
Pernikahan Cyra dan Celia di adakan di tempat yang terpisah dengan waktu yang berbeda. Pernikahan Celia yang berlangsung di negara Maroko dalam balutan istana yang kental dengan budaya Islam terlihat syahdu dan khidmat dalam proses ijab qobul nya.
Cyra dan keluarganya sempat menghadiri pernikahan sakral itu termasuk keluarga besar yang datang dari Indonesia.Celia yang saat itu mengenakan gaun kaftan pengantin ala Arab Maroko lengkap dengan hijabnya membuat ia terlihat sangat cantik.
Umumnya, gaun pengantin tradisional Maroko terbuat dari kombinasi bahan sutra dan satin, dengan potongan lebar. Bagian atas gaun disebut dengan tahtiya, sedangkan bagian bawahnya disebut dengan fouqia .
Karena potongannya lebar dan tidak membentuk lekuk tubuh, gaun dengan model seperti ini cocok untuk semua tipe tubuh, mulai dari yang big size hingga yang minimalis.
Pangeran Khalid nampak gagah dengan balutan busana kerajaan Arab Saudi. Pangeran Khalid mengucapkan ijab qobul dengan fasih dan lancar dalam satu kalimat.
Hal yang sangat menarik menarik hari itu sebelum terjadinya ijab qobul di saat penyambutan kedatangan calon pengantin pria adalah Claudia yang berdandan dengan mengenakan gaun yang sangat indah tampak berjalan menyambut kedatangan saudara iparnya itu.
Walaupun Khalid sudah mengetahui kalau Celia terlahir dari kembar empat, ia sama sekali belum bertemu dengan Claudia. Nama Claudia memang tidak asing baginya namun ia saat itu hampir terkecoh melihat saudara kembar istrinya itu.
Di saat menyambut kedatangan pengantin pria, Claudia memberi senyum terbaiknya membuat Khalid menautkan alisnya.
"Kenapa Celia malah menyambut kedatangan aku, bukannya dia harusnya tidak boleh keluar sebelum pembacaan ijab qobul?"
Batin Khalid sambil melangkah menuju ke aula di mana tempat untuk calon pengantin pria sudah di siapkan.
"Apa yang terjadi kepadamu? Kenapa kamu tiba-tiba murung?" Tanya kakaknya Amar.
"Calon istriku kenapa ada di antara anggota keluarganya untuk menyambut ku?"
"Bukankah itu Claudia? saudara kembar istrimu?" Sahut Amar.
"Astaga! kenapa wajah mereka hampir sama bahkan aku sulit untuk membedakan keduanya." Ucap Khalid.
"Hati-hati! Awas nanti kamu bisa ketukar istrimu dengan saudara kembarnya."
Goda Amar membuat wajah Khalid memerah.
Usai pembacaan ijab qobul, Claudia dan Cyra mengantar Celia ke pengantin pria yang sudah menunggunya dengan jantung berdebar kencang.
Wajah Celia yang sengaja di tutup cadar yang akan ia perlihatkan kecantikannya hanya untuk sang suami seorang.
Khalid tersenyum lega saat istrinya mendekatinya dan mencium tangannya.
"Selamat ya Khalid dan Celia, semoga menjadi keluarga samawa!" Ucap Claudia.
__ADS_1
Khalid mengangguk pada Claudia seakan sedang berhadapan sama istrinya sendiri.
"Beruntunglah bukan Claudia yang menemani Celia kuliah di Amerika. Jika keduanya kuliah bersama di Amerika aku akan sulit membedakan keduanya."
Batin Khalid.
"Khalid sekarang kamu yang akan mendampingi Celia menggantikan aku. Tolong jangan sakiti saudaraku." Ucap Cyra sambil menahan tangisnya.
"Insya Allah aku akan menjaganya, semoga kamu dan Farel segera menyusul kami." Ucap Khalid.
"Pernikahan ku akan di adakan Minggu depan, aku harap kalian bisa hadir di pernikahan kami." Pinta Cyra.
Cyra memeluk Celia dengan erat. Hari-harinya mungkin akan terasa hampa karena sahabat terbaiknya sudah memiliki suami.
Faras dan Fahrabi yang merupakan saudara kembar Celia memberikan ucapan selamat kepada Celia.
Para tamu undangan tampak takjub dengan keluarga kembar ini. Saat mengetahui jika Keturunan dari tuan Reza dan nyonya Andien yang merupakan keluarga kembar membuat sang besan dari Fatih sangat bahagia.
Apa lagi di saat pernikahan Celia dan Khalid, semua keluarga besar itu berkumpul. Mulai dari keluarga besar Reza dengan keponakannya dari Rani dan Rania yang saat ini sudah berkeluarga.
