
Tidak terasa obrolan marsekal Farel dan bosnya berlangsung seru saat membahas tentang silsilah keluarga yang ternyata dari kakeknya Farel bagian ibu, masih ada hubungan kerabat dengan kakek buyutnya Andien.
Singkat cerita ibu dari Farel masih keturunan bangsawan keraton Solo. Mengetahui kalau keluarga marsekal Farel bukan orang sembarangan, Cyra mulai merasakan bahwa pembicaraan Farel saat ini sudah menjurus ke arah yang lebih intim.
Itu di ketahui saat ia mengundang keluarga besar Cyra untuk bertandang ke rumahnya jika masih berada di New York City.
Hingga kedua pemuda itu pulang, nampak terlihat jelas rona bahagia keluarga Cyra yang sangat welcome dengan Farel.
Baru saja kedatangan Farel semalam di apartemen Cyra dan Celia, kini datang lagi seorang pangeran tampan yang merupakan kekasih dari Celia. Siapa lagi kalau bukan tuan Khalid.
Ting.. tong....
Celia segera membuka pintu itu ketika melihat yang datang saat ini adalah kekasihnya sendiri.
"Siapa Celia?"
Tanya Camilla yang sedang menyisir rambut panjang Cyra.
"Teman Celia Tante."
Celia berdiri di samping Khalid yang sedang memberi hormat pada keluarga itu.
Calista dan suaminya saling berpandangan saat melihat pangeran Khalid yang tidak asing bagi mereka.
"Khalid!"
Ucap raja Fatih langsung menghampiri Khalid yang merupakan keluarga dekatnya.
Perlu di ketahui, raja Maroko masih keturunan dari Rosulullah dan ayah Khalid adalah keluarga dekat dengan ayah Fatih raja Hassan.
"Paman!"
Sapa Khalid yang langsung mencium kening raja Fatih.
Celia dan Cyra makin di buat bingung dengan hubungan ini.
"Apa maksudnya ini semua? mengapa keluargaku sangat dekat dengan pangeran Khalid?" Tanya Celia lirih.
Cyra mengangkat jempolnya pada Celia seakan sedang mengatakan hubungan kalian tidak ada masalah.
"Silahkan duduk nak Khalid!"
Ucap Calista makin membuat Celia meremang.
"Abi, Ummi! Apakah kalian sudah mengenal Khalid?" Tanya Celia penasaran.
"Bukan hanya mengenal sayang. Keluarga Khalid dengan kita masih kerabat dekat."
Ucap raja Fatih.
__ADS_1
Degggg...
"Tapi selama ini Abi dan Ummi tidak pernah membahas keluarga bangsawan Arab Saudi selain keluarga kita sendiri di Maroko." Sanggah Celia.
"Karena ayah belum sempat menceritakan apapun padamu karena kamu senang berkeliling dunia untuk menimba ilmu."
Sahut raja Fatih.
"Astaga! Kalau sudah jodoh tak akan lari ke mana." Batin Celia.
"Celia! Sebelum ummi dan Abi ke sini, kedua orangtuanya Khalid sudah datang melamarmu. Kami juga tidak menyangka kalau hubungan kalian sudah dekat." Ujar raja Fatih.
"Ini makin membuat ku bingung. Aku seakan masuk dalam jebakan keluargaku sendiri."
Batin Celia yang merasa semua ini sudah direkayasa oleh Khalid.
"Celia!"
"Iya Abi!"
"Apakah kamu siap menjadi istri dari pangeran Khalid?"
Celia menatap wajah Khalid yang sedang tersenyum padanya penuh arti. Ia beralih melihat Cyra sekedar meminta saran pada sahabatnya itu. Cyra hanya mengangguk pasti sambil memberikan isyarat oke dengan jarinya.
Celia hanya tersenyum malu lalu langsung lari masuk ke kamarnya. Ia tidak sanggup menahan gelombang kegembiraannya hari ini karena tidak menyangka jodohnya dipermudah secepatnya oleh Allah.
Keluarga terkekeh melihat tingkah Celia begitu juga pangeran Khalid yang saat ini sudah tidak sabar lagi mempersuntingkan Celia untuk secepatnya menjadikan Celia istrinya.
"Iya ummi. Tidak apa." Ucap Khalid semangat.
Di dalam kamar, Cyra dan Celia berpelukan sambil cekikikan.
"Astaga Cyra! Ini terasa mimpi bagiku. Dari kemarin aku sangat takut untuk menjelaskan semuanya pada kedua orangtuaku tentang hubunganku dengan Khalid.
