
*Mansion Keluarga Vernando*
Keesokan harinya semua anggota keluarga Vernando termasuk juga Sonhee Dan Rossa sudah berkumpul dimeja makan untuk sarapan pagi.
" Kalian akan pergi hari ini?".Tanya Ayah Frans
" Iya Ayah lebih cepat lebih baik" jawab Vivi
" Oh baiklah, semoga liburan kalian menyenangkan" kata ayah Frans.
Sonhee berbisik ke arah Vivi
" Hei!! yang tadi itu kalimat ku"
" hhh terserah, kalimat itu keluar dari mulutku jadi kalimat itu berasal dariku"jawab Vivi dengan penuh bangganya
" Terserah" kata Sonhee malas
melihat kedua temannya berbisik Rossapun ikut-ikutan
" Hei kalian sedang membicarakan apa?" tanya Rossa
tidak ada jawaban dari Vivi dan Sonhee mereka hanya melirik Rossa dan memutar bola matanya.
Setelah selesai sarapan Vivi,Sonhee,Rossa dan Baek siap² untuk berangkat.
" Dimana Abangmu Radit?" Tanya Sonhee penasaran
" Entahlah dia mungkin nggak ikut" jawab Vivi
" Lo punya Abang lagi?"Tanya Rossa penasaran
" iya, Lo nggak liat tadi dia sarapan ama kita?" jawab Vivi
" Oh gue kira dia tamu Keluarga lo.Wah dia sangat tampan" puji Rossa" Dan Dia yang tampan adalah orang yang tepat untuk wanita cantik seperti ku" katanya lagi, Sonhee dan Vivi tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Rossa
" Teruslah bermimpi" imbuh Vivi
" Mimpi-mimpi mampuss yang ada" sambung Sonhee
dan mereka berdua melanjutkan acara tertawanya. Rossa hanya tersenyum tipis sambil memutar malas bola matanya.
" Hei lihat siapa yang bicara" kata Baek dengan nada mengejek
" apa-apaan sih" kata Rossa lagi
" aku tampan berarti aku cocok untukmu"kata Baek percaya diri
Mendengar kata-kata Baek spontan Rossa terbatuk-batuk sambil terkekeh ia memang mengakui kalau Baek tampan tapi dia sangat tak suka dengan temperamen Baek yang menyebalkan.
" Kau terlalu percaya diri" kata Rossa lagi
" memang kenyataannya begitu" jawab Baek bangga
" Hei...Hei sudah-sudah kalau kalian masih terus bertengkar disini kapan kalian akan pergi?" tanya Bunda Sela
" maaf" jawab mereka bersamaan
" Ya sudah ayo keluar ayah dan bunda antar sampai pintu" ajak ayah
keltika mereka semua keluar mereka kaget melihat Radit sudah duduk manis diatas mobilnya dan Rang sebagai supir sedangkan sekertaris Young sedang berdiri didepan pintu menunggu tuannya datang
" selamat pagi" sapa sekertaris Young
"Pagi Tuan, Nyonya,Nona Vivi" sapa sekertaris Rang yang sudah keluar dari mobil
" pagi" balas mereka semua
" wah Radit seperti nya sudah tak sabar ingin berlibur" kata ayah dan Bunda
" Bukan tidak sabar tapi Aku hanya ingin semuanya cepat selesai" katanya sambil melirik Vivi,Baek,Rossa dan Sonhee
" Lihatlah dia sangat tampan" puji Rossa
" Iya entah mengapa hatiku terasa sejuk ketika melihat nya" tambah Sonhee
" Diam kalian! gue kira dia tak ikut" kata Vivi heran
" dia benar-benar Sulit ditebak" katanya lagi
" gue juga kaget dan bersyukur pangeran ku ternyata ikut" kata Rossa
" iya sangat bersyukur" tambah Sonhee lagi
mendengar kata-kata temannya itu Vivi hanya menaikkan alisnya heran.
sementara sekertaris Rang terus menatap kedua teman Vivi dengan wajah yang curiga
~Siapa dua gadis ini? apakah temannya nona atau sapupu nona? ah entahlah tapi jika dilihat yang agak kurus itu cantik dan imut~ batin sekertaris Rang memuji Sonhee.
" Ayo kita berangkat!" ajak Baek
" lest go" sambut Vivi, Rossa dan Sonhee bersamaan
__ADS_1
sementara Radit tidak menjawab dia lngsung masuk kembali ke dalam mobil.semuanya masuk ke dalam mobil dan menuju bandara. sesampainya di bandara mereka menaiki pesawat pribadi milik Radit karena pesawat milik keluarga Vernando sedang dibawa untuk berdinas di luar negeri.
" Loh ini bukan pesawat Ayah" kata Vivi bingung.
