
Cyra melingkari tangannya di leher kokoh sang kekasih yang sedang melangkah dengan gagahnya sambil menggendongnya sampai ke tempat parkir mobil.
"Farrel! Aku bisa jalan sendiri dan aku sudah tidak sakit lagi, sayang. Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini? Kita malah jadi perhatian orang lain."
"Aku adalah suami yang sangat payah yang tidak bisa menjaga nyawa istrinya dan malah menjaga nyawa orang lain. Aku ingin melakukan apa saja untuk menebus rasa bersalahku Cyra."
"Sayang! Menjaga seorang pemimpin negara adalah bagian dari ibadah. Apa lagi pemimpin yang kita jaga itu adalah pemimpin negara yang sangat adil."
"Tapi, membiarkan kamu menghadapi para musuh sendirian dan menghadapi seorang pengkhianat di dalam rumah kita, apakah itu pantas untuk ku disebut seorang suami?"
"Tapi aku punya kekuatan Farrel walaupun aku tidak tahu Jack sudah bersembunyi dalam kegelapan saat aku sedang menghindari para musuh."
"Tapi perbuatannya sangat kejam Cyra. Dia memukul perutmu yang baru saja melahirkan bayi kita dan itu bisa membuat mu mati seketika sayang. Itu yang membuatku sangat sesak."
"Dia akan menerima hukumannya atas perbuatannya Farrel. Tuhan akan membalas apa yang dia lakukan pada orang-orang yang sudah sangat mencintainya."
"Apa hubungan dia dengan tuan Michael? ini yang sedang aku pikirkan.
"Kita bisa telusuri siapa sebenarnya Jack dan hubungannya dengan tuan Michael melalui aplikasi detektor.
Ada Tante Calista yang sangat jago untuk mengungkapkan siapa Jack sebenarnya."
"Aku lupa kalau aku menikah dengan keluarga jenius, religius dan punya kekuatan yang sangat dahsyat." Puji Farel.
Pintu mobil dibuka oleh sang sopir. Farrel masuk ke mobil itu dan Farel terus memeluk istrinya. Rasa bersalahnya mengusai hatinya kini. Ia tidak bisa bayangkan jika Jack memukul perut Cyra saat masih mengandung bayinya.
"Astaga! Kenapa aku harus memperkerjakan manusia idiot itu jika pada akhirnya dia menjadi pembunuh keluarga ku sendiri."
Sesal Farel tak ada habisnya.
"Aku sudah bilang padamu, aku tidak butuh pengawal. Aku hanya butuh cinta dan kasih sayangmu Farel. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Sekarang aku jadi trauma dengan semua temanmu, mana kawan dan mana lawan."
Ucap Cyra penuh penekanan pada kalimatnya.
"Kamu sudah memiliki dua pengawal baru sayang!"
"Jadi kamu tidak kapok memberiku dua orang pengawal lagi?"
"Iya sayang. Kali ini aku janji, mereka sangat setia padamu dan rela mati demi kamu."
"Siapa lagi Farrel? Aku tidak butuh lagi pengawal dari kesatuan manapun."
"Mereka dikirim langsung oleh Allah untukmu. Dialah putraku dan Cika."
Deggggg...
"Aku memang terlihat tidak berguna dan aku menyesali waktu tanpa bisa menebusnya hanya untuk mengurangi rasa bersalahku."
"Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri sayang. Aku memang marah bukan berarti aku menyalahkan mu. Inilah bagian dari pengabdian. Semuanya harus dikorbankan.
Suka atau tidak, aku sudah memilih jalanku sendiri untuk menjadi bagian dari hidupmu. Aku mencintaimu, Farrel. Aku hampir mati mengetahui pesawat mu hilang kontak.
__ADS_1
Jadi jangan pedulikan hal lainnya. Kamu kembali untuk saja, itu sudah sangat berharga untukku apa lagi yang harus ku keluhkan sayang."
Farel tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain pelukan dan ciuman karena kekuatan cinta Cyra yang membuatnya bertahan memilih jalan hidupnya sebagai ajudan presiden.
"Jika bukan kau istriku Cyra, mungkin yang lain sudah mengajukan cerai karena tidak sanggup memilih jalan ini seperti istri teman-temanku." Ucap Farel.
Mobil itu sudah tiba lagi di kediamannya Farel. Baby King ternyata sudah menanti kehadiran ibunya dengan tangisannya yang manja. Cyra segera menyusui putranya di temani Farel yang sudah berbaring di samping putranya.
Kaki mungil itu diciumnya terus menerus. Ia terus saja membayangkan, jika Cyra tidak punya kekuatan untuk melawan para bajingan itu, mungkin ia tidak bertemu lagi istrinya dan malaikat kecil ini.
...----------------...
Enam bulan berikutnya, Jack sudah dijatuhi hukuman seumur hidup. Gwen kembali bergabung di kesatuan kepolisian dan mendapatkan kenaikan pangkat. Begitu juga Cika yang mendapatkan penghargaan dari tuan presiden.
