
Matahari sudah mulai bersinar terang setelah semalaman terjadi badai yang cukup dahsyat memorakporandakan sebagian wilayah Amerika serikat.
Begitu juga ketenangan yang dirasakan oleh para staf di gedung putih setelah mengetahui keadaan presiden sudah lebih baik.
Farel menunggu istrinya yang belum siuman sampai saat ini. Sementara hatinya saat ini sedang tercabik-cabik oleh ketidak pastian keberadaan bayinya yang sedang di cari oleh anggotanya.
Sebagian pelayan dan para anggota Farel yang tersisa di istana bukit tidak mengetahui keberadaan bayinya Cyra dan juga Cika yang menghilang bersamaan.
"Cyra ku mohon! Kamu harus sadar, aku ingin tahu di mana bayi kita, sayang?"
Tanya Farel sambil mencium pipi istrinya karena saat ini Cyra sedang di pasang ventilator.
Penggunaan alat ventilator bertujuan untuk memberikan asupan oksigen kepada pasien agar lebih mudah bernapas. Mesin ini akan mengatur proses menghirup dan mengembuskan nafas pada pasien.
Saat mendengar keadaan putrinya yang diserang musuh, Davin dan Camilla sudah lebih dulu berangkat menuju Amerika.
Sementara Andien dan Calista sedang mencari baby Cyra dan juga Cika melalui aplikasi secret detektor. Beruntunglah Cika memakai kalung yang bandulan nya dilengkapi alat pelacak. Sayangnya, bandulan itu jatuh dari lehernya saat ia berlari menyelamatkan bayinya Cyra.
"Ummi! Aku sudah menemukan keberadaan Cika." Ucap Celia girang.
" Di mana sayang... ?" Tanya Calista.
"Di lereng bukit, tidak jauh dengan kebun sayur milik Farel."
Ucap Celia yang menggunakan aplikasi secret detektor.
"Baiklah. Mungkin dengan cara kita menemukan Cika berarti kita bisa tahu keberadaan bayinya Cyra." Ucap
Calista mengirim lokasi penemuan bandulan kalung milik Cika ke Camilla yang sudah berada di kediaman putrinya bersama suaminya Davin.
Mereka sengaja tidak ingin menganggu Farel yang saat ini sedang menunggu istrinya di rumah sakit. Tidak ada yang bisa mereka lakukan di sana karena Cyra masih belum sadar.
Para anggota Farel menyisir tempat itu bersama Davin. Raja Yunani yang sangat tampan itu, menggunakan instingnya yang tajam untuk bisa mengetahui keberadaan Cika yang mungkin bersama bersama cucunya.
Rupanya sebelum matahari terbit, Jack sudah bertemu dengan Cika yang saat itu sedang menunggu di pintu masuk gua.
Cika yang saat itu melihat Jack tidak terpengaruh sama sekali ketika pengkhianat ini mau mengambil bayinya Cyra di dalam gua.
"Cika! Ini aku Jack! Di mana
babynya Cyra? nona Cyra meminta babynya untuk dibawa pulang."
Ucap Jack sambil menyembunyikan pistolnya di belakang punggungnya.
Cika hanya cuek membuang mukanya ke sembarang arah tanpa mempedulikan ocehan Jack dengan tetap waspada pada pemuda pengkhianat ini.
Karena sudah tidak sabar menunggu kebaikan Cika untuk membiarkannya membawa bayinya Cyra, Jack menodongkan pistolnya ke arah Cika.
Cika sedikitpun tidak gentar dengan ancaman Jack. Ia tetap tenang dengan sikap yang siap menerkam mangsa yang ada di hadapannya ini.
Saat Jack ingin menarik pelatuk pistolnya, tiba-tiba Cika menyerangnya hingga keduanya terguling dari bukit yang cukup terjal itu.
__ADS_1
Tubuh keduanya berhenti di pijakan yang cukup rata lalu Cika mengoyak leher Jack.
Cika berhenti mencabik tubuh Jack saat mendengar tangisan baby dan ia kembali lagi ke tempat babynya Cyra.
Ia juga membersihkan tubuhnya di kubangan air yang tergenang di samping gua. Cika mengibaskan tubuhnya hingga kering dan baru melihat lagi keadaan baby.
Cika mengambil satu botol susu lagi lalu di berikan kepada baby.
Bandulan milik Cika akhirnya ditemukan oleh salah satu anggota Farel.
"Berhenti di sini!"
Titah Davin karena ia ingin membaca jejaknya macan itu.
Anggota angkatan udara itu diam dan mengikuti setiap langkah Davin.
Mereka menyusuri lereng bukit yang cukup terjal dengan tali pengaman. Tuan Davin memanggil Cika karena ia dan Cika sudah sangat akrab.
"Cikaaaaa.... Cikaaaa...!" Teriak tuan Davin membuat burung-burung di sangkarnya terbang.
Cika yang mendengar ayah tuannya memanggilnya, ia segera berlari secepat kilat menghampiri Davin.
Davin begitu bahagia melihat tubuh Cika yang sedang berlari kencang menghampiri dirinya.
"Tahan tembakan kalian! Jangan sampai macam itu takut dan mengamuk. Dia adalah teman putriku."
Ucap Davin lalu membuka tangannya menyambut Cika.
"Syukurlah! Kamu baik-baik saja Cika. Apakah kamu tahu sesuatu tentang cucuku, babynya Cyra?" Tanya Davin sambil memperagakan bayi yang sedang di gendong dihadapan Cika.
Helikopter yang ikut mengawasi dari atas udara mengikuti anggota yang bergerak dibawah bukit.