" Tuan Baek anda bisa beristirahat di ruangan sebelah Tuan, permisi" pamit sekertaris Rang dan Radit langsung menuju tempat pribadinya di pesawat yang disusul oleh sekertaris Rang.
" iya nggak mirip atau udah direnovasi yah?" imbuh Rossa.sedangkan Sonhee hanya diam karena ini kali pertamanya dia ada di Indonesia.
" kita sekarang memang bukan dipesawat ayah tapi kita sedang di pesawat pribadi milik Radit"Kata Baek memperjelas . mendengar penjelasan Baek Mereka bertiga tercengang
~ wah ternyata Bang Radit kaya banget njirr~ Batin Vivi
~ Astaga dia sangat kaya dan tampan~Batin Rossa
~Pangeranku memiliki pesawat pribadi? wah ini sangat mengesan~Batin Sonhee
" Wah Abang Lo ternyata sangat kaya " bisik Rossa
" nggak tau gue aja baru kenal kemarin pas gue datang"kata Vivi
" Deketin sama gue dong ?" tanya Rossa
" ngga janji.gue aja di cuekin" kata Vivi lagi
" ternyata dia es batu" kata Rossa Vivi tak menjawab lagi kata2 Rossa.dia memilih duduk di kursi penumpang karena dia tak tau ruangan tempat istirahat mereka bertiga dimana.
" Ayo kita bertiga duduk disini saja" ajak Vivi
" ngoheyy!" jawab Rossa dan Sonhee barengan
Didalam pesawat Vivi merasa gelisah karena Recjmhel pacarnya belum menelepon ataupun membalas pesannya
~Rechel dimana yah, dari kemarin dia nggak angkat ataupun balas SMS aku~ Batin Vivi. Tiba-tiba Rossa menyikut pundak Vivi
" Kaget eh kaget" kata Vivi sambil memegang dadanya
" woylah lu ngapain melamun?" tanya Rossa
" iya Vivi kenapa? kalau ada apa-apa cerita dong?" timpal Sonhee lagi
" Nggak ada sih.gue cuman kangen Ama khawatir aja sama Rechel, sejak kemarin dia nggak angkat ataupun balas pesan gue" kata Vivi sedih
" Jangan-jangan dia selingkuh lagi" curiga Rossa
" Lo kenapa. malah memperburuk keadaan!.gila Lo yah!" Sonhee memarahi Rossa
" Hei aku hanya berkata mungkin MU-NG-KI-N\= MUNGKIN!"" kata Rossa
" Hemm... aku nggak yakin dia selingkuh dia selalu baik dan nurut Ama aku ditambah lagi dia orang berpendidikan,jadi.. kecil kemungkinannya dia untuk selingkuh" Vivi meyakini temannya kalau Rechel bukan tukang selingkuh
" Sudah-sudah Jan bicarakan itu lagi, nanti liburannya jadi nggak seru.Masalah Rechel kita sudahi dulu nanti selesai liburan baru diperbincangka, okey?"kata Rossa menghibur Vivi
" Okey" jawab Vivi pelan
" Ya udah aku mau ke toilet bentar yah" izin Vivi
" Hei aku mau makan " kata Rossa
" kau cari saja pramugari disini setelah itu minta makanan kepadanya Sekalian untuk aku dan sonhe" kata Vivi
" okey" jawab Rossa
Rossa berdiri dan mencari pramugari di setiap tempat di pesawat, tanpa disengaja dia menabrak Baek yang berdiri didepannya dengan posisi membelakangi nya.
"Aduh anjritt aku menabrak siapa?sakit sekali!" katanya
"Hei apa yang.." Baek menoleh ke belakang dan Rossa mendongkak kepalanya untuk melihat siapa yang dia tabrak merekapun sama-sama terkejut "Kau!!" kata mereka berdua bersamaan
*Sedangkan ditempat lain"
Ketika Vivi hendak keluar dia terkejut karena melihat Radit yang sudah berdiri didepan pintu toilet dipesawat
" Abang sedang apa disini?" tanya Vivi dengan muka judesnya
" Hei kau tau persis kan fungsi toilet?" Radit bertanya balik
" Ya untuk BAK dan BAB lah Bang" jawab Vivi
" Bagus kukira kau tak tahu" kata Radit
" Jelas aku tahu" kata Vivi lagi
" Dan karena kau sudah tahu kenapa kau masih berdiri disitu?" tanya Radit sambil melotot kearah Vivi yang berdiri diambang pintu toilet
" aku? aku baru selesai buang air kecil" jawabnya
Radit sudah tak tahan ingin buang air kecil
menarik tangan Vivi untuk menjauh dari ambang pintu toilet supaya dia bisa masuk
" Awas!" katanya
Tapi sayangnya saat Dia Manarik Vivi dari ambang pintu pesawat tiba2 bergerak membuat mereka berdua terjatuh dengan posisi tubuh Radit ditindih Vivi.
