
Hari ini hari minggu, Rere kembali menjalani rutinitasnya sehari-hari tanpa Jimmy sejak dua minggu kepergiannya.
Rere mengundurkan diri dari perusahaannya. Rere tidak fokus lagi bekerja setelah hari itu. Ia merasa semua usaha baik yang ia lakukan malah menambah kesedihan di hidupnya.
Beberapa kali Jimmy mengirim pesan pada Rere, namun ia sudah tidak bergairah lagi menanggapinya.
Pesan terakhir yang Jimmy berikan padanya untuk terus berkabar dengannya sebelum kembali ke Australia tak ia lakukan.
Terlebih Jimmy juga berkata akan tinggal di Jakarta selama empat hari. Semua tanya di benak Rere ia tepiskan, ia berusaha untuk kembali menetralkan hati dan perasaannya.
Dan itu karena percakapan terakhir mereka berdua saat Jimmy sampai di Malaysia, Rere memberikan beberapa pertanyaan tentang kecurangan apa saja yang Jimmy lakukan selama bersamanya.
Ya, segala hal yang Rere anggap Jimmy adalah orang yang mampu menjaga komitmen mereka berdua untuk tinggal bersama itu terpatahkan dengan pengakuan Jimmy yang mengatakan ia bersama perempuan lain saat ke Jawa Timur.
“Fuck!” Rere selalu mengumpat di dalam hatinya setiap kali mengingat hal itu.
Rere pun menarik kesimpulan bahwa mengapa Jimmy memilih penerbangan dari Solo dan mengambil empat hari tinggal di Jakarta sebelum kedatangannya ke Malaysia.
PASTI karena perempuan lain juga!
__ADS_1
Namun setelah pengakuan itu, Rere mulai membiasakan diri tidak lagi memberikan rasanya pada siapapun. Harapannya tentang mempunyai anak tanpa suami ia tanggalkan.
Setelah perpisahannya itu membuat Rere tersadar, sekuat apapun kamu menggenggam jika ia tidak ingin tinggal maka akan lepas juga.
Rere berusaha menarik diri dari komunikasi yang lebih intens dengan Jimmy, ia hanya membalas pesan Jimmy saat waktu luang. Rere juga tidak ingin memulai komunikasi lebih dulu.
Sebenarnya ini apa? Ketika Rere mulai menarik diri dan memberi jarak komunikasinya, tapi Jimmy malah terus menghubunginya setiap hari.
Untuk mengalihkan perasaannya, Rere mulai menghangatkan komunikasinya bersama George. Terlebih mendekati tanggal dimana mereka akan mengambil liburan bersama ke Singapura.
Rere mulai mengemas beberapa baju dan keperluan yang akan dibawa ke Singapura. Beberapa pakain santai dan juga satu gaun malam yang hendak Rere kenakan saat makan malam.
Ponselnya tiba-tiba berdering, Rere menatap layar ponselnya dan mendapati Jimmy tengah melakukan panggilan video call padanya. Rere enggan menjawab panggilan tersebut, ia lalu meletakkan kembali ponselnya.
“Cih! Sekarang kamu terus menghubungiku.” Ucap Rere kesal.
“Kemarin kamu siakan aku.” Imbuhnya.
***
__ADS_1
Malam hari, Rere mengirimkan foto tas kopernya ke George bahwa ia sudah siap untuk memenuhi perjalanan liburannya.
“Good!” George membalas pesan Rere.
“I am Ready!” Rere membalas.
Satu pesan masuk juga dari Jimmy, mengungkapkan rasa kesalnya kenapa Rere tak menjawab panggilan dan tak mengirimkannya pesan.
Rere hanya menjawab sedang sibuk bekerja, padahal ia sudah keluar dari pekerjaannya. Dan hanya menunggu hari liburannya ke Singapura.
Rere mengambil istirahat malamnya, membuka akun sosial medianya. Kemudian ia membuka sebuah pesan dari seseorang yang belum pernah ia temui.
Bertukar nomor ponsel saat itu, dan beralih ke pesan singkat pada media chatting Rere. Pria itu bernama Mark berasal dari Perancis.
Mark bekerja sebagai koki di sebuah restoran ternama di Jakarta. Mark mengatakan ingin bertemu Rere di Yogyakarta, ia juga memberikan tanggal kedatangannya.
Cling!
Muncullah ide baru Rere. Tanggal yang Mark pilih adalah empat hari sebelum keberangkatan Rere ke Jakarta. “Wah, bisa dapat tiket gratis ke Jakarta nih.” Ujar Rere.
__ADS_1
Mark juga mengatakan bahwa ia akan kembali ke Jakarta di pertengahan Agustus.