
Jimmy sedikit terkejut saat Rere mengatakannya, dan ia cukup heran. Banyak wanita yang ia temui malah menawarkan diri untuk dapat tinggal bersama Jimmy, tentu saja mereka berpikir tinggal bersama orang asing punya segala kemudahan karena mereka punya banyak uang.
Jimmy berpikir Rere sedikit berbeda dari yang lain. Rere juga tidak membahas soal uang bahkan kemewahan yang ia inginkan dari orang asing sejak mereka pertama kali bertemu.
Di benak Rere, ia hanya membantu Jimmy untuk mendapatkan tempat tinggal selama di Indonesia sampai waktu yang mengharuskan ia keluar dari Indonesia.
“Oke.” Jimmy hanya menjawab ini setelah Rere menjelaskan bahwa ia akan sering-sering mengunjungi Jimmy.
Tetapi Jimmy mengatakan bahwa Rere memerlukannya untuk akses naik menggunakan lift. Dan akhirnya Rere menerimanya.
Jimmy lalu diam sejenak, lalu Jimmy meminta kembali Rere untuk dapat datang ke apartemennya setiap pagi dan membuatkannya sarapan.
Rere hanya menjawab ia akan mengusahakannya.
Kring. Kring.
Ponsel Rere berdering, kali ini George melakukan panggilan video padanya. Rere kemudian berkata pada Jimmy untuk keluar kamar. Dan Rere bergegas keluar kamar, menutup pintu dan lalu menjawab panggilan George.
George mengatakan bahwa ia harus mengubah jadwal penerbangannya ke Singapura di pertengahan Juli karena maskapai yang ia pilih membatalkan jadwal terbang di tanggal yang George pilih di bulan Juni.
__ADS_1
George juga mengatakan bahwa dia ada keperluan meeting ke daerah lain dan ia wajib hadir dalam pertemuan tersebut.
“Alright.” Rere menjawab. Setelah itu George mengakhiri panggilannya.
Rere cukup lega dengan perubahan jadwal keberangkatan ke Singapura, karena awalnya Rere cukup bingung dengan jadwal liburannya ke Bali bersama Jimmy di bulan Juni karena bulan yang dipilih bersamaan.
Rere tak menduga bahwa Jimmy akan tinggal lebih lama di Indonesia, dia cukup bingung alasan apa yang harus disampaikan kepada Jimmy ketika empat hari ke Singapura bersama George.
Dengan cepat Rere memutar isi kepalanya untuk berpikir. Masih di luar kamar, Rere kemudian memeriksa kembali jadwal penerbangan ke Singapura.
Rere kemudian mengirimkan jadwal tersebut pada George melalui pesan singkatnya, dan ia kembali ke kamar.
“Ah. Yes.” Jawab Rere.
Rere kemudian mendaratkan tubuhnya kembali duduk disamping Jimmy diatas tempat tidur.
Jimmy kembali meraih gadget tablet nya dan menyodorkan jadwal penerbangan pada Rere.
Ya, dia membahas lagi jadwal penerbangan ke Bali bulan ini. Rere kemudian memilih tanggalnya dan dengan cepat Jimmy memesannya setelah mengisi daftar penumpang.
__ADS_1
“Done!” Ucap Jimmy setelah menyelesaikan pembayaran.
Berikutnya Jimmy mencoba mencari penginapan untuk tiga hari di Bali. “Where you want to stay?” Seraya melakukan pencarian melalui aplikasi liburan dari gadget nya.
Rere terdiam, tatapannya kosong ke arah televisi. Jimmy menatapnya datar, kemudian mengayunkan tangannya di hadapan Rere.
“Hei.” Ucap Jimmy seraya menatap Rere.
“Eh.” Ucapan Jimmy membuat Rere tersadar dari lamunannya.
“Have any problem?” Tanya Jimmy pada Rere.
“No idea.” Jawab Rere.
Jimmy kemudian menanyakan kembali apa yang baru saja ia katakan, Rere hanya menjawab tidak tahu.
Jimmy kemudian menyodorkan gadgetnya dan meminta Rere untuk memilih penginapan mana yang ia inginkan.
Rere kemudian mengatakan untuk membahas masalah penginapan lain hari.
__ADS_1
“Oke, time to go out now.” Ucap Jimmy saat menatap jam di layar gadgetnya.