
Tidak terasa usia pernikahan Cyra dan Farel sudah memasuki tahun ke lima. Keduanya berencana melakukan bulan madu ke pantai Florida.
Pantai Florida yang terkenal dengan keindahannya menawarkan view untuk berselfi di tempat itu sebagai kenang-kenangan mereka.
Baby King asyik bermain pasir dengan kedua orangtuanya membangun istana. Putra mereka yang berusia tiga tahun ini ingin mengajak ayahnya mandi di laut.
"Daddy!"
"Iya sayang!"
"King mau mandi pakai pelampung itu Daddy."
"Baiklah sayang!"
Cyra yang berpakaian lengkap tidak diperkenankan oleh Farrel pakai bikin atau baju renang jenis apapun karena ia tidak mau tubuh istrinya jadi tontonan oleh para bule di pantai itu.
Saat ini Cyra belum siap untuk berpakaian muslim secara Istiqomah. Ia lebih senang berpenampilan yang sopan tanpa memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Karena merasa bosan ia ingin jalan-jalan di sekitar pantai untuk mencari restoran yang ada di area pantai itu.
"Farrel! Aku mau beli minum!" teriak Cyra pada suaminya yang berenang agak ke tengah bersama putra mereka.
"Iya sayang. Sebaiknya kamu pulang ke hotel dan tunggu kami di kamar."
"Ok sayang! Bye..!"
Beberapa menit kemudian, Cyra sudah berada di restoran pinggir pantai memesan minuman dan kentang goreng. Ia juga sedikit sulit menemukan makanan halal di area tersebut karena semuanya menggunakan zat haram di setiap masakan atau kuenya.
Setelah menghabiskan makanannya, ia segera meninggalkan restoran itu dan berjalan menuju tempat parkir mobilnya yang sengaja ia titip tidak jauh dari restoran itu.
Tidak sengaja ia berpapasan dengan tuan Michael yang melakukan penyamarannya namun mata Cyra tidak salah dengan penglihatannya.
Tuan Michael yang sangat kaget melihat Cyra sempat menghentikan langkahnya. Antara mundur atau maju menjauhi Cyra, ia tidak bisa menentukan pilihannya selain mencabut pistol yang ada di balik jaketnya.
"Perempuan sialan!"
Umpat tuan Michael lalu melepaskan tembakan hingga mengundang banyak mata melihat mereka.
Mereka juga takut karena tuan Michael mengarahkan pistolnya ke arah mereka sambil mencari seseorang yang ingin ia jadikan sandera.
Sebelum itu terjadi, Cyra sudah lebih dulu mengeluarkan kekuatannya untuk menjauhkan tubuh tuan Michael dari orang-orang di sekitar mereka.
Farrel yang melihat orang berlarian ke arah jalan, merasa bingung. Ia segera mengakhiri berenangnya dan ikut melihat apa yang terjadi.
"Ada apa di sana tuan?" Tanya Farel pada seorang pengunjung pantai itu.
"Sepertinya ada penjahat yang menembak orang lain."
__ADS_1
Ucap orang itu lalu meninggalkan Farrel dan putranya.
Farrel teringat istrinya karena Cyra tidak akan melepaskan orang yang berbuat jahat pada orang lain.
"Ya Allah semoga Cyra tidak ikut campur urusan orang lain lagi."
Cyra menghampiri lagi tuan Michael yang terpental jauh dengan pistol di tangannya.
"Jangan mendekat nyonya Cyra atau aku akan menembak mereka semua?"
"Silahkan lakukan kalau kamu berani!" Tantang Cyra.
Tuan Michael berusaha berdiri dengan tubuh sempoyongan sambil memegang kuat senjatanya.
Saat ingin menarik pelatuk pistolnya untuk menembak orang lain, tiba-tiba tangannya malah mengarah ke tubuhnya sendiri.
Tuan Michael mencoba melepaskan pistolnya tapi tekanan lengannya lebih kuat seakan ada yang menahan tangannya untuk tetap mengarahkan pistolnya itu ke tubuhnya.
"Tolong jangan bunuh aku Cyra!" Pinta tuan Michael ketakutan.
"Sepertinya bagian organ tubuh bagian dada mu tidak cocok dengan dengan peluru itu.
Bagaimana kalau kepalamu saja yang ditembak untuk mengakhiri hidupmu sendiri?"
