Kecelakaan Cinta

Kecelakaan Cinta
23. Perkara Nasi Goreng Bubble Tea


__ADS_3

Radit sudah sampai di rumah sakit dia segera berlari menuju ruang inap Vivi, semua penghuni rumah sakit tercengang melihat tingkah Radit yang terburu-buru dan terlihat cemas


"Bagaimana bisa seorang pengusaha nomor satu yang sangat berpengaruh di dunia ini terlihat cemas ?" Lebih kurang seperti itulah yang dipikirkan org-org. Radit sadar ia diperhatikan tapi ia tak peduli yang ia utamakan sekarang adalah kemauan Vivi


"persetan deengan image " katanya pelan disela-sela ia berlari.


"hah! akhirnya aku sampai juga" katanya lega ia membuka pintu ruangan Vivi dan membawa salam disana sudah ada Vivi dan Baek sedang duduk dengan Baek . ia kaget karena terlihat Baek sedang menggeleng kan kepalanya frustasi,dan yang membuat nya lebih tercengang adalah Vivi menangis.


" loh kamu kenapa??" tanya Radit memegang pipi Vivi


" hei... hei berhentilah menangis " kata Radit mengusap air mata Vivi dipipinya lembut.


"ini udh aku bawain nasi gorengnya" kata Radit, Vivi mengangguk


" lama banget,sini!" kata Vivi sambil merampas tas berisi nasi goreng Bubble teanya dan membukanya


"gara-gara Lo dia nanges anjer, Lo kelamaan Lo ngelahirin dulu yah baru ke sini?" tanya Baek sinis


"maafkan aku" katanya tulus


"it's okey mungkin ini efek aku hamil makanya apa-apa nangis" kata Vivi


" aku memakluminya nya"Kata Radit sambil tersenyum


" wah ini keliatan enak" kata Vivi


" kamu jangan makan deh nanti sakit perut makan yang lain aja yah " bujuk Radit


" iya vi jangan makan nanti sakit perut" kata Baek setuju' dengan Radit


" kan belum coba gmn taunya , hmm ..gmn kalau kalian yang cobain buat. Vivi?" tanya Vivi


"hah?!" Radit dan Baek tercengang bersamaan


" ehem...itu...anu... Abang mau keluar sebentar mau ketemu Rang tadi katanya Abang harus tanda tangan dokumen penting sayang sekali yah " kata Baek dengan penuh kebohongan sambil berlari menuju pintu dan keluar


" ya udah deh bang Radit aja yah " bujuk Vivi


" i...iya" kata Radit pasrah


~Sabar...sabar~ Batin Radit


"sini Vivi suapin" kata Vivi


" iya aaa" Radit membuka mulut dan Vivi memasukkan nais gorengnya awalnya tidak terasa tapi.. setelah lama mengunyah baru ia merasa ingin muntah ia berusaha menahan mualnya memaksakan nasi goreng aneh itu masuk ke perutnya


" gmn bang enak?" tanya Vivi


" mhmm" Radit mengacungkan jempol dan menganggukkan kepalanya


" wah ya udah Vivi makan yah " katanya


~sialan dia beneran mau makan aishh;!! sebar salah mau bilang nggak enak takut marah tapi kalau aku bilang enak trus dia makan itu pasti dia bakal sakit perut aduh gmn caranya yah??~Batin Radit


Vivi baru saja ia akan memasukkan satu suapan nasi goreng aneh itu kemulutnya Radit mencegah nya


" Inikan enak biar bang Radit aja yang makan gmn? " tawar radit


" ngak deh aku maunya keliatannya enak banget" kata Vivi

__ADS_1


~aduh gmn dong nnati kalau dia kenapa-kenapa gmn kalau dia keracunan trus mati? aduh masa jadi duda sebelum kawin sih gue eh salah nikah kalau kawinkan udh hehhee ~ batin Radit takut


Vivi langsung memasukkan nasi goreng ke mulut nya matanya langsung membulat


glekk... Radit menelan ludahnya tamat sudah taoj Kenyataannya tidak seperti itu Vivi malah menambah sglekk... Radit menelan ludahnya tamat sudah tapi Kenyataannya tidak seperti itu Vivi malah menambah suapan demi suapan


~aihh aku lupa kalau dia bumil~ batin Radit


"pantes bang Radit mau lagi ternyata enak" Kata Vivi


" hehe iya, Vi nggak mau yang lain nggak?" Radit mencoba menawarkan makanan lain ke Vivi ia takut Vivi akan sakit perut Gegara makan makanan aneh itu


" no thanks" kata Vivi


~Dahlah pasrah gue yang penting dia seneng~ Batin Radit


Vivi menghabiskan satu porsi nasi goreng Radit meih tak habis pikir bisa-bisanya Vivi nggak merasa aneh dengan nasi goreng itu.