Di tambah lagi saudara dari Andien Agam dan Adam yang juga sudah memiliki cucu mereka yang juga kembar. Belum lagi saudara kembar Calista dan Camilla yaitu Fariz dan Al yang saat ini sudah memiliki keturunan kembar.
Celia memang sengaja membawa suaminya ke Indonesia untuk lebih mengenal budaya nenek moyangnya yang sebagian besar ada di Jakarta.
Di dalam pesawat Khalid sangat berharap kalau istrinya nanti bisa memberinya keturunan kembar.
Celia yang masih mengenakan baju pengantin lengkap dengan cadarnya sedang duduk berhadapan dengan sang suami yang siap melepaskan segala pernak-pernik yang menempel pada tubuh sang istri.
Sedari tadi di mobil Khalid sudah tidak sabar ingin melihat wajah pengantinnya, namun Celia tidak mau sopir ikut melihat wajahnya yang sudah ia persiapkan hanya untuk suami.
"Apakah aku sudah boleh membuka cadarmu sayang?"
"Di sini hanya ada kita berdua, berarti kamu boleh membukanya."
Khalid membuka cadar itu dan menatap wajah cantik Celia dengan banyak pujian yang ia berikan malam itu pada sang bidadari nya.
Hijab dan gaun pengantin itu juga dibuka hingga tersisa pakaian dalam Celia yang masih menutupi aset berharganya.
Sampai di sini, Khalid tidak kuat lagi menahan birahinya. Hanya melihat tubuh indah Celia saja sudah membuatnya mabuk apa lagi melihat tempat yang akan ia datangi dengan rudalnya yang siap meluncur di tempat keramat itu.
__ADS_1
Pergulatan pengantin baru itu yang saling memberikan sentuhan-sentuhan ringan sebagai pemanasan awal sebelum menyatukan milik mereka.
Celia nampak meneguk liurnya gugup saat melihat senjata milik Khalid yang tidak terbayangkan olehnya sebelumnya endingnya akan sebesar itu.
Gadis ini berpikir keras antara ngeri dan juga takut melanda perasaannya apakah ia mampu menerima barang baru untuk masuk ke dalam tubuhnya yang belum terjamah.
Melihat kecemasan sang istri, Khalid mengerti kalau Celia sedang galau berat saat ini.
"Sayang! Aku tidak akan menyakitimu. Apakah kamu hanya menatapnya tanpa mau mencobanya?"
Tanya Khalid yang sudah panas dingin tidak kuat menahan birahinya.
"Di mulutku saja sudah tidak muat dan hanya dapat separuhnya dan itupun dengan susah payah. Apa lagi di tempat yang seharusnya yang akan ia datangi."
Keluh Celia yang hanya mengelus lembut milik sang suami.
"Kita coba sama-sama Celia. Tolong jangan menolakku!"
Pinta Khalid dengan suara berat dan tubuhnya mulai bergetar. Celia hanya mengangguk ragu dengan mempersiapkan dirinya yang akan dimasuki rudal yang lumayan besar itu.
Gadis ini berusaha menahan nafasnya saat penyatuan itu mulai berlangsung. Khalid terlihat frustasi karena sulit menjebol pertahanan sang istri.
Khalid berusaha mendorong perlahan namun Celia menjerit kencang sambil mendorong tubuh suaminya untuk menjauhinya.
"Tidak! Ini sangat sakit dan aku tidak siap." Tolak Celia sambil mengusap air matanya.
"Sayang! Nanti juga akan terbiasa, tahan sedikit dulu, nanti baru akan merasakan kenikmatannya."
Pinta Khalid dengan mata yang makin berat.
Celia menatap wajah sang suami yang tidak kuat lagi menahan birahinya. Iapun membujuk hatinya untuk berani menerima resiko walaupun miliknya mungkin akan sobek nantinya.
Keduanya berusaha lagi. Kali ini Khalid memanjakan lagi milik istrinya dengan lidahnya agar Celia mampu menerima setiap hentakan rudalnya.
Baru saja Khalid menancapkan miliknya dengan penuh susah payah, namun cuaca di luar sana kurang mendukung membuat tubuh keduanya terhempas oleh benturan pesawat yang tiba-tiba bergoyang kuat membuat mereka tersentak dan saling memeluk.
Co-pilot mengumumkan keadaan cuaca dalam perjalanan mereka yang akan mengalami goncangan hebat. Mereka meminta pada tuan Khalid dan istrinya beserta kru pesawat untuk tetap tenang selama menghadapi badai yang cukup kuat di luar sana.
Khalid mengeratkan pelukannya pada sang istri dengan menutup tubuh polos mereka dengan selimut. Keduanya berdoa untuk keselamatan mereka dalam perjalanan bulan madu mereka ke Indonesia.
__ADS_1