__ADS_1
~ Apa-apaan ini kenapa aku bisa terjatuh menindih tubuhnya dan kenapa jantung berdetak kencang. ini sangat dekat aku bahkan bisa merasakan detakan jantungnya. Tapi...jika dilihat dari dekat Dia terlihat semakin tampan~ Batin Vivi dengan wajah yang sudah merona
~Dia manis sekali... dan jika dilihat dari dekat dia sangat cantik~ Batin Radit dan tiba² dia tersadar dari dan langsung mendorong tubuh Vivi membuat Vivi terpental
"Ekhem..." Radit Berdehem
" Aoww! pantatku sakit" kata Vivi " kenapa kau mendorong ku" marah Vivi
" Kau kenapa menindih tubuhku!" kata Radit kesal
" a..ak..aku nggak sengaja Bang!" jawab Vivi kesal
Radit tidak berbicara lagi dia langsung masuk kedalam toilet sedangkan Vivi sangat kesal dia langsung kembali ke kursinya.
* Sambung Baek dan Rossa*
" Kau kenapa Menabrakku?" tanya Baek
" Jangan-jangan kau Sengaja yah ingin menggodaku, aku memang tampan tapi jangan lakukan cara ini untuk menarik perhatian ku" katanya dengan bangga
" Hei kau jangan terlalu percaya diri tuan narsis siapa juga yang ingin mencari perhatian mu!" kata Rossa kesal
" aku tadi sedang mencari pramugari untuk meminta makanan karena aku sangat lapar" tambah nya lagi
" Kau berbohong!" kata Baek
" terserah kau mau percaya atau tidak " kata Rossa kesal
" awas kau mengahalangi jalanku!" pinta Rossa
" Tunggu! kau lapar? sebentar aku akan menyuruh sekertaris ku untuk menyuruh pramugari mengantarkan makan untukmu dan juga untuk Vivi dan teman kalian itu siapa namanya? Son."
".Sonhee!!" Rossa memperjelas
" Baiklah Terima Kasih" sambung nya dengan nada yang pelan karena dia masih kesal.
setelah mendengar perkataan dari Rossa Baek berlalu meninggalkan Rossa
dan Rossa otomatis mengumpat Baek
" Dasar Tuan Narsis!" umpatnya
" Hei aku bisa mendengar nya!" kata Baek sambil terkekeh
" Aku sangat bersyukur kau mendengar nya" katanya lagi dan berlalu pergi tanpa menghiraukan Baek lagi.
*Dikursi Vivi, Rossa, dan Sonhee*
Rossa sudah duduk kmbali di kursinya berdua dengan sonhee.
" Dimana Vivi?" tanya Rossa
" Dia belum kembali" jawba Sonhee
" Oh" kata Rossa
setelah beberapa menit mereka berdua duduk pramugari datang membawa makanan untuk mereka bertiga, setelah pramugari pergi Vivi datnag dengan muka kesalnya
" Lo dari mana aja Vi?" tanya Rossa
" Iya lama banget ke toiletnya" sambung Sonhee lagi
" nggak kemana2 cuman tadi ditoilet aku ketemu setan makanya aku lama" jawab Vivi asal
" Gila Lo mana ada setan di pesawat mewah ini" Rossa tak percaya
" Setannya yang Punya pesawat!" jawab Vivi ketus
" wah² Kalau yang lo bicarain itu Bang Radit lo salah dia tuh lebih terlihat seperti pangeran dibanding setan kalau Lo Yangs setannya gue setuju" kata Rossa sambil tertawa
" benar sekali!" tambah Sonhee polos
" terserah kalian berdua, ayo makan aku lapar " ajak Vivi
" Iya" jawab Rossa dan Sonhee barengan
setelah makan mereka bertiga tidure sambil menunggu pesawat sampai di tempat tujuan setelah beberapa menit terlelap mereka dikagetkan oleh suara pramugari yang mengatakan bahwa mereka sudah sampa di tempat tujuan
" Hei bangun kita sudah sampai!" Ross membangun kan kedua sahabatnya
" oh ya?" kata Vivi sambil menguap
" iya padahal baru beberapa menit aku
terlelap" jelas Sonhee
" biasalah kan dekat" kata Vivi Dan Rossa
Mereka turun dari pesawat menuju ke vila milik keluarga Vernando sebenarnya Radit memiliki vila di Bali tapi dia enggan untuk mengajak mereka entahlah rasanya canggung lagipula dia tak tahu harus bicara apa.
" Tuan Apa kita akan ikut mereka atau ke vila tuan saja" tanya sekertaris Rang
"ikut mereka!" kata Radit
__ADS_1
" Baiklah Tuan" jawab sekertaris Rang patuh
Mobil yang menjemput mereka membawa mereka ke vila milik keluarga Vernando