Kekuatan Cinta Cyra

Kekuatan Cinta Cyra
54. Akhir Yang Indah


__ADS_3

Usia king Amran sudah mencapai sepuluh tahun. Begitu pula si kembar empat dari pasangan Celia dan Khalid saat ini. Di sekolah internasional level SMA ke limanya menimba ilmu di tempat yang sama.


Sudah beberapa pelajaran yang di lahap mereka hingga tidak memberikan kesempatan pada remaja di sekolah itu untuk menunjukkan eksistensi mereka sebagai siswa berprestasi yang mereka juga ingin di akui oleh sekolah tersebut.


Diantara remaja itu sudah tidak mulai suka dengan kelima bocah ingusan ini. Apa lagi si kembar empat yang lebih menonjol di sekolah itu mulai jadi incaran para remaja itu terutama dua anak lelakinya yang harus menerima perundungan.


Layyin dan Layzam memang tidak sekelas dengan king Amran karena kelas keduanya di atasnya King Amran.


"Hai kalian berdua bocah ingusan!"


Tegur gerombolan remaja usia 17 tahun yang menghadang keduanya saat berada di toilet.


"Ada apa kak?"


Tanya keduanya dengan polosnya walaupun sering di sakiti.


"Apakah mulut kalian tidak bisa di kunci saat guru menanyakan soal-soal yang sulit pada kami ? Apakah hanya kalian berdua yang paling jenius di sini, hah?"


"Kami sudah diam. Tapi kalian orang dewasa yang tidak mau menjawab. Jika pertanyaan guru di alihkan kepada kami, terpaksa kami menjawabnya karena kami mengetahui jawabannya." Ujar Layzam


"Itu sama saja kalian mempermalukan kami. Bilang saja tidak tahu apa susahnya?"


"Untuk apa diam. Bukankah fungsi sekolah itu untuk menimba ilmu. Belajar dan mengajar, dua kata yang tidak bisa dipisahkan dan kami juga membayar iuran uang sekolah tempat waktu. Itu berarti apapun hak kami sekolah ini tidak ada yang bisa menghalangi termasuk kalian." Ucap Layyin.


"Sialan! Pakai jawab lagi. Apakah kalian berdua mau mati di sini, hah!" Gertak Kalu.


Sebaiknya masukkan mereka ke gudang sekolah dan bekap mereka di sana supaya keduanya tidak berani berulah!"


Titah gerombolan pemuda remaja yang terdiri dari tujuh orang itu.


Dua tubuh kecil itu di seret dengan kasar dengan mulut mereka di lakban. Keduanya berusaha berontak namun ikatan tangan mereka begitu kuat.


Keduanya tidak bisa melakukan apapun kecuali menangis dan berharap King datang menyelamatkan mereka.


Para pemuda itu seakan Menikmati perundungan pada keduanya dengan tawa jahat saat keduanya hendak di masukkan ke gudang sekolah.


"Lepaskan mereka!"


Suara yang menggelegar dengan tubuh yang terlihat bongsor hampir tidak sesuai dengan usianya. Figur King Amran yang memiliki mata biru laut dengan rambut hitam pekat dilengkapi ukiran bibir yang terlihat cukup menggoda jika pria kecil ini sudah memasuki usia remaja.


Wajah datar dengan binar mata bercahaya mendekati para pemuda itu yang ingin menyiksa saudara sepupunya.


"Hei...! Apakah kamu ingin merasakan juga disiksa oleh kami seperti dua tikus got ini..?"


"Apakah kalian sudah terlihat perkasa diusia remaja yang terlihat menyedihkan dengan otak kalian yang tumpul itu?"

__ADS_1


Ucap King dengan tangan bersedekap di dadanya menatap angkuh ketujuh pemuda nakal ini.


"Kau..!"


Glen begitu geram melihat sosok tampan yang merupakan adik kelasnya berani menantangnya.


"Tangkap bocah ingusan itu juga dan ikat dia seperti dua tikus got ini!"


Titah Glen pada teman-temannya.


"Tangkap aku kalau kalian berani, bedebah!"


Tantang King tanpa bergerak dari tempatnya.


Ketujuh pemuda itu makin ngakak dengan ucapan King Amran yang terlihat sangat dewasa dari tubuhnya.


"Ayo kita tangkap bocah bermulut besar ini!"'


