengah malam, baiklah akan aku antar pulang"


kata Baek


"ciee bucin ni ye" ledek Vivi


"cie bunting ni ye" ledek Rossa balik


"apaan dah dasar prik" kata Vivi


"sudah-sudah ayo pulang ini sudah tengah malam ibu hamil sebenarnya tidak baik keliaran malam-malam " kata Radit mengingat kan sebenarnya Radit tak tahu tapi bunda mengirim pesan dan mengingat kannnya


"iya juga ayo pulang , Vivi Abang antar Rossa dulu ya" pamit Baek


"iya bang hati-hati " kata Vivi


"kalian juga" kata Rossa Vivi mengangguk


akhirnya mereka pulang ke mansion diperjalanan Vivi tertidur raditpun memakaikan Vivi selimut yang ia sediakan sebelum ke tempat kencan ,Radit sesekali memegang tangan Vivi ia sangat bahagia dia bersyukur dipertemukan dengan Vivi.

__ADS_1


__ADS_2