
Demi cintanya pada Celia, Khalid rela memanggil seorang pelatih wanita untuk mengajarkan Celia ilmu bela diri. Latihan di lakukan di ruang arena latihan milik Khalid yang ada di istananya.
Awalnya Celia menolak melakukan olahraga berat itu. Setelah diberikan pengertian agar dirinya tidak terus bergantung selamanya pada Cyra yang memiliki kekuatan, akhirnya Celia menerima saran Khalid demi kebaikannya. Ilmu bela diri yang diikuti Celia saat ini adalah Wushu.
Setiap kali latihan, Khalid tidak mau menemani Celia. Ia tidak ingin Celia menjadi gugup karena adanya dirinya. Usai latihan bela diri dan Celia sudah mengenakan bajunya kembali, Khalid baru mengantar gadis ini pulang ke apartemennya.
Kesibukan Celia yang sedang fokus berlatih, hingga membuat Cyra lebih banyak menghabiskan waktunya sendiri karena kesepian di rumah. Gadis ini tidak mau ikut berlatih karena sudah memiliki kekuatan tersendiri dalam dirinya.
Walaupun di kawal oleh para sneaker dan juga prajurit kerajaan Maroko, namun gadis ini selalu saja melakukan hal yang ceroboh.
Seperti hari itu, ia diminta untuk menggendong bayi oleh seorang wanita saat ingin ke kamar mandi.
Saat itu Cyra yang baru selesai pipis mencuci tangannya di wastafel sambil tersenyum pada seorang ibu muda yang sedang menggendong bayinya yang sedang tertidur.
"Nona! Apakah kamu bisa menolongku untuk menggendong bayiku sebentar?"
"Boleh!"
Kata Cyra seraya mengambil bayi mungil itu dari gendongan sang ibu dengan senang hati. Ia sangat gemas dengan bayi itu membuatnya tidak ingin berhenti untuk menciumi pipi bayi mungil itu.
Saat ia sedang menimang bayi mungil itu tiba-tiba ada yang langsung membekap mulutnya dari belakang dengan menggunakan kain yang sudah di semprot obat bius.
Cyra yang ingin melawan, namun tidak tega melepaskan bayi yang ada di dalam gendongannya hingga ia lemah dengan sendirinya dan sang ibu mengambil bayi itu dari tangannya.
Rupanya ibu muda itu hanya sebagai umpan untuk membuat Cyra lemah. Sementara petugas cleaning servis itu memasukkan tubuh Cyra yang sudah berada dalam boks penyimpanan perkakas dan mendorongnya keluar dari toilet itu melewati koridor hanya untuk para karyawan yang ada Mall itu.
Dua wanita itu merupakan pembunuh bayaran yang sedang menyamar untuk bisa menangkap Cyra. Gadis malang itu dibawa ke markas gangster milik tuan Michael.
Celia yang sudah menunggu lama Cyra di apartemen mereka, mulai merasa gelisah karena ponsel Cyra tidak tersambung saat ini, padahal sudah berulang kali ia menghubungi gadis itu.
"Cyra! Di mana kamu saat ini. Ini sudah jam sepuluh malam kenapa kamu masih tidak muncul juga?"
Gumam Celia makin kuatir.
Ia akhirnya mencari tahu ponsel Cyra yang mungkin bisa memberinya petunjuk lewat GPS. Titik ponsel itu malah terletak di tempat pembuangan sampah.
"Astaga!
Sepertinya Cyra diculik. Mana mungkin ponselnya berakhir di tempat pembuangan sampah.
Celia menghubungi Khalid untuk menjemputnya di apartemen. Ia juga menghubungi kedua orangtuanya Cyra. Tidak puas dengan sambungan terpisah akhirnya semua keluarga melakukan komunikasi secara virtual membahas tentang Cyra.
"Apa yang terjadi Celia? Ke mana Cyra pergi?"
"Katanya pamit sama aku, dia bilang mau belanja di Mall Tante Camilla, tapi ini sudah malam dan dia belum juga pulang. Saat di lihat pergerakan ponselnya sudah tidak bersama Cyra lagi."
Deggggg...
Davin mengepalkan kedua tangannya saat mengetahui putri kesayangannya telah diculik. Ia segera menghubungi pilot jet pribadinya untuk mengantarnya ke New York City sekarang juga.
"Davin aku mau ikut!"
__ADS_1
Pinta Camilla yang tidak mau diam saja di rumahnya.
"Baiklah sayang kita ke Amerika. Lagi pula mama Andien dan ayah Reza ikut terbang ke Amerika. Begitu juga Fatih dan Calista sudah menuju bandara."
Ucap Davin segera menuju ke helikopter yang akan membawa mereka ke bandara.
"Sayang! Apakah putriku baik-baik saja?"
Tanya Camilla yang sedari tadi menangis tanpa henti.
"Sayang! Aku jamin putri kita kita bisa menolong dirinya sendiri. Dia seorang gadis pemberani. Jangan kuatir!"
Davin memenangkan istrinya sementara hatinya sendiri tidak sanggup membayangkan jika ada yang melukai putrinya itu.
Di Jakarta, pesawat yang membawa Andien dan Reza sudah mengangkasa dan suami istri yang masih terlihat muda dan energik ini saling membacakan dzikir untuk keselamatan cucu mereka Cyra.
Sikap tenang Andien menurun pada Calista dan juga Cyra. Mereka lebih mengutamakan logika untuk mencari solusi daripada menangis tanpa juntrungan.
Khalid yang sudah berada di apartemen Celia, mengajak gadis itu untuk menginap di rumahnya demi keamanan gadis itu.
"Menginap lah di rumahku Celia sampai keluargamu tiba di sini."
"Tapi kita ini bukan muhrim jadi tidak boleh menginap satu atap."
Tolak Celia.
"Di rumahku ada banyak pelayan dan kita tidur kamar terpisah. Banyak sekali penjaga di rumahku untuk menjaga keselamatan mu. Aku akan bertanggungjawab pada keluargamu."
"Lalu bagaimana dengan saudaraku Cyra kalau dia pulang dan tidak ada aku?"
Tanya Celia makin gusar.
"Sekarang, apa yang kamu ingin aku lakukan untukmu?"
Wajah Khalid terlihat frustasi karena sulit membujuk Celia yang kuat tekadnya untuk mempertahankan sesuatu.
"Kamu dan pengawal ayahku tidur di ruang tamu di apartemen ini sampai Cyra pulang."
Ucap Celia tegas.
"Baiklah. Kami akan menginap di sini untuk menjagamu. Dan jangan mengangkat telepon dari nomor yang tidak kamu kenal, mengerti?" Pinta Khalid.
Celia mengangguk sambil mengusap air matanya. Hatinya saat ini seakan remuk karena merasa bersalah telah membiarkan Cyra berpergian sendiri tanpa dirinya.
Khalid tidak bisa melakukan apapun karena ia tidak bisa menyentuh gadis ini walaupun hanya mengusap air matanya Celia.
Dadanya rasanya sangat sesak karena tidak bisa menenangkan Celia seperti seorang lelaki pada wanita yang dicintainya.
"Celia! Lebih baik kamu mengaji di kamarmu untuk menolong Cyra dan kami akan mengaji di sini."
Ujar Khalid yang sudah bersama dua orang pengawal Maroko untuk menjaga Celia.
__ADS_1
Sementara di markas tuan Michael, mata Cyra masih di tutup dengan kain hitam karena mereka sudah mengetahui kekuatan Cyra ada pada matanya.
"Apa kabar Cyra! Tanya tuan Michael yang sudah duduk dihadapan Cyra sedang terikat di bangku kayu."
"Apakah kamu adalah ayahnya Sean?"
Tebak Cyra yang sudah familiar dengan suara khas milik tuan Michael.
"Ternyata kamu sangat cerdas bisa mengingat aku hanya dengan mendengar suara ku saja."
Ucap tuan Michael sambil terkekeh.
"Apa yang kamu inginkan dariku Tuan? Dan mengapa aku diculik?"
"Aku ingin kamu menghapus video rekaman tuan Walton."
"Aku bisa menghapusnya dengan mudah, tapi bekas kejahatan kalian sulit di hapus oleh Tuhan."
Ujar Cyra malah meledek tuan Michael.
Rambut panjang Cyra di jenggut sekuat mungkin membuat gadis ini menahan sakit dan tidak ingin berteriak untuk meminta tolong.
Tuan Michael menendang bangku yang ditempati Cyra dengan kasar membuat gadis ini terjungkal.
"Allahuakbar!"
Pekik Cyra yang hanya bisa mengingat Tuhan dan kedua orangtuanya.
Gadis ini memusatkan pikirannya seakan sedang melakukan telepati kepada ayahnya karena ia pernah melakukan itu saat ia tersesat di hutan waktu melakukan kemping selagi masih duduk di sekolah menengah pertama.
Bawa dia ke helikopter dan buang tubuhnya ke laut!"
Titah tuan Michael pada anak buahnya.
Suara deru helikopter itu terdengar bergemuruh dengan mengibaskan angin begitu kencang menerpa mantel Cyra yang membungkus tubuhnya.
Tubuhnya di naikkan di atas udara dengan di dampingi oleh dua orang laki-laki yang bertubuh kekar duduk mengapit tubuhnya.
Helikopter itu mulai bergerak membawa tubuh Cyra melintas udara menuju lepas pantai.
"Ayah!" Aku berada di helikopter musuh dan saat ini kami sedang menuju ke pantai. Mereka ingin membuang aku di atas laut lepas ayah!"
Gumam Cyra mengirim pesan itu melalui batinnya sambil berharap Allah akan menyampaikan pesan itu pada ayahnya yang masih berada di dalam pesawat.
"Cyraaa!"
Pekik Davin saat mendengar permintaan putrinya yang terlihat nyata dalam mimpinya.
"Sayang!"
Camilla ikut terbangun saat mendengar suaminya mendengar teriakannya Davin.
__ADS_1
Pesawat yang mereka tumpangi seakan bergerak begitu lamban untuk tiba di New York City.