Kekuatan Cinta Cyra

Kekuatan Cinta Cyra
35. Ramuan


__ADS_3

Dokter khusus presiden segera menangani keadaan Cyra yang terlihat makin parah. Rasa bersalah menghinggapi tuan presiden membuatnya ingin menggantikan nyawa Cyra dengan nyawanya.


Saat dokter menangani Cyra, Farel sedang melihat tumbuhan herbal yang dikirimkan tuan Davin padanya untuk mengobati luka dalam yang dialami Cyra saat ini.


"Apa yang kamu lihat itu Farel?"


"Aku harus mencari tumbuhan ini yang mungkin ada di hutan sekitar villa ini, tuan presiden."


Farel menyerahkan ponselnya pada presiden yang ikut mengamati Tumbuan itu. Kedua Putranya presiden yaitu Russel dan Brandon juga penasaran tumbuhan yang di maksudkan marsekal Farrel.


"Apakah kami boleh melihatnya, Daddy?"


Russell mengambil ponsel itu dan meneliti daun dan bentuk pohon yang di klaim ramuan herbal.


"Bukankah pohon ini ada di puncak perbukitan yang biasa kita gunakan sebagai patokan untuk bermain ski, Brandon...?" Ucap Russell mengingatkan adiknya.


"Iya Daddy! Ini adalah pohon yang sama yang kami biasa jadikan patokan untuk meluncur saat bermain ski karena posisi puncaknya yang bagus.


"Baiklah. Kalau begitu kita mengambil daunnya untuk membuat ramuan untuk tante Cyra."


Ucap Russell pemuda tanggung yang berusia 16 tahun ini dan adiknya Brandon berusia 15 tahun.


"Jangan! kalian tidak boleh mengambil dedaunan itu. Biar saya sendiri yang akan melakukannya. Cuaca belum bersahabat saat ini."


Cegah Farrel yang tidak ingin membuat dua pemuda tanggung ini celaka.


"Paman Farel. Ijinkan kami membalas kebaikan Tante Cyra atau kami akan dikejar rasa bersalah seumur hidup. Apa lagi saat ini wanita idola kami adalah Tante Cyra. Dia bukan hanya cantik tapi dia memiliki kekuatan dan itu sangat mengagumkan."


Ucap Russell dengan wajah berbinar.


Farel merasa tersentuh dengan ucapan dua bocah tanggung ini. ia melihat ke arah presiden yang nampak bangga dengan kedua putranya yang berani mengambil keputusan sulit demi balas budi.


"Silahkan putraku! Daddy percaya kalian bisa melakukannya. Kalian akan di temani beberapa orang pengawal untuk menjaga kalian."


Ucap tuan presiden sambil tersenyum menatap kedua putranya yang sudah lupa dengan trauma mereka tadi siang.


Keduanya melakukan tos dan berjanji akan mendapatkan ramuan herbal itu pada Farel.


Keesokan harinya, kedua putranya presiden sudah memakai perlengkapan peralatan pengaman untuk naik ke pohon yang cukup tinggi untuk mengambil daun yang sangat muda untuk dijadikan obat sesuai petunjuk dari raja Davin.


Saat sudah berada di puncak pohon yang di maksud, tiba-tiba badai salju menghempaskan pohon itu bersamaan dengan tubuh Russell yang memeluk kuat batang pohon itu yang lebih besar.


Dengan perjuangan yang cukup menegangkan para pengawal di bawah sana dengan adiknya Brandon.


"Russell bertahanlah. Hati-hati jangan sampai jatuh!"

__ADS_1


Teriak Brandon dari bawah.


Dengan susah payah, Russell menggapai dahan dedaunan itu dan menebangnya dengan cepat.


Dahan-dahan itu jatuh dan langsung di pungut oleh Brandon sendiri. Ia melarang para pengawal presiden untuk membantunya.


Russell turun dengan cepat dari pohon itu dan mengambil daun yang masih mudah untuk dijadikan ramuan herbal.


Keduanya tiba di villa lalu memberikan satu kantong plastik kepada Farel yang akan meramu sendiri obat itu berdasarkan petunjuk dari ayah mertuanya Davin.


Cyra menatap wajah tampan suaminya yang semalaman tetap terjaga menunggunya.


"Apakah aku sangat menyusahkan kamu?"


"Jangan merusak suasana hatiku dengan pertanyaan bodohmu itu, Cyra. Sekarang minumlah ramuan herbal ini!"


