Kekuatan Cinta Cyra

Kekuatan Cinta Cyra
49. Seperti Mimpi


__ADS_3

Sudah tiga hari pencarian Gwen dilakukan dengan anjing pelacak. Cika juga ikut dalam pencarian itu walaupun ia harus bersaing dengan anjing pelacak yang terus menyalak di hadapannya karena tidak ingin di ganggu oleh Cika.


Cika kelihatan menahan dirinya demi Gwen yang sudah ia kenal dengan baik. Ketulusan Gwen yang saat itu membantu Cyra melahirkan terekam jelas dalam ingatannya.


Untuk menghindari gerombolan anjing pelacak, Cika mengambil jalan sendiri untuk menemukan Gwen lebih cepat. Bau tubuh gadis itu sudah terendus olehnya.


Ia pun mendekati tubuh Gwen yang saat ini tertindih oleh batu yang menghimpit kakinya.


Cika mendorong batu itu hingga batu itu terguling dan membebaskan tubuh Gwen dari batu besar itu.


Dari atas sana tim angkatan udara bisa melihat tubuh Cika bersama Gwen. Cika berdiri di atas batu besar itu sambil menarik kerah baju Gwen dan menidurkan gadis malang itu di atas batu besar yang cukup rata permukaannya agar terlihat jelas oleh helikopter.


Pilot helikopter itu tertawa melihat kecerdasannya Cika yang tidak banyak menggonggong seperti anjing pelacak, tapi menunjukkan kinerjanya dengan menolong manusia dengan caranya sendiri.


"Lihatlah Cika! binatang itu sangat cerdas hingga anjing pelacak meradang dibuatnya." Ucap pilot helikopter itu.


Anggota angkatan udara itu turun untuk menyelamatkan Gwen dengan tangga helikopter.


Sementara anggota lainnya yang masih menyisir tempat itu berhenti seketika, saat mereka melihat salah satu anggota mereka sudah mengevakuasi Gwen.


Cika merasa puas ia bisa menolong gadis itu. Tubuh Gwen langsung dibawa ke rumah sakit.


Gwen langsung ditangani oleh pihak medis.


Sementara Farel masih setia mendampingi Cyra istrinya. Ia membersihkan tubuh istrinya dan menggantikan pembalut Cyra sendiri.


Kesetiaan dan rasa cintanya pada istrinya itu membuatnya tidak ingin ada dokter laki-laki yang menangani istrinya.


"Cyra! Apakah kamu ingin menjadi putri tidur dan tidak ingin melihat baby mu. Apakah kamu juga tidak ingin bertemu dengan Cika? Sekarang aku ingin kamu membuka matamu, sayang. Atau kamu mau aku pergi lagi, hmm?"


Farel hanya bisa mencium kening dan pipi istrinya. Sementara bibir Cyra masih tertutup karena ventilator yang terpasang di mulut Cyra. Dokter melakukan kunjungan ke kamar Cyra.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter? Kenapa dia belum sadar juga?"


"Keadaan rahimnya sudah membaik dan stabil. Mungkin traumanya atas peristiwa penyerangan itu yang membuat ia masih berada dalam kegelapan. Dia pasti mendengarkan mu, teruslah ajak ia bicara."


"Terimakasih dokter, apakah putra saya boleh menemui ibunya? dan kapan ventilator ini dilepas?"


"Kalau kehadiran baby-nya bisa membantu agar nona Cyra cepat sadar, itu jauh lebih baik. Nanti suster yang akan melepaskan ventilator nya. Suster tolong lepaskan ventilator nona Cyra!"


Dokter Rihanna meninggalkan kamar Cyra dan beralih ke kamar pasien lain.


Cika sedang menjaga babynya Cyra. Cyra melihat itu merasa sangat terharu karena bayinya tetap aman bersama Cika lagi tidur di taman. Tidak lama datang tuan Michael mengambil bayinya membuat Cyra berlari mengejar putranya, namun terhalang oleh seseorang pria yang ingin menembaknya.

__ADS_1


"Jack...Kau..!"


"Biarkan putramu bersama dengan tuan Michael!"


"Apa-apaan kamu Jack? Musuh itu membawa putraku kenapa kamu malah menghalangi aku untuk mengejar bajingan itu?'


Tanya Cyra yang tidak mengerti dengan permainan kotor Jack.


"Kamu pantas mati jala*Ng!"


Jack menembak Cyra namun Cika menghalanginya hingga peluru itu menembus tubuhnya.


"Cikaaaaa....!"


Farrel datang menghampiri istrinya dan mencium Cyra yang sedang menangisi Cika.


"Farel Cika! Selamatkan Cika Ambil putraku di tangan tuan Michael. Farel.. Farel...Farel..! Jangan pergiiii!"


Farel tiba-tiba menghilang membuat Cyra panik.


Cyra membuka matanya dan melihat wajah tampan di hadapannya adalah suaminya.


"Hai..! Apakah aku berada dalam mimpimu?"