"ah Kenyang nya , bang aku mau tidur yah bang" kata Vivi


" ya udah aku bantuin baring yah?" tawar Radit


"iya bang Radit nggak kerja? " tanya Vivi


"nggak kesehatan kamu lebih penting lagipula perkerjaannya tinggal sedikit aku sudah menyerahkan semuanya pada Rang" jelas Radit


" oh iya bang Radit tidur disini Dong ama aku aku takut sendirian" kata Vivi


" iya-iya sayang" kata Radit membuat Vivi Merona malu.


" peluk " kata Vivi manja raditpun memeluk Vivi dengan lembut


Diperusahaan Pradipta*


terlihat sekertaris sedang sibuk dengan dokumen-dokumen kerja.


"astaga pekerjaan ku bertambah dua kali lipat " katanya kesal


"sialan si bos depresot aku" katanya lagi


"ternyata jatuh cinta itu sangat merepotkan " kata nya lagi


"oh ya aku hampir lupa" Rang meraih ponselnya


"Halo.." kata orang diseberang


" Halo kau sudah sampai?" tanya Rang


"Ya aku tadi mampir ke resto buat makan" kata org itu lagi


"ya sudah kau aka tinggal sendiri atau ke mansion?"tanya Rang


"aku akan ke mansion" jawab org itu


"kau ini menyusahkan saja , kenapa kau harus ikut aku kesini?"kesal Rang


"Ini keputusan ku kau harus ikut denganku pulang kau tak merindukan kampung halaman mu?" tanya org diseberang sana. Rang diam dia menghela nafasnya panjang lalu menghembuskan nya hatinya terasa berat mendengar pertanyaan itu.


"halo apa ada org?" tanya org diseberang sana

__ADS_1


"halo...halo! Aihs sialan..halo!" teriak org itu lagi


"Entahlah aku sibuk" jawab Rang, langsung menutup telepon secara sepihak dan melanjutkan pekerjaannya


……………………………………………………………………………………………


Sore harinya Vivi terbangun mendapati Radit yang tidur disebelah nya. Ia terpana dengan ketampanan sang pria didepannya ini, bagaimana tak dengan mata sipit nan indah, bulu mata yang agak lentik,hidung mancung nan panjang , rahang kokoh...dan bibir seksi. yang imut dan menggoda itu membuat Vivi ternganga tak percaya bahwa pria ini adalah calon masa depannya kelak.tangan Perlahan menyentuh pipi Radit "wah lembut sekali " kata Vivi takjub


"hei jangan nakal berhentilah memegang pipiku" kata Radit


"emang knp pipi doang" kata Vivi


"kau jangan menggodaku" kata Radit


"nanti kalau udh sah semuanya nggak doang-doang lagikan" kata Vivi becanda


"nggak perlu udh sah skrgpun nggak doang-doang nggak apa-apa udh pernah rasa juga" Kata radit menggoda balik Vivi.


"astaga knp kamu mesum sekali" kata Vivi merona malu


"mesum sama calon sendiri emang kenapa" kata Radit


"udah-udah ayo keluar dari pembicaraan aneh ini" kata Vivi


"hahahah kau tak punya senjata untuk melawan kukan?" tanya Radit sambil tertawa


"aku ingin pulang" kata Vivi menarik baju Radit


"heh Jagan sentuh-sentuh kau menguji imanku" kata Radit


" aku serius aku ingin pulang " kata Vivi memanyunkan bibirnya, Radit sudah tak tahan langsung meraup bibir manis itu, Vivi yang diserang tanpa aba-aba itupun terkejut dia tak menolak ataupun menerima


tapi ia terbuai dengan kelembutan dan kehangatan yang diberikan radit.dia membalas ciuman yang diberikan Radit membuat Radit terbang ke langit ketujuh skrg lidah Radit sudah masuk ke mulut Vivi membelit dan menekan isi mulut Vivi.Tiba-tiba ada ynag masuk dan tak lain dan tak bukan adalah Baek


"woy sialan ngapain Lo mesumin pasien di rumah sakit" teriak Baek


"ternodai mataku, sialan Lo Radit belum sah kalian yah" kata Baek memperingatkan


"maaf bro kebablasan Vivi itu calon bini gue bukan cuman pasien rumah sakit ini" kata radit santai Vivi hanya diam merona


"anjir udh dibilangan juga jangan sentuh-sentuh adik gue" kata Baek kesal


"mana -mana mau gue diakan Bentar lagi jadi bini gue" kata Radit


"oh aja" kata Baek


"seriusan mau pulang? udah baikan?" tanya Radit


"iya bang kau baik-baik aja kok" jawab Vivi semangat


"ya udh kita pulang tapi kamu dirawat inap dirumah yah" kata Radit


"iya deh yng penting pulang aku benar-benar benci rumah sakit ini" kata Vivi


"kenapa apa karena pelayanan nya? interior nya? apa yang kurang? nanti biar di renovasi semua " tanya Radit


"aduh cape" kata Baek melihat kebodohan Radit


"aduh bang aku tuh emang nggak suka Ama rumah sakit buakn karena interior ama ada apa2nya" jelas Vivi

__ADS_1


"oh gitu, ya udah ayo pulang" ajak Radit


__ADS_2