
Acara wisuda menjadi momen berharga yang sangat dinantikan oleh para mahasiswa yang sudah berjuang dengan kerja keras untuk meraih cita-cita mereka sesuai dengan jurusan yang mereka tekuni.
Hari itu para orangtua yang sedang mengikuti prosesi penyematan kehormatan pada para wisudawan wisudawati yang sudah duduk di kursi paling depan menanti nama mereka di panggil satu persatu untuk maju ke depan menerima pengesahan meraih gelar sarjana.
Hari itu Celia dan Cyra yang didampingi kedua orangtua mereka tampak tegang saat berhadapan dengan tuan Michael yang sangat kaget melihat Cyra yang masih hidup.
Sementara laporan yang ia terima dari anak buahnya berupa foto dan video saat gadis itu di buang di laut lepas terlihat jelas olehnya.
Cyra yang kembali trauma berat tidak bisa mengendalikan perasaannya hingga ia menggenggam tangan Celia begitu kuat.
Cyra yang saat itu belum membuka mulutnya kalau pelaku sebenarnya yang telah menculiknya adalah ayah kandung dari Sean.
Ia masih melindungi martabat Sean hingga pemuda itu merasakan kebahagiaan di momen wisuda ini yang sedang berlangsung bersama keluarganya.
"Cyra! Apakah yang menculik mu itu tuan Michael?" Tanya Celia sambil berbisik.
"Iya Celia! Walaupun saat itu aku tidak melihat dirinya secara langsung karena mataku ditutup oleh mereka. Tapi aku sangat mengenali suaranya dan itu membuatku merinding saat ini."
"Cyra! Aku harap kamu tidak mengeluarkan kekuatanmu di acara ini, walaupun saat ini kamu sangat ingin membalas dendam pada tuan Michael."
"Aku tidak segila itu Celia! Kita tunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok pria sinting itu, apakah dia masih punya nyali untuk meloloskan beberapa pejabat korup yang ingin mempertahankan kekuasaan mereka di gedung putih itu." Balas Cyra.
"Masalahnya ada Daddy kamu di sini, Cyra. Jika kekuatan kalian di satukan mungkin gedung ini akan runtuh menimpa semua hadirin di sini."
"Kekuatan kami hanya untuk menghancurkan markas milik tuan Michael dan para kroninya."
"Apakah kamu mengetahui di mana letak markas gangster itu Cyra?"
"Tentu saja aku mengetahuinya Celia. Karena aku sengaja menjatuhkan ponselku tepat di pintu masuk markas itu saat mereka menurunkan aku dari dalam mobil."
"Apaaa..? Ponsel? bukankah ponsel milikmu itu dibuang oleh mereka saat kamu di culik?"
"Bukan mereka yang membuangnya Celia . Tapi aku sendiri yang melakukannya, Celia."
"Jika itu perbuatanmu, berarti markas mereka dekat dengan tempat terakhir pembuangan sampah?"
Tanya Celia membuat Cyra yang belum melacak ponselnya tersentak.
"Maksud kamu apa Celia?"
__ADS_1
"Saat aku tidak bisa menghubungimu, aku menggunakan GPS untuk melacak sinyal ponselmu dan terakhir berada di titik yang sama di tempat terakhir pembuangan sampah."
"Astaga!"
Cyra hanya bisa membuka mulutnya dengan perasaan takut yang mulai menghantui dirinya.
Tapi ketakutannya segera hilang saat keduanya di panggil ke depan untuk menerima penghargaan sebagai mahasiswa terbaik dengan nilai Cumlaude.
Cyra dan Celia sontak bangkit berjalan ke depan untuk menerima penghargaan dari salah satu menteri pendidikan.
Ketiganya foto bersama dan menteri pendidikan mulai pidatonya usai memberikan penghargaan untuk kedua cucunya Reza dan Andien ini.
"Saya merasa sangat terhormat memberikan penghargaan terbaik untuk mahasiswa terbaik kampus ini yaitu Celia dan Cyra yang merupakan princess Maroko dan princess Yunani.
Bukan hanya itu saja, kedua princess ini adalah cucu dari seorang wanita hebat yang pernah membantu negara ini ketika menghadapi masalah teknologi yang berhubungan dengan para astronot kita.