Senyum Farel menyapa istrinya yang terlihat lemah lagi pucat.


"Apakah aku perlu mengigit kuping mu, sayang?"


"Astaga! Berarti aku tadi hanya mimpi. Tapi ini di mana sayang?"


"Kamu di rumah sakit dan kamu sudah berada tiga hari di rawat di sini."


"Farel bayiku, bayi kita bersama Cika. Kita harus mencari bayi kita. Pasti saat ini dia....!"


"Bayimu berada di sini sayang!"


Camilla masuk membawa cucunya dan memberikan kepada sang ibu.


Cyra begitu kaget melihat ibunya sudah berada di hadapannya dan menggendong si sang buah hati.


"Mommy sudah berada di sini? mana Daddy?"


"Daddy sedang berada di istana bukit temanin Cika. Temanmu itu tidak mau makan saat tidak ada kamu dan Daddy mu di hadapannya."

__ADS_1


"Bagaimana kalian bisa bertemu dengan Cika dan baby?" Tanya Cyra yang langsung menyusui babynya.


"Sebaiknya kamu makan dulu, sayang! Baru tanyakan keadaan semuanya."


Ucap Farel lembut.


Alih-alih menuruti permintaan suaminya, Cyra malah menangis saat orang-orang yang ia cintai tidak ada di hadapannya ketika ia melahirkan dalam keadaan genting. Kini mereka hadir semuanya disaat ia sudah terluka parah dan bayinya tidak mendapatkan perawatan yang semestinya pasca melahirkan.


"Sayang..! Semuanya sudah berlalu bersama badai malam itu. Maafkan kami tidak ada saat kamu membutuhkan." Ucap Farel memeluk istrinya.


Camilla juga ikutan menangis merasakan kesakitan putrinya menghadapi perang dengan banyak penjahat bersenjata seorang diri di tengah badai hingga ia terjebak di reruntuhan rumahnya di saat yang sama bala bantuan baru datang menyelamatkan dirinya.


"Semuanya sudah berakhir sayang. Aku yang seharusnya bertanggung jawab penuh padamu." Ungkap Farel penuh penyesalan.


"Kau tidak tahu, rasanya aku mau gila dan ingin mati saat tahu pesawat mu hilang kontak. Hanya karena bayimu, aku berani menantang maut demi melindunginya dan meminta Cika untuk membawa bayi kita pergi untuk mencari tempat aman di tengah badai dengan insting binatangnya. Memikirkan itu, hatiku sangat sakit Farel."


"Iya sayang! Aku juga merasakan saat kamu memanggil namaku, hingga suaramu sangat jelas ditelinga ku di mana pesawat sedang menghindari badai."


"Itu karena aku melahirkan baby sambil memanggil namamu, Cyra."


Kamu bisa melihat video rekaman saat Dady mencari Cika karena dia yakin Cika bersama dengan baby mu. Kamu sangat hebat mengirim pesan melalui telepati."


Perawat membawa makan siang untuk Cyra. Farel menyuapi istrinya. Cyra menggendong bayinya sambil mengunyah makanannya.


Sementara di ruang ICU, keadaan Gwen sangat memprihatikan. Ia mengalami pendarahan otak karena terjatuh, luka di lengannya infeksi dan kakinya harus di operasi karena mengalami retak.


Gwen yang saat itu sedang menghalangi Jack yang bisa membaca jejak Cika, mereka harus berduel dan Gwen harus kalah karena luka pada lengannya.


Ia mendapat tendangan dari Jack hingga jatuh terguling dan berakhir di lereng bukit bebatuan. Operasi itu berjalan dengan lancar. Gwen mampu melewati masa kritisnya.


Sementara Jack mengalami luka cabikan yang sangat mengenaskan. Tangannya harus diamputasi karena remuk saat terguling di perbukitan itu.


Polisi yang menangani kasus keduanya ingin meminta keterangan karena hanya keduanya yang belum diperiksa tentang kemungkinan mereka terlibat dengan penjahat.


Polisi hanya ingin tahu siapa yang menjadi pengkhianat di istana bukit itu.


Keesokan harinya, Cyra dan babynya sudah bisa dibawa pulang. Farrel membawa pulang keluarga kecilnya di mansion yang mereka sudah beli.


Mansion yang bersebelahan dengan istananya Celia dan Khalid. Istana bukit tidak bisa di tinggal karena sedang dalam renovasi kembali.


Andien dan Reza menyambut cicit mereka dengan penuh suka cita. Keluarganya Farel datang juga melihat cucu mereka.


Kedua orangtuanya Farel tidak bisa mengunjungi cucu mereka di hari pertama karena daerah mereka terisolir karena badai yang menyebabkan banjir bandang.

__ADS_1


Hari berikutnya, acara aqiqah untuk cucu mereka pertama mereka digelar di kediaman baru Farel.


Sementara itu, pencarian tuan Michael yang dianggap ******* global oleh FBI.


__ADS_2