Kekuatan Cinta Cyra

Kekuatan Cinta Cyra
44. Kehadiran Kembar Empat


__ADS_3

Cyra begitu terpesona melihat keempat keponakannya yang sudah berbaris di dalam tabung incubator karena kurangnya berat badan mereka.


Kelahiran bayi kembar empat Celia yang memiliki dua laki-laki dan dua perempuan membuat Cyra dan Farel hanya bisa menatap keempatnya dengan takjub.


"Sayang!"


"Hmm!"


"Pangeran Khalid sangat beruntung mendapatkan anak langsung banyak. Kita satu saja sangat susah dan itupun penuh perjuangan.


Setiap kali bertemu harus bercocok tanam terlebih dahulu dari orang minum obat saking ingin memiliki anak."


"Bukankah kita masih muda Farel? Siapa tahu kita bisa memberikan adik kembar empat buat si Abang. Aku berharap bayi pertama kita laki-laki supaya bisa menjagaku." Ucap Cyra.


"Aku juga bisa menjagamu sayang."


"Kau menjagaku..? Nanti kalau kamu sudah pensiun. Itulah mengapa aku ingin sekali piara Cika supaya ada yang bisa aku andalkan saat kamu tidak ada.


Negara-negara maju seperti uni emirat Arab dan Qatar, binatang piaraan mereka itu, harimau, singa, macan dan beruang dan itu sangat menggemaskan."


Ucap Cyra sambil mengelus perutnya.


"Kamu selalu saja membandingkan hal-hal yang tidak masuk akal dengan mereka."


"Hanya memberikan pengertian padamu bahwa piara binatang buas itu bukan lagi suatu hal yang menakutkan."


"Sayang! Pasti kedua orangtuamu datang menengok Celia dan menginap di rumah kita. Apakah kamu tidak memikirkan mommy kamu yang tiba-tiba pingsan saat lihat Cika?"


"Mami aku sekarang menjadi wanita pemberani saat mengetahui aku dan ayahku memiliki kekuatan."


"Apakah anakku nanti akan memiliki kekuatan sepertimu?"


"Entahlah. Aku dan dua saudara kembarku, hanya aku yang mendapatkan warisan kekuatan sementara dua saudaraku tidak memilikinya sama sekali."


"Aku sangat berharap kekuatanmu akan menurun pada anak kita sayang. Dan semoga kekuatan itu menurun pada anak laki-laki bukan anak perempuan." Ucap Farel.


Keduanya kembali ke kamar Celia karena belum sempat mengucapkan selamat pada Celia dan Khalid.


Mereka sengaja berada kama diluar karena Khalid dan Celia sedang ingin me time berdua usai mendapatkan empat malaikat kecil mereka.


Keduanya memberikan selamat pada pasangan ini, sekalian pamit pulang kembali ke istana bukit.


"Celia! Aku Saudah mengabarkan keluarga kalau kamu sudah melahirkan. Sepertinya pasukan kembar dari keturunan Opa dan Oma Reza akan datang."


"Apakah kamu akan mengundang mereka ke istana bukit Cyra?"


"Iya tentu saja, lagipula aku sangat senang kedua orangtuaku bisa melihat istana kami."

__ADS_1


"Dan juga teman kecilmu itu..?"' Timpal Celia.


"Tidak apa, yang jelas mereka menyukainya jika aku memberikan mereka pengertian."


Ujar Cyra tanpa beban.


"Cih! Kau ini sangat menakutkan."


Umpat Celia yang sudah tidak berminat main ke tempat Cyra karena adanya Cika.


Tuan Khalid melepaskan kepergian pasangan itu.


Celia belum bisa menyusui si kembar empat. Ia hanya bisa memerah ASI nya untuk delapan botol untuk mereka.


Dua hari kemudian, keluarga kembar datang serentak menjenguk Celia di rumah sakit. Cyra sengaja tidak ikut dalam rombongan itu karena sedang merawat Cika.


Bayi macan itu tidak akan menyentuh makanannya jika dia tidak melihat Cyra.


"Sayang! Maaf, kemarin aku pergi begitu lama meninggalkan kamu. Sekarang makanlah!


Ucap Cyra sambil menyuapkan daging sapi segar untuk Cika.


Farel hanya bisa mengawasi istrinya tanpa ingin menyentuh Cika.


Tidak lama terdengar helikopter datang memasuki landasan pacu. Farel merasa tidak meminta pangkalan udara, untuk mengirim helikopter datang menjemputnya.


Tanya Cyra lalu meletakkan Cika dan menyuruh bayi macan itu untuk makan sendiri.


Keduanya menghampiri helikopter asing itu dan ternyata logo kerajaan Yunani di badan helikopter itu.


"Astaga! Itu Daddy dan mommy!"


Ucap Cyra begitu girang melihat kedua orangtuanya datang.