Titah Luther menghampiri tubuh King yang terlihat tenang dengan menampakkan senyum pelitnya berbau sinis.


Bukan mereka yang menangkap tubuh King justru King yang membuat kaki mereka jatuh berlutut dengan formasi melingkar dan kedua tangan mereka terikat ke belakang.


"Kenapa tubuh kita jadi kaku seperti ini? "


Teriak mereka dengan tubuh yang terasa sangat kaku.


Layyin dan Layzam gantian menertawakan tujuh temannya itu.


Tidak puas sampai di situ King mengangkat tujuh ember yang ada di gudang itu yang biasa di gunakan oleh cleaning servis untuk membersihkan lantai kelas dengan tongkat pel di buat melayang membentuk formasi berbaris di hadapan tujuh pemuda itu.


"Astaga! Ternyata bocah tengil ini memiliki kekuatan."


Ucap Glen yang terlihat pucat menyaksikan atraksi seru dari King..


Tujuh ember itu mulai berputar mengelilingi mereka dengan kecepatan menyerupai bayangan hingga pandangan mereka mulai terasa pusing sebelum tujuh ember itu menutupi kepala mereka.


Sementara tongkat pel di jadikan stik pemukul di atas ember itu seperti orang yang bermain drumband.


Rasa penging di telinga mereka membuat kuping mereka seakan meledak. Bedukan tongkat pel dengan ember menutup kepala mereka menjadi tontonan menarik bagi cicit Andien dan Reza ini.


"Ayo kita tinggalkan mereka! Setelah ini mereka tidak akan menggoda kalian lagi."


"Terimakasih King! Untung kamu datang menyelamatkan kami, kalau tidak Mama dan papa tidak tahu harus mencari kami ke mana." Ucap Layyin.


"Apakah mereka sering menyiksa kalian?"

__ADS_1


"Iya."


"Kenapa tidak katakan kepadaku?"


"Karena perbuatan mereka masih bisa di maafkan." Ujar Layzam.


"Pantas kalian mudah ditindas sama mereka karena hati kalian terlalu lembut."


Ucap King yang begitu gemas dengan kedua saudaranya ini.


"Kata mama orang jahat itu pasti dapat balasannya. Hukum alam itu berlaku untuk orang jahat di dunia ini." Ucap Layyin.


Tidak lama sekolahpun bubar. Wajah tujuh pemuda nakal itu terlihat mengenaskan seperti orang yang terkena setrum listrik.


Mereka berjalan dengan langkah gontai seperti pemabuk karena kepala mereka masih terasa sangat pusing.


Mobil jemputan mereka sudah datang di mana Cika ikut serta dalam mobil itu untuk menjemput King.


Cika yang melihat King muncul bersama si kembar empat membuatnya langsung turun dari mobil menghampiri King dan si kembar empat.


Melihat macan yang masuk ke halaman sekolah mereka, semua siswa berteriak histeris. Namun suara histeris mereka langsung reda saat Cika memeluk King yang menyambutnya dengan mesra. Keduanya berpelukan dengan si kembar yang membelai tubuh Cika sambil cekikikan.


"Hallo Cika! Apa kabar sobat!"


King mencium wajah Cika seperti kekasihnya.


Melihat adegan itu, ketujuh pemuda nakal tadi begitu takjub hingga mulut mereka terbuka lebar.


"Astaga piaraannya saja macan sementara kita hanya piara anjing." Ucap salah satu dari mereka.


"Ternyata mereka adalah saudara. Pantesan mereka terlihat akrab."


Ucap Glen yang sudah trauma merundung si kembar.


Kelima bocah ini pulang dengan Cika yang tidak mau dengan King. Para gadis remaja itu sangat mengidolakan King Amran.


Bukan hanya tampan tapi juga jenius. Hanya saja mereka tidak mengetahui kalau King Amran juga memiliki kekuatan seperti Superman.


"Kapan King Amran tumbuh menjadi pemuda dewasa ...? Rasanya aku ingin menjadi wanita pertama yang akan menjadi kekasihnya dan mengecup bibir seksi itu."


Ucap Stella gadis cantik bermata biru yang berusia lima belas tahun itu.


...Tamat...


Ikuti karya baru author ibu pengganti untuk si kembar.

__ADS_1


Terimakasih selamat menyongsong tahun baru 2023! Mohon maaf lahir batin


__ADS_2