
Cyra tersentak saat melihat wajah tampan yang sangat kharismatik dengan senyuman yang begitu menawan.
Cyra yang masih dalam keadaan sadar penuh melawan tatapan pria misterius itu dengan bacaan ayat qursy.
Aura mistis yang terasa sangat menekan perasaan Cyra seakan sedang mengikat tubuhnya hingga Cyra merasakan sesak.
"Sepertinya laki-laki ini punya kekuatan untuk menjadikan aku tawanannya didalam kastil ini."
Cyra mengeluarkan kekuatannya agar bisa melepaskan diri dari kurungan lelaki tampan ini.
"Siapa kau... ?"
Tanya Cyra berusaha tenang.
Pria itu tersenyum pelit lalu duduk di kursi malas sambil menatap wajah cantik Cyra.
"Harusnya aku yang menanyakan mu, princess. Mengapa kamu nekat masuk ke istanaku tanpa ijinku?"
"Ijin....? Bagaimana bisa aku minta ijin mu sementara dari awal aku masuk ke kampung mati ini, sampai sejauh ini, aku tidak melihat tampang kamu sama sekali."
Sahut Cyra yang sudah bisa melepaskan diri dari ikatan pria misterius itu.
"Kamu adalah gadis ceroboh dan sangat nekat. Tidak ada yang bisa mencapai kastil ini kecuali kamu. Berarti kamu punya sesuatu dalam dirimu yang membuatmu nekat masuk ke kamar aku dan kamu adalah ratuku."
Ujar pria tampan itu tanpa mengalihkan pandangannya ke wajah Cyra yang persis istrinya.
"Hai cowok aneh! Tampang mu memang menarik, tapi sepertinya kamu sedang hidup bergentayangan menjadi setan di dalam kastil ini.
Atau mungkin kamu sudah mempengaruhi pikiranku hingga aku saat ini sedang berhalusinasi."
Tebak Cyra dengan tetap menjaga jarak dengan pria aneh didepannya.
Cyra saat ini ingin segera keluar dari kamar ini dan pulang. Ia tetap bersikap waspada agar tidak terkurung di kamar ini hidup-hidup.
"Aku tidak mengundangmu untuk datang ke sini. Karena kamu adalah ratuku yang sekian lama aku tunggu, itulah sebabnya aku sengaja membiarkan kamu masuk tanpa ada yang menahan langkahmu." Ujar pria aneh itu.
"Apakah kamu sudah hidup berabad-abad?"
Pancing Cyra ingin tahu sejarah istana ini.
"Aku hidup dalam kesepian sambil menunggu kedatangan kekasihku yang mereka bunuh. Aku adalah raja Louise Alexander Grayson.
Istanaku diserang oleh suku bar-bar dan membunuh semua prajurit ku dan mereka mengambil wanita kami termasuk ratuku.
Aku menyaksikan ratuku di perkosa secara bergilir hingga ia di biarkan menjadi tawanan untuk melayani mereka.
Rasa putus asa dan frustasi yang tidak bisa lagi ia kendalikan, membuat ratuku mengambil pisau buah yang ada di kamar penjahat yang ingin memperkosanya. Ia menikam jantungnya sendiri hingga akhirnya meninggal.
__ADS_1
Dia berjanji akan datang lagi suatu saat nanti untuk menemui ku di sini. Dan sekarang kamu sudah menempati janjimu Princess Agatha."
Ucap raja Louis membuat Cyra bergidik.
"Benar kataku, kau bukan manusia, kau adalah hantu dan aku telah masuk dalam perangkap."
Ucap Cyra hendak keluar dari kamar itu namun pintu kamar itu tertutup dengan sendirinya.
Merasa terdesak dengan penuh kekuatan Cyra membaca ayat qursy lagi dengan suara yang sangat kencang dan mendorong pintu itu terbuka dengan kekuatannya.
Pintu itu terhempas dan Cyra segera kabur dari kastil tua itu. Cyra berlari menuruni tangga tergesa-gesa.
"Ini semua adalah halusinasi. Aku tidak boleh terjebak di dalam sini. Ya Allah selamatkan aku dari istana jin ini."
Ucap Cyra sambil terus berlari dan mencari mobilnya.
"Di mana mobilku? bukankah aku tadi memarkirkan di tempat ini persis depan kastil."
Ucap Cyra sambil mengedarkan pandangannya.
Mereka pasti mengalihkan pandanganku. Mobil ini masih ada di sini. Cyra membaca surah Al Kahfi agar ia bisa melihat apa yang tidak terlihat dengan kasat mata.
...----------------...