Tidak lama kemudian di susul dua helikopter lainnya bergantian mendarat di tempat itu mengangkut saudara kembarnya Cyra dan Oma serta opanya, siapa lagi kalau bukan Andien dan Reza.


Cyra mulai kebingungan saat melihat Oma dan opanya.


"Astaga! Bagaimana ini Farel, Oma dan opa aku, juga datang. Bagaimana reaksi mereka kalau melihat Cika."


Cyra terlihat cemas kalau-kalau kedua kakek neneknya itu bisa serangan jantung melihat Cika.


Keluarga itu saling bersalaman dan berpelukan untuk melepaskan rindu satu sama lain.


"Mommy kenapa tidak bilang kalau Oma dan opa juga ikut ke sini?"


"Memangnya kamu tidak suka Oma dan opa mengunjungi kalian." Ucap Andien pura-pura cemberut.

__ADS_1


"Bukan begitu Oma, masalahnya. Cyra bisa mempersiapkan masakan istimewa untuk kalian." celetuk Cyra sambil melirik suaminya.


Farel hanya mengangkat kedua bahunya melihat wajah panik Cyra yang menggelitik hatinya yang ingin ngakak.


"Ngomong-ngomong, Celia bilang kamu bawa teman baru di istanamu, apakah kami boleh berkenalan dengan dia?" Tanya Opa Reza.


"Apakah Celia sudah menceritakan siapa Cika pada kalian?" Tanya Cyra ragu-ragu.


"Belum cerita secara detail sih, hanya bilang kami harus hati-hati ke rumah Cyra. Emang teman kecil kamu itu berbahaya ya, sayang?"


Reza memperhatikan wajah cantik cucunya yang terlihat tenang sambil mengulum senyum.


"Sebenarnya dia baik, hanya namanya terdengar menyeramkan bagi semua orang."


Ujar Cyra yang ingin mengambil Cika dari tempat bermainnya.


Baru saja ia berdiri, tiba-tiba Cika sudah datang sendiri menghampiri keluarga besar itu. Sontak saja semuanya syok kecuali Davin yang tersenyum lebar melihat teman putrinya.


"Hahhh...?"


"Apakah itu teman kamu Cyra, sayang?"


Andien berusaha tenang walaupun jantung nenek yang kini berubah jadi buyut ini mau hampir terlepas.


Cyra mengambil Cika yang sudah berada di kakinya ingin di gendong. Cyra memperkenalkan keluarga besarnya pada Cika agar bayi macan itu menjadi akrab dengan anggota keluarganya.


Davin mengambil Cika dari putrinya dan mulai melatih Cika dengan meminta Cika lari mengejar daging segar yang dibawa oleh pelayan. Davin membuat daging itu melayang di udara dan meminta Cika berlari dan mengejarnya melalui kekuatannya.


Cika begitu antusias melihat daging miliknya menjauhinya. Ia terus mengejar ke mana daging itu mempermainkan dirinya.


Jiwa binatangnya sebagai seekor pemburu dengan lincah melompat untuk mendapatkan daging itu di udara yang diciptakan Davin.


Latihan kecil itu cukup menjadi tontonan menarik untuk mereka. Para pelayan tidak kaget lagi melihat hal aneh itu karena sudah mendengar sendiri dari Cyra.


Farel tampak kagum bagaimana kekuatan ayah mertuanya yang di olah sangat matang hingga bisa mengangkat beberapa anak panah dengan cepat menancap tepat di setiap pohon yang ada di taman belakang itu.


"Cyra..! Istanamu sangat bagus sayang. Mommy betah kalau model istanamu seperti ini. Buah, sayur dan bunga ada semua di kebun itu dan kamu hanya tinggal memetiknya."


Ucap Camilla sambil memetik tomat segar. Sementara Andien memetik buah anggur putih yang sudah ranum yang menjulur di setiap sela batangnya.


Saudara kembar Cyra yaitu Daffa dan David bermain bersama Cika yang nampak akrab dengan mereka.


Farel meminta pelayannya untuk menyiapkan bahan makanan untuk mereka bisa barbekyu malam ini karena hari sudah menjelang malam.


Cyra menceritakan tentang pengalamannya mendatangi desa angker pada keluarga besarnya. Semua yang mendengar tampak bergidik mendengar misteri menakutkan di bawah kaki bukit.


Sementara di keluarga Calista sedang mengamati cucunya yang masih berada di incubator. Mereka belum bisa menggendong bayi-bayi lucu itu yang wajahnya lebih mendominasi wajah timur tengah, Arab Saudi.

__ADS_1


Fatih terlihat bahagia memiliki keempat cucunya. Claudia yang belum menikah dan tidak punya pacar ini, mulai iri dengan kebahagiaan saudara kembarnya Celia.


__ADS_2