Tapi diam-diam, dua keluarga kami sudah mengadakan pertemuan rahasia untuk membahas pernikahan kami."
Ucap Celia tampak berbinar.
"Tapi di atas semua itu, kalian masih kerabat dekat dan itu sangat memudahkan jalan kalian untuk secepatnya menikah." Ujar Cyra.
"Bukankah hubungan kamu juga seperti itu dengan tuan marsekal mu itu, Cyra?" Goda Celia.
"Entahlah Cyra. Kami berdua bahkan belum bertemu lagi untuk membicarakan hubungan kami. Aku juga tidak tahu apakah saat ini ia masih bujang atau sudah memiliki kekasih."
Cyra terlihat cemberut merasa hatinya sendiri yang terlalu banyak berharap pada sosok Farrel yang sempat membuatnya kagum saat pria itu menyelamatkannya. Farel juga memperlakukan dirinya penuh cinta dan kelembutan.
"Apakah dia memperlakukan semua wanita muda itu sama seperti ia memperlakukan aku?" Batin Cyra.
"Hei! Jangan bengong! Aku yakin dia di sana sedang memikirkan untuk melamar dirimu walaupun kalian belum punya komitmen untuk itu."
__ADS_1
Ucap Celia menghibur saudaranya ini.
Cyra tersenyum dan keduanya kembali terkekeh sambil mengenang wajah tampan pria idaman mereka masing-masing.
Celia dan Cyra merasa bahagia karena sudah mendapatkan pangeran mereka masing-masing.
Kedua ayah mereka yang sedang tercenung saat ini, sepertinya belum rela untuk memberikan putri mereka kepada orang lain.
"Sepertinya aku merasa baru kemarin sore kita menikah lalu punya anak dan Celia masih berada dalam pelukanku. Dan sekarang aku harus menyerahkannya pada laki-laki lain.
Cintanya yang tadi hanya untukku harus berbagi pada laki-laki lain. Apakah setiap ayah merasakan hal yang sama saat menyerahkan putrinya dalam sebuah pernikahan?"
Ucap raja Fatih terlihat murung.
"Jika kamu ingin mengetahuinya, kenapa tidak menanyakan langsung pada ayah mertua kita. Bagaimana rasanya saat itu, ia menyerahkan dua putrinya sekaligus pada kita berdua dalam waktu bersamaan."
Jawab Davin sambil menepuk bahu saudara iparnya ini.
"Ehm..ehm!"
Reza menegur kedua menantunya yang sedang membicarakannya.
"Apakah kalian sedang menjelekkan aku?" Canda Reza.
Reza duduk di hadapan kedua menantunya."
Seorang laki-laki akan mengerti perasaan ayah mertuanya ketika ia sendiri menikahkan putrinya dan itu sangat menyedihkan baginya."
Ucap Reza memberikan pengertian pada kedua menantunya.
Di tempat berbeda Farel menemui kedua orangtuanya untuk menyampaikan keinginannya untuk meminang princess Yunani membuat kedua orangtuanya tersentak.
"Princess Yunani? Apakah kamu sudah gila Farel? Keluarga itu mana mau menerima kamu menjadi menantu mereka?
Lagi pula sejak kapan kamu menjalin cinta dengan seorang putri bangsawan Yunani Farel?"
Tanya ibunya yang sangat syok putranya tiba-tiba ingin menikah. Apa lagi jodohnya juga bukan orang sembarangan, membuat mereka juga ketar ketir memikirkan untuk melamar putri dari Davin itu.
"Aku memang baru mengenalnya mommy, Daddy. Tapi aku sangat yakin kalau pilihan aku kali ini tidak akan salah dari pada dua kekasihku sebelumnya yang tidak pernah setia. Aku mohon lamar lah dia untukku, Daddy, mommy!"
Pinta Farel sungguh-sungguh.
"Masalahnya, untuk meminang seorang putri bangsawan itu sangat sulit Farel karena ayah mendapatkan mommy mu saja banyak sekali mendapatkan pertentangan dari keluarga besar mommy mu.
Biasanya keluarga kerajaan hanya menerima menantu laki-laki yang sama derajatnya dengan mereka.
Lihatlah mommy mu, dia langsung di coret dari gelar bangsawan karena menikahi ayah yang bukan dari keluarga bangsawan."
Ucap Tuan Calvin mematahkan semangat putranya untuk mendapatkan princess Cyra.
__ADS_1
"Iya Daddy! aku tahu akan hal itu. Walaupun mommy tidak diakui lagi mereka sebagai putrinya." Ujar Farrel sedih.