Kemelut Asmara

Kemelut Asmara
Makan Malam Ketiga


__ADS_3

“Okay.” Sekali lagi Rere membalasnya.


Rere kemudian membuka aplikasi perjalanan di dalam ponselnya, mengecek berapa harga yang harus ia bayar sesuai jadwal penerbangan yang sama dengan George.


Tentu saja ia memilih dengan harga yang ekonomis. Rere harus bisa memanfaatkan sisa uang yang George kirimkan untuknya.


Ini adalah pertemuan keduanya bersama George setelah tiga tahun yang lalu. Namun entah mengapa Rere tak bergairah untuk memenuhi pertemuan ke Singapura.


Rere merasa George tidak bisa memberikan kepastian tentang masa depan untuk Rere, beberapa kali Rere menyinggung soal keinginannya punya anak dari George namun Rere tak mendapatkan jawaban yang ia inginkan.


George selalu mengatakan ia tidak ingin mempunyai komitmen kedua setelah perceraiannya. Apalagi untuk mempunyai anak, George hanya ingin menikmati masa tua nya dengan hasil kerja kerasnya dan menikmati liburan ke tempat yang dia inginkan.


Ini salah satu alasan kenapa Rere masih mencoba mencari pria lain. Tiga tahun ia lewati dengan George hanya melalui komunikasi virtual.


Rere kemudian membalas pesan singkat dari Jimmy di pertemuan ketiga mereka untuk makan malam.


***


Sampai di restoran masakan cina, Jimmy memesan menu favoritnya yaitu kwetiau ayam dan teh tawar hangat.


Rere terheran, “So, you can eat Indonesian food?”


“Yes.” Jimmy menjawabnya.

__ADS_1


Selesai dengan makan malam, lagi-lagi Jimmy mengajak Rere untuk ikut bersamanya ke hotel Jimmy menginap.


Rere kemudian menolaknya. Rere mengatakan bahwa ia sudah mengambil libur hari ini, jadi jika ia ikut bersama Jimmy ia yakin besok akan malas bekerja.


Rere kemudian menolaknya secara halus dan meminta Jimmy mengantarnya pulang ke kosan. Jimmy lalu mengerti dan menyetujuinya.


Jimmy merasa Rere seakan ingin menghindar darinya. Penuh tanya di benak Jimmy saat perjalanan pulang menuju hotelnya.


Apakah aku melukai Rere?


Apakah dia tidak cocok denganku?


Apakah tindakanku berlebihan padanya kemarin?


Tanya ini berkutat dalam pikiran Jimmy. Ia kemudian mencoba mengirim pesan selamat malam pada Rere.


Jimmy merasa Rere beda dari kebanyakan wanita yang ia temui selama melakukan perjalanan liburannya.


Semua wanita yang ingin bersamanya selalu ingin mengambil keuntungan padanya, tapi tidak dengan Rere.


Hal itu semakin menarik perhatian Jimmy untuk dapat meluluhkan Rere. Jimmy terus berpikir, tindakan apa yang harus ia lakukan untuk dapat meraih Rere.


.

__ADS_1


.


.


Di kantor,


Rere memberikan salinan pesanan konsumen ke bagian pembuat invoice. Kejadian yang lalu ia sudah tidak mengingatnya. Rere tahu betul ia harus bersikap profesional dalam bekerja.


“Yang ini tolong di kirim hari ini, urgent!” Ucap Rere seraya menyodorkan satu lembar nota orderan ke bagian admin.


“Oke.” Jawab admin tersebut.


Bergegas pergi setelah menyelesaikan keperluannya di dalam kantor. Memulai hari nya kembali bekerja dengan optimis akan bekerja lebih baik hari ini.


Waktu makan siang tiba, Rere memilih bertemu sahabatnya Emilia di sebuah warung tak jauh dari kantor Emilia.


“Hay coy.” Sapa Rere saat tiba dan mendaratkan tubuhnya duduk di samping Emilia.


“Hai.” Jawab Emilia.


Rere kemudian memesan menu nasi campur dengan es teh. Begitu juga Emilia.


Rere kemudian memulai percakapan, tentu saja tentang Jimmy dan George. Emilia adalah sahabat Rere sejak SMP. Mereka berdua sama-sama berasal dari keluarga menengah ke bawah.

__ADS_1


Emilia tahu betul siapa Rere, dan Emilia lah satu-satu nya orang yang paling di dengar Rere.


__ADS_2