Pencarian tuan Michael yang masih berada di negaranya sulit untuk ditemukan karena orang itu selalu di bantu oleh para petinggi negara yang ikut berperan membuat ayah dari Sean ini bisa menghilang ke negara bagian Amerika serikat lainnya.
Setiap kali ke manapun langkah kaki Cyra pergi gadis ini selalu di awasi oleh orang-orang presiden sendiri, bukan karena Cyra istrinya Farel tapi karena Cyra juga seorang princess Yunani.
Sementara itu, Claudia yang saat ini masih dalam pencarian seorang pangeran hatinya, sedang berkunjung ke Amerika untuk menengok keponakannya.
Gadis ini yang tidak begitu suka dengan protokol kerajaan, memilih untuk menjadi warga negara biasa untuk bisa membaur dengan orang biasa.
Seperti saat ini ia turun dari pesawat komersial dengan buru-buru ke ruang kedatangan mencari kopernya.
Tanpa di periksa nama pemiliknya, Claudia menarik koper itu menuju mobil taksi yang akan ditumpanginya.
Setibanya di apartemen bekas punya Celia dan Cyra, Claudia menarik kopernya dan masuk ke kamar yang sudah rapi itu.
"Astaga! Kenapa semuanya berganti menjadi baju laki-laki? ke mana koperku?"
Claudia baru menyadari kekeliruannya.
"UPS!"
Claudia menutup lagi koper itu dan membaca nama pemiliknya dan ternyata," astaga..! kenapa aku malah ke ruang kedatangan dari negara Qatar ..? aku harus segera ke Bandara. Mungkin orang ini sedang menunggu koper ini. "
Claudia berjalan sambil menarik lagi kopernya. Ia harus kembali ke bandara untuk mengembalikan koper milik orang lain dan mengambil miliknya.
Setibanya di bandara, Claudia mengambil dulu koper miliknya di petugas bandara, baru ia mengembalikan koper milik orang lain.
Baru saja ia tiba di ruang kedatangan tempat ia mengambil koper, beberapa petugas bandara langsung menahannya, sontak membuat Claudia sangat syok.
"Ada apa ini ..?"
"Anda telah mengambil koper seorang penumpang dari negara Qatar."
"Maaf! Tolong jangan memperlakukan aku seperti maling. Aku juga tidak mungkin memakai baju laki-laki."
Ucap Claudia yang tidak mau tubuhnya di sentuh.
Pemilik koper itu menghampirinya. Ia menatap wajah cantik Claudia yang sangat membuatnya kagum. Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang saat mata kedua mereka beradu.
__ADS_1
"Lepaskan gadis itu, sekarang biar gadis ini menjadi urusanku!"
"Baiklah tuan!"
Ucap dua orang petugas bandara lalu meninggalkan keduanya.
Sementara dua orang pengawal pria tampan yang ternyata adalah prince Qatar ini, tetap berada di belakang tuan mereka untuk mengawasi pangeran Qatar ini.
Claudia hanya berdiri dengan wajah datarnya menatap wajah tampan prince Qatar ini walaupun hatinya sedang memuja sosok kharismatik itu mendekatinya.
"Mengapa anda salah mengambil koperku?"
"Maafkan saya Tuan! Saya tadi terlalu terburu-buru dan tidak membaca tempat pengambilan barang dari negara asal.
Karena koper kita sama, jadi aku mengambilnya tanpa melihat nama pemiliknya. Saya baru menyadari ketika melihat isi koper ini milik seorang pria."
Ucap Claudia lalu meminta maaf kepada pemilik koper itu.
"Baiklah. Saya memaafkan perbuatan anda, tapi waktu saya sudah terbuang percuma di sini hanya mengurus koper ini."
"Terimakasih atas pengertiannya Tuan! Kalau begitu saya permisi."
Claudia membalikkan tubuhnya hendak pergi namun di cegah oleh pangeran Qatar itu.
"Tunggu! Apakah kita boleh berkenalan, nona?"
"Claudia."
Claudia hanya mengatupkan kedua tangannya tanpa ingin bersalaman dengan prince Qatar.
"Ghanim."
"Apakah kamu seorang muslim, nona?"
"Iya Tuan!"
"Dari mana asalmu?"
"Indonesia?"
Claudia berbohong karena ia tidak mau prince Qatar ini mengetahui identitas sebenarnya.
"Apakah ada keluarga di sini atau anda mau ke hotel?"
"Saya tinggal di apartemen di pusat kota New York."
"Kalau begitu, biarkan saya mengantar anda ke apartemen anda!"
"Tidak perlu Tuan! Saya tidak boleh menumpang dengan orang asing dan kita bukan muhrim. Permisi."
Ujar Claudia membuat Ghanim tersentak.
__ADS_1
Ghanim menatap Claudia yang sudah dibawa pergi oleh taksi yang sama yang mengantarkannya lagi ke bandara.