Cyra mendekati tuan Michael dengan wajah kelam. Semua orang mengeluarkan ponsel mereka masing-masing untuk merekam.
Tapi Cyra tidak suka dirinya di rekam. Semua ponsel direbut dari tangan semua orang dan di buat terbang ke atas.
Semua orang begitu kagum melihat Cyra yang bisa membuat tuan Michael seperti robot hidup sambil memegang pistolnya mengarah ke kepalanya.
Farrel yang sudah berada di punggung Cyra tidak berani memanggil kekasihnya itu agar Cyra tidak kehilangan konsentrasi.
Tapi putranya King tidak bisa menahan dirinya untuk memanggil Cyra.
"Mommyyyy!"
Deggggg...
Spontan saja Cyra berbalik dan spontan juga tangan tuan Michael kembali lentur dan mengarahkan pistolnya hendak menembak Cyra.
Ketika tembakan itu dilepas, Farrel menjerit sekuat mungkin.
"Cyraaaaa...! Tidaaaaaakkkk...!"
Sayang sekali dua peluru yang hampir mengenai tubuh Cyra di hentikan oleh putranya dengan kekuatannya.
"Baby!"
__ADS_1
Farel tercengang mengetahui putranya punya kekuatan yang sama dengan istrinya. Ia memeluk putranya penuh rasa syukur.
Peluru itu jatuh begitu saja tidak bisa menembus tubuh ibunya. Melihat itu tuan Michael segera berlari. Namun Cyra menahannya dan mengikat tubuh itu dengan kekuatannya.
Helikopter milik FBI melakukan pendaratan dan semua orang yang ada situ segera menjauh saat polisi patroli mengamankan daerah itu.
Tidak lama mobil polisi yang lain sudah datang memenuhi area sekitar pantai itu.
Beberapa orang FBI memberikan hormat kepada Farrel yang mereka ketahui ajudan presiden dan Cyra adalah putri seorang penguasa Yunani.
Sementara dua orang FBI sudah memborgol pergelangan tangan tuan Michael.
"Jangan biarkan Wartawan meliput kasus ini!" Titah Farrel pada FBI.
"Siap Tuan!"
Tuan Michael berjalan dengan wajah tertunduk. Ia melihat ke arah Cyra yang menatapnya dengan pandangan sinis.
"Tunggu tuan Michael!"
Cegah Cyra menghampiri tuan Michael yang akan dibawa oleh FBI dengan helikopter itu.
"Kalau bukan karena putramu Sean, ingin rasanya aku membunuhmu. Kau bukan manusia, kau hanya seorang pecundang yang hanya berani pada seorang wanita sepertiku.
Semoga kamu membusuk di penjara."
Ucap Cyra diikuti bogem mentah dari Farel.
Putranya King tidak ingin ketinggalan untuk memberikan pelajaran pada tuan Michael. Ia membuat tuan Michael jatuh berlutut di hadapan ibunya.
"Minta maaflah kepada mommy ku!" Titah king terlihat penuh kharismatik.
Farrel dan istrinya tersentak mendengar sosok kecil yang sudah terlihat jiwa kepemimpinannya.
Tuan Michael yang tidak mau dihukum oleh putranya Cyra memilih untuk meminta maaf kepada Cyra sambil mengatupkan kedua tangannya penuh penyesalan.
"Aku minta maaf Tuan Farel dan nona Cyra! Aku sudah membuatmu terluka. Aku harap jangan libatkan putraku Sean dalam kejahatan ku karena ia tidak tahu menahu tentang kejahatan ku."
Ucap tuan Michael.
Helikopter itu kembali terbang membawa tuan Michael ke penjara terkejam di Amerika serikat.
Cyra mengembalikan ponsel orang-orang yang ada disekitar situ. Semua orang bersorak-sorai
untuk keluarga kecil ini.
Tidak lama mobil milik angkatan udara sudah menjemput keluarga ini untuk di antarkan ke hotel.
__ADS_1
Dua tahun kemudian Cyra melahirkan putri kembarnya yang di beri nama Bella dan Bianca.
Keluarga kecil ini kembali lagi ke istana bukit mereka. Putra pertamanya King Amran tergolong anak jenius di kelasnya yang saat ini sudah bersekolah di tingkat SD kelas tiga.