Titah Farrel lalu membantu Cyra untuk meneguk minumannya yang terasa sangat pahit.


Farel memberikan beberapa sendok madu untuk menghilangkan rasa pahit yang dirasakan Cyra saat ini.


Keduanya duduk dengan tubuhnya Cyra bersandar pada dada suaminya.


"Cyra! Semoga kamu cepat sembuh sayang karena ramuan itu didapatkan dan dibuat dengan penuh rasa cinta."


"Apakah sangat sulit mendapatkan ramuan itu?"


"Astaga! Aku sangat terharu dengan kebaikan mereka."


"Tapi di atas semua pengorbanan mereka yang ingin membalas kebaikanmu, mereka sekarang sudah berganti wanita idola yang dari seorang artis menjadi mengagumi seseorang princess."


Ucap Farel sengaja menjeda perkataannya.


"Princess..? Apakah mereka suka dengan seorang princess dari Inggris, Belanda, Belgia atau..?"


"Princess Yunani, princess Cyra yaitu istriku sendiri." Lanjut Farel.


"Meraka menyukai aku? apa nggak salah sayang, padahal usia aku lebih tua dari mereka lima tahun."


Ucap Cyra tersipu malu.


"Jangan terlalu senang seperti itu. Walaupun mereka putranya presiden, aku tidak suka istriku dikagumi oleh lelaki lain."


"Kau ini? selalu saja cemburu pada hal yang tidak jelas." Sungut Cyra kesal.


"Aku hanya ingin kamu tidak tersanjung dengan pemuda tanggung itu." Protes Farel.

__ADS_1


"Hentikan cemburumu, sayang! karena aku tidak akan mencintai mereka. Aku milikmu dan selamanya seperti itu."


Ucap Cyra yang terlihat bahagia melihat suaminya cemburu.


"Apakah kamu ingin melihat salju?"


"Hmm!"


Farel dan Cyra duduk menghadap taman dari kamar mereka di mana butiran serbuk putih itu jatuh dengan anggun ke bumi.


Tubuh Cyra di pangku oleh Farel untuk menghangatkan gadis ini dari luapan hawa dingin yang menusuk sampai tulang.


Farel yang masih berhutang pertanyaan pada istrinya mulai mencari tahu hal yang sangat menarik dari dalam tubuh istrinya.


"Sayang!"


"Hmm!"


"Mengapa kamu tidak memberitahu ku kalau punya kekuatan?"


"Apakah itu penting untukmu?"


"Sangat penting daripada harus mengetahui dari orang lain."


"Apakah kamu tersinggung?"


"Sedikit."


"Jika dari awal aku menceritakan kepadamu kalau aku memiliki kekuatan, apakah kamu percaya?"


"Kamu istriku, kenapa aku tidak percaya kepadamu?"


"Kadang ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata saat kita memiliki suatu kekuatan karena tidak semua orang akan mempercayainya."


Imbuh Cyra.


"Jika aku meragukan setiap perkataanmu, bagaimana mungkin aku mengajakmu menikah, dengan memberimu kepercayaan besar, yang nantinya akan melahirkan keturunanku,


menjaga hartaku dan kesetiaan mu yang sangat mahal didapatkan dari para perwira seperti kami yang tidak selalu ada di rumah bersama istrinya."


"Apakah kamu takut aku selingkuh, kalau kamu pergi dalam waktu yang lama?"


"Aku sangat yakin padamu Cyra. Karena didikan orangtuamu juga didukung dengan agama yang kuat, membuatmu begitu takut dengan Allah sehingga kamu tidak ingin mengkhianati Tuhanmu dalam keadaan kamu sendirian. Dan itu sangat mengagumkan bagiku."


"Karena semua orang selalu diuji dengan kemaksiatan saat di lihat banyak orang ia menjaga nama baiknya, tapi saat sudah sendirian, ia hanya merasa tidak ada yang menghukumnya sampai lupa kepada Tuhannya yang sedang mengawasinya." Timpal Cyra.

__ADS_1


Sementara di luar sana, presiden dan keluarganya sedang sarapan bersama. Farel dan Cyra tidak mau bergabung karena makanan itu diolah dengan zat-zat mengandung haram.


Presiden sudah memerintahkan seorang koki muslim yang memasak khusus untuk pasangan itu karena hanya mereka yang merupakan pasangan yang beragama muslim.


__ADS_2