Davin mengikuti langkah Cika dengan hati-hati. Setelah menempuh perjalanan yang penuh rintangan melewati beberapa batu terjal akhirnya mereka tiba juga di gua.
Cika yang sudah lebih cepat tiba di gua itu memeriksa lagi keadaan baby yang saat ini sudah bangun.
Davin masuk melihat cucunya yang megap-megap mencari makanannya.
Davin menggendong cucunya dengan penuh syukur dan haru. Para anggota mengabarkan kalau mereka sudah menemukan bayinya Farel di markas angkatan udara.
Beruntunglah, Davin sudah dibekali istrinya untuk membawa susu formula dan perlengkapan bayi untuk cucunya itu.
Ia langsung menggantikan pampers bayi yang sudah penuh ompol baby. Setelah merapikan cucunya, Davin memberikan susu yang masih hangat untuk cucunya sambil menggendong baby dari putrinya itu.
"Tuan Davin! Sepertinya kita tidak bisa membawa baby melewati lagi di jalan yang sama.Kita hanya bisa membawa baby dengan helikopter." Ucap tuan Anderson.
"Ok siap!"
Davin melihat Cika dan mengucapkan terimakasih kepada pahlawan berbulu totol ini.
"Terimakasih Cika atas pengabdian mu telah menyelamatkan cucuku. Sekarang kamu harus kembali ke istana bukit. Mereka sudah menyiapkan daging segar dan susu untukmu. Tuan mu Cyra saat ini ada di rumah sakit. Kamu tunggu mereka pulang dan tolong jaga istana tuan mu!"
__ADS_1
Imbuh Davin.
Cika yang mengerti ucapan Davin hanya bisa memberi isyarat lewat matanya. Ia mencium kepala babynya Cyra seakan mendoakan keselamatan temannya ini.
Komandan pasukan Anderson meminta helikopter untuk menurunkan tangga tali untuk mengevakuasi babynya Cyra.
Babynya Cyra itu di bawa langsung ke rumah sakit yang sama dengan ibunya. Camilla juga menyusul suami dan cucunya ke rumah sakit dengan helikopter lain.
Cika pulang ke istana di kawal anggota angkatan udara itu. Mereka merasa takjub kepada kucing besar yang satu ini.
Cika yang sangat jinak pada mereka membuat mereka sangat nyaman. Setibanya di istana bukit, mereka melihat Cika yang sedang melahap makanannya dan juga meminum susunya.
"Kalau punya binatang peliharaan yang pintar dan hebat seperti itu, aku juga mau." ucap salah satu anggota Farel
"Jika nona Cyra tidak ingin memeliharanya lagi, aku siap memeliharanya."
Setibanya di rumah sakit, babynya Cyra langsung di tangani oleh dokter spesialis anak.
Farel ingin sekali melihat bayinya, tapi hatinya tidak bisa meninggalkan bidadari nya begitu saja. Ia sudah senang jika bayi mereka telah ditemukan dalam keadaan sehat.
Video penyelamatan babynya Cyra, dikirim ke Farel membuat Farel merasa sangat terharu karena Cika menjaga putranya dengan baik.
"Alhamdulillah, sayang! Temanmu Cika yang telah menyelamatkan bayi kita. Dia sangat cerdas membawa bayi kita dibawa lereng bukit yang terjal yang sulit dilewati oleh musuh."
Ucap Farel bicara sendiri dengan Cyra yang masih belum siuman.
Baby Cyra langsung di azan oleh kakeknya Davin setelah dipastikan bayi itu dalam keadaan sehat.
Camilla menggendong cucunya sambil menangis.
"Sayang! Maafkan grandma karena tidak menunggumu disaat-saat yang sulit."
"Beruntunglah, Cyra memiliki insting yang kuat ketika menemukan Cika. Ia merasa kalau kehadiran Cika membawa manfaat untuknya. Aku ingin sekali membawa Cika ke Yunani."
Sementara di rumah sakit itu tiba-tiba disterilkan dari para pengunjung rumah sakit karena kedatangan Persiden untuk menjenguk Cyra dan bayinya.
Tidak lama presiden dan keluarganya datang menjenguk babynya Farel di ruang bayi. Setelah mengobrol dengan raja Davin yang merupakan petinggi negara Yunani itu, presiden sangat kagum pada raja Davin yang melepaskan atributnya sebagai raja Yunani demi menyelamatkan cucunya sendiri.
"Anda sangat membuat saya kagum tuan Davin. Anda tidak memikirkan status anda sebagai raja Yunani, anda lebih mementingkan keluarga anda dan mau membaur dengan anggota angkatan udara untuk mencari cucu anda sendiri.
Saya sudah toton video Cika si pahlawan yang telah menyelamatkan cucumu. Dia pantas diberikan penghargaan oleh negara." Ucap presiden.
"Terimakasih banyak atas apresiasinya dan kunjungan anda. Putri saya saat ini masih belum siuman." Ujar Davin.
"Baiklah kalau begitu saya akan mampir sebentar dan langsung kembali istana. Ah iya saya hampir lupa, karena putrimu Cyra,
keluarga saya selamat dari maut. Terimakasih sudah melahirkan putri pemberani seperti Cyra. "
Ucap tuan presiden lalu melangkah menuju ke kamar inap VVIP milik Cyra.
Sementara anggota lain sedang mencari Gwen yang belum ditemukan sampai saat ini. Mereka hanya menemukan Jack yang masih hidup dengan tubuh penuh luka cabikan dan leher terkoyak.
__ADS_1