Saat itu mereka sedang mengalami kerusakan mesin pada tabung roket ketika hendak turun kembali ke bumi. Dengan keahliannya ia mampu menemukan problem itu dan menyelesaikannya dengan cepat. Wanita hebat itu adalah Nyonya Andien yang berasal dari negara Indonesia. Terimakasih untuk kehadirannya di tengah kami, nyonya Andien dan suaminya tuan Reza."
Ujar menteri pendidikan tersebut membuat para mahasiswa yang belum mengetahui siapa Cyra dan Celia hanya bisa termangu di tempat duduk mereka.
Terutama Patricia dan Beatrix yang pernah menghina Cyra dan Celia adalah keturunan penyihir.
"Itulah kebodohan kita. Kenapa kita tidak menelusuri identitas keduanya untuk bisa mengeruk keuntungan dari mereka."
Timpal Beatrix.
Hingga acara wisuda itu berakhir, dua raja dari dua kerajaan itu meninggalkan acara itu. Mereka segera kembali ke apartemen dengan di kawal oleh polisi dan ajudan kerajaan menuju mobil dengan pengamanan ketat.
Cyra dan Celia mengikuti kedua orangtua mereka demi keamanan kedua gadis itu. Cyra yang sempat melihat wajah tuan Michael sengaja berbuat iseng kepada lelaki yang hampir membunuhnya itu, dengan menatap wajah tuan Michael hingga membuat lensa kacamatanya retak.
Tuan Michael langsung mencabut kaca matanya, takut beling lensa itu masuk ke matanya.
"Gadis sialan!"
Umpatnya sambil mengepalkan kedua tangannya menahan geram.
Sean yang melihat wajah cantik Cyra, hanya bisa mencibir kedua gadis itu yang pernah menolak mengakui kalau mereka adalah princess.
Tanpa disangka oleh kedua gadis ini, dua pangeran mereka datang membawa buket bunga sebagai ucapan selamat kepada keduanya.
__ADS_1
Wartawan yang sejak tadi menunggu kedua princess itu keluar memotret keduanya, namun kedua pangeran itu langsung mengalihkan wajah kekasih mereka dengan tubuh besar mereka agar tidak tertangkap kamera.
Cyra berlindung di dada bidang sang marsekal Farrel yang langsung merengkuh pinggang Cyra dengan mesra dan masuk ke mobil mereka.
Aksi spontan pasangan ini membuat gadis-gadis yang melihat adegan romantis itu berteriak histeris karena tidak menyangka kedua princess itu bisa memenangkan hati sang marsekal muda Amerika dan juga pangeran kerajaan Arab yang wajahnya sering muncul di Instagram maupun media lainnya.
Tepuk tangan dan sorak sorai saat melepaskan dua mahasiswa terbaik kampus itu yang merupakan princess Maroko dan Yunani itu meninggalkan kampus mereka.
Baik marsekal Farel dan pangeran Khalid yang sudah meminta ijin kepada raja Fatih dan Davin untuk membawa kedua gadis ini jalan-jalan.
Marsekal Farel mengajak Cyra berkeliling kota New York dengan helikopternya. Sementara Celia sendiri di ajak pangeran Khalid berkeliling dengan kapal pesiar pribadinya.
Cyra sangat gembira diajak lagi naik helikopter oleh Farel yang membawa sendiri helikopter itu.
"Apakah kamu suka sayang?"
Tanya Farel sambil melihat wajah Cyra dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
"Ini adalah momen paling indah dan sangat menyenangkan Farel."
Ucap Cyra dengan senyum merekah.
Saat memasuki salah satu taman bunga, Farel meminta Cyra membaca bentuk hiasan bunga yang terdapat di bawah hamparan bunga itu.
Cyra memakai teropongnya dan membaca apa yang tertera di bawah sana.
"CYRA! will you marry me?"
Cyra menutup wajahnya karena malu dan juga bahagia.
Helikopter itu akhirnya mendarat perlahan di bawah sana, di mana perkebunan milik Farel dengan mansion yang sangat indah berada di atas puncak bukit itu.
Farel membantu Cyra turun dari helikopter itu dengan memegang dua sisi pinggang ramping Cyra begitu ringannya.
"Apakah kamu sedang melamar aku Farel?"
Tanya Cyra memastikan apa yang baru saja ia baca.
Farel mengeluarkan kotak cincin berlian yang sudah ia siapkan untuk mengikat Cyra sebagai tunangannya.
__ADS_1