Di istananya sendiri, terlihat helikopter yang sedang turun mendarat di landasan pacu. Farel mengedarkan pandangannya untuk melihat sosok sang istri yang biasa menyambutnya namun tidak tampak dalam pandangannya.
Farel segera turun dan langsung di sambut oleh Alex dan Jack dengan sikap hormat untuk melaporkan tentang Cyra.
"Di mana istriku...?"
"Nona Cyra berkunjung ke tempat....?"
Jack tidak bisa meneruskan perkataannya.
"Ke tempat apa..? Katakan yang jelas!!!"
Bentak Farrel gusar.
"Tuan.. nona Cyra sulit dikendalikan. Ia nekat pergi ke arah Utara di bawah kaki bukit."
Ungkap Alex membuat Farel terhenyak.
"Astaga! Kenapa kalian biarkan ia mendatangi tempat angker itu? Dia bisa tersesat dan sulit untuk kembali."
Farel berlari ke tangga rahasia menuju ruang bawah tanah diikuti kedua anak buahnya.
"Kami sudah mencegahnya Tuan! Tapi nona Cyra bersikeras untuk melihat tempat itu karena rasa penasarannya." Timpal Jack.
__ADS_1
"Kalau kamu tidak menunjukkan jalan rahasia ini, dia tidak akan mengetahuinya.
Bagaimana dia bisa membujuk kalian hingga membuat kalian mengikuti permintaannya daripada perintahku.
Jika dia mengetahui ini adalah tempat angker, dia tidak akan mau tinggal di sini lagi."
Ujar Farrel yang tidak ingin kerajaan leluhurnya di ketahui oleh Cyra.
Kabut asap itu mulai turun menutupi sebagian lembah yang sudah mengeluarkan hawa dingin yang makin membuat Cyra kedinginan.
Suasananya yang mencekam tampak membuat Cyra makin meremang dengan nafas seakan mau berhenti.
"Ya Allah ini bumi Engkau dan aku telah terjebak di alam jin. Selamatkan hamba ya Allah dari lembah yang menakutkan ini." Ucap Cyra lalu membaca surah Al-fatihah.
Tidak lama, tabir mulai terbuka di mana ia melihat mobilnya tepat berada di hadapannya. Cyra segera menaiki mobilnya lalu memutar arah menuju istana suaminya.
Ia menyalakan lampu jauh dan menyetel morotal Al-Qur'an dari ponselnya untuk mengusir hawa takutnya. Batinnya terus kontak dengan penciptaNya agar tetap dijaga dalam perjalanannya.
Farel melihat ada lampu mobil menyala ke arahnya. Betapa leganya pria tampan ini karena Cyra bisa keluar dari lingkaran halusinasi yang dibuat oleh para penduduk jin yang menempati tempat angker itu.
Farel menyalakan lampu ponselnya untuk memberi tanda pada istrinya menuju ke arahnya agar tidak terkecoh dengan jalan yang salah yang selalu diarahkan oleh setan.
"CYRA! Kenapa aku harus berhadapan dengan gadis keras kepala ini. Apa yang ada di otaknya hingga berani mendatangi tempat itu."
Gerutu Farel dengan memberikan kode cahaya ponselnya pada istrinya itu.
Mobilnya hampir mendekati cahaya senter ponsel sang suami. Dan Cyra menghentikan kendaraannya saat melihat wajah tampan yang sangat ia rindukan dengan nafas tersengal-sengal.
"Benarkah itu suamiku atau aku berhalusinasi lagi..?" Batin Cyra gugup.
Farel menghampiri mobil istrinya dan menggedor kaca jendela itu.
Tangan Cyra sudah makin gemetar hanya untuk menurunkan kaca mobil itu.
"Sayang! Buka pintu mobilnya, ini aku suamimu." Teriak Farrel.
Alih-alih membuka pintu mobil, Cyra malah membaca ayat qursy untuk mengusir Farrel yang dikiranya adalah jelmaan dari setan.
"Cyra! Aku suamimu Farel bukan setan. Berhentilah membuatku kesal dan terlihat bodoh di depanmu!"
Bentak Farrel yang sudah merasa kesal dengan sikap istrinya itu.
Menyadari kalau itu adalah benar suaminya, Cyra baru berani turun dan langsung memeluk Farel.
Farel segera masuk ke dalam mobil Cyra dan menyetir mobil itu dengan kecepatan tinggi tanpa melirik istrinya sama sekali.
Cyra sudah tahu kalau ia akan di damprat habis-habisan oleh suaminya kalau sudah sampai di istana mereka.
__ADS_1
"Puas kamu, hah??!!"