Kekuatan Cinta Cyra

Kekuatan Cinta Cyra
28. Mengungkap Kejahatan


__ADS_3

Penjagaan dari luar gedung putih nampak ketat dengan banyaknya pasukan pengamanan persiden dalam acara pelantikan para jajaran menteri yang akan mengambil sumpah jabatan dalam menjalankan tugas yang akan mereka emban.


Rasa bangga tentu mendominasi sekian besar para menteri terpilih oleh sang presiden yang tentu saja dilihat dari berbagai unsur yang memenuhi syarat, agar terpilihnya para menteri itu dapat membantu tugasnya sebagai pemimpin rakyat untuk negara tercinta.


Para tamu undangan yang terpilih oleh panitia dalam menyelenggarakan acara kenegaraan buang sangat sakral tersebut dan diantara tamu undangan yang terpilih itu adalah nyonya Andien beserta suami dan dua princess yang mengikuti Oma mereka. Siapa lagi kalau bukan Cyra dan Celia.


Untuk memudahkan aksi keduanya, yang sudah bekerjasama dengan panitia acara pelantikan itu, Cyra sudah memasukkan flashdisk miliknya di laptop milik panitia untuk menampilkan kejahatan tuan Walton, tuan Michael dan beberapa pejabat lainnya yang merupakan sekutunya tuan Walton.


Sebelumnya ketua panitia acara menolak melakukan permintaan Cyra, namun Celia memberikan pengertian kepada ketua panitia acara kepresidenan itu untuk menghentikan langkah tuan Walton maju dalam dunia politik.


"Apakah kamu mau negara ini dikuasai oleh mafia politik untuk melancarkan sepak terjang mereka dalam memimpin negara ini?" Ucap Celia.


"Ini baru jabatan menteri yang mereka incar. Mungkin saja setelah itu tidak menutup kemungkinan mereka akan mengincar kekuasaan yang lebih tinggi lagi untuk menjadi seorang presiden." Ucap Cyra.


"Apa jadinya negara ini, jika di isi oleh para penjahat berdasi yang berjuang melindungi negara ini atas nama rakyat. " imbuh Celia.


"Tapi nona!"


Cyra menatap tajam wajah tuan David seakan ingin menelan lelaki keras kepala ini hidup-hidup.


"Kalau kamu berani menolak berarti kamu adalah bagian dari pengkhianat bangsa ini. Ayolah tuan David, tidak perlu takut demi membela kebenaran. Mumpung acara pelantikan itu belum dimulai."


Pinta Cyra setengah memaksa.


Tuan David merasa serba salah, jika ia menayangkan kejahatan yang dilakukan oleh tuan Walton dan teman-temannya, maka acara ini akan menjadi kacau dan itu akan menghambat jalannya acara pelantikan yang sudah ditetapkan hari ini.


Jika di tunda, maka sang presiden tidak punya waktu lagi untuk acara pelantikan itu karena sibuknya mendatangi beberapa negara untuk melakukan hubungan kerja sama negaranya dengan negara lain.


"Baiklah. Kalau tuan mempertahankan ego mu, maka kami akan menayangkan kejahatan tuan Walton dan teman-temannya ke channel YouTube secara langsung agar di tonton berjuta umat di dunia ini!"


Ancam Cyra pantang menyerah.


"Baiklah. Aku akan menayangkan rekaman ini. Acara pelantikan ini akan di pandu oleh MC, biarkan dia yang melakukan tugasnya."


Ucap tuan David mengalah.

__ADS_1


Cyra dan Celia melakukan tos karena rencana mereka akhirnya berhasil membuat para penjahat berdasi itu keok dan akan segera di tangkap oleh pihak kepolisian.


MC acara siap membuka acara dengan beberapa kalimat manis.


Walaupun kelihatannya adalah acara formal namun MC yang sudah mengetahui rencana Cyra dan Celia harus mampu mengungkapkan kejahatan para calon menteri yang akan duduk di gedung putih tersebut.


Setelah mengucapkan beberapa kata sambutan pada tamu undangan, MC mulai ke acara inti.


"Kepada presiden yang terhormat dan para tamu undangan yang kami muliakan. Sebelum acara pelantikan para menteri yang akan di lantik langsung oleh bapak presiden, maka kami ingin menayangkan rekam jejak para menteri selama perjalanan mereka menuju ke kancah politik. Dan ini dia, kami akan tayangkan sedikit film dokumenter tentang mereka pada tamu undangan, silahkan menyaksikan!"


Rekaman itu mulai diputar dan semua mata nampak melebar menyaksikan kekejaman beberapa para calon menteri terpilih itu pada rekan kerja mereka dan juga saingan politik mereka, yang mereka bunuh.


Usai di bunuh mereka akan menciptakan opini sentimen dengan motif berbeda yang sudah direkayasa kematian para saingan politik itu sebelumnya oleh pihak terkait.


Padahal kematian mereka sebenarnya telah dibunuh oleh tuan Walton dan juga teman-temannya dan kekuatan mereka dipermudah oleh tuan Michael sebagai ketua gangster di negara itu.


wajah tuan Walton dan teman-temannya langsung memucat melihat tayangan kejahatan yang dilakukan oleh tuan Walton yang terpampang jelas di layar monitor di ruang kepresidenan di dalam gedung putih itu.


Di tayangan itu juga ada adegan penculikan Cyra yang di buang ke tengah laut lepas oleh anak buahnya tuan Michael.


Reza mengepalkan kedua tangannya karena tidak terima dengan perbuatan keji anak buahnya tuan Michael pada cucu kesayangannya.


Tuan Walton langsung beringsut dari tempat duduknya yang diikuti oleh teman-temannya namun, polisi sudah lebih dahulu menyambut mereka untuk di amankan.


Presiden nampak tercengang melihat beberapa menteri kepercayaannya yang akan di lantik lagi olehnya menatap dengan penuh amarah.


Perbuatan tersebut sangat memalukan negaranya dan ia tidak bisa lagi memandang remeh para kandidat yang lainnya yang sempat tergeser olehnya kini siap di lantik olehnya untuk menggantikan tuan Walton dan beberapa calon menteri lainnya di hari itu juga.


Ketika melewati Cyra dan Celia, rupanya gadis itu hanya tersenyum dan melambaikan tangan mereka ke arah tuan Walton dan tuan Michael yang sudah diborgol tangan mereka oleh polisi.


Sean yang melihat ayahnya ikut di tangkap oleh kepolisian, begitu syok mengetahui bahwa ayahnya punya keterlibatan dalam pembunuhan beberapa orang politikus.


"Apakah ini yang dikatakan oleh Celia bahwa ayahku terlibat dalam dunia hitam selain menjadi pengusaha?" Batin Sean.


Ia tidak sanggup melihat ayahnya dibekuk oleh polisi yang sudah naik di dalam mobil tahanan.

__ADS_1


Di luar sana beberapa mobil tahanan yang mengangkut para penjahat itu dan juga tuan Michael bergerak menuju tol untuk di tahan di penjara khusus untuk para tahanan politik.


Sementara raja Davin yang menyamar menjadi orang biasa nampak tenang mengikuti rombongan mobil tahanan itu dengan lusinan mobil polisi menuju lapas khusus untuk para tahanan politik.


Ketika melewati pinggir pantai luar kota New York, Davin mengeluarkan kekuatannya untuk membuat mobil para tahanan itu jatuh ke jurang dan terguling lalu meledak dibawah sana.


Mobil polisi yang mengawal rombongan mobil tahanan itu akhirnya berhenti di lokasi kejadian itu.


Mereka hanya bisa menyaksikan ledakan itu tanpa bisa berbuat apa-apa karena sulitnya armada untuk menolong para tahanan politik itu.


Tidak lama helikopter sudah mengelilingi lokasi kejadian namun tidak bisa banyak membantu karena api yang terus berkobar hingga terjadinya ledakan beruntun akibat bocornya bensin.


"Kalian harus membayar apa yang kalian lakukan kepada putriku Cyra."


Gumam Davin lalu memutar lagi mobilnya kembali ke bandara.


Di gedung putih, Cyra dan Celia mempertanggungjawabkan perbuatan mereka karena sudah lancang membuka aib para calon menteri itu.


Presiden tidak bisa berbuat apa-apa kecuali memberikan apresiasinya kepada kedua cucunya Andien ini.


"Aku sangat bangga pada kedua cucumu nyonya Andien. Berkat mereka rantai kejahatan dalam dunia politik akhirnya terputus. Semoga negara ini hanya di isi oleh orang-orang jujur yang mau bekerja demi negara bukan demi kepentingan kelompok maupun individu."


Ucap presiden takjub atas keberanian Cyra dan Celia.


"Maafkan kedua cucu saya tuan presiden!!"


Andien dan Reza segera pamit dari hadapan presiden diikuti oleh kedua cucu mereka.


"Sebaiknya kalian segera menikah sebelum Oma dan opa mati ketakutan melihat aksi kalian.


Mungkin dengan menikah, kalian bisa dikendalikan oleh suami-suami kalian." Ucap Andien saat mereka masuk ke dalam mobil.


"Mumpung belum dilarang Oma, tidak ada salahnya berlomba dalam membasmi kejahatan di atas muka bumi." Imbuh Cyra.


"Opa bersyukur kalau calon suamimu marsekal Farel. Dengan menikahi seorang militer kamu belajar untuk menahan diri dan kamu Celia fokuslah pada pangeran Khalid untuk melahirkan calon raja yang bijak dalam memimpin negara."

__ADS_1


Timpal Reza begitu kagum dengan dua cucunya ini